Author : Wahyu Ela Safitri
Genre : Fantasy Romance
Rating : PG-18
Leght : Oneshot
Main Cast : Lucas/Mingming, Caitlyn Aldewish
Happy Reading
Abad ke-20, seorang putra pertama kekaisaran Namhyang baru saja di angkat sebagai Kaisar menggantikan kaisar sebelumnya sebagai pewaris sah. Prince Lucas, seorang pria tampan berambut kecoklatan bertubuh tinggi berkulit putih dan memiliki senyuman yang manis, bahkan di nobatkan sebagai pangeran tertampan di abad ke-20. Beberapa orang yang tak menyukai Lucas melakukan berbagai macam cara menurunkan kekuasaannya hingga membuat Lucas berhati dingin dan penuh dengan fikiran negative, tak ada siapapun yang bisa di percaya setelah semeninggalnya Kaisar dan Ratu, banyak bangsawan yang terus menuntut Kaisar Lucas segera mencari Ratu.
Abad ke-21
2021
Suasana dingin menyelimuti kota, musim salju telah datang kembali, musim penuh kasih sayang dimana orang-orang menghabiskan waktunya untuk bermalas-malasan di rumah sambil menikmati hangatnya bara api dan camilan serta candaan dalam keluarga. Namun tidak untuk Caitlyn Aldewish, mahasiswi jurusan seni lukis yang harus menghabiskan dinginnya malam menjaga sebuah supermarket. Pekerjaan yang sengaja di ambilnya saat liburan musim dingin, kebutuhan yang terus meningkat di kehidupan saat ini, barang yang semakin mahal harus membuatnya terus bekerja keras ketimbang bermalas-malasan di rumah, bukan rumah, melainkan sebuah apartemen kecil di pusat kota yang sederhana dan memiliki harga sewa rendah.
Seperti biasanya Caitlyn berangkat kerja di jam 12 siang dengan berjalan kaki melewati gang-gang kecil menuju supermarket yang ada di pinggir jalan, syukurlah dia memiliki bos yang selalu baik, setiap malam dia selalu di beri makan malam sehingga lumayan menghemat pengeluaran terutama pengeluaran untuk makan. Caitlyn membuka supermarketnya, menata beberapa stok barang yang baru masuk, kegiatan yang selalu di kerjakan kala tak ada pelanggan yang datang.
“Cai!.” Panggil rekan kerja Caitlyn dari ruang khusus karyawan
“ya kenapa Al?.” Namanya Alara, teman semasa sekolah menenengahnya yang sudah bekerja di supermarket tersebut setelah lulus, karena tidak memutuskan untuk melanjutkan sekolah seperti Caitlyn. Alasan kenapa Caitlyn melanjutkan sekolahnya karena gadis cantik berambut hitam berwajah manis itu mendapatkan beasiswa saat mendaftar kuliah di salah satu universitas didekat sana.
“ini kata bos di suruh bagiin buat kamu juga.”
“ah maksih banyak.” Caitlyn menerima sebuah bungkusan dalam paper bag berisi bahan makanan, lebih tepatnya stok makanan yang bisa dimakannya saat malam natal nanti.
Sepulang kerja seperti biasanya jam 21.00 Caitlyn dan Alara menutup supermarket dan berjalan bersama, mereka berpisah di pertigaan, Caitlyn menuju apartemennya masuk kedalam gang yang lumayan gelap dan dingin karena salju turun.
Meooooo Meooo
Suara kucing terdengar di telinga Caitlyn, biasanya tidak ada kucing diwilayah sana, dengan bantuan flash dari ponselnya, Caitlyn mengarahkan cahaya ke seluruh sudut gang dan menemukan se-ekor kucing berwarna hitam kecoklatan dipadukan dengan putih dan seakan meneduh di pinggiran tembok rumah, Caitlyn sangat yakin kalau tidak ada yang punya kucing itu. Tangan Caitlyn menyentuh lembut kepala nya, mengusapnya.
“apa kamu kedinginan disini?.”
Meeoo
“apa kamu mau ikut?.”
Meeoo
Walaupun sama sekali Caitlyn tak mengerti maksud kucing, tapi seakan-akan Caitlyn tengah berbicang dengan kucing tersebut. Caitlyn pun memutuskan untuk membawa kucing itu pulang, kalau saja besok pagi ada yang mencarinya, maka Caitlyn akan mengembalikan kucing itu pada pemiliknya, atau mungkin dia akan mencari pemiliknya besok pagi.
Sampai di apartemen miliknya yang ada di lantai dua, Caitlyn langsung masuk kedalam, menyalakan lampunya dan menaruh paper bag yang dibawanya di atas meja dan mendudukan kucingnya di sofa. Setelah mengusap tubuh kucing yang terkena salju menggunakan handuk kecil, Caitlyn membawakan sebuah selimut dan menaruhnya di sofa untuk kucing itu menghangatkan badan.
Setelah membersihkan badannya dikamar mandi, Caitlyn keluar dengan pakaian tidurnya yang hangat, sudah lama dia tinggal sendirian sejak menjadi mahasiswi, entahlah walaupun Caitlyn merasa kesepian, tapi dia merasa lebih tenang dari sebelumnya. Kehidupan dikeluarga yang tak pernah baik-baik saja membuat Caitlyn lari dari kenyataan, mungkin terdengar sangat buruk, tapi itu seakan menjadi jalan terakhir.
Caitlyn menyalakan televisi nya, menayangkan berita-berita mengenai keadaan di luar, ramainya kota, pusat perbelanjaan menjelang natal. Seperti tahun sebelumnya, Caitlyn akan merayakan natal sendirian di apartemen, hanya dengan kaleng bir dan beberapa makanan ringan, tidak ada kotak kado maupun canda tawa keluarganya. Kucing yang dibawa Caitlyn masuk ke apartemen duduk di sebelahnya seakan menonton tayangan televisi juga, melihat Caitlyn yang tengah memakan camilan.
“kamu juga mau?.”
Meeoo…
“baiklah aku juga akan memberimu.” Caitlyn memberikan camilan pada kucing tersebut, setidaknya kucing tak menolak camilan yang Caitlyn berikan, malah memakannya dengan sangat lahap.
“apa kamu kelaparan? Tentu saja, bagaimana kalau aku memberimu nama emm…. Siapa ya… aku tidak pernah memiliki kucing, mungkin mingming, nama yang cocok denganmu bukan?.” Caitlyn tersenyum dan memeluk mingming erat.
Jam sudah terus bertambah, malam mulai sangat larut. Caitlyn menuju tempat tidurnya merebahkan badan lelahnya di ranjang yang empuk. Mingming yang sebelumnya berada di sofa berpindah di samping Caitlyn seakan mencari kehangatan.
“kamu ingin tidur di sini juga? Baiklah aku akan menyisakan tempat untukmu.” Ucap Caitlyn sebelum pada akhirnya menutup mata pergi kea lam mimpi.
Kucing yang sebelumnya tidur di sebelah Caitlyn, tiba-tiba merubah wujudnya menjadi seorang pria tampan berambut kecoklatan, bertubuh atletis dengan menggunakan kemeja putih dan celana kain hitam tanpa alas kaki.
“kenapa kamu mau menolongku?.” Ucapnya lirih pada Caitlyn yang terlelap disebelahnya
✨
“dasar kucing tak tau diri! Kamu mencuri ya!!.” Bugghh sepatu melayang mengenai kepala kucing yang sama sekali tidak melakukan apapun, sore itu mingming hanya berjalan di sebuah gang karena di kejar kucing lain yang akan melukainya, namun dia malah bernasib buruk terkena lemparan sepatu salah satu pemilik rumah yang kehilangan ikan segar habis di belinya dari pasar.
Mingming terus berjalan menyusuri rumah-rumah, bertahun-tahun dia hidup di dunia penuh dengan luka, kedinginan, berganti pemilik, luka, pukulan, dan juga tuduhan padahal dia hanya butuh rumah dan makanan.
Hingga beberapa tahun ini, mingming tak memiliki pemilik yang menyayanginya, tinggal di pasar dan makan dengan cara mencuri ikan di pasar pada saat malam hari. Bertengkar dengan kucing lain, setiap hari itu yang dilakukan, namun pagi itu dia tertidur di sebuah mobil pembawa barang dan tiba di depan gang tersebut.
Entahlah tapi sejak salju turun, mingming duduk di pembatas tembok rumah, hanya diam dan kelaparan. Berfikir akan masuk kedalam rumah dan meminta makanan, tapi sayangnya di dalam rumah juga ada kucing lain.
✨
Tangan mingming menyibakkan anak rambut yang menutup wajah cantik Caitlyn yang terlelap, sangat bahagia rasanya saat melihat gadis itu tersenyum dalam mimpi. Lingkaran hitam di bawah mata menandakan bahwa gadis itu jarang tidur, betapa lelahnya dia.
Saat pagi menyapa kembali, Caitlyn membuka matanya, melihat kucing yang dibawa nya pulang semalam masih tidur di ranjangnya, mencari kehangatan bersama selimut yang dipakainya. Caitlyn tersenyum untuk pertama kalinya setelah sekian lama hanya karena melihat mingming yang menggemaskan saat tidur.
Caitlyn beranjak dari ranjangnya berjalan menuju dapur, mengeluarkan susu yang di simpannya di dalam lemari pendingin dan menuangkan kedalam gelas miliknya dan juga mangkuk kecil. Tak lupa dia juga menyiapkan roti dengan selain coklat di atasnya untuk sarapan pagi ini.
Sambil membaca beberapa artikel berita di ponsel, Caitlyn meminum susu dan memakan sarapannya di meja makan. Pagi ini kegiatannya adalah pergi menanyai beberapa pemilik rumah disekitar sana kalau ada yang kehilangan kucing.
Sudah berkeliling hingga hampir siang, Caitlyn tidak menemukan pemilik kucing yang semalam di bawa nya di kerumah. Caitlyn pun memutuskan untuk membeli makanan kucing di salah satu supermarket untuk diberikan pada Mingming.
Sampai di apartemen nya, Mingming terlihat duduk di depan pintu seakan menunggu Caitlyn kembali kerumah, bertapa menggemaskan kucing itu saat seperti ini.
Triingg
Sebuah pesan masuk ke ponsel Caitlyn dari ibu tirinya, sejak ibu kandungnya meninggal di umurnya yang masih 10 tahun, ayahnya memutuskan menikah lagi dengan seorang wanita yang sudah membawa anak laki-laki yang saat itu berumur sama dengan Caitlyn yaitu 10 tahun juga, sebelum pada akhirnya memiliki anak perempuan atau adik Caitlyn. Bahkan sejak ibu tirinya masuk kerumah dengan anak laki-laki nya itu, ayah Caitlyn yang sibuk bekerja sampai tak pernah memikirkan bagaimana kehidupan Caitlyn. Sama seperti film-film dimana tokoh utama memiliki ibu tiri yang jahat, Caitlyn merasakan itu.
