📌Cerita ini disuguhkan untuk penggemar kapal KOOKV
📌BxB
📌Homophobic➡️
🐰❤🐯
Taehyung bersandar pada sofa rumahnya sembari menatap tangan kirinya dengan penuh perhatian. Sudah lebih dari sejam ia memandangi tangan kirinya tanpa berniat sekalipun melepas pandangan itu dari sana. Tangan kiri itu seakan menyita perhatian Taehyung terus terusan, bahkan saat ia sedang ada jam kuliah dan dosen sedang menjelaskan ini itu, Taehyung malah asyik dengan kegiatan memandangi tangan kirinya.
ia memperhatikan tangan itu bukan karena tangan itu terkena luka atau sedang mengalami iritasi. Bukan juga karena ia terpesona dengan tangan mulus miliknya sendiri. Tapi karena sebuah-lebih tepatnya dua buah benda bertengger indah di jari manis milik pria yang juga memiliki senyuman manis itu.
Cincin tunangan? Atau lamaran?
Entah, Taehyung juga bingung dengan makna dua cincin yang melingkar di jarinya itu. Dia hanya bisa memandangi cincin itu sambil memikirkan beberapa kemungkinan serta alasan mengapa bisa kedua cincin itu bertengger manis di sana.
Belum sempat alasan itu terlintas di otaknya, sebuah kejadian yang mungkin cukup indah mengingatkannya pada kejadian tempo hari lalu. Saat dimana dua orang pria tampan melamarnya sekaligus dalam waktu yang bersamaan.
Dua orang!
Dan itulah alasan mengapa bisa ada dua cincin yang melingkar di jari manis Taehyung.
Taehyung bukannya serakah dengan menerima kedua lamaran itu. Tapi Taehyung benar benar tidak bisa memilih mana yang bisa dan lebih baik untuk masa depannya kelak. Dua orang pria yang melamarnya itu benar benar orang yang sangat berarti dalam hidupnya.
Mereka pun yang memutuskan untuk membiarkan Taehyung mengenakan kedua cincin itu sampai Taehyung bisa memilih mana yang lebih tepat agar bisa menjadi pendamping hidupnya. Taehyung benar benar makin bingung dengan kebaikan dua pria tersebut.
Dia makin sulit untuk menentukan mana yang lebih tepat.
Jika ia salah langkah, masa depan menjadi taruhan.
.
.
.
.
Park Jimin
Orang pertama yang datang padanya sudah lebih dari dua tahun yang lalu. lalah orang yang selalu berada di samping Taehyung saat ia sedang membutuhkan pertolongan serta nasihat. Jimin selalu menghibur dan melindungi Taehyung dari bahaya apapun. Sifat Jimin yang hangat, lembut, dan pengertian selalu membuah hati Taehyung luluh.
Jimin memiliki wajah tampan dengan eyesmile indah yang membuat siapapun terpesona. Termasuk Taehyung, ia juga pernah terpesona pada mata indah itu. Kekayaan Jimin juga tidak main main, sebuah perusahaan terkenal milik keluarga Jimin membuat ia termasuk dalam daftar orang terkaya di kampusnya.
Dan kalian tahu?
Mereka pernah hampir berpacaran! Jimin sempat menyatakan cinta lewat sindiran atau kalimat kalimat gurauannya, dan Taehyung dapat menangkap jelas sinyal sinyal itu. la sempat memutuskan untuk memilih Jimin. Tapi sayang, ia yakin hubungannya juga rasa yang ia miliki untuk Jimin saat itu masih sekedar rasa kepada seorang sahabat.
Tapi lain dulu, lain sekarang.
la tidak tahu bagaimana mendeskripsikan perasaan yang ada di hatinya saat ini. la selalu menginginkan Jimin di sisinya.
Itu membuat Taehyung bingung..
.
.
.
.
Jeon Jeongguk
Pria kedua yang melamarnya beberapa menit setelah ia dilamar oleh Jimin. Terkesan seperti tidak tahu malu memang. Disaat sudah jelas Jimin melamarnya, tapi Jeongguk masih kuat dengan pendiriannya untuk menyatakan cinta, juga melamar taehyung pada saat yang bersamaan.
Bahkan Taehyung baru mengenal Jeongguk kurang dari tiga bulan! Betapa nekadnya pria bucin tersebut melamar Taehyung secepat itu. Jeongguk terkesan terburu buru dengan semua langkahnya. Dan itu agak membuat Taehyung ragu untuk memilih Jeongguk. Mereka saja tidak pernah pacaran.
