Hei kamu, datanglah.
Jauh dari jangkauan, namun begitu dekat dengan mata.
Apa itu arti hidup?
Didalam game ini, semuanya akan terungkap. Seperti sebuah lagu yang akan mengantarkanmu kedalam bunga tidur, tenggelam pada lautan terdalam yang dipenuhi fakta.
Ini adalah sebuah cerita, dimana sebuah 'game', dapat mengambil hidupmu.
.....
Malam hari yang bagaikan sebuah lautan tanpa akhir, penuh dengan gemerlap-gemerlap cahaya pada bentangannya. Sesuatu yang tidak pernah bisa kamu raih, entah kenapa berada begitu dekat.
Kamu bosan, tetapi jantungmu berdegup dengan gilanya walau malam hari sudah bersenandung. Pantulan cahaya bintang pada matamu akhirnya tertutup oleh gorden emas yang menghalangi jendelamu. Kamu tidak bisa tertidur, karena takut atas mimpi buruk yang akan menantimu.
Jadi dengan pelannya kamu berjalan menuju sebuah ruangan, bertolak belakang dari arah kamarmu. Lalu kamu melangkahkan kaki, dan menuruni tangga demi mempersempit jarak antara dirimu dan..
Sebuah ruangan yang terkunci. Selalu terkunci.
Ada sebuah kalimat dari ibumu, untuk mengikat kedua tanganmu agar tidak membuka knob pintu ruangan itu. "Apapun yang kamu cari, semuanya ada didalam ruangan terkunci itu."
"Jangan terlalu penasaran, karena hal itu dapat membunuhmu. Sayang, jauhilah tempat itu." Dahulu, ibumu sering berkata seperti itu. Lalu ia menawarkan jari kelingkingnya kepadamu. Seperti biasa, kamu akan menerima tawarannya, membentuk sebuah janji yang didasarkan atas kepercayaan. Diingat-ingat kembali, bukankah kalimat itu saja yang selalu kamu dengar dari ibumu?
Namun, kamu adalah seorang pembohong. Walau jari kelingkingmu terikat dengan jari kelingking ibumu, kamu sebenarnya tidak pernah menganggap kalimatnya sungguh-sungguh. Buktinya, kamu berhasil mencuri kunci ruangan tersebut. Nafasmu berbau darah, kamu takut.
Rasa penasaran akan membunuh sang kucing, dan kamu akan membiarkan sang kucing mati demi memenuhi nafsu pengetahuanmu.
Klek, pintu itu terbuka. Tanganmu melepas knob pintu, dan kakimu telah masuk terlalu dalam. Dingin hawanya, seakan-akan menusuk tulangmu. Apakah itu akan menghentikan langkahmu? Tentu saja tidak.
Ada banyak hal yang menantimu disini. Sebuah senyum simpul terlukis diwajahmu saat kamu menemukan sebuah buku. Tidak ada judul, namun terlihat kuno, antik dan usang. Lalu apa yang terjadi?
"Katakanlah, apa yang ingin kamu ketahui. Dibuku itu, semuanya tertulis. Apa yang kamu inginkan, semuanya."
"Jauhilah buku tersebut, sayang. Buku tanpa judul dengan penampilan kuno dan usang. Untuk semua kenyataan, ada sebuah harga yang harus dikorbankan."
"Hal itu sama sekali tidak menyenangkan."
Kalimat demi kalimat yang terangkai dari bibir ibumu semakin membuat jantungmu menggila. Adrenalinmu seperti akan memakan tubuhmu sendiri.
Katakanlah, apa yang kamu inginkan?
"Untuk... untuk apa aku hidup?" Tanyamu.
.
.
.
Kemudian buku itu terbuka dengan sendirinya, menunjukkan setiap sudutnya yang tidak pernah kamu lihat. Ratusan kata tertulis diatasnya, merangkai berbagai kalimat yang menyuratkan semua kenyataan dan kejujuran.
Dari beribu kata, hanya ada satu bahasa yang bisa kamu ketahui.
- Rasa penasaran telah membunuhmu. Hidupmu adalah sebuah game, dan kamu telah mati. Jangan menengok kebelakang, karena disitulah mimpi burukmu berada. Setelah semua ini selesai, abadilah untuk mencari semuanya yang kamu inginkan.
Tiba-tiba, seseorang memelukmu dari belakang.
"I-ibu?"
Seseorang itu terdiam, lalu berbisik diantara telingamu, "Bukankah sudah kubilang? Rasa penasaran akan membunuh sang kucing."
"(Y/N), Kamulah kucingnya, sayang."
..... (Y/N: Your Name / Nama kamu.)
Dibalik buku ajaib itu, tertulis begitu banyak nama-nama manusia yang telah menghilang. Tidak terkecuali, namamu. Sekarang kamu terperangkap didalam ruangan itu, menunggu korban berikutnya untuk menggantikan posisimu. Ruangan yang terkunci, akan terkunci karena sebuah alasan. Tunggulah sampai rasa penasaran akan membebaskanmu. Ironis, bukan?
Untuk mengetahui arti dari hidupmu, kamu kehilangan hidupmu. Semua ini, tentu saja bukan karena 'game' yang kamu mainkan. Hidup memiliki begitu banyak arti. Kamu tidak pernah memiliki satu arti hidup. Semua pilihan yang kamu buat dalam hidupmu, akan melukiskan begitu banyak arti dalam dirimu.
Kamu hanya... terlalu terlambat untuk menyadarinya.
____
(Untuk yang tidak mengerti, jadi sang ibu di cerpen ini adalah seorang pembunuh. Ia suka mengetes korbannya, apakah mereka akan patuh/tidak. Nah, yang tidak patuh, akan ia bunuh. Setelah itu, sang 'ibu' akan mengukir nama korbannya dibalik buku. Yang mati, akan menjadi arwah yang terkurung pada ruangan itu, dan akan terbebas jika seseorang akan masuk lagi.)