Ayahmu menyuruh pulang hari ini, tidakkah kamu tau diri dan pulang kerumah? Memang nya siapa yang membiayai sekolahmu? Jangan kurang ajar seakan-akan melupakan keluarga atau memang kamu lari dari kehidupanmu.
Pesan panjang yang sama artinya, ibu tiri yang hanya ingin Caitlyn di rumah untuk membersihkan rumah, mencuci pakaiannya, dan memasakkan makanan untuknya. Namun malam Caitlyn memilih untuk tinggal di kota, dekat dengan univeristas nya sendiri, tidak pernah pulang sejak 2 tahun yang lalu.
Caitlyn duduk di sofa bersebelahan dengan mingming, tangan gadis itu menggenggam erat ponselnya sambil menunduk. Dengan tiba-tiba tangan mingming seakan menyentuh pahanya mengatakan baik-baik saja. Caitlyn mengangkat wajahnya dan melihat kearah mingming dengan mata mingming yang bulat berkaca-kaca.
“apa kamu juga merasakaan kesepian?.” Tanya Caitlyn seakan Mingming paham yang dikatakannya, walaupun sebenarnya mingming memang sangat paham dengan apa yang dikatakan Caitlyn.
“iya Caitlyn, hanya saja sekarang aku telah bersama mu.”
“ku fikir juga begitu, aku telah mencari pemilikmu tapi tidak ada yang merasa kehilangan. Sepertinya kita bernasib sama Mingming, tidak memiliki keluarga, tapi aku janji akan menjadi keluargamu.”
“ya Caitlyn, aku juga akan menjagamu.”
✨
Sebuah peperangan antar kubu kerajaan berlangsung sengit, banyak prajurit kerajaan yang tumbang hanya karena para pengkhiat yang berusaha menguasai kekaisaran. Malam itu Kaisar Lucas memimpin perang, selain seorang kaisar, Lucas juga ahli dalam pedang dan juga bertempur.
Namun sayangnya kubu lawan yang membawa penyirih pada jaman itu melakukan kecurangan yang fatal, seluruh kerajaan di habisi dengan kekuatan sihir, Kaisar Lucas yang tengah berperang terkena sihir dari penyihir waktu itu.
Penduduk seakan kehilangan pemimpin, para bangsawan berebut kekuasaan kekaisaran saat kaisar Lucas menghilang di medan perang. Namun sebenarnya yang terjadi, Kaisar Lucas masih berada di kerajaan dengan wujudnya yang seekor kucing, penyihir mengatakan kalau saja ada yang sangat tulus menyayangi Lucas, maka pria itu bisa berubah kembali menjadi manusia seutuhnya, umur kucing Lucas sangat panjang bahkan berabad-abad hingga menemui majikannya yang tulus.
✨
Selama nya kaisar Lucas tak akan pernah berubah wujud menjadi manusia kalau pemiliknya bukan orang terpilih, namun malam itu saat bertemu dengan Caitlyn, Lucas berubah menjadi seorang manusia seperti sebelum terkena sihir. Caitlyn adalah orang yang ditakdirkan untuknya, entah menjadi majikannya atau masa depannya.
“Mingming, apa kamu akan senang jika bertemu keluargamu?.”
“keluargaku adalah dirimu, aku pasti sangat senang, aku tidak ingin berpisah denganmu Caitlyn.”
“ah kamu pasti senang ya, tapi kenapa rasanya aku sangat berat menemui keluargaku.”
“aku tau apa yang kamu rasakan Caitlyn, jangan memaksakan diri menemuinya jika itu hanya membuatmu menderita.”
“aku sampai lupa.”
Caitlyn beranjak dari duduknya menuju meja makan dan mengeluarkan makanan kucing yang baru saja di belinya, dia juga menaruh makanan kucing itu di mangkuk kecil dan memberikannya pada mingming.
“kamu suka kan?.”
Mingming terlihat memakannya dengan sangat lahap. Membuat Caitlyn tersenyum, hanya melihat betapa menggemaskan mingming bisa membuat Caitlyn tersenyum.
Karena beberapa hari lagi natal akan tiba, supermarket di tempat kerjanya sudah lebih dulu tutup karena pemiliknya pergi ke luar kota untuk bertemu keluarga besar, jadilah Caitlyn hanya berada diapartemennya. Beberapa apartemen digedung yang sama tempat Caitlyn tinggal juga sudah sangat sepi, karena pemiliknya pulang ke kaluarganya masing-masing, mungkin hanya Caitlyn yang ada di sana.
Tanaman yang di tanam Caitlyn di balkon apartemennya, nampak mati karena terkena salju yang turun, balkonnya juga lumayan penuh salju, jadilah hari ini dia akan membersihkan salju yang ada di balkon apartemen.
✨
“walaupun kau adalah kucing, tapi pengikut setiamu yang ber reinkarnasi akan terus mencari keberadaanmu sebagai pengikut setiamu.”
Kalimat yang selalu Lucas ingat, namun hingga 50 tahun berlalu, tidak ada yang menemukannya, bahkan tidak ada yang mencarinya, padahal sebelum itu dia tinggal dengan kakek tua reinkarnasi dari penasehat kekaisaran yang sangat di percaya Lucas, bahkan sampai kakek tua meninggal, Lucas terus berada di pemakamannya. Namun karena waktu terus bergulir, Lucas harus menerima kenyataan bahwa manusia memiliki masanya dan Lucas tak memiliki masa nya sebelum dia bertemu dengan seseorang terpilih yang akan membebaskannya dari kutukan.
