di sebuah restoran seorang gadis cantik bertubuh mungil duduk di salah satu kursi yang ada di reztoran tersebut sepertinya gadis mungil ini sedang menunggu kedatangan seseorang lantas siapakan yang dia tunggu apakah pacaranya?? sahabat?? atau kerabat?
tak lama dari itu datanglah seorang wanita cantik yang kira-kira seumuran dengannya pula mungkin dia adalah sahabatnya
"Hy, udah lama? sorry ya gue telat" ucapnya
"udah gk apa-apa ayo duduk dulu" ucap Bianca
ya wanita yang duduk di restoran tersebut bernama Bianca dan teman yang8 dia tunggu adalah Ana sahabat Bianca dari kecil
"jadi gimana apa lo yakin mau ceritain semuanya kedia??" tanya ana meyakinkan
"hm" menganggukan kepalanya
"Bi apa lo gk mikirin kedepannya lo akan di permaluin" ucap Ana yang meyakinkan sahabatnya itu
" gk na gue harus bilang sama dia sebelum gue atau pun dia pergi jauh" ucap Bianca
"ya gue tau tapi lo kan tahu senderi gimana sikap dia ke ello" ucap Ana khawatir
"udah gk usah khawatir, mungkin dengan cara seperti ini gue bisa tenang dan bisa ngelupain dia jika dia tdk menyukaiku" ucap Bianca meyakinkan sahabat nya itu
"terserah dari lo lah Bi gue cuman bisa mendukung apa yang lo lakukan" ucapnya sambil tersenyum
"makasih An lo eman sahat baik gue" ucap Bianca sambil memeluk Ana
"apa pun yang bisa bikin lo bahagia gue dukung lo Bi" ucapnya sambil membalas pelukan sahabatnya itu
setelah beberapa lama berbincang di dalam restoran Bianca memutuskan untuk pulang lebih dulu karna dia harus menyiapkan semua kebutuhan yang akan dia bawah ke luar negeri beberapa minggu lagi.
saat perjalanan pulang Bianca memutuskan untuk ke sekolah SMP di mana pertama kali dia bertemu dengan seseorang yang telah mengisi hatinya beberapa tahun belakangan ini
sampai di sekolah Bianca pun memasuki kelas VII B dan duduk di bangku yang dia duduki dulu saat pertama kali masuk sekolah SMP dan mengingat kembali saat pertama dia kenal dengan pria tersebut
melipat kedua tangannya di atas meja sebagai bantal untuk kepalanya
Huuffft
menarik nafas dalam dalam kemudian menghempaskannya perlahan
"Zha gue datang" ucapnya
" ini mungkin yang terakhir kalinya gue kesini zha" kini kedua mata Bianca pun mulai berkaca kaca
"gue masi ingat saat gue pertama masuk lo yang nunjukin gue kelas ini lo yang nunjukin gue bangku ini agar gue bisa duduk dekatan dengan Ana hiks hiks " ucapnya sambil terisak
"gue sayang sama lo Zha gue cinta sama lo saat kita pertama bertemu dan sampai sekarang bahkan kita pun sudah tamat SMa zha tapi gue gk pernah pun melupakan maupun melepaskan perasaan ini hiks hiks hiks huhuhu" ucapnya sambil menangis sejadi jadinya
"gue gk tahu kenapa gue suka sama lo sedangkan lo gk pernah ngelirik gue sama sekali zha" ucapnya
tak terasa jam telah menunjukan pukul 15:40 sedangkan Bianca terus duduk dan menangis di dalam ruangan tersebut
drrrtttt drrtttt drttt
suara hp Bianca pun berbunyi yang tandanya telpon masuk
"Halo assalamualaikum" ucap Bianca
"Waalaikumasalam Bi kamu dimana??" tanya seorang wanita di sebrang sana
"aku lagi di luar ma sebentar lagi aku pulang" ucapnya
"ya udah mama tunggu ya kamu cepatan sebentar lagi kita kerumah nenek buat pamitan" ucap mama di Rina di sebrang sana
"hmm iya ma"
tut tut tut
Bianca pun meninggalkan sekolah itu dengan perasaan tak karuan setlah beberapa menit perjalanan mobil yang di kendarai Bianca pun sampai di pekarangan rumah yang terlihat sederhana namun terkesan klasik itu
" Assalamualaikum" salam bianca sebelum masuk rumah
"waalaikumsalam" jawab seorang wanita paru bayah tersebut yang bukan dan tak lain adalah Rina ibu Bianca
