_Naila's story_
Hai semua namaku Naila. kata orang-orang aku gadis yang memiliki sifat Introvert, eumm.. tapi menurutku kata Introvert kurang tepat untuk diriku. Aku Masih duduk di bangku SMA kelas 10. Yaps tahun kemarin aku baru lulus SMP. Sebenarnya aku benci saat harus menemukan teman baru, ya tapi bagaimana lagi namanya juga pindah sekolah. Aku Naila si gadis yang gak pandai bergaul, gak pandai bicara, gak bisa cari topik pembicaraan, Tapi ada dibeberapa waktu aku akan banyak bicara dan bakalan jadi orang yang paling berisik dari yang lainnya. Aku yakin bukan cuman aku yang memiliki sikap ini, pasti banyak dari kalian yang memiliki sikap seperti ini.
Ini cerita flashback ku saat Masih di SMP.
Pagi hari yang cerah aku terbangun dari tidurku Karna mendengar suara alarm yang berasal dari handphone ku. Tidak lama kemudian aku pergi menuju kamar mandi Karna jam sudah menunjukkan pukul 06.00. Sebenarnya sekolah ku tidak jauh dari rumah hanya saja aku ini orang yang rajin jadi harus bangun pagi walaupun dekat.
Singkat cerita. Aku sudah berada di gerbang sekolah, lalu seperti biasa aku menuju ke kelas 8E.
"Hey Naila" sapa salah satu temanku yang bernama Olivia.
"Kebiasaan masih pagi dah datang aja" sahut ku.
"Hahaha..kan aku nebeng ke kakel" ucapnya.
"Iya tau" sahut ku dengan santai.
"Eh kamu ada piket kelas tuh" ucapnya.
"Oh iya hampir lupa" sahut ku sambil cengengesan Karna hampir lupa untuk piket kelas.
"Dasar..yaudah aku tunggu sini ya" ucapnya sambil duduk di tempat duduk depan kelas 8E.
Aku pun segera masuk ke kelas, meletakkan tas di bangku dan mengambil sapu untuk piket kelas.
Jadwal piket kelasku hari Selasa, aku hampir lupa untuk itu tapi Untungnya Olivia si temanku mengingatkanku tadi. Siapa yang tidak piket sesuai jadwal nya maka ia akan mendapatkan sanksi yaitu membayar denda sebesar 5 ribu dan akan dimasukkan ke buku KAS.
Hari itu kalau tidak salah jadwal pelajaran nya adalah Matematika, IPA Fisika, Bahasa Indonesia dan PPKn. Sedikit info sebenarnya aku tidak menyukai pelajaran Matematika Karna itu membuat ku kepalaku terasa pusing saat mempelajari nya bahkan hanya melihat buku nya saja aku sudah tidak menyukainya. Tapi bagaimana lagi aku tidak menghindari hal itu.
dulu aku pernah membolos saat pelajaran Matematika karna aku iseng aja sih hehehe...(tidak boleh dicontoh ya).
Aku punya sekitar 5 teman akrab di kelas 8. Awalnya aku pendiam saat baru mengenal mereka. Tapi lama-lama aku semakin bertingkah dan mulai beradaptasi bersama mereka. Adaptasi tidaklah mudah bagi gadis yang seperti ku. Butuh waktu yang lama, kurang lebih sekitar 1 tahun untuk beradaptasi di sekolah SMP itu. Ya kalian tau lah gadis pendiam, penakut, dan pemalu seperti apa. Saat kelas 7 aku sempat di hindari oleh beberapa murid disana, aku sempat khawatir soal itu. Lalu aku punya 1 teman di kelas 7, aku merasa sepertinya di kelas itu tidak ada yang menyukai ku.
Saat ujian semester awal dan semester akhir aku mendapatkan rangking 1, itu kabar yang sangat bahagia bagiku. Pasalnya saat di SD dulu aku tidak pernah mendapat rangking 10 besar. Saat mereka semua tahu aku rangking 1 (saat kelas 7) aku merasa mereka semua mulai mendekati ku atau mulai ingin berteman denganku dan aku juga sadar mungkin mereka ingin memanfaatkan ku tapi aku tidak keberatan intinya aku ingin punya teman (aku sangat bodoh bukan).
Hari semakin berlalu, bulan berganti dan tahun juga berganti. Waktu tak terasa begitu cepat. Aku yang merasa baru masuk SMP eh sekarang udah masuk SMA aja.
Pendaftaran SMA sangat sulit Karna zonasi. Jarak rumahku dengan sekolah yang ku tuju sangat jauh apalagi nilaiku tidak terlalu besar..Ntah lah itu membuatku stress dan merasa hampir gila. Aku punya SMA impian, aku ingin sekolah disana dan ingin mengambil jurusan IPA. Dari SD aku sangat suka dengan pelajaran IPA dan cita citaku sih pingin jadi dokter dan semacamnya. Cita cita itu terbentuk sejak aku masih kecil (masih belum sekolah). Dulu waktu kecil aku sering sakit sampai masuk rumah sakit, dokternya pun hafal dengan namaku karena sesering itu (makanya kalian harus bisa jaga kesehatan biar gak kaya aku yang sering masuk rumah sakit). Aku rasa semenjak itu aku memutuskan bahwa cita cita ku ingin menjadi dokter dan anehnya cita cita itu bertahan sampai aku SMP. Tapi cita cita ku menghilang saat aku SMA. Aku merasa tidak perlu mengejar mimpi itu Karna aku sekolah di SMK bukan di SMA jurusan IPA yang aku inginkan. Hidupku berubah 180° sejak sekolah di SMK. Bukan aku yang memilih jurusan tetapi orang tuaku, aku hanya bisa mengikuti mereka.
Hari semakin berlalu dan aku belum terbiasa dengan sekolah yang di SMK. Seperti biasa saat berangkat sekolah aku selalu merasa ketakutan,cemas hingga berkeringat, jantungku berdetak kencang sampai terasa nyeri, aku tidak tau apakah itu yang dinamakan panic attack atau bukan, yang aku tau aku sudah lama mengalami hal itu. Sejak SMP aku mengalami hal itu walaupun aku tau aku punya teman tetapi aku merasa takut saat akan menuju ke sekolah. Apakah ada yang merasakan hal sama denganku?
Itu terasa sulit bagiku. Merasa terancam, ketakutan, cemas saat akan berangkat sekolah bukanlah hal yang enak, menurutku itu sangat menyiksaku tapi…aku tidak bisa berbuat apapun. Oh ya aku pernah ikut tes di sebuah aplikasi hasilnya menunjukkan bahwa aku fobia sosial. Awalnya aku terkejut karna aku baru tau kalau aku memiliki fobia yang aneh. Menurutku fobia sosial itu fobia yang paling aneh.
"Hah fobia sosial?? Kok aneh sih" - itulah yang ada pikiran ku saat mengetahui hasil tes.
Tapi aku tidak tau tes itu benar atau tidak aku tidak cukup yakin. Setelah itu mulai mencari tau di media sosial dan gejalanya mirip dengan sikapku… ya mungkin saja hasil tes itu benar.
Ya begitu deh. Hidupku tidak ada yang menarik terkadang aku merasa bosan dengan hari hari yang begitu aja kadang aku ngerasa bahagia sampai menganggap bahwa diriku orang yang paling bahagia didunia ini.
-END-