CINTA YANG TERPENDAM
Cerpen by Asyfa
"Mendoakanmu disetiap sujudku. memandang indahnya senyumanmu dari kejauhan, itu hal paling mujarab yang sering aku lakukan.
Karena untuk mengungkapkannya aku takut terluka. Namun, mencintaimu dalam diam justru membuat diriku terluka semakin dalam."
🍀
Dering jam beker berbunyi sangat nyaring pukul 05.00 pagi. Sengaja Ku setel untuk membangunkanku agar tidak kesiangan. Sontak Aku terbangun, dengan langkah sempoyongan Aku berjalan kekamar mandi untuk membersihkan diri, setelah itu bersiap-siap berangkat kerja.
Hari ini adalah hari pertama Ku berdinas sebagai Kepala Puskesmas Cendrawasih, menggantikan dokter lama yang telah pensiun. Sebelumnya, Aku berdinas di sebuah Rumah Sakit ternama di Ibu kota.
Anton Wiratmaja, seorang dokter muda, tidak hanya kecerdasannya saja yang bisa di acungi jempol.Ketampanannya juga membuat setiap lawan jenis yang memandangnnya pasti terpesona.
Sementara sejak kemarin sore, disebuah Puskesmas telah disibukkan dengan persiapan penyambutan dokter baru,yang akan mulai berdinas. Para Bidan, perawat serta staf yang bekerja di Puskesmas ini telah heboh. Mereka mendapat kabar bahwa ada Dokter tampan yang akan memimpin di puskesmas tempat mereka bekerja.
Saat yang lain sedang heboh ghibah sana sini justru Mega, Bidan cantik ini tidak tertarik sama sekali dengan pembicaraan rekannya. Ia malah asik dengan beberapa pembukuan yang sedang di seleseikan.
"Mbak Meg, serius bener. Nggak penasaran apa sama dokter tampan!" ucap Ria teman sejawat nya.
"Ngapain penasaran, nanti kalau dokternya sudah datang pasti ketemu juga, nggak harus kepo kayak kalian," ucap Mega sambil merapikan beberapa dokumen yang ada di hadapannya.
Acara penyambutan telah di mulai. Dokter Anton telah menempati kursi utama yang telah disediakan. Tanpa sengaja Dokter Anton melihat sosok Mega. Ada debaran aneh yang dokter tampan ini rasakan dalam dirinya.Karena terlalu banyak orang, akhirnya sang dokter tidak berani berlama-lama memandang Bidan cantik itu.
Beberapa bulan telah berlalu, Dokter Anton semakin dekat dengan Mega. Namun, sampai saat ini Dokter Anton belum berani mengungkapkan perasaannya.
"Maaf, Dok! Ini jadwal anda selama seminggu," ujar Afni sang asisten yang merangkap menjadi seorang perawat di puskesmas yang sama.
Sontak Dokter Anton kaget mendengar suara Afni. Karena saat ini Pak Dokter sedang membayangkan betapa bahagianya disaat usia matang sudah memiliki keluarga kecil yang sangat bahagia.
"Eh, iya! maaf,ada apa? "tanya pak Dokter.
" Saya hanya mau memberitahukan jadwal anda selama seminggu! "ucap Afni.
Waktu begitu cepat berlalu.Hari ini adalah hari dimana dokter dan para bidan melakukan kunjungan ke daerah-daerah terpencil. Tanpa terkecuali Dokter Anton dan Mega. Banyak perhatian-perhatian kecil yang dilakukan Dokter Anton kepada Mega. Hanya saja Mega tidak pernah menanggapinya.
"Mbak Mega! ada yang bisa saya bantu!" tawar pak Dokter. Sambil sesekali melirik kecantikan Mega yang begitu mempesona.
"Terimakasih, Dok! semuanya sudah selesei sesuai yang kita jadwalkan," jawab Mega santai.
" Karena sudah selesai, bagaimana kalau kita pulang dan makan siang saja," ajak dokter Anton.
"Boleh Dok, di ujung jalan sana ada rumah makan, katanya sih menunya banyak, dan rasanya pun tidak mengecewakan," tutur Mega.
Dokter Anton dan Mega akhirnya mendatangi rumah makan itu. Sesampainya disana, mereka disuguhkan hidangan yang memang lezat. Cocok dengan lidah mereka berdua. Saat sedang asik berbincang tiba-tiba saja.
"Mega..!! " Panggil seseorang yang baru saja masuk ke dalam rumah makan tersebut.
"Hai...!! mas Fahri, kenapa tidak bilang kalau mau datang?" tanya Mega seraya berdiri sambil menoleh kearah Fahri.