" aduh Bi darimana aja sih kamu tuh nak?" tanya Mama Rina
" hehehe Bi tadi pergi ketemu sama Ana ma" ucapa Bianca
"ya udah sekarang kamu mandi dan siap-siap kita ke rumah nenek " ucap mama Rina
" iya ma" sambil berlari naik ke lantai 2 karena kamar Bianca terletak di lantai 2
sesampainya di kamar bukannya mandi dan bersiap-siap tapi Bianca malah memikirkan bagaimana caranya dia bisa bertemu dengan Rezha sang pujaan hati
beberapa menit kemudian suara ketikan pintu dari luar membugurkan lamunan Bianca mau tak mau Bianca pun membukakan pintu dan nampaklah seorang wanita paru baya yang cantik dan kelihatan bugar itu
"ya ampun Bi kan mama udah bilang kamu siap-siap kita kerumah nenek nah ini kamu apa ini?? kamu belum mandi sama sekali adoh ya ampun deh kamu tuh " ucapnya geram dengan kelakuan sang putri semata wayangnya itu
" hehhe sorry mah " ucapnya memelas
"udah sana kamu mandi " ucap sang mama lalu mendorong Bianca masuk ke kamarnya kembali
"iya iya mah gk usah dorong-dorong juga kale " ucapnya kesal kepada sang mama
" udah jangan banyak ngong mandi sana " teriaknya
setelah menunggu 30 menit Biance telah siap dengan dres selututnya berwarna pink baby dengan rambut sepinggangnya di guraidengan olesan make up tipis di wajah nya sehingga menampa kesan manis pada wajah baby face nya itu
"ya ampun anak mama cantik banget sih " puji sang mama
"iya dong siapa dulu dong mamanya " ucapnya dengan di iringi gelak tawa dari sang mama
"ya udah yuk berangkat ntar kemalaman lagi" ucap sang mama Rina
" hm yuk let's go " sambil memajukan tangan nya
-
-
-
kediaman Wijayah
terilhat seirang laki-laki tampan dengan tinggi badan sekitar 183 cm sedang mengemasi barang-barangnya di bantu dengan seorang wanita paru baya
" Zha kamu di sana harua ingat makan dan tidur tepat waktu " ucap wanita paru baya itu yang kal lain dan tak bukan adalah Bunda Wina
" iya Bun, Bunda tenang aja aku ingat ko semuanya " ucap Rezha meyakinkan
"dan juga jaga kesehatan itu lebih penting kalau kamu sakit siapa yang repot pasti Bunda kan yang harus terbang kesana " ucapnya panjang lebar
Rezha yang memasukan baju-bajunya kedalam koper pun mendadak kepalanya pusing di karenakan ocehan tak jelas oleh sang Bunda tercinta
"ya ampun Bun " Huufft membuang nafasnya kasar " Bunda udah berapa kali sih ngomong gitu-gitu terus deh, aku ini mau ke LA buat kuliah Bun bukan buat perang" ucapnya lagi
"punya Emmak ko gini amat sih modelnya " gumannya kecil namun masih bksa di dengar oleh sang Bunda tercinta
"apa kamu bilang " tanyanya dengan posisi berdecak pinggang di depan Rezha
"eh, hehehe gk kok Bun Rezha cuman bilang Bunda canrik deh " sambil memcubit pipih sang Bunda dan kabur begitu saja memasuki kamar mandi
"Rezha kalau orang tua ngomong itu di dengarkan bukan di tinggalkan kebiasaan nih anak yang ngajarin kamu itu siapa sih ha??" teriak Bunda menggema seluru ruangan kamar Rezha
Wijayah yang sedang mengerjakan laporan presentasi buat meeting besok pun kaget mendengar teriakan sang istri tercinta
"kenapa sih Bun??" tanyanya lembut
"tau ah Bunda kesal sama Rezha " ucapnya merajuk
" ada apa sih Bun kok mukanya begitu amat" ucap Wijaya
"ah pasti ayah nih yang ngajarin anaknya kurangajar " ucap Bunda Qina dengan kesal
" loh astaga Bun ayah kan baru sampe Bun kok jadi Ayah sih yang di salahkan" ucapnya tak terima
" tau ah pokoknya malam ini Bunda gk mau kasih ayah jatah udahAyah tidur di luar sana di kamar tamu sekalian " ucapnya dan berlalu pergi meninggalkan sang suami yang syok di buatnya.
sedangkan Wijaya hanya bisa diam tak bergerak bagaikan patung manekin.
-
-
-
Kediaman Nenek Rita Swhan
"bu kami kesini mau pamit " ucap mama Rina
" kenapa kalian harus pergi " ucapnya sedih
" bu kasihan sama mas Adi di sana sendirian tidak ada yang ngurus dan kebetulan juga Bianca mendaftarkan diri di universitas xxx dekat kantor mas Adi " ucapnya meyakinkan sang ibu
"nek" ucap bianca lirih
" iye nenek gk apa-apa kok di tinggal kan disini masih ada bibi yang jagain nenek " ucapnya nenek
sebenarnya bianca tidak menginginkan kuliah di luar negeri tetapi sang papa yang di sana mengurusi urusan bisnisnya yang berkembang pesat sehingga mengharuskan dia dan sang mama menyusulnya di sana
"udah gk usah sedih kan kamu bisa jenguk nenek jika libur kuliah " ucap nenek sambil mengusap lembut kepala Bianca
"hiks hiks nenek Bi gk mau ikut " ucap Bianca dalam isak tangisnya
" udah dong Bi kamu gk kangen sama papa di sana??" tanya mama Rina
" kangen tapi Bi juga gk mau ninggalin nenek " ucapnya lirih
" kamu kan bisa jenguk nenek Bi jika kamu libur kuliah " ucap mama
" tapikan lama" ucap bianca
memeng selama ini Bianca lebih sering menghabiskan waktu bersama Nenek Rita daripada sang mama dikarenakan mama Rina yang sering terbang bolak balik antara Indonesia dengan London.
" udah gk apa-apa nenek baik-baik aja di sini " ucapnya
"yang bener gk boong kan" ucap bianca manja
"gk sayang mana berani nenek bohong sama cucu kesayangan nenek ini " ucapnya sambil memencet hidunganvung bianca
" ya udah tapi nenek harus janji sama Bi kalau nenek harus rajin minum obat gk boleh lambat" ucap bianca memperingati sang nenek
" iya sayang iya, aduh cucu nene udah gede ya sekarang udah jahil " ucap nenek mencubit pelang pipi cabi sang cucu
selang beberapa jam di rumah sang nenek Mama Rina memutus kan untuk kembali kerumah membereskan keperluan yang akan dibawah ke london.
-
-
-
Di Kmar Rezha
kini Rezha tenga duduk di meja belajarnya dan membuka laci dan mengambil sebuah foto kelulusan saat SMP nya dulu
" hy apa kabar??" ucapnya sambil mengusap salah satu wajah yang ada di foto tersebut
" lama ya kita gk bertemu, terakhir bertemu pas reuni SMP dan sekarang udah tamat SMA" ucapnya
" hy, aku merindukan kamu, apakah kamu juga merindukan aku?? " ucapnya dan kembali mengusap wajah salah satu gadis yang ada di foto
tak terasa air mata Rezha pun lolos membasahi wajah tampannya itu
" aku sebntar lagi pergi loh, apakah kamu tidak mau bertemu denganku??" ucapnya dalam isakan tangisnya
" dan aku juga dengar bahwa kamu akan ke London untuk melanjutkan studi kamu " ucapnya lagi
" maafkan aku, aku tidak bisa membahagiakan kamu aku terlalu pengecut untuk mengungkapkan isi hatiku ke kamu, aku terlalu pengecut saat kamu menangis karena aku aku tdk bisa berbuat apa-apa karena aku juga tidak tau kenapa setiap dekat dengan kamu aku sepertinya tidak bisa mengendalikan perasaanku sehingga memjtuskan untuk menjauh dari kamu meskipun aku tau kalau kamu juga memiliki perasaan yang sama kayak aku " ucapnya sambil menangis sesugukannya
-
-
-
sedangkan di sisi lain seorang gadis tenga duduk di atas king sizenya dan memegang sebuah foto seorang laki-laki yang sedang membaca bukan
" hy, zha sebentar lagi kamu pergi, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa " ucapnya
" danaku juga akan pergi zha dan mungkin kita tidak akan pernah bertemu lagi setelah ini" ucalnya sambil menangis
"aku sayang sama kamu zha sampai kapanpun itu " ucapnya dengan mata yang mulai berkaca-kaca
" aku telfon Rezha aja deh buat ketemuan bosok " ucapnya lalu mengambil benda pilih yang ada di tas ranselnya itu
tak membutuhkan waktu lama hp Rezha pun berdering dan nampaklah di sana Nama Bianca.
"halo " ucap seorang di sebrang sana
" halo Zha, apa kabar " ucapnya basa basi
" baik " ucapnya cuek
" oh alhamdulillah kalau begitu "
" iya lo sendiri apa kabar" ucapnya Rezha
"ah gue baik kok" jawab Bianca
"alhamdulillah "
"zha bisakah kita bertemu besok siang " ucap bianca sambil menggigit bibirnya
" hmm dimana??" tanyanya
"di cafe xxx " jawab bianca
"ya udah besok kita ketemu " ucap Rezha yang membuat bianca menjadi sangat bahagia katena sudah beberapa lama tidam bertemu dengan sang pujaan hati membuatnya rindu berat
ke esokan harinya
jam telah menunjukan pukul 12:12 kini Bianca tenga verada di sebuah cafe xxx yang menjadi tempat ketumunya dengan Rezha.
