Nama gue sobir, yang artinya sabar. Gue emang penyabar, selama gak ada yang bikin gue marah. Hehehehehe
Gue lahir dari keluarga biasa aja, gak miskin gak terlalu kaya juga. Intinya gue berkecukupan tapi gak lebih.
Di usia gue yang baru lulus SMA, gue memilih untuk kerja. Karena gue gak pengen nambahin beban emmak bapak gue.
Gue bekerja sebagai waitres di salah satu cafe yang cukup terkenal di kota sumenep. Meskipun dengan gaji yang gak seberapa, setidaknya gue usaha dari bawah dulu.
Jam kerja gue cuman 8 jam, kadan berangkat pagi kadang sore. Hari ini gue masuk sore jadi jam 9 malem gue udah pulang.
Di perjalan pulang, hp gue bunyi getar terus sampek goyang ni motor. Akhirnya, gue memutuskan berhenti dan mengangkat telfon.
"Kuncinya emmak taruh di bawah keset depan pintu, emmak sama bapak mau ke rumah pak kades. Adek kamu lagi nginep di rumah temen." Tanpa menunggu jawaban, emmak langsung mematikan telponnya tanpa persetujuan.
Memang begitulah sikap emmak.
Lalu gue langsung meneruskan perjalanan pulang yang tertunda. Saat motor gue cukup ngebut, tiba tiba kucing nongol di tengah jalan.
Alhasil, gue langsung menginjak rem sampai ban belakang gue ke angkat.
"Lo kalo mau lewat bawa senter kek, atau bawa polisi tidur biar gak ketabrak." Gue memarahi si kucing karena kesal.
"Meeeeoooow." Si kucing malah dengan santainya ninggalin gue yang hampir jantungan.
"Dasar kucing oren."
Setelah puas memaki dan hanya di cuekin si kucing, gue pilih pulang.
Seperti wasiat emmak sebelum pergi, gue ngambil kunci di bawah keset dan membuka pintu rumah.
Gue langsung menuju kamar membuka helm, jaket, dan langsung merebahkan diri.
"Oke kita liat hp dulu." Gue segera mengambil hp di saku dan membuka WA, FB, IG, tapi ternyata di ada yang chat gue. " Nasib jadi jomblo." Aku meneruskan mengecek hp dan yang terakhir aku pergi ke pesan masuk.
Kartu *** anda hampir memasuki masa tenggang, segera isi ulang di konter terdekat.
Sederet pesan itu tampil di layar hp ku.
"Lo nyuruh gue isi pulsa apa isi kuota? Yang jelas dong nyuruhnya." Gue malah menceramahi nya.
Segera gue taruh hp itu kembali.
Klungggg
Hp gue malah berbunyi, segera gue ambil berharap ada yang chat gue.
Cek *1*2*3*9# utk ambil GRATIS RBT kata-kata ini: "Baca mantra sambil komat kamit, aku udah terlanjur cinta, eh dia malah pamit"
Gue makin marah melihat pesan dari pusat ini.
"Serah lo mau ngomong apa." Langsung gue balas pesan itu.
Untuk para admin, apa kalian gak tau gue setiap saat nungguin hp bunyi berharap ada yang chat. Sekalinya bunyi malah di suruh ambil RBT.😪😪
Dari pada darah tinggi, lebih baik gue mandi. Gue ngambil handuk dan menuju kamar mandi.
Tapi ternyata gue juga sakit perut. Berhubung toilet sama kamar mandi gue nyatu, gue gak usah pindah atau keluar.
Enak kan? Heheheheh
Maka timbulah bunyi peperangan dari bunyi kentut gue. Tak lupa gue merem melek menikmati hal itu.
Di tengah-tengah keasyikan gue menikmati dan menghirup udara itu, tiba tiba lampu kamar mandi mati.
Gue yang emang dari lahir penakut.... sedikit sih tapi, gue kaget bukan main.
Perasaan baru bayar listrik.
Apa mungkin padam?
Sialnya, gue tinggalin hp di kamar.
Krekkkkkk
Terdengar suara dari luar.
Gue gemeter." Emmak udah pulang?" Tanya gue berharap ada emmak di luar.
Tapi tak ada suara sahutan di luar.
Klottak
Klottak..
Suara suara itu, seperti benda yang jatuh.
Pasti tikus, pikirku.
"Tikus, jangan gerak dulu masih mati lampu." Gue teriak berharap para hewan itu memahami ketakutan gue. Meskipun gue sendiri bingung dengan apa yang gue lakukan.
Gue segera meraba keberadaan gayung untuk mengambil air. Tapi tiba tiba air kran mengalir dengan sendirinya.
"Aaaah, woy jangan main main." Teriak gue kaget langsung beranjak keluar.
Gelap sekali.
Gue gak bisa lihat apapun.
Tiba-tiba suara percikan air itu berhenti,
"Gue belum cebok." Gue teringat kondisi gue yang lari terbirit-birit dengan celana yang berada di bawah lutut.
"Aduh masak gue harus ke dalam lagi." Dengan sangat terpaksa, gue kedalam untuk membersihkan diri.
"Ya tuhan, ampuni dosa-dosa hambaaa. Jika hamba pernah berbuat baik, tolong hidupkan kembali listrik rumah." Gue merengek sembari membersihkan diri.
Tak
Tak
Tak
Terdengar suara langkah kaki seseorang, kali ini sangat jelas.
"Siapa itu?" Gue berteriak.
"Woyyy siapa lo?" Teriak lagi.
Tapi tidak ada yang menjawab." Lo maling ya?" Tanya gue sekali lagi.
Siapa itu?
Semakin gemetar memegang gagang pintu.
Tranggggg
Tiba-tiba seluruh lampu menyala kembali. Ini seperti sebuah anugrah buat gue.
Gue langsung keluar melihat siapa yang menghidupkan lampu.
Tapi seluruh pintu tertutup seperti sebelumnya, lalu siapa tadi yang masuk ke rumahnya?
Semua barang-barang juga masih lengkap.
Siapa dia?
Apa dia adalah malaikat yang di kirim tuhan untuk menyelamatkan gue?
.
.
.
.
.
KALO UDAH BACA, BANTU LIKE YAA. GAK USAH BAYAR KOK TENANG AJA,, SEKALIAN KOMETARNYA BUAT AUTHOR❤