"Kalau bilang, ya bukan surprise namanya," jawab Fahri.
"Duduk dulu,Mas. Ini kenalkan! Dokter Anton, atasan Mega." Ucap Mega kepada Fahri.
Dan dokter! kenalkan, ini mas Fahri, tunangan Mega."jelas Mega pada dokter Anton.
Bagai disambar petir disiang bolong, Dokter Anton terkejut mendengar pengakuan Mega. Tubuhnya seketika lemas bagai tak bertulang. Belum sempat sang dokter mengungkapkan perasaan,ternyata apa yang dokter muda ini impikan hanya tinggal kenangan.
🕊
"Patah hati itu memang sakit, tapi jangan sia-siakan waktumu hanya untuk orang yang telah membuatmu lemah."
🕊
Delapan bulan berlalu, bidan cantik ini akan melangsungkan pernikahannya dengan fahri. Seluruh teman sejawatnya di undang ke acara pernikahannya, tanpa terkecuali Dokter Anton.
Pesta yang sangat meriah, dilaksanakan di kediaman Mega. Pelaminan, dekorasi, dan hal-hal lainnya sudah tertata dengan rapi. Para undang pun sudah berdatangan. Kini, saatnya acara ijab qobul akan segera dimulai.
Sementara di lain tempat, Dokter Anton kedatangan pasien urgent yang harus segera ditangani. Setelah memberikan pelayanan kepada pasien, Dokter tampan ini segera bergegas menuju kediaman Mega.
Dokter Anton sudah memantapkan hati. Harus bisa menerima kenyataan.Bahwa, Mega sang bidan cantik, yang telah mengisi hatinya kini menjadi milik orang lain.
Dalam perjalanan menuju ke tempat resepsi Mega, dokter Anton mengambil sebuah kotak hitam yang tersimpan di laci mobilnya. Dibukanya kotak itu, dan diambil satu persatu barang yang ada di dalamnya. Ada sebuah kotak beserta cincin, selembar kertas, serta beberapa lembar foto mega, yang dia ambil secara sembunyi-sembunyi, dan masih tersimpan dengan rapi didalam sana.
Saat mengamati benda-benda tersebut, tiba-tiba saja mobil yang dikendarai Dokter tampan itu oleng, remnya blong. Tak bisa lagi dikuasai oleh sang pengemudi. Berjalan zig-zag beberapa saat,hingga akhirnya menabrak truk tronton dari arah berlawanan. Seketika itu juga mobil Dokter Anton terbalik, karena kerasnya benturan. Begitu pula bagian depan mobil ringsek tak berbentuk. Kecelakaan pun terjadi dan tak bisa dihindari.
Beberapa saat kemudian terdengarlah suara dentuman yang sangat dahsyat. Berasal dari arah mobil Dokter Anton. Beberapa warga berhamburan keluar. Mendengar kerasnya suara ledakan.
Entah selamat atau tidak penumpang yang berada didalam mobil naas itu, yang jelas sudah tidak ada lagi tanda kehidupan. Hanya kepulan asap dan sisa-sisa material kebakaran yang tersisa.
Setelah mendapat berita tentang tragedi kecelakaan yang menimpa Dokter Anton, beberapa teman yang sedang berada di acara pernikahan Mega memilih untuk berpamitan dan segera menuju tempat kejadian kecelakaan.
Dan benar saja, Dokter Anton ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam mobilnya. Kini semua hanya tinggal cerita, hanya tinggal kenangan yang bisa mereka simpan.Cintanya yang besar kepada Mega ikut terbakar dan terkubur bersama sang dokter.
Dokter Anton Wiratmaja, seorang dokter yang baik hati, cerdas, mengayomi seluruh masyarakat dan staf-stafnya. Tidak lupa pula dengan ketampanannya yang terparipurna. Kini telah tiada. Meninggalkan semua yang ada di dunia ini.
Dokter Anton, cintamu pada sang bidan cantik memang begitu besar dan tidak pernah terungkap. Mungkin, semesta memang tak merestui kalian menjalin kisah cinta yang indah. Di dunia ini, Mega memang bukan jodoh mu. Semoga kelak kalian berjodoh di akhirat.
Selamat jalan Dokter Anton. Semua jasamu akan selalu terkenang dan semoga semua amal ibadahmu, mengantarmu ke Surga-Nya.
Alhamdulillah, akhirnya setelah sekian purnama, bisa berkarya lagi. Terimakasih buat yang selalu setia membaca karya receh ini, jangan lupa krisarnya ya, 😘