29 Januari 1979 di San Diego, California, seorang pelajar yang masih berusia 16 tahun bernama Brenda Ann Spencer datang ke sekolah membawa pistol lalu menembakkannya. Brenda melukai delapan siswa dan seorang petugas polisi. Tak hanya itu, Brenda juga menewaskan kepala sekolah dan seorang penjaga sekolah. Saat diinterogasi dan ditanya mengapa ia melakukan hal tersebut, Brenda hanya berkata bahwa ia tidak suka Senin.
Berdasarkan laporan polisi dan teman kelasnya, Brenda adalah tipe anak yang tertutup dan terkadang bersikap aneh. Guru Brenda juga mengatakan bahwa anak tersebut jarang sekali berbicara dengan teman di kelasnya. Namun sang guru mengakui bahwa Brenda memiliki sisi yang spesial yaitu dia sangat ahli di bidang kesenian, khususnya fotografi. Ia memenangkan kejuaraan fotografi yang dibuat oleh suatu kelompok sosial.
Brenda memiliki masa yang cukup kelam. Ia hanya hidup bersama ayahnya, Wallace Spencer, dan sangat jarang bertemu ibunya. Keluarga Brenda pun hidup di bawah garis kemiskinan. Brenda dan sang ayah harus berbagi kasur dan tidur di ruang tamu. Pada 2001, Brenda mengatakan bahwa sang ayah melecehkan dia . Namun pernyataan tersebut dibantah oleh ayahnya.
Setahun sebelum kejahatan mengerikan tersebut, layanan sekolah yang menangani siswa bermasalah memberi tahu orangtua Brenda bahwa tingkah laku dan sikapnya menunjukkan "kecenderungan bunuh diri yang serius". Ayahnya menolak klaim tersebut dan menyuruh pejabat sekolah untuk tidak ikut campur urusan keluarganya. Pada tahun yang sama, Brenda menyusup sekolah dan menembakkan pistol ke luar jendela. Evaluasi psikiatri menyarankan agar dia ditempatkan di rumah sakit, namun ayahnya tidak mengizinkannya. Lebih buruk lagi, ayahnya justru memberinya senapan semi otomatis sebagai hadiah Natal. Kabarnya, Brenda mengatakan bahwa dia meminta radio sebagai gantinya tapi sang ayah berkeras memberinya pistol sebagai hadiah.
Setelah penembakan, Brenda mengurung dirinya di rumah dan tinggal di sana berjam-jam. Ketika polisi berada di rumahnya, mereka memberi nomor telefon Brenda kepada seorang reporter lokal untuk menanyakan Brenda apakah dia tahu dari mana tembakan di lingkungannya berasal. Tak disangka, Brenda lalu berkata "Ya, menurut Anda siapa yang melakukan penembakan?"
Ketika ditanya mengapa Brenda melakukan penembakan tersebut, dia memberi jawaban yang benar-benar mengejutkan publik, "Saya tidak suka hari Senin. Kejadian ini menghidupkan hari itu." Brenda diadili seperti orang dewasa dan mengaku bersalah. Brenda Spencer dijatuhi hukuman di usia 25 tahun dan dipenjara seumur hidup. Sejak putusan tersebut, 4 permohonan pembebasan bersyarat yang diajukan Brenda, namun ia berhak untuk mengajukan permohonan pembebasan bersyarat lagi pada 2019.
kalo cerita ini mungkin bagi kalian yg ga suka kisah kriminal/ memang bru dengar agak pendek gtuu maapp yaa
Ada Teori dari aku sih dari kasus kriminal yang dialami oleh kak brenda ini. Jadi menurutku alasan dia yang mengatakan bahwa kalau Ayahnya Melecehkan dia ini untuk meringankan hukuman yang dia jalani tapi nih ya kalau kalian pikir lagi.
Kan bisa aja sih Ayahnya Melecehkan dia dan mungkin karna trauma ditinggalkan oleh ibunya dan dilecehkan Ayahnya dia berbuat hal sekeji itu.
Kalau kata aku sii..
Atau bisa aja dia pernah ngelaporin kejahatan Ayahnya ke polisi sebelumnya sebelum dia diadili di pengadilan bahwa Ayahnya melecehkan dia tetapi karna polisi kerap kali menghiraukan dia. Dia kesal tuh karna Polisi ga nanggepin dia dan Makanya di kasus ini dia sempet bilang bahwa sesudah dia menembak anak SD tersebut dia akan menembak Babi gtuu katanya pas ditelpon ma petugas apa gtu, Yang dia maksud babi adalah polisi dan petugas² keamanan lainnya nihh.. karna mungkin kesal waktu itu ga ditanggapin. Makanya dia ga sopan mengatai polisi seperti itu.
Iyaa kan? sampe laporannya waktu itu mungkin ga diterima laporannya sama polisi makanya dia ampe muak kali tuh sm polisi sampe ngatain polisi itu babi gtu ga sopan bgt :"
Tapi itu kalau mungkin kak brenda mengalami hal itu karna ini kan pendapat/ teori dri akuu
Atau mungkin kak brenda ini mempunyai masalah mental / penyakit yg dia idap tuh Atau kalian bisa sebut nama penyakitnya adalah Mythomania
Kalau aku search nii yaa Mythomania adalah Gangguan seseorang Yang suka berbohong/ melebih-lebihkan sesuatu gtu yang ga jauh dari halusinasi dia.
Semua yang aku sampaikan ini adalah menurut pendapat aku yg pastinya sesuai pemikiran aku dan ga harus kalian percaya tapi masuk logika yaa kan?:Vv
Yang harus kalian inget ya kak brenda ini dari kecil dia udh jadi korban anak broken home emak sm bapaknya cerai dan dia akhirnya diasuh sm bapak nya dalam kehidupan yang sangat miskin gtu lahh.
Kak brenda yg awalnya baik² aja anaknya ini jadi berubah drastis semenjak org tuanya bercerai dia disekolah dan dirumah dinilai sm temannya sebagai cewe pemurung, pendiam dan suka cemberut gitu lah. jdi itu hanya latar belakang kehidupannya yg mungkin memicu kejahatannya yg dia perbuat.
Gimanapun ka brenda ini 4 kali udh mengajukan keringanan hukuman ditolak nih sm hakim karna cerita kak brenda/ alasan kak brenda yg ga konsisten atau suka gonta-ganti alasan gtu lah.
Dari sini kita belajar bahwa seburuk-buruk nya kehidupan pahit yg sudah kita alami dari kecil maupun sekarang tidak boleh melakukan kejahatan pada siapapun ;VV
Kayak dipelajaran aku itu loh yg PKN :Vkasus ini termasuk melanggar norma hukum dan norma agama karna selain beliau didakwa karna kesalahan nya di pengadilan.
Beliau juga sudah melanggar aturan agamanya mungkin;VV agama apa sih yg ga melarang umatnya untuk melakukan pembunuhan dan berbohong seperti kak brenda itu??? ga ada kannn??
Soo hati² selalu ya semua ambil positifnya aja dari kasus ini semoga hidup kita selalu diberkati dan dilindungi oleh Tuhan yaa 💕
oh ya bagi kalian yg pgn aku ceritakan kisah kriminal lainnya comment yya-!!
klo aku ga sibuk/hiatius aku bakal buat kok sesuai rekomendasi kaliannn..soo sekian dari aku dan terimakasih yang udah baca ampe akhir ini:))