Kucing Ku adalah Pangeran?
Bisa berubah menjadi manusia jika kalungnya di lepaskan
Tetapi untuk melepaskan kalung Pangeran sangatlah mustahil bisa di lepaskan. Hanya ikatan kasih sayang saja lah yang bisa melepaskan kalung itu secara utuh agar Pangeran bisa berubah menjadi manusia.
----------------------------------------------------------------------------------------
Suatu hari di pagi yang indah dan cerah ini. Aku pergi bersama dengan orang tua ku menggunakan mobil. Kami pergi ke Toko Hewan, karena hari ini adalah hari Ulang Tahun ku yang Ke-10 Tahun. Jadi, Ibu dan Ayah memberikan ku hadiah spesial yaitu hewan peliharaan dan aku bisa memilih nya sendiri.
Lalu kami masuk ke dalam Toko sambil melihat-lihat hewan peliharaan. Aku sedang mencari kucing dengan bulu dua warna, hitam putih. Di bagian dadanya berwarna putih hingga ke perut, ujung kakinya berwarna putih seperti sepatu.
Berbulu lebat, lembut dan bersih. Mata berwarna biru yang indah.
"Apa ada yang bisa kami bantu, Nona?" Kata Pelayan Toko.
"Ya, apa di sini ada kucing berwarna hitam putih dengan mata berwarna biru?" Kata Liana.
"Ku rasa ada satu kucing seperti itu di sini, mari ikuti saya" Kata Pelayan Toko.
"Baik" Kata Liana.
"Apa kucing ini yang Nona maksud?" Kata Pelayan Toko.
"Ya, kucing ini. Aku suka kucing ini, apa ada pasangannya? maksud ku apa ada kucing yang memiliki bulu yang sama dengan Kucing ini?" Kata Liana.
"Kalau di pikir-pikir di sini hanya ada satu kucing seperti ini. Dulu, kami menemukan kucing ini dekat pintu masuk. Kucing ini di letakkan di keranjang" Kata Pelayan Toko
"Owah? (Berarti ada pemilik pertama yang mengurus kucing ini, tapi kenapa di buang?)" Kata Liana
"Jadi, apa Nona akan membeli kucing ini?" Kata Pelayan Toko
"Ya, bungkus untuk ku" Kata Liana
"Sayang, apa kau sudah menemukan kucing kesukaan mu?" Kata Ibu
"Iya Ibu, aku sudah menemukan nya sesuai dengan keinginan ku" Kata Liana
"Total nya 2 Juta ya, Pak" Kata Pelayan Toko
"Ini uangnya, terima kasih" Kata Ayah
"Ini kucingnya Nona, dan ini ada bungkusan kecil untuk mu" Kata Pelayan Toko
"Ah iya terima kasih" Kata Liana
Kami pun naik ke mobil dan pergi ke Mall untuk membeli peralatan dan makanan khusus untuk kucing, setelah itu kami pulang. Sesampainya di rumah, aku langsung membawa kucing ku ke kamar. Aku sangat senang karena bisa memelihara kucing sekarang ini.
"Yeay, aku punya kucing" Kata Liana.
"Meong meong meong" Kucing.
"Keluar lah dari kotak, aku akan menggendong mu" Kata Liana.
"Meong? Meong (apakah anak ini baik? ku harap dia baik)" kucing.
"Lembut sekali bulu mu ><. Oh ya aku hampir saja lupa. Tadi saat di toko pelayan itu memberikan ku sebuah bungkusan seperti kado. Akan ku buka ><" kata Liana.
"Meong meong meong" kucing.
"Oh?" Kata Liana.
Di dalam bungkusan kotak kado itu berisi pernak-pernik berlapis perak yang indah untuk kucing. Pernak-pernik itu terlihat seperti sebuah pernak-pernik asal kerajaan. Karena pernak-pernik itu terlihat mahal, Liana kembali membungkus nya. Sebelum membungkus nya kembali, kalung dengan liontin berbentuk kunci itu di pakai oleh Liana. Kotak kado itu kemudian ia simpan di dalam lemari agar tidak rusak.
"Meow, kemari lah" Kata Liana.
"Meong" kucing, menuju ke arah Liana.
"Biar ku lihat leher mu, owh ternyata kau sudah punya kalung? apa mungkin pemilik pertama yang memberikan kalung ini pada mu ya" Kata Liana, sambil menggendong kucing.
----------------------------------------------------------------------------------------
4 Tahun kemudian
Liana mulai beranjak dewasa, sekarang dia berumur 14 tahun. Sudah 4 tahun Liana mengurus kucingnya yang bernama "Aiden", tertulis di kalung kucingnya. Kini kucingnya tumbuh sehat dan jinak. Hingga pada suatu hari datanglah 3 ekor kucing liar di balkon belakang kamarnya Liana.
3 kucing itu berwarna putih, abu-abu, dan hitam. 3 kucing liar itu tampak mengenakan kalung yang mirip seperti kalung yang di kenakan Aiden (kucingnya). Kucing putih itu bernama "Light", Kucing abu-abu itu bernama "Grey" dan kucing hitam itu bernama "Ray".
"Oh? Pangeran?" Kata Grey.
"H-hah? k-kau b-bisa bi-bicara?!" Kata Liana, kaget.
"Yeah, tentu saja" Kata Grey.