✨
Mingming duduk di lantai dengan arah melihat Caitlyn yang tengah membersihkan balkon, ingin rasanya memeluk gadis itu dari belakang dan memberinya kehiangatan, tapi ini bukan waktunya, Caitlyn tidak mengharapkannya, dia hanya bisa jadi menusia kalau Caitlyn berharap dan memohon pada penguasa tentangnya.
Caitlyn melihat kebelakang saat merasakan seseorang mengamatinya, namun hanya menadapati mingming yang duduk sambil terus mengamatinya.
“menyebalkan, kenapa mingming seakan melihatku terus.” Ucap Caitlyn kesal.
Selesai membersihkan balkon apartemennya, Caitlyn kembali masuk dan menutup pintu dan jendela, hanya membuka gorden agar dapat melihat indahnya buliran salju yang turun.
“karna akan natal, bagaimana kalau kita menghias pohon natal.” Ajak Caitlyn pada mingming, seakan Caitlyn mengajak kucingnya berbincang. “kalau begitu aku akan membeli perlengkapannya sebelum petang, kamu di sini saja jangan kemana-mana, diluar sangat dingin.”
Setelah memakai mantel hangatnya dan memakai tas selempangnya, Caitlyn keluar apartemen meninggalkan mingming sendiri. Mingming merubah wujudnya menjadi manusia, dia berdiri di depan jendela, melihat dari jendela Caitlyn yang berjalan menuju gang.
Hingga menjelang sore, Caitlyn pun pulang keapartemennya, seperti biasa dia akan menemukan Mingming yang menunggunya di balik pintu. Caitlyn membawa pohon natal kecil dengan kantong plastic berisi hiasan untuk pohonnya, menaruhnya di dekat sofa dan gadis itu pergi ke kamar mandi setelah memberi makan mingming.
Tanggal 25 Desember 2021 akan terjadi dua hari lagi, Caitlyn tengah menghias pohon natalnya dengan mingming yang bermain bola di sebelahnya. Sangat besar harapan Caitlyn saat kecil menerima kotak hadiah dari santa seperti yang ada dalam dongeng, namun dongeng tetaplah dongeng tak akan menjadi kenyataan.
“maafkan aku mingming, tidak ada kotak hadiah tahun ini.”
“tidak apa Caitlyn, apa kamu sangat sedih karena tidak mendapatkan hadiah natal, kamu bahkan tidak bergabung dengan keluargamu.”
“aku tidak sedih, aku bahagia karena natal ini kamu ada di sebelahku.” Ucap Caitlyn dengan tulus.
Hari yang dijalani Caitlyn sangat berbeda setelah kehadiran Mingming di sebelahnya, menemani harinya yang sangat membosankan, walaupu Caitlyn tak merasa bosan karena terkadang dia melukis didekat jendela.
Pagi itu tanggal 24 Desember, Cailtyn keluar dari apartemennya, Alara mengajaknya membeli beberapa oleh-oleh untuk keluarganya yang ada di kota halaman. Dan seperti biasanya Mingming berdiri di jendela dengan wujud manusia nya, karena dia tau jendela itu tidak menampakkan apapun dari luar walaupun dari dalam melihat jelas pemandangan salju yang memenuhi jalan kecil depan gedung.
Beberapa orang berpakaian rapi melihat kearah jendela dan memberikan hormat, seorang pria paruh baya keluar dari dalam mobil.
“hormat saya yang mulia kaisar Lucas.” Ucapnya dengan menundukkan kepala pada Mingming.
“Penasehat kekaisaran.”
Beberapa orang menaiki tangga menuju unit apartemen tempat tinggal Mingming atau Kaisar Lucas berada. Mingming membuka pintunya, melihat pria paruh baya berdiri didepan apartemen milik Caitlyn.
Hanya pria paruh baya itu yang di perbolehkan masuk oleh Lucas masuk, mereka berdua duduk di atas sofa.
“salam homat saya yang mulia Kaisar. Maafkan saya karena baru bisa menemukan yang mulia.”
“tidak masalah, tapi bagaimana kau bisa menemukan saya disini?.”
“awalnya saya sedang membeli kue untuk cucu saya di hari natal, kemudian saya bertemu dengan dua orang gadis, salah satunya mengatakan kalau merawat kucing yang ditemukannya di jalanan, ciri yang disebutkan seperti yang mulia, hingga saya melihat yang mulia berada di jendela. Tapi bagaimana anda bisa berubah menjadi manusia?.”
“sepertinya kutukan ini akan segera musnah.”
“saya turut bahagia yang mulia, mari yang mulia ikut saya ke mansion milik yang mulia.”
“saya tidak bisa penasehat, gadis itu adalah gadis yang di takdirkan berdoa untukku dengan tulus.”
“apakah saya bisa mengajaknya tinggal agar bisa berdoa untuk yang mulia.”
“tidak bisa penasehat, tapi apa kau bisa mengirimkan banyak hadiah saat malam natal nanti?.”
“tentu yang mulia. Apakah hanya itu?.”
“iya penasehat, saatnya nanti saya akan membawanya.”
“baik yang mulia.”
“kau bisa pergi sekarang sebelum dia kembali.”
“kalau begitu saya undur diri, jaga diri yang mulia baik-baik.”
“ya, kau juga penasehat.”
Setelah penasehat dan beberapa penjaganya keluar dan meninggalkan area apartemen tempat tinggal Caitlyn, Caitlyn kembali ke apartemennya, seperti biasanya Mingming berada di balik pintu menunggunya.
Walaupun Caitlyn agak merasa aneh karena ada bau yang berbeda di apartemennya, tapi gadis itu berussaha biasa saja, toh apartemennya kecil, kalau pun ada maling akan sangat terlihat. Caitlyn melepaskan mantelnya, dan mengganti pakaianya dengan pakaian santai, wajah Mingming memerah saat melihat Caitlyn dengan santai mengganti pakaian di depannya. Biasanya Caitlyn berganti pakaian setelah mandi itupun di kamar mandi, jadi Mingming tidak tau.
“Caitlyn benar-benar membuatku tidak bisa berfikir.”
Setelah memakai pakaian santai, Caitlyn duduk di sofa menikmati tontonan televisi, tontonan di hari menjelang malam natal. Hari mulai petang, mala mini adalah malam natal. Caitlyn berdoa di depan Tuhannya, berharap hal baik selalu berada di sebelahnya.
Menggenggam kedua tangannya erat, menutup matanya, dan berdoa.
“Bapa yang mengasihi, bantu kami mengingat kelahiran Yesus. Agar kami dapat berbagi dalam nyanyian para malaikat. Sukacita para gembala, dan pemujaan orang-orang majus. Tutup pintu kebencian dan buka pintu cinta di seluruuh dunia… semoga pagi natal membuat kita bahagia menjadi anak-anakMu, dan malam natal membawa pikiran-pikiran yang bersyukur, memaafkan dan mengampuni, demi Yesus. Amin.” Caitlyn membuka matanya, dia melihat kearah Mingming yang menatapnya. “ah aku juga akan berdoa untukmu.” Caitlyn kembali menyatukan kedua tangannya dan mulai berdoa.
“Bapa kami yang mengasihi, saya hanya bisa memintaMu, berilah kesehatan dan kebahagiaan pada kami, saya dan Mingming. Mingming adalah teman saya kala duka maupun bahagia, berilah keberkatan untuknya, berilah kebagiaan dan cinta untuknya. Demi Yesus, Amin.”
Setelah memanjatkan doa, Caitlyn menyiapkan makanan di meja makan, menikmati makan malam sendirian, hanya ada suara televisi dan juga Mingming yang duduk di pangkuannya.
“setidaknya kamu bersama ku, jadi aku tidak merasa begitu kesepian malam ini.”
“terima kasih Caitlyn, aku akan menjagamu.”
Caitlyn merebahkan tubuhnya di ranjang dan menemui alam mimpi, saat Caitlyn tertidur lelap, sebuah cahaya datang menghampiri Mingming yang duduk di sofa dengan wujud kucingnya.
Sebuah cahaya yang berubah menjadi seorang wanita cantik berpakaian putih panjang seakan berwujud dewi.
“Yang Mulia Kaisar Lucas, saya datang memberi hormat pada anda yang mulia.” Wanita itu menundukkan kepalanya memberi hormat.
“seseorang yang telah anda tunggu berada di hadapan anda, seorang gadis berhati tulus.”
Mingming berubah menjadi soorang manusia, sosok kaisar Lucas yang terkena kutukan sihir.
“apa yang harus saya lakukan?.”
“selamat yang mulia, anda telah memecahkan kutukan, hanya saja ketika anda menjadi manusia, maka semuanya termasuk nyawa anda akan bermasa, kematian tak akan pernah anda hindari lagi, hiduplah dengan baik di dunia ini yang mulia.” Wanita itu kembali menunduk, mengulurkan tangannya seakan mengambil kembali sebuah cahaya yang kemudian juga membuatnya menghilang.
Lucas duduk di sofa mengamati Caitlyn yang tengah terlelap, mungkin Caitlyn akan terkejut saat melihat wujudnya, untung saja walaupun dia sekarang bisa menjadi manusia, kalau dia ingin menjadi se ekor kucing, dia bisa merubah wujudnya menjadi kucing kembali.
Beberapa orang datang membawa kotak hadiah yang sangat banyak ke apartemen milik Caitlyn, meletakkannya di pohon Natal kecil milik Caitlyn. Beberapa makanan seperti kue berada di meja makan, dan lemari pendingin juga di isi penuh makanan kesukaan Caitlyn, termasuk susu coklat.
Lucas menutup kembali pintu apartemen Caitlyn dan duduk di karpet ranjang Cailtyn, meletakkan kepalanya di ranjang dan badannya duduk di karpet. Tadinya hanya berniat memandangi Caitlyn, malah membuatnya ikut terlelap hingga pagi datang.
Saat membuka mata pertama kali, pemandangan Caitlyn di suguhkan wajah tampan yang ada di depannya, wajah tampan yang masih terlelap. Caitlyn berfikir dia hanya mimpi, mimpi yang terasa begitu nyata, bahkan seakan sangat nyata.
Hingga mata pria itu terbuka, bibirnya tersenyum melihat Caitlyn. Plaakkk Caitlyn menampar pipinya sendiri, dan menandakan bahwa dia tidak bermimpi.
“kkyyyaaaaaa…..” teriak Caitlyn sambil mengeratkan selimutnya.
“apa kamu baik-baik saja?.” Tanya Lucas khawatir
“ka-kamu siapa?.”
“saya Kaisar Lucas.”
“ha?.”
Sejak satu jam lalu, setelah Lucas dengan wajah tampannya dan cerita panjangnya kemudian kotak-kotak kado yang ada di pohon natalnya dan juga makanan-makanan yang di meja, semuanya terlihat tidak masuk akal untuk Caitlyn.
“bagaimana ini bisa terjadi?.”
“terima kasih telah berdoa untuk saya.”
“semalam?.”
“ya nona Caitlyn berdoa untuk saya juga dengan tulus.”
“tidak mungkin.”
“ini semua nyata, dan juga kalau nona Caitlyn tidak makan, mungkin mag nona akan kambuh lagi.” Caitlyn memang memiliki riwayat sakit mag karena makannya yang tidak teratur hanya karena ingin menghemat.
“jadi kamu sungguh mingming?.” Tanya Caitlyn kembali
“ya nona Caitlyn, nama saya Lucas.”
“kamu memang seorang kaisar, tunggu-“ Caitlyn menuju rak bukunya dan mengambil sebuah buku sejarah kekaisaran Namhyang yang tersimpan di raknya, buku yang dia pinjam di perpustakaan sebelum libur musim dingin. Lembar demi lembar dia baca, lembar akhir yang menyatakan bahwa kekuasaraan kaisar Lucas berhenti sekaligus menandakan runtuhnya kekaisaran Namhyang, namun di buku tidak di sebutkan bagaimana Kaisar Lacas, termasuk kapan Kaisar itu wafat.
“jadi semua benar.”
Sungguh Caitlyn ingin tak mempercayainya namun keadaan dan cerita seakan mengatakan semuanya benar, mereka berdua duduk berhadapan di meja makan, Caitlyn memakan cake nya begitupula Lucas. Gadis itu terus mengamati Lucas, dia memang sangat mirip dengan mingming walaupun Lucas terlihat sangat tampan, kalau sekarang dia bisa jadi seorang idol.
“apa nona baik-baik saja?.”
“ya aku baik-baik saja. Emmm bisakah kamu memanggilku Caitlyn?,”
“ya tentu Caitlyn, apa setelah ini kamu mau berjalan-jalan?.”
“di hari natal?.” Jalan-jalan hari natal dengan seseorang adalah suatu hal yang Caitlyn impikan.
“ya, apa kamu mau?.”
“mau.”
Mereka berdua menyururi kota, Caitlyn memakai pakaian hangat namun Lucas hanya memakai kemeja putih sejak pagi tadi dengan celana kain. Melihat sebuah toko yang menjual beberapa pakaian, Caitlyn mengajak Lucas mempir, gadis itu membelikan sebuah mantel hangat untuk Lucas.
“kamu akan kedinginan kalau tidak memakai pakaian hangat.”
“terima kasih Caitlyn.”
Semua orang yang melihat Lucas hanya menganga tak percaya bisa melihat pria setampan itu, bahkan ada yang berfikir kalau Lucas adalah seorang traine. Setelah membeli mantel, Caitlyn dan Lucas berjalan menuju sebuah café tak jauh dari sana.
“Cappucino 1.” Ucap Caitlyn, gadis itu melihat kearah Lucas yang kebingungan akan membeli apa. “jadinya 2 ya.” Ucap Caitlyn kembali “tidak perlu memilih, Cappucino enak.”
“terma kasih.”
Mereka duduk di salah satu meja yang mengarah ke jalanan dengan pemandangan salju dan orang yang berlalu lalang, beberapa pasangan yang jalan-jalan dan juga beberapa orang yang terburu entah akan kemana di hari natal.
“Caitlyn, tinggal lah denganku di mansion ku, apa kamu mau?.”
“aku, aku nyaman tinggal di apartemenku sendiri, tapi kalau kamu ingin pulang, pulanglah, aku tidak akan melarangmu pulang, tapi kalau kamu mau tinggal tentu saja tidak masalah juga untukku.”
“apa aku boleh tinggal dengamu?.”
“apa?, tapi mana mungkin, aku hanya punya satu ranjang.”
“tidak masalah, aku akan tidur di sofa. Atau aku bisa menjadi mingming lagi.”
“iya benar juga, baiklah terserah mu.”
Selesai jalan-jalan, Lucas dan Caitlyn kembali ke apartemen. Mereka menikmati dengan santai hari ini, tidak ada pekerjaan selain menonton tv dan makan camilan, tayangan tv menayangkan sebuah pernikahan membuat Lucas membuka mulut.
“kamu ingin menikah?.”
“apa?.” Caitlyn sedikit terkejut mendengar ucapan Lucas
“semua orang menikah, apa kamu juga akan menikah nantinya.”
“ya tentu saja aku akan menikah nantinya.”
“apa kamu mau menikah denganku Caitlyn?.”
Jantung Caitlyn seakan berhenti berdetak, sangat terburu-buru seorang pria mengajaknya menikah.
“aku tidak bisa Lucas, banyak yang masih akan ku kejar.”
“kalau begitu aku akan menunggumu sampai kau siap.”
Hari-hari kembali seperti biasanya, Caitlyn yang kembali kerja part time dan juga menghabiskan harinya dengan kuliah. Terkadang Caitlyn mengeluh lelah karena pekerjaannya, dan hari itu juga Lucas meminta Caitlyn berhenti tapi dia tetap menolak. Kalau hanya memenuhi kebutuhan Caitlyn saja, Lucas sangat bisa, harta nya pada Penasehatnya sangat banyak bahkan tak akan pernah habis.
