Setelah jam kuliah usai aku dan hanum memutuskan untuk langsung pulang ke kosan kami yang berjarak tak jauh dari kampus tempat kami berkuliah.
Jam menunjukan pukul 20.49 WIB, belum terlalu lama untuk mencari makan malam yang hampir terlewat. Aku dan hanum mampir ke warung pecel lele yang berada tepat di lantai bawah kosanku.
" buk, nasi pecel ayamnya 2 ya biasa " teriak hanum lalu duduk di bangku panjang yang kondisinya sudah sedikit buruk.
" duh neng hanum sama neng anin tumben jam segini sudah pulang? kemaren neng anin pulang tengah malem ya" jawab pemilik pecel yang sering ku panggil bu min.
" kemaren aku gak kesini loh bu" jawabku sedikit bingung.
" yang bener neng, orang ibu liat kok " jawab bu min sambil menyiapkan pesanan kami.
" bu, kemaren aku sama anin pergi ke kosan nya rika yang di ujung jalan sana buat ngerjain tugas bareng loh, anin sama temen yang lain gak pulang dulu langsung kesana sedangkan aku kan mampir ke sini buat bungkus makanan" jawab hanum.
" nah... ibu salah liat kali" jawabku.
" lah bener loh neng, orang ibu beneran liat neng anin kok beneran, masa ibu salah orang, orang bapak juga ada semalem. kemaren kan gak rame-rame banget neng" jawab bu min menyodorkan makanan.
" tapi aku sama anin pulang abis subuhan buk" sela hanum yang juga agak bingung dengan cerita bu min.
" mungkin beneran ibu salah liat kali neng, yaudah makan aja. jangan dipikirin terus" ucap bu min sedikit mengalihkan pembicaraan.
Setelah selesai makan, aku dan hanum naik ke lantai 3 kamar kami, aku yang masih kepikiran dengan perkataan bu min tadi sontak bertanya pada hanum yang tengah memainkan handphonenya.
" num, coba chat si eza deh" pintaku pada hanum.
" tanya apaan? " jawab hanum cuek.
" soal tadi kata bu min, dia bilangkan disana juga ada eza sama dion"
" yaudah si nin, tanyain aja besok" jawab hanum sedikit malas.
" pliss lah num, perasaan gue gak enak loh" pintaku sedikit merengek.
" iya iya gue tanyain, mandi sono bau" jawab hanum.
Aku lantas beranjak ke kamar mandi, sedangkan hanum masih berbaring di atas kasur sambil menonton tv.
" nin, lu manggil gue tadi? pas lu di kamar mandi? " tanya hanum.
" kagak, ngapain manggil" jawabku.
" serius gak lu??? " ucap hanum sambil menarik ujung bajuku.
" serius lah ngapain juga bohong sih" jawabku.
" liat nih balesan eza" bisik hanum.
๐๐ฎ๐ป๐๐บ : ๐๐ฎ, ๐ธ๐ฒ๐บ๐ฎ๐ฟ๐ฒ๐ป ๐บ๐ฎ๐น๐ฒ๐บ ๐ฒ๐บ๐ฎ๐ป๐ด ๐น๐ ๐น๐ถ๐ฎ๐ ๐ฎ๐ป๐ถ๐ป ๐บ๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ป ๐ฑ๐ถ ๐ฏ๐ ๐บ๐ถ๐ป???
๐๐๐ฎ : ๐น๐ถ๐ฎ๐, ๐๐ฎ๐ฝ๐ถ ๐ฎ๐ป๐ฒ๐ต ๐ป๐๐ฎ ๐ฑ๐ถ๐ฎ ๐ฑ๐ถ๐ฒ๐บ ๐ฎ๐ท๐ฎ ๐ฝ๐ฎ๐ ๐ด๐๐ฒ ๐๐ฎ๐ป๐๐ฎ ๐ธ๐ฎ๐ด๐ฎ๐ธ ๐ธ๐ฎ๐๐ฎ ๐ฏ๐ถ๐ฎ๐๐ฎ๐ป๐๐ฎ, ๐๐ถ ๐ฎ๐ป๐ถ๐ป ๐ธ๐ฎ๐ป ๐ฃ๐ฒ๐ฐ๐ถ๐ฐ๐ถ๐น๐ฎ๐ป.
๐๐ฎ๐ป๐๐บ : ๐ช๐ต๐ฎ๐??? ๐ธ๐ฒ๐บ๐ฎ๐ฟ๐ฒ๐ป ๐ด๐๐ฒ ๐๐ฎ๐บ๐ฎ ๐ฎ๐ป๐ถ๐ป ๐ป๐ด๐ฒ๐ฟ๐ท๐ฎ๐ถ๐ป ๐๐๐ด๐ฎ๐ ๐ฑ๐ถ ๐๐ฒ๐บ๐ฝ๐ฎ๐ ๐ฟ๐ถ๐ธ๐ฎ ๐ฎ๐บ๐ฝ๐ฒ ๐๐๐ฏ๐๐ต ๐๐ฎ.
๐๐๐ฎ : ๐๐ฒ๐ฟ๐๐ ๐ถ๐๐ ๐๐ถ๐ฎ๐ฝ๐ฎ???
Setelah membaca isi pesan eza, aku dan hanum dibuat kaget setengah mati oleh suara yang tengah memanggil hanum beberapa kali, suara yang sama persis dengan suaraku.