"Hei, kau tidak boleh menakuti dia" Kata Ray.
"Apa kau bisa ubah kami menjadi manusia?" Kata Light.
"Apah?! merubah kalian menjadi manusia? hah?" Kata Liana.
~ Huwehuwehuwehuwehuwe ~
Liana merasa tidak masuk akal, terbayang-bayang
"Merubah kalian menjadi manusia?" Kata Liana, sambil memegang kepala sendiri seperti orang pusing.
"I-iya" Kata Light.
"Kau pencet saja tombol yang ada di kalungnya. Setelah itu dia bisa berubah menjadi manusia dan kalungnya akan lepas dengan sendirinya" Kata Ray, menunjuk tangan ke arah tombol yang ada di kalungnya Light.
"Uwaaa imutnya kau, tangan kecil mu menunjuk seperti itu ><" Kata Liana, menggendong Ray.
"Aaa lepaskan aku, cepat turunkan" Kata Ray, panik.
"Okeh. Jadi, aku harus memencet tombol yang ada di kalungnya?" Kata Liana.
"Iya" Kata Grey.
~ Pich ~
Seketika Light berubah menjadi manusia
~ Tuk ~
Suara kalung yang terjatuh
"Akhirnya, aku berubah menjadi manusia" Kata Light, bangga.
"O-owh ini kah wujud mu. Kenapa wujud mu seperti seumuran dengan ku (~_~;)" Kata Liana.
"A-apa kau bilang!" Kata Light, hatinya langsung remuk.
"Ku kira kau adalah cogan yang tinggi dan kelihatan dewasa. Menyesal ku merubah mu menjadi manusia (~_~;)" Kata Liana.
"A-a-apa" kata Light, terjatuh pingsan.
"Hadehhh, hei tolong kau merubah kamu berdua juga" Kata Grey.
"Baiklah (~_~;)" Kata Liana.
~ Pich ~
Seketika Grey dan Ray berubah menjadi manusia
~ Tuk ~
Suara kalung yang jatuh
"Cepat ambil kalungnya, jangan sampai hilang" Kata Grey, mengambil kalung.
"Okeh" Kata Ray, mengambil kalung.
"Wah gantengan yang Ray w(°o°)w" Kata Liana.
"Heleh" Kata Grey, iri.
"Hem? makasih" Kata Ray, bangga.
"Heh bangun!" Kata Grey.
"Eummm?" Kata Light, masih pusing.
"Eh, bukan kah itu Pangeran?" Kata Ray, masuk kamar.
"Pangeran?" Kata Liana.
"Ya, dia pangeran. Sudah lama pangeran tidak kembali ke Kerajaan. Apa kau bisa merubah pangeran menjadi manusia juga?" Kata Ray.
"Aku? apa bisa? baiklah" Kata Liana.
"Tunggu dulu 😶" Kata Liana.
"Apa lagi yang kau tunggu?" Kata Ray.
"Kalung ini agak berbeda dengan klaung yang kalian bertiga pakai, tombolnya tidak ada" Kata Liana.
"Apa kau punya kunci untuk membuka nya? bentuk nya seperti kalung berwarna emas" Kata Ray.
"Maksud mu kalung yang aku pakai ini?" Kata Liana, menunjukkan kalung.
"Ya kalung itu, kau memiliki kalung ini?" Kata Ray.
"Aku menemukan nya di dalam sebuah kotak kado, di dalamnya ada pernak-pernik berlapis perak juga" Kata Liana.
"Cepat kau masukkan kunci itu ke dalam lubang kunci yang ada di kalungnya Pangeran" Kata Ray.
~ Pich ~
Seketika Aiden berubah menjadi manusia
"Ho? kalungnya tidak lepas?" Kata Liana.
"Memang seperti itu, kalungnya dapat menyesuaikan ukuran leher Pangeran dan hanya Pangeran saja lah yang bisa melepas kalungnya sendiri dengan utuh" Kata Light.
"Terima kasih karena telah memutarkan kunci di kalung ku" Kata Aiden.
"I-iya sama-sama" Kata Liana.
"Ayo Pangeran, sekarang kita kembali ke Kerajaan" Kata Grey.
"Iya benar" Kata Ray.
"Yang Mulia Ratu khawatir pada Pangeran" Kata Light.
"Kau akan pergi? 🥺" Kata Liana, memegang tangan kiri Aiden.
"Oh... Iya, aku harus kembali" kata Aiden
"Jangan pergi, jika kau pergi siapa yang akan bermain dengan ku dan mengisi hari-hari ku 🥺😭" Kata Liana.
"Ah... soal itu aku bisa mengurus nya untuk mu. Tenang saja 😊" Kata Aiden, memegang kepala Liana menggunakan tangan kanan.
"Hiks hiks hiks 😭" Kata Liana, mengelap air mata.
"Jangan menangis Cantik Ku" kata Aiden, memeluk Liana.
"😭😭😭" Kata Liana, menangis di pelukan Aiden.
"Aku harus pergi, aku tidak bisa terus tinggal di bumi" Kata Aiden, masih memeluk Liana.
"T-tapi... 🥺" Kata Liana, berada di pelukan Aiden.
"Aku akan mengirimkan seekor kucing betina berwarna putih dengan mata berwarna biru untuk mu, gimana?" Kata Aiden, masih memