Suara jangkrik menemani langkah kakinya di tengah gelapnya malam. Angin yang berhembus menjatuhkan beberapa daun. Pohon-pohon yang tinggi lagi kokoh melambai-lambai mengikuti pergerakan angin. Malam itu, ia memutuskan untuk kabur dari rumahnya setelah bergelut dengan pikirannya sendiri. Mimpi yang ia alami beberapa jam yang lalu, membawanya ke sebuah hutan di perbatasan timur.
Sayup-sayup dia mendengar suara api yang menyala. Matanya menyipit, memastikan di ujung sana ada sesuatu berwarna merah yang ia yakini api unggun. Semakin dirinya melangkah, suara canda gurau tertangkap pada indra pendengarannya. Dia sontak menyembunyikan diri di balik pohon ketika melihat apa yang di hadapannya. Bagaimana bisa ada peri di dunia ini? Lihatlah, mereka sedang berpesta dengan sebuah minuman berukuran mini dan makanan seperti marshmellow. Tawa mereka terdengar jelas dari tempat yang ia pijak.
"Hei, gadis muda. Kemarilah." Dia tersentak kaget. Jantungnya berdegup kencang kala puluhan peri menatapnya seperti maling yang tertangkap basah.
Seorang peri yang memakai mahkota di atas kepalanya langsung menghampiri gadis yang meringkuk ketakutan. Dia mengulurkan tangan pada perempuan itu sebelum berkata, "Ikutlah berpesta. Hanya kau yang tahu dengan keberadaan kami melalui mimpi yang kuberikan padamu."