Bagiku sahabat adalah seseorang yang dapat menghiburku, seseorang yang sangat berarti dalam hidupku, karena sahabatlah orang yang selalu ada untukku. Aku memiliki banyak teman, hampir semua orang di kelasku, ingin berteman denganku, sayangnya mereka hanya memanfaatkan kepintaran dan kebaikanku, mereka berteman denganku untuk membantu mereka mengerjakan PR. Tetap aku cukup beruntung karena masih memiliki 2 orang sahabat yaitu, Hani dan Rafi.
Perkenalkan, namaku Intan Silya, kelas 3 SMP, aku merupakan anak yang cukup pintar, karena sering mendapat juara kelas, oleh karena hal itu, banyak temanku yang ingin bersahabat denganku.
"Intan, aku boleh meminjam bukumu yang ensiklopedia tentang hewan?" tanya Rafi, "Tentu," jawabku sambil mengeluarkan buku ensiklopedia yang berat dari dalam tasku. Saat ini adalah waktu istirahat, Rafi dan Hani duduk dan makan bersama aku. "Kukembalikan 5 hari lagi, ya, hari Jumat," kata Rafi "Iya, hari apa aja boleh asal jangan rusak, ya," kataku "Iyaa," jawab Rafi, "Intan, kamu mendapat buku itu dari mana?" tanya Hani "Oh, aku mendapat dari ayahku, sebenarnya buku itu sudah agak lama," jelasku "Ooohh…," seru Hani.
Sudah 1 minggu berlalu sejak Rafi meminjam buku milikku. "Intan, bukunya kukembalikan waktu istirahat, ya," kata Rafi, aku hanya mengangguk mengiyakan. "Rafi, temani aku ke ruang guru sebentar, ya!" seruku saat istirahat, "Bagaimana dengan Hani?" tanyanya "Dia lagi mengerjakan tugas yang belum selesai," jelasku, "Oh, ayo!" kata Rafi.
Kami segera berjalan menuju ruang guru. "Ah…," seru Rafi, "Ada apa?" tanyaku dan Hani, "Bukumu hilang, Intan!" seru Rafi panik, "Kita cari sama-sama, yuk!" ajakku, "Ok," Rafi dan Hani. Tiba-tiba datanglah Zenna, "Hani mungkin ada di dalam tas kamu, atau di dalam tas kamu Intan," kata Dwi, aku segera mengecek tasku, tidak ada. "Ahh…, bukunya ada di dalam tasku," kata Hani, "Kamu mengambilnya?" tanya Rafi, aku hanya diam terpaku tidak mungkin sahabat yang sangat kupercayai mencuri buku milikku, "Tidak, aku tidak mencurinya, buku ini tiba-tiba ada di dalam tasku," seru Hani, "Bohong, buktinya sudah cukup bukan, sudah jelas ada buku itu di dalam tas milikmu, tidak mungkin tiba-tiba muncul secara sendirinya," seru Zenna, "Kamu benar mencurinya?" tanyaku masih tidak percaya, Hani menggeleng, aku sebenarnya berpikir tidak mungkin Hani sahabatku tega melakukannya, "Intan, sahabat pun dapat berkhianat, apalagi sahabat terdekat, masa kamu masih tidak percaya, sudah ada bukti nyatanya," seru Zenna. Sejak saat itu, aku dan Rafi menjauh dari Hani, akhirnya ia dijauhi oleh teman-teman yang lain.
Suatu hari, ketika aku berjalan melewati ruang ganti putri, aku mendengar Zenna sedang berbicara dengan sahabatnya, Tina. "Sebenarnya, Tina, kalau buku itu yang mecurinya adalah Vera, aku yang memintanya untuk mengambil dan menaruh buku itu di dalam tas Hani, aku hanya ingin membalas dendam, pada kejadian waktu itu," jelas Zenna "Jadi, bukan dia?" tanya Tina, "Bukan, tapi janji jangan beritahu siapa-siapa, ya!" pinta Zenna, "Balas dendam, kenapa?" tanya Tina, "Yah, waktu SD, dia pernah melaporkan pada guru kalau aku mendorong temanku," jelas Zenna, "Biarlah dia sekarang merasakannya," lanjut Zenna.
BRAK…, kubuka pintu ruang ganti, "Jadi, kamu menfitnah Hani?" tanyaku pada Zenna "I…Intann…," seru Zenna kaget, "Aku tidak akan melapokannya pada guru, tetapi kau harus, meminta maaf pada Hani, dan menjelaskannya pada teman-teman yang lain," seruku kesal, "Ba…ba…iklah, tapi kau harus janji kalau tidak akan memberitahu kepada guru!" seru Zenna, "Janji," janjiku.
Sejak saat itu, Hani kembali diterima oleh teman-temanku, semua teman meminta maaf atas kejadian itu, termasuk Zenna, aku dan Rafi karena telah menyalahkannya. Setelah kejadian itu, aku, Hani dan Rafi kembali bersahabat, dan ditambah Zenna dan Tina, "Aku ingin memberikan ini," kata Zenna sebagai permintaan maaf, ia memberikan sebuah gelang bertuliskan BFF. Dalam hati aku berjanji tidak akan asal menuduh sembarangan.
THE END
"Yo, jangan lupa follow, oke terimakasih"