Namun sisi lain dari Jeongguk yang membuat Taehyung sedikit tersentuh adalah penuturan Jeongguk tentang lamaran itu. la bilang Taehyung satu satunya orang yang berhasil membuat Jeongguk terpikat hanya dengan sekali obrolan saja, ditambah Jeongguk sudah terpesona dengan wajah sempurna milik Taehyung. Jeongguk membuat Taehyung tersanjung.
Sisi lain yang membuat Taehyung makin menambah point plus dalam diri
Jeongguk adalah sifatnya yang sangat sukar ditebak. Jeongguk selalu penuh dengan kejutan yang sering kali berhasil membuat Taehyung tersenyum. Selama ia mengenal Jeongguk, tak jarang ia mendapat kejutan lucu dan tak terduga dari pria tampan tersebut. Bahkan ia sering menunggu kejutan kejutan lain yang akan Jeongguk berikan padanya.
Termasuk lamaran ini, lamaran yang membuat taehyung hampir tersedak air liurnya sendiri saking kaget dengan kejutan baru dari Jeongguk yang terima.
Lalu, siapa diantara kedua orang itu yang harus ia pilih?
Taehyung makin bingung dibuatnya.
.
.
.
Taehyung menatap dua wajah pria tampan yang kini sudah berada tepatdi hadapannya. Sekarang sudah lewat dari batas tenggang waktu yang diberikan oleh kedua pria tampan tersebut. Mau tidak mau Taehyung harus memberikan jawabannya sekarang juga.
Taehyung menautkan jarinya kuat sambil sesekali meremas tangannya yang mulai basah karena keringat.
Hanya memberi jawaban saja mengapa begitu sulit?
Tinggal katakan siapa orang yang dipilih, dan setelah itu semuanya selesai. Taehyung bisa langsung bahagia dengan orang yang ia pilih untuk menjadi pasangannya kelak.
Tapi tidak segampang itu ia memutuskan! la tidak mungkin menggampangkan semua pilihan dalam hidupnya! Pilihan itu bisa saja membuat Taehyung jatuh ke dalam jurang yang dalam, dan tentu bisa juga membawa Taehyung ke sebuah taman yang sangat sangat indah. Terlalu melakonis, tapi memang benar adanya.
Dua orang pria tampan yang kini berada di depannya tampak sabar dan mengulum senyum seperti biasanya. Mereka akan sabar menunggu sang pujaan hati untuk mengatakan keputusan terakhirnya. Jika memang salah satu dari mereka ada yang tidak terpilih, itu sudah jadi takdir mereka, mereka tidak bisa melawan keinginan yang bukan diperuntukkan untuk mereka. Sebagai pria, mereka harus mengalah demi kebahagiaan orang yang sangat mereka cintai.
Taehyung tidak ingin salah satu dari mereka menanggung malu karena ditolak oleh Taehyung di depan saingannya sendiri. Taehyung sudah memikirkan ini dari beberapa hari sebelumnya, sebuah cara yang tidak akan membuat salah satu dari mereka merasa malu seketika itu juga.
Tangan Taehyung mulai bergerak merogoh isi tas yang berisi semua buku pelajaran kuliahnya, karena memang ia baru selesai kuliah. Dan tangan itu menemukan dua buah kotak kecil berwarna merah yang bisa diketahui sebagai kotak perhiasan, langsung Taehyung sodorkan ke dua orang pria tampan itu. Sebelumnya, Taehyung sudah mengecek sebentar isi dari kotak itu, ia takut salah memberikan.
"Bukalah dirumah, dan kalian akan tahu jawabannya." ucap Taehyung cepat sebelum akhirnya berbalik menjauhi mereka. la berlalu meninggalkan dua pria yang kini tengah tertegun memperhatikan punggung Taehyung perlahan menghilang di balik tikungan koridor kampus.
BLAMM.
Taehyung menutup pintu apartemennya kencang sebelum akhirnya dengan langkah sedikit terburu buru memasuki kamarnya.
Ketakutan menyelimuti saat mengingat bagaimana gugupnya la dalam memberikan jawaban itu pada dua pria yang melamarnya tempo hari. la segera melompat ke kasur dan menelusupkan wajahnya ke dalam bantal tidur miliknya. Menyembunyikan rona malu dan takut yang terlukis jelas di wajah manisnya.
"Ugh, bagaimana jika aku salah memberikan kotak?" Taehyung bergumam, sangat samar karena suaranya teredam oleh bantal. la makin takut saat mengingat kemungkinan ia salah dalam memberikan kotak itu pasti ada, apalagi ia mengecek kotak itu hanya sekilas, dan langsung memberikan kotak itu pada keduanya.
Taehyung hanya bisa pasrah menunggu kepastian nanti. la sudah menyelipkan sepucuk surat pada kotak yang ia berikan pada pria terpilih, pria yang akhirnya ia pilih sebagai calon suaminya kelak.
Sepucuk surat yang memerintahkan orang 'terpilih' itu agar segera datang ke apartemen Taehyung. Dan Taehyung harus bersabar menunggu kedatangan orang itu. la juga harus bisa menormalkan detak jantungnya yang terus bergemuruh sejak ia pergi meninggalkan dua pria itu di kampus.
'TING TONG..'
Suara bel apartemen yang cukup kencang membuat Taehyung terlonjak kaget dan refleks melompat ke sisi ranjang. Jantungnya terasa ingin jatuh saat mendengar suara bel itu. Dia tampak panik dan segera membenahi dirinya sedikit sebelum ia siap bertemu dengan pria itu.
Taehyung mulai berjalan terburu buru saat bel rumahnya kembali terdengar. Sepertinya orang itu agak menunggu lama di luar. Taehyung mempercepat langkahnya dan sengaja tidak melihat layar interkom, ia ingin melihat langsung Pria itu.
Namun saat tangannya baru meraih gagang pintu itu, tangannya mulai gemetar. Taehyung merutuki kebiasaan yang mendarah daging itu dalam dirinya. Disaat sedang penentuan final, mengapa ia malah gemetar hebat seperti itu?
la memaksakan tangannya untuk membuka pintu.
'CKLEKK'
taehyung baru saja akan menatap wajah orang yang berada di depan pintu apartemennya, namun ia kalah cepat karena orang itu memeluk tubuh
Taehyung dengan gerakan secepat kilat. sejenak laehyung menahan nafasnya merasakan betapa eratnya pelukan pria ini.
Hangat.
Taehyung merasakan kehangatan saat pria ini memeluk tubuhnya.
DEG
Jantung Taehyung mulai bereaksi lagi, kali ini lebih cepat dan lebih berdegup tak beraturan. Dari degupP jantungnya, Taehyung tahu siapa orang yang kini tengah memeluknya erat. Tak pernah ada satupun orang yang berhasil membuat jantung Taehyung berdetak sekeras iní selain pria yang kini tengah memeluknya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Jeon.." panggil Taehyung lirih.
"Terima kasih, Tae. Terima kasih telah memilihku.." ucap pria itu.
Jeongguk, benar Jeon Jeongguk. Orang yang Taehyung pilih untuk menjadi pasangan sehidup sematinya kini. Orang yang selalu berhasil membuat Taehyung tersenyum setiap saat setiap detik. Orang yang selalu bisa membuat laehyung ingin berada di dekat pria berwajah tampan itu.
Orang yang selalu berhasil membuat Taehyung melirihkan nama Jeongguk sebelum ia tidur. Dan orang yang berhasil membuat detak jantung Taehyung berdegup berkali kali lipat lebih kuat hanya dalam pertemuan pertama mereka.
Taehyung sudah mencintai pria ini sejak awal mereka bertemu.
Dan sekarang ia yakin, cintanya hanya untuk Jeon Jeongguk
"Aku mencintaimu, Jeon Taehyung" bisik Jeongguk tepat ditelinga Taehyung.
Taehyung terkekeh geli menerimanya. Lagi lagi sebuah kejutan tak terduga, Jeongguk memang selalu bisa membuatnya senang. "Hei, sejak kapan namaku berubah? Kita belum resmi menjadi sepasang suami istri" Taehyung lagi lagi terkekeh.
"Sebentar lagi aku akan merubah margamu menjadi Jeon, kau harus terbiasa dengan pangglan itu. Jeongguk ikut tersenyum, dengan posisi mulut yang tepat berada di telinga Taehyung. la mengecup cuping telinga Taehyung sambil menjilatinya.
Taehyung makin kegelian saat lidah basah Jeongguk meyapu daun telinganya lembut.
