Beruntungnya seseorang yang memiliki bakat, karena tidak semua orang memilikinya. Bakat adalah suatu anugerah yang diberikan oleh Tuhan pada masing-masing individu. Bakat itu bermacam-macam, menyanyi, menari, melukis, menulis, acting dan masih banyak lagi. Bakat juga memiliki keindahan tersendiri bagi kamu yang memiliki bakat itu dengan merasakannya dari dalam hati.
Namaku Laura Hastari, murid SMP kelas delapan. Hobiku adalah menyanyi. Bagiku menyanyi membuat suasana hati kita menjadi damai. Menyanyi adalah jiwaku dan kebahagiaan tersembunyi dalam diriku. Aku sering mengikuti lomba dan menyanyi sejak SD dari panggung ke panggung. Aku sangat menggeluti seni di bidang tarik suara.
Aku bisa menyanyi berbagai genre musik, antara lain pop, dangdut, jazz, blues dan satu lagi yang paling membuat semua orang merinding mendengarnya adalah seriosa. Jenis musik yang paling terkenal di Eropa, dan aku sangat menyukainya. Apalagi aku mendapatkan uang dari hasil menyanyiku. Tapi aku menjadi resah saat aku harus memilih diantara bakat dan pendidikanku. Diantara keduanya mana yang harus aku pilih? Sungguh aku menjadi dilema.
"Laura, tawaran dari label musik yang pernah memintamu untuk rekaman, apa kau sudah memikirkannya? Kau harus membuat keputusan itu secepatnya. Pikirkan baik-baik karena tawaran itu akan membuatmu menjadi seorang penyanyi terkenal dan kamu bakal menjadi 'Gadis Multitalent' termuda dengan genre yang luar biasa. Kesempatan ini nggak datang dua kali loh," tanya Siska, teman sekelasku juga teman sebangku yang paling baik padaku.
"Aku bingung harus pilih yang mana. Musik dan menyanyi adalah duniaku, dengan begitu aku akan mendapatkan uang yang banyak, tapi di satu sisi aku tidak bisa meninggalkan pendidikanku dan sekolahku," ucapku dengan lesu tak bersemangat. Kedua pilihan itu selalu membuatku berpikir keras. Aku benar-benar dilema dibuatnya.
"Ya, memang itu adalah pilihan yang sulit. Aku berharap kau bisa memilih yang terbaik untukmu juga untuk masa depanmu nanti. Apapun keputusan kamu aku akan mendukungnya. Jangan sampai salah pilih, mengerti?" ujar Siska kembali.
"Ya pasti, aku akan memilih pilihan yang terbaik untuk diriku juga masa depanku yang menjadi tujuan utama hidupku, terima kasih atas masukanmu, Sis!" ujarku.
Aku berdo'a meminta petunjuk pada Allah, memohon untuk diberikan pilihan yang baik diantara dua hal yang belum dapat ditentukan baik buruknya.
Hari ini di mana aku harus memutuskan pilihanku, dan aku sudah mendapatkan jawaban atas do'a-do'a yang telah aku panjatkan disepertiga malam.
Aku pergi ke tempat salah satu label musik terkenal di Jakarta, seseorang telah memberikan tawaran rekaman padaku dan dia mengatakan jika aku akan dijadikan artis terkenal dengan julukan 'Gadis Multitalent' karena dia telah mengetahui kemampuan bernyanyiku diberbagai genre musik. Dan aku akan di bawa ke Eropa untuk berkolaborasi dengan penyanyi seriosa terkenal. Tapi apakah itu akan menjadi kenyataan?
"Pak, saya Laura Hastari murid SMP kelas delapan yang pernah ditawari Bapak untuk rekaman di sini, hari ini saya ingin menyampaikan keputusan saya mengenai hal itu, Pak!" ucapku pada Pak Vito, salah satu orang yang sudah merekomendasikan aku sebagai 'Gadis Multitalent'.
"Oh ya, Laura jadi gimana tawaran saya? Kamu akan menjadi bintang terkenal dan punya konser yang luar biasa dengan bakat yang kamu punya dan uang miliaran rupiah, bayangkan saja hal itu, Laura si 'Gadis Multitalent' itu julukan yang pas untuk kamu," bujuk pak Vito untuk meyakinkan aku kembali agar aku memilih apa yang dia inginkan.
Sungguh bujukan pak Vito itu membuat aku sangat tergiur, punya uang banyak sampai miliaran rupiah. Bayangkan saja banyaknya seperti apa? Aku bisa membeli apapun yang aku inginkan.
"Laura, bagaimana keputusan kamu?" tanya pak Vito memecahkan lamunanku.
"Bismillah," batinku berucap sebelum mengatakan keputusanku pada pak Vito.
"Emm ... maaf, Pak Vito dengan berat hati saya tidak bisa menerima tawaran Bapak untuk saat ini, karena aku harus menyelesaikan sekolahku. Karena pendidikan adalah hal yang penting dan paling utama bagi setiap orang. Dan aku yakin suatu saat nanti aku akan menunjukkan bakat bernyanyiku kembali di panggung untuk menghibur semua orang dan mendapatkan uang," ujarku berterus terang pada pak Vito.
"Baiklah jika itu yang kamu inginkan. Kamu telah membuat keputusan yang bagus, Laura. Anak seusiamu jarang sekali memilih pendidikan yang paling utama. Saya salut padamu, Laura! Semoga kamu menjadi 'Gadis Multitalent' berikutnya, Nak!" ucap pak Vito yang telah memberikan dukungan padaku.
Aku lega telah mengambil keputusan yang tepat bagi masa depanku. Aku sama sekali tidak menyesali keputusanku. Aku malah bersyukur dan bahagia.
Jangan pernah takut untuk mengambil keputusan yang melibatkan pendidikan bagi masa depanmu karena pendidikan juga mampu mewujudkan mimpi seseorang untuk menyalurkan bakat yang kamu geluti dan bisa mendapatkan gaji yang tinggi. Kunci utama agar bisa mendapatkan semua itu adalah pendidikan.
-----TAMAT-----