tak lama datanglah lelaki tampan dengan postur tubuh atletisnya dengan wajah tamlan menggodanya yang mampu membuat kaum hawa bertekut lutut di buatnya
"hy, udah lama??" tanyanya sambil menarik kursi yang ada di depan Bianca dan mendudukan bokongnya di sana
" gk kok baru aja " hcapnya
"mau pesan apa??" tanya rezha
"hm apa aja deh " ucapnya
"ya udah" ucalnya " mba " panggil rezha sambil melambaikan tangan
"iya mas mau pesan apa??" tanya pelayan
"seafood 2 dengan jus jeruk 1 dan jus jambu 1 " ucapnya
"baik mas silahkan di tunggu pesananannya " ucapnya dan berlalu pergi meninggalkan meja rezha
"jadi mau ngomong apa nih??" tanya rezha
Huufftt menarik dafas dalam-dalamdan membuannya
" gu..gu..gue " ucapnya terhenti
"ya ampun kok gue jadi gugup begini sih udah gitu nih jantung gk bisa banget dah di ajak kompromi ntar kalau Rezha dengar gue kan tambah malu " ucapnya dalam hati
"loh kok lo bengong sih" ucap rezha membuyurkan lamunan Bianca
" ah gk kok gue lagi mikir gitu " ucapnya
"mikir apaan??" tanya Rezha
"ah persetan dengan jantung gue harus bilang kedia kalau gue suka sama dia" gumam dalam hati sembari meremas wrak jari-jari tangannya
"Zha gue.. gu..gu..gue " ucapn Nurmi terhenti
" ngap" belum menyelesaikan kalimatnya ucapan Rezha pun di potong oleh Bianca
" Zha selama ini gue suka sama lo gue selalu melakukan hal apa pun demi menarik perhatian lo gue selama ini suka sama lo dari mulai masuk sekolah SMP sampe sekarang Zha dan sekarang gue punya waktu buat ungkalin semuanya ke Lo dan semoga dengan lo tau tentang perasaan gue gue bisa menjadi leboh tenang dan gue juga gk berharap kalau lo jadi pacar gu karena gue tau kalau lo gk pernah suka sama gue sedangkan melirik gue saja lo seperti orang jijik dan yang gue mau pertanya kan kenapa lo gk pernah sedikit pun melihat gue zhaa kenapa??" tanyanya dengan bulir air mata yang lolos membasahi pipih putihnya
"gu..gu..guee " ucapnya tergantung " ah persetan dengan semua ini gue harus bilang ke Bianca kalau gue juga suka sama dia selama ini " gumamnya dalam hati
memegang tangan bianca dan berkata " Bi gue selama ini juga suka sam lo, gue menghindar dari lo karena kalau dekat dengan lo gue gk bisa ngontrol perasaan gue dan selama ini gue udah tau kalau lo suka sama gue tapi gue terlalu pecundang Bi gue terlalu pecundung buat ungkapin isi hati gue ke lo karena gue lihat banyak cowok yang ngejar-ngejar lo sedangkan gue bisa apa bi " ucapnya panjang leber dan dengan ucaupannya itu bianca tdk mengira jika Rezha yang selama ini cuel dan dingin kepadanya ternyata memiliki rasa yang sama dengan Bianca
"jadi??" sambung Rezha
" jadi?" tanya balik Bianca dengan senyum yang mereka
" kamu maukan jadi pacar aku" ucapnya
seketika bianca membulatkan kedua matanya dia seakan tak perca dengan semua ini jujur semua ini diluar dari naluri bianca
" ya Tuhan jika ini mimpi maka janganlah bangunkan aku Tuhan biarkanlah semuanya begini saja" ucapnya dalam hati
" Bi ini itu bukan mimpi " ucap Rezha seakan dia tau apa yang ada di fikiran gadis yg tengah duduk di depannya itu
" hm " ucap bianca yg tersadar dari lamunannya
" jadi kamu mua gk??" tanya Rezha kembali
menganggukan kepala seraya berkata " aku mau zha aku mau hiks hiks " ucapnya sambil menangis
"alhamdulillah ucap semua orang yang datang menghampiri bianca dan rezha
"loh mama " ucap bianca membulatkan mata karena kaget atas kedatangan mama Rina dan juga kedua orang tua Rezha dan tak lupa dengan sahabatnya Ana
" kenapa sayang kaget ya??" tanya Bunda Wina
"eh tante " ucap Bianca canggung sampai-sampai tak sadar jika tangannya masih di pegang oleh Rezha
"adoh manis banget sih hingga tangannya tidak mau di lepas deh kayaknya" ejek Ana yang mbuat semua orang tertawa sedangkan Rezha dan Bianca hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal itu
TAMAT