Donella, si peri nakal dari Negeri Eldonos berhasil menyusup ke Negeri Faylin. Di negeri ini tinggallah peri-peri yang bekerja keras untuk membahagiakan anak-anak manusia di bumi. Sejak dahulu, Negeri Eldonos dan Negeri Faylin tidak pernah akur.
Negeri Eldonos penuh dengan peri-peri jahat. Donella bermaksud menyebarkan kejahatan di Negeri Faylin. Ia ingin agar peri-peri Faylin juga menjadi jahat, suka iseng dan berbohong.
Donella jarang sekali mandi. Tubuhnya bau dan kusam.
"Wah! Kalau aku menyusup di antara peri-peri Faylin, pasti ketahuan. Aku harus menyamar seperti peri-peri bodoh itu!" gumam Donella.
Ia lalu diam-diam masuk ke halaman sebuah rumah mungil.
"Aha! Ada beberapa gaun yang sedang di jemur."
Donella berjingkat-jingkat mencuri gaun itu. Ia lalu mandi di kran taman agar harum seperti peri Faylin. Ia juga mengecat rambut hitamnya menjadi pirang seperti peri Faylin. Setelah mengenakan gaun curiannya, Donella memulai rencananya.
*****
Saat itu, peri-peri di School Fairy Blue, sedang menikmati jam istirahat. Prischa, ketua kelas 7, menyanyi bersama kedua temannnya. Tiba-tiba ia melihat peri asing berambut pirang yang muncul dari balik semak bunga lily.
"Halo! Kamu yang bergaun kuning, anak baru ya?! Ayo kemari!" seru Prischa.
Donella terkejut. Ia sebenarnya bermaksud mencuri kue bekal salah satu peri. Hampir saja ia ketahuan.
"Ngg.. Halo! Ngg.. A-aku Donella!" jawab Donella kaku.
"Oh, kamu P3 (Peri Pertukaran Pelajar) itu yah? Wah, kami sudah menunggumu sejak tadi pagi, " ujar Bella.
"Mari aku antar kamu ke asrama. Oh iya, aku Grace. Aku mau menjadi teman sekamarmu," ujar Grace menggandeng Donella.
*****
Hari-hari di School Fairy Blue sangat berat bagi Donella. Biasanya ia hanya bermalas-malasan di selingi kegiatan mencuri, berkelahi, atau mengisengi peri-peri tua. Sedangkan, di School Fairy Blue, setiap hari ia harus berbuat kebaikan.
Di hari pertama, Grace mengajari Donella membuat kue. Setelah bersusah payah, akhirnya Donella berhasil. Namun, ketika ia hendak melahapnya, Grace sudah membungkus kue-kue itu dengan rapi.
"Kue-kue ini akan di bawa peri dewasa ke bumi, kemudian dibagikan ke anak-anak manusia yang kelaparan dan jarang makan kue," ujar Grace.
"Terimakasih Donella, kamu sudah banyak membantu," ujar Federlin.
Federlin adalah peri-peri dewasa yang bertugas membagikan gula-gula ke anak manusia di seluruh dunia. Setiap hati ia, datang ke sekolah untuk mengambil kue dan permen buatan peri-peri cilik.
Donella hampir saja marah besar. Seumur hidup ia tak pernah bekerja. Dan sekarang, hasil jerih payahnya dibagikan ke orang lain yang tidak ia kenal.
"Tenang Donella. Ingat rencanamu datang kesini . Menyusup, menyamar, dan merusak kehidupan peri-peri tak berguna ini. Sabar... Waktunya akan tiba," batin Donella menenangkan dirinya.
Namun, hari-hari Donella selalu penuh dengan kegiatan baik. Ia belajar membuat kue, merangkai bunga, berlatih bernyanyi dan menulis puisi manis. Setiap hari, peri-peri dewasa datang ke sekolah dan mengambil semua kue dan bunga untuk di bagikan ke anak manusia. Puisi-puisi manis pun dibawa para peri dewasa untuk dibacakan ke anak-anak di dunia.
Tenaga Donella terpakai habis untuk berbuat baik. Ia begitu lelah untuk mencoret-coret dinding sekolah dengan spidol hitam berbau busuk yang ia bawa dari Eldonos.
Ia terlalu lelah untuk merusak lukisan-lukisan di aula sekolah. Ia tak sempat mengisengi guru-guru atau menakut-nakuti adik-adik peri. Akhirnya, Donella tak pernah memikirkan kenakalan lagi, bahkan ia hampir melupakan Eldonos.
*****
Tak terasa dua tahun telah berlalu. Hari kelulusan School Fairy Blue angakatan 1811 pun tiba. School Fairy Blue terlihat sangat meriah. Donella, Prischa, Bella dan Grace tampil cantik di atas panggung. Mulai besok, mereka bisa menjalani kehidupan peri dewasa. Mereka bisa berkunjung ke bumi untuk menghibur anak-anak manusia di bumi.
Donella pun tumbuh seperti peri dewasa Faylin. Ia cantik, harum, dan baik hati. Dengan bangga, Donella dan ketiga temannya (Prischa, Bella, Grace) menerima sertifikat School Fairy Blue di panggung. Seusai acara, Donella bertemu Prischa, Bella dan Grace di taman sekolah.
"Selamat Donella! Sekarang, kamu adalah peri Faylin sejati. Jadi, kamu tidak perlu kembali ke Eldonos. Peri cantik dan baik hati sepertimu tidak pantas tinggal di negeri yang jahat itu!" seru Prischa sambil tersenyum penuh arti.
"Hah?! A-apa maksudmu? Kamu tahu dari mana ??" Donella sangat terkejut.
"Sejak awal kami tahu kamu bukan peri Faylin. Aku melihatmu hendak mencuri dari balik semak bunga lily. Aku juga melihat beberapa helai rambut hitam di rambutmu. Hanya peri Eldonos yang memiliki rambut hitam," terang Prischa.
"Aku juga menemukan banyak barang yang hendak kamu pakai untuk merusak sekolah ini. Tapi kami yakin, dua tahun saja di School Fairy Blue, kamu akan menjadi peri manis dan baik hati. Itulah tujuan School Fairy Blue," Grace menambahkan.
"Sebenarnya, semua peri itu baik hati. Hanya kadang ia berada ditempat yang salah. Yang diperlukan adalah teman yang mau menolong. Juga mau memberikan kesempatan kepadanya untuk memperbaiki diri," ucap Bella.
Donella meneteskan air mata. Ia terharu sekali. Untuk pertama kali dalam hidupnya ia merasa memiliki teman yang sesungguhnya. Keempat sahabat itupun saling berpelukan.
>>>>>>>>---- SELESAI ----<<<<<<<