"Ih sumpah ya, lo tuh gak pantes banget tinggal disini apalagi jadi istrinya Mas Didi!" ejek Fitri adik kandung Didi yang setiap hari kerjanya hanya membully Amara kakak iparnya sendiri.
Amara dan Didi memang menikah karena dijodohkan, sebenarnya keluarga Didi layang banyak berhutang kepada keluarga Amara.
Tapi karena Amara adalah seorang wanita yang sangat sederhana dan bisa dikatakan culun penampilannya. Maka setelah menikah pundi di tidak pernah menganggapnya sebagai seorang istri.
Didi bahkan diam saja ketika ibunya Mirasih dan adiknya Fitri membully amarah setiap hari.
Amara bahkan sudah membawa dua pembantu rumah tangga dari rumahnya tetapi tetap saja Mirasih dan juga Fitri menjadikan Amara sebagai asisten rumah tangga mereka.
Dan memecat kedua pembantu yang dibawa oleh amarah dari rumahnya. Kehidupan Amara benar-benar penuh dengan air mata.
Setiap kali ayahnya dan Ibunya datang untuk menengok amarah diperlakukan dengan sangat baik oleh Mirasih, Fitri dan Didi. Tapi setelah ayah dan ibu Amara pulang mereka kembali menjadikan Amara sebagai asisten rumah tangga mereka tanpa bayaran.
Amara bahkan tidak bisa menghubungi lagi teman-temannya dan keluarganya karena ponsel Amara disita oleh Mirasih dan baru akan diberikan jika kedua orang tua Amara menelpon.
Mirasih bahkan mengancam Amara jika dia berani mengadu kepada kedua orang tuanya maka Amara akan diceraikan oleh Didi.
Didi memang seorang pemuda yang tampan, dan terkadang dia juga bersikap baik karena itu Amara mencoba untuk bertahan.
Suatu hari Amara mendengar percakapan antara Didi Mirasih dan Fitri mereka merencanakan untuk mengambil semua harta keluarga Amara dan melenyapkan kedua orang tua Amara.
Amara tidak tahan lagi dia berusaha untuk melarikan diri dari rumah itu.
Amara melarikan diri dari rumah dan ketahuan oleh Didi Mirasih dan Fitri mereka mengejar Amara hingga Amara menabrak sebuah mobil.
Melihat Amara tertabrak bukannya menolong Didi malah meninggalkannya begitu saja dan mengajak Ibu dan adiknya pergi.
Beruntung orang yang menabrak Amara adalah Fabian dia adalah teman sekolah Amara sewaktu SMA.
Amara diselamatkan oleh Fabian dan dibawa ke rumah sakit, beberapa hari kemudian Amara melihat berita di televisi yang berada di dalam kamar ruang rawatnya.
Di di sebuah acara reality show di di suami Amara menangis tersedu-sedu dan mengatakan Amara telah hilang, Di sana juga ada kedua orangtua Amara yang menangis sangat sedih.
Amara tidak dapat lagi menahan air mata yang sudah mengalir di pipinya, di saat yang sama Fabian datang dan Fabian pun bertanya kepada Amara kemudian Amara mengatakan semuanya semua yang telah dia alami selama berada di rumah Didi dan keluarganya.
"Kejam sekali suami dan ibu mertuamu itu. Kita harus memberi mereka pelajaran Amara!" ujar Fabian.
Amara hanya bisa menuruti Fabian, Amara kemudian di bawa ke rumah Fabian, di perkenalkan dengan seorang ahli dalam merubah penampilan seseorang.
Rambut keriting Amara disulap menjadi lurus dan sangat lembut, gigi Amara yang berantakan dibuat rapi dan di pagar. Bahkan wajahnya yang kusam dan sedikit kasar pun dibuat menjadi sangat halus dan glowing.
Dari itik buruk rupa gini amarah berubah menjadi wanita cantik secantik artis Filipina.
Fabian yang melihat untuk pertama kali perubahan dari Amara sempat ternganga terkejut terpana dan tidak mengenali Amara.
"Kini saat nya kita membalas perbuatan jahat mereka yang selalu memperlakukan mu dengan buruk!" ucap Fabian.
Amara pun mengangguk mantap, dia menyetujui apapun yang di rencanakan oleh Fabian.
Pertama-tama Amara pulang ke rumahnya dan bertemu dengan kedua orang tuanya yang Tentu saja sangat bahagia melihat amarah datang meskipun awalnya mereka juga tidak mengenali siapa gadis di depan mereka itu.
Tapi setelah mendengar semua penjelasan amarah Mereka pun menerima dengan senang hati dan mereka memang sangat merindukan Putri mereka ini.
Selanjutnya Amara datang ke rumah Didi bersama dengan Fabian.
Didi sangat terpesona dengan wanita cantik yang saat ini berada di hadapannya.
Tapi ketika mendengar Amara bicara, baru dia menyadari bahwa wanita di hadapannya ini adalah istrinya yang sudah seringkali diperlakukan tidak adil oleh Nya.
Amara melemparkan sebuah dokumen perceraian ke hadapan Didi. Didi berusaha keras untuk membujuk Amara agar tidak bercerai dengannya karena melihat amarah dini begitu terpesona.
Tapi tekad Amara sudah bulat dia bahkan akan mengambil semua aset miliknya yang dulu telah dia bawa ke rumah Didi termasuk mobil dan segala macamnya.
Mirasih dan Fitri pun heran darimana gadis ini mendapatkan keberanian untuk melawan Didi, ketika Mirasih berusaha menghasut di di untuk menekan amanah lagi di justru marah pada Mirasih.
"Semua ini karena ibu, jika tidak aku tidak akan kehilangan istriku yang cantik ini dan hartaku!" sesal Didi.