Aku lelah..
Aku ingin berhenti..
Ingin rasanya menghilang dan berhenti melawan,
tapi aku gak bisa.
Tidak tahu kenapa?
Rasanya sesak..
Sakit..
aku bingung..
=======================
Namaku Kirana Larasati biasa dipanggil Kiran. Aku masih kelas 8 SMP. Aku tinggal di Keluarga yang lumayan berkecukupan. Kedua orang tua ku sama-sama berprofesi sebagai dokter. Mereka bekerja di rumah sakit yang berbeda.
Aku anak tunggal karena itu dulu waktu kecil aku sering di titipkan ke nenekku karena mereka harus bekerja. Tapi sejak nenek meninggal, aku harus hidup mandiri.
Jujur sepi rasanya jika tinggal dirumah sendiri, meskipun ada mbak art tetap saja rasanya aku pengen menghabiskan waktu bersama kedua orang tua ku.
Meski begitu aku tidak marah, aku tau mereka menjalankan tugasnya untuk melayani masyarakat, karena itu aku tidak pernah menuntut banyak hal pada mereka.
Awalnya aku baik-baik saja, tapi sejak kejadian itu aku tidak baik. Mungkin fisikku baik, tapi tidak dengan mentalku.
Saat umur 10 tahun, aku mengalami kejadian buruk. Pelecehan. ya.. untuk usia segitu aku tidak pernah tau apa yang mereka lakukan terhadapku. Tapi seiring berjalannya waktu aku mulai tau, dan itu membuatku merasa.. tertekan.
Tidak ada yang pernah tau tentang kejadian itu, termasuk orang tuaku. Aku menyembunyikannya rapat-rapat selama tiga tahun.
Ya, tiga tahun itu bukan waktu yang sebentar memang, tapi aku tidak berani mengatakan hal itu terhadap orang tuaku. Aku takut mereka kecewa. Karena aku selalu terlihat baik-baik saja didepan mereka, nyatanya di belakang mereka aku sering menangis diam-diam.
Bunuh diri?
Pernah.
Ya, aku memang pernah mencoba untuk bunuh diri. Tapi akal sehat ku mengatakan..
Percuma.
Percuma bunuh diri, karena jiwamu saja sudah mati.
*********
Sampai suatu hari di tengah malam ketika mereka tidak ada shift malam.
Aku frustasi..
Aku teriak sekencang mungkin..
Aku lelah..
Aku lelah dengar bisikan-bisikan yang mengatakan aku kotor, aku jijik, dan aku tidak berguna. Aku hanya bisa menyusahkan orang tua.
*********
Mendengar teriakkan ku, orang tuaku langsung bergegas ke kamarku untuk melihat apa yang terjadi. Dan mereka kaget mendapati aku tergeletak dilantai sambil mencoba menyakiti diriku sendiri.
Setelah aku tenang, aku menceritakan semuanya. Apa yang terjadi pada diriku, yang aku rasakan, dan aku pendam selama tiga tahun ini.
Mereka syok dan merasa bersalah pada dirikku, karena mereka tidak pernah tau apa yang terjadi padaku.
Kita tidak bisa melaporkan pelakunya, karena kejadian itu memang sudah tiga tahun dan itu percuma. Akhirnya yang bisa kami lakukan hanyalah menyembuhkan mentalku.
Ya, sejak kejadian itu mereka jadi lebih sering memperhatikan kondisi ku. Jarang ambil shift malam. Dan lebih sering bersamaku.
Mereka juga membawaku ke teman psikiater mereka. Jujur awalnya aku menolak karena aku tidak gila. Tapi mereka meyakinkan ku tidak apa-apa, ke psikiater bukan berarti mereka gila.
Dan sekarang keadaan ku jauh lebih baik daripada dulu. Sekarang juga aku sedang mencoba untuk bersosialisasi, dari awalnya tertutup sedikit demi sedikit aku mencoba untuk terbuka.
So, aku hanya ingin menyampaikan kepada mereka yang mungkin mengalami kejadian yang sama atau lebih buruk daripada aku.
Jangan takut.
Jangan takut untuk speak up tentang kondisimu
Karena masih ada banyak orang yang mencintaimu dan mendukungmu.
Tamat.
NB: cerita ini hanya karangan belaka