Sedih memang ketika hati telah memilih seseorang yang dia cintai, tapi orang itu sama sekali tak merasakan hati yang sama seperti ku.
Nama ku Gladis Vaulencia, seorang gadis yang beranjak dewasa.
Aku kuliah di universitas swasta di kota B sudah semester 5 jurusan ekonomi.
aku di kota B tinggal disebuah kos-kosan khusus wanita.
Selain kuliah, aku juga bekerja di sebuah perusahaan swasta sebagai admin.
aku kuliah demi menghidupi kehidupan ku sehari-hari dan juga untuk membayar biaya kuliah.
Di kampus aku mempunyai teman dekat, nama nya Vanie Carisa.
kami satu jurusan juga satu kelas, setiap di kampus kami selalu bercengkrama dan bertukar fikiran tentang pelajaran dikampus.
Saat itu hari libur, aku berniat untuk bersih-bersih dan beristirahat seharian di kosan.
setelah semua nya rapi, mata ku sudah mulai terpejam karena lelah.
tiba-tiba handphone ku berdering, aku mengerjapkan mata dan melihat siapa yang menghubungiku.
ternyata dari Vanie, "Halo Assalamualaikum, ada apa van?" jawab ku.
"Wa'alaikumsalam, kamu lagi apa Gladis?" tanya nya.
"aku sedang tiduran saja Van, tumben sekali kamu hubungi aku ada perlu apa?" tanya gladis.
"aku ingin sekali mengajak mu jalan-jalan, apakah kamu bersedia menemaniku?" ajak Vanie.
"baiklah, aku bersedia. aku rapi-rapi dulu ya". pinta gladis.
" Ok, nanti aku jemput 30 menit aku sudah sampai ke kosan mu". jawab Vanie.
Sesampai di depan kosan Gladis, Vanie membunyikan clackson mobilnya tanda dia sudah sampai.
Vanie terlahir dari keluarga berada, yang mempunyai segala nya termasuk mobil.
Orang tua nya mempunyai usaha butik dan juga restoran makanan jepang.
aku bersyukur mempunyai teman seperti Vanie yang tidak menilai rendah orang lain, dan mau berteman dengan ku yang bukan siapa-siapa.
"Ayo gladis, kamu dandan lama sekali seperti tuan putri saja". ledek Vanie.
" Dasar kau, bisanya meledek saja". rutuk ku.
"ngomong-ngomong kita akan kemana Van?"
" temani aku jalan-jalan ke mall ya Dis, aku ada janji dengan temanku".
aku pun heran, tumben sekali Vanie mengajak ku menemaninya bertemu dengan seseorang, sedikit curiga terhadapnya. karena selama ini Vanie tidak pernah bercerita apa-apa, apalagi mengenai pasangan atau asmaranya. gumam Gladis dalam hati.
"Hei,,, kenapa kamu melihat aku seperti itu hah?!". teriak Vanie yang membuyarkan lamunan ku.
" Kau mengagetkanku saja Vanie". saut Gladis.
"aku heran padamu, tumben sekali mengajakku menemani mu bertemu dengan seseorang, apakah ada rahasia yang tidak kamu beritahu pada ku?" tanya Gladis sambil memicingkan matanya pada Vanie.
"Hahahaha, Vanie pun tertawa dengan kencangnya. kamu ini ada-ada saja Dis. aku hanya akan bertemu dengan teman lama ku, dan ingin mengenalkan nya padamu karena dulu aku hanya berteman dengan nya saja. tapi sekarang aku mendapatkan penggantinya selama disini yaitu kau teman yang tidak kalah baik nya dengan nya". jelas Vanie.
"owhhh, aku kira kamu mau bertemu dengan seorang pria. jawab Gladis sambil tersenyum tersipu-sipu.
Sesampainya di mall, Vanie mengajak ku ke sebuah restoran makanan korea.
disana sudah ada teman nya yang sudah menunggu, aku fikir temannya hanya sendiri ternyata bersama teman-temannya. fikir Gladis.
"Hai semua nya, sudah lama menunggu. tanya Vanie pada teman-temannya".
" belum lama koq, baru 15 menit. jawab salah satu teman nya".
Owh iya, perkenalkan ini teman ku Gladis dia teman satu kampus ku". jelas Vanie.
"Gladis, ucap nya sambil bersalaman dengan teman Vanie".
Perkenalkan aku Rosa, aku Gara, aku Tommy, aku Irsyad. satu-persatu teman Vanie memperkenalkan nama nya padaku.
Setelah berkenalan, kami pun mengobrol banyak hal dengan mereka.
Sampai pada akhirnya mata ku beralih ke sosok pria yang bernama Irstad teman nya Vanie.
"Lelaki itu sungguh manis dan tampan. Lirih Gladis dalam hati".
Sampai akhirnya kami selesai makan dan mengobrol, Tiba-tiba lelaki memanggil nama ku tidak lain ialah Irsyad.
dia meminta nomor handphone ku, akupun kaget. karena dari sekian teman Vanie hanya Irsyad lah yang meminta nya.