"Yah, apa yang kau lakukan? i-ini bisa terlihat penghuni apartemen lainnya-" Taehyung mempoutkan bibir sambil berusaha menjauhkan tubuhnya dari Jeongguk.
Jeongguk melepas pelukannya sambil menatap Taehyung lembut, baru ia sadari di jari manis Taehyung kini sudah melingkar sebuah cincin yang
Jeongguk yakini adalah pemberiannya. "Jadi, jika di apartemenmu tidak masalahkan?" Jeongguk mengedipkan sebelah matanya nakal.
"Ugh, mesum!"
Tawa Jeongguk meledak.
la dengan berani memasuki apartemen Taehyung meski pemiliknya belum mempersilahkan masuk. Dan Taehyung pun tampak tidak keberatan, karena sebentar lagi pria lancang itu akan menjadi suaminya.
.
.
.
Jeongguk mendekatkan tubuhnya pada Taehyung dan mulai menyerangnya dengan ciuman ciuman lembut nan manis. Bibir mereka bertautan mengalirkan saliva hingga berakhir dengan ciuman panas dan tubuh yang saling naked di atas kasur. Taehyung sudah tidak peduli dengan semuanya, sentuhan Jeongguk benar benar ia butuhkan saat ini.
Desahan kenikmatan terdengar berkali kali tanpa henti dari bibir Taehyung saat jari jari terampil Jeongguk memanjakan tubuhnya. Keringat membanjiri pelipis serta kulit mulusnya, bersamaan dengan Jeongguk di atas tubuhnya yang masih setia membuat Taehyung merasa melayang dengan sentuhan memabukkan itu.
Taehyung mengerang cukup kencang saat tubuh Jeongguk memasuki tubuhnya cepat. Rasa panas dan perih menguasainya sekarang. Secepat rasa sakit itu datang, secepat itu pula kenikmatan yang lebih terasa menggantikan kesakitan itu.
"Ahhh! Lebih dalam jeonhh. nghhh." Taehyung mengerang frustasi saat tubuh Jeongguk terasa makin dalam memasuki dirinya. Jeongguk menyunggingkaan smirknya sambil terus memompa tubuh Taehyung di bawahnya, melesakkan tubuhnya cepat dan menusuk nusuk tubuh Taehyung kuat.
"Terushh..enghhh.. aahhh.." ia merasa gila dengan semuanya, tubuh Jeongguk yang bergerak gerak di dalamnya membuat ia makin tidak bisa berfikir jernih. Benda besar itu berhasil membuat Taehyung mendesahkan nama Jeongguk berkali kali.
"Taee.. kau milikku." Ucap Jeongguk di sela sela desahannya. la makin cepat menghentakan tubuhnya. Memaju mundurkan pinggulnya sambil berusaha menyentuh titik titik sensitif Taehyung hingga membuat Taehyung terlonjak merasakan nikmat.
"Jjeonhh.. ahhh! Nghh..i-ini.. ahh.. enakhh" desahan Taehyung menjadi jadi saat benda besar tersebut menggesek dinding rektumnya kuat, menimbulkan gesekan panas yang membuatnya makin bergairah. Terlebih saat ujung benda itu menusuk dan menumbuk titik terdalam dan tersensitif di dalam sana.
Taehyung tidak bisa berhenti mendesahkan nama Jeongguk, orang yang sangat ia cintai saat ini. Dan pilihan Taehyung benar benar tepat. la tidak salah memilih orang.
Sepanjang malam mereka gunakan hanya untuk bergelung dan bergumul di atas kasur itu. Mengalirkan rasa cinta yang begitu kuat dan kental yang ada diantara mereka. Saling beradu pagutan lidah, menyatukan tubuh, dan melirihkan kata cinta berkali kali di tengah desahan serta kegiatan pembuktian cinta mereka. Dan ketika sudah sampai puncaknya, mereka akan meneriakkan nama orang yang dicintai masing masing. Membuat mereka saling membalas senyum menyadari betapa mereka betul betul dimabuk cinta.
Taehyung yakin malam ini akan menjadi malam yang sangat panjang.
Jeongguk tidak akan semudah itu melepaskan Taehyung, dan Taehyung- pun sudah terlalu larut dalam kenikmatan serta rasa cinta yang melekat diantara dia dan Jeongguk.
.
.
.
.
BERSAMBUNG
gimana merunut kalian ceritanya?
bagus gak?
kalo gak bagus maaf ya 🙏
oh, iya jangan lupa like ya ☺💜