Malam ini, Caitlyn baru saja pulang dari kerjanya, gadis itu keluar dari supermarket, bisanya Lucas menjemputnya, namun sepertinya Lucas terlambat karena dia belum juga datang. Hingga seorang pria seumuran dengannya menghampiri nya, dia Albi atau saudara tiri Caitlyn.
“hi Cai.” Sapa Albi, pria itu bersama dengan dua temannya, walaupun Albi terkenal sangat berandal di sekolah, tapi dia juga tampan.
“kenapa?.”
“cuek sekali, ayah mencarimu, kamu tidak ingin pulang?.” Albi mendekat kearah Caitlyn dan berbisik “aku merindukanmu Cai.” Bisik Albi sambil mengecup leher putih Caitlyn.
“Albi!.” Teriak Caitlyn saat merasakan Albi mulai kurang ajar padanya.
Buuggghhh sebuah pukulan sangat keras mengenai Albi, menbuatnya terjatuh di tanah.
“sialan!.” Teriak Albi kesal.
Lucas yang berdiri di depan Caitlyn menyentuh lengan Caitlyn “apa kamu baik-baik saja?.” Tanya Lucas khawatir
“aku baik-baik saja.”
“siapa kamu!.” Teriak Albi setelah bangun, menatap Lucas tajam.
“kamu tidak perlu tau, jangan ganggu Caitlyn, atau nyawa mu akan melayang di tanganku.”
“hahahahaha.”
Albi akan memukul Lucas, namun Lucas menahannya, membuat tangannya memutar dan kembali jatuh ke tanah, Albi yang merasa Lucas sangat kuat, langsung kabur dengan kedua temannya.
“terima kasih Lucas.”
Lucas membawa Caitlyn kedalam pelukannya. Kejadian tersebut membuat Caitlyn sedikit termenung, wajah sedih saat pertama Lucas lihat kembali terlihat malam ini, membuat Lucas sangat sakit.
“Cai.” Panggil Lucas.
“ya?.”
“ceritakan kalau itu membuatmu lebih baik, dan menangislah kalau kamu mau menangis, aku akan selalu ada disini.”
“aku tidak tau harus darimana.”
Lucas memeluk Caitlyn erat. Rasanya basah, Caitlyn menangis, entah kenapa gadis ceria yang terlihat begitu kuat saat ini menunjukkan sisi nya yang lain, ada hal menyakitkan yang tak bisa di ceritakan kembali.
“kalau memang kamu tidak bisa menceritakan, tidak masalah, menangislah kalau membuatmu lebih baik setelah itu.” Tangan Lucas mengusap rambut Caitlyn lembut.
✨
Seperti biasa nya siang itu Caitlyn pulang sekolah dengan Alara, arah rumah mereka sama jadilah selalu pulang bersama, hanya saja Alara lebih dulu sampai rumah sedangkan Caitlyn ada beberapa kilo meter lagi untuk sampai di rumah. Di sebuah gang lumayan kecil, beberapa anak laki-laki menghadangnya termasuk Albi yang juga berada di antara mereka.
“Cai.” Panggil Albi, sudah sejak lama Albi menyukai Caitlyn, hanya karena orang tua mereka menikah, Albi tidak bisa lagi memiliki Caitlyn. “ah ini sungguh menyebalkan, kenapa kamu harus menjadi saudara ku, sialan!.” Teriak Albi kesal
“aku mau pulang, minggir.” Ucap Caitlyn
Tangan Albi menyentuh kedua pundak Caitlyn “pulang kemana? Tidakkah kamu ingin kita berdua pergi saja, hidup jauh dari orang tua, memiliki anak dan hidup bahagia.”
“dasar psiko!.” Teriak Caitlyn
Albi yang kesal langsung menarik tangan Caitlyn, di dekat sana ada sebuah bekas pabrik yang sudah tak di pakai karena bangkrut beberapa tahun yang lalu.
“jaga luar jangan sampai ada yang masuk!.” Ucap Albi pada teman-temannya, Albi menarik Caitlyn masuk dan mendorongnya ke lantai kotor di dekat beberapa tumpukan barang-barang bekas tak berguna.
Tangan Albi mulai menyentuh kaki Caitlyn, sekuat apapun Caitlyn memberontak, kekuatan laki-laki selalu lebih kuat dari perempuan.
“tolong!! Jangan Albi! Ku mohon.”
“tidak ada permohonan sayang, diamlah ini akan membuatmu melayang.” Albi merobek kemeja sekolah yang di pakai Caitlyn.
Entah apa yang terjadi suara derap kaki terdengar,
“jangan bergerak!.” Teriak seorang pria dengan senjata di tangannya
“shitt!!.” Albi mengangkat kedua tangannya dan mundur.
Mereka adalah polisi yang di bawa Alara, tadinya Alara sudah masuk ke rumah, tapi karena ada yang akan di pinjam, Alara berniat ke rumah Caitlyn, tapi dia malah melihat Caitlyn yang di Tarik paksa Albi masuk ke bekas pabrik, untung kantor polisi tak jauh dari area sana, setelah Alara menghubungi polisi, banyak polisi datang bersama nya menuju bekas pabrik.
Alara memeluk erat Caitlyn, memberikan jaketnya untuk menutup tubuhnya karena kemeja yang dipakai sudah tak berbentuk.
“jangan sampai ada yang tau Al.”
Alara mengangguk.
✨
Semakin erat Lucas memeluk Caitlyn, semua hanya berupa andai, ya andai saja Lucas datang lebih cepat maka Caitlyn tidak akan merasakan itu karena dia akan melindungi gadis itu apapun yang terjadi.
Tok tok tok
Caitlyn beranjak dari duduknya melihat dari lubang pintu siapa yang datang, ibu pemilik gedung apartemen, Caitlyn melihat kebelakang menyuruh Lucas berubah menjadi mingming. Se ekor kucing yang duduk di sofa, terlihat begitu menggemaskan.
Ceklekk
“ibu, apakah ada sesuatu?.”
“seseorang memberitahu kalau kamu tinggal dengan pria, apa aku boleh melihatnya langsung?.”
“tentu.”
Ibu pemilik gedung apartemen masuk memastikan kalau tidak ada siapa-siapa, dan memang tidak ada siapa-siapa bahkan barang milik Caitlyn saja tidak ada barang lain, terutama barang pria.
“ah maaf ternyata dia berbohong, hati-hati cai, banyak orang jahat sekarang.”
“iya ibu.”
Setelah ibu pemilik apartemen pergi, Caitlyn menutup kembali pintu apartemennya dan duduk di sebelah Mingming. Mingming merubah tubuhnya menjadi manusia, “bagaimana kalau kamu pindah kerumah ku?.”
“tapi-.”
“tidak masalah apapun, aku akan mengantarmu untuk pergi ke belajar, aku juga akan mengantarmu bekerja, menjemputmu seperti biasanya.”
“baiklah.”
Hari pindah Caitlyn ke rumah Lucas, Caitlyn sudah berpamitan dengan ibu pemilik gedung apartemen, dia hanya membawa pakaian dan barang-barang berharganya termasuk buku-buku dan alat melukisnya. Ada beberapa mobil yang menunggu di jalanan depan gang, mobil milik Lucas. Caitlyn tidak tau kalau Lucas sangat kaya, dia adalah pemilik CJ Ent yang dipimpin Thomas, penasehat Lucas.
Mungkin terdengar sangat aneh, kucing Lucas yang miskin berjalan kesana kemari mencari makanan sisa di tempat sampah. Ini adalah soal waktu, reinkarnasi dari penasehat Lucas akan hidup kaya karena sebagian kekayaannya adalah milik Kaisarnya, termasuk Thomas, kakek buyut nya telah meninggal 50 tahun yang lalu memiliki kekayaan yang tiada habisnya itu karena kekayaan itu milik Lucas, dan sekarang sudah turun ke reinkarnasi selanjutan yaitu Thomas.
“silakan masuk yang mulia.”
“terima kasih Thom.”
Lucas masuk ke dalam mobil dengan Caitlyn di sebelahnya, mobil mereka meninggalkan area perumahan tersebut, menuju sebuah bangunan yang terlihat seperti istana, sebuah mansion milik Lucas.
Wajah Caitlyn menganga, bagaimana mungkin ada mansion semegah ini berbalut emas dan perak di setiap tiang dan dindingnya. Banyak pelayan yang menyambutnya seakan dia pemilik mansion itu, tangan Lucas terus menggenggam jari jemari Caitlyn.
Kamar Caitlyn berada di lantai dua, bersebelahan dengan kamar Lucas, di lantai dua hanya ada kamar utama yaitu kamar milik Lucas yang tak pernah ditempati karena Lucas tak kunjung menemukan orang yang di carinya dan sebelahnya adalah kaamar yang sengaja di kosongkan. Penampakan kamar tersebut sudah sangat rapi, beberapa barang milik Caitlyn di tata di tempatnya, waredrop pun terisi penuh pakaian, pakaian baru untuknya.
“kamu menyukainya?.” Tanya Lucas sambil memeluk Caitlyn dari belakang, untuk pertama kalinya Lucas melakukan hal yang lebih intens, jantungnya seakan berhenti berdetak, entah apa yang dia rasakan tapi dia sangat senang.
“sangat.”
“baguslah kalau kamu menyukainya, aku senang.”
Kegiatan mereka terhenti saat Thomas berdehem di belakang mereka, ehmm “tuan Lucas, hari ini tuan ada jadwal ke CJ Ent.”
“baik, tunggu sebentar.” Lucas mengisyaratkan Thomas untuk pergi dahulu, hanya tinggal mereka berdua di sana, Lucas menatap Caitlyn lekat-lekat. “Cai, sejak aku menjadi kaisar, banyak orang menginginkan menjadi Ratu, banyak bangsawan mengajukan putrinya menjadi Ratu, aku tak pernah berfikir kehidupan disini sama dengan di kehidupanku sebelumnya, tapi apa kamu mau menikah denganku?.”
Caitlyn yang hanya diam tiba-tiba mengangguk, tidak ada alasan lagi menolak Lucas, dia sangat baik, dan bergulirnya waktu, rasa sayang pada mingming nya berubah menjadi rasa cinta pada pria itu.
Lucas memeluk erat Caitlyn. Kehidupan yang hanya sekali tak akan pernah di sia-sia kan, mereka hanya ingin bahagia, tanpa memikirkan apapun yang membuat mereka menderita, Caitlyn melupakan keluarganya, mereka hanya lah membuat Caitlyn menderita, ayah yang selama ini di anggapnya seorang ayah adalah pria yang tega membunuh ibunya dan ayah kandungnya hanya untuk mengusai harta keluarganya. Tapi semua telah berlalu, Caitlyn telah menemukan kebahagiaannya dengan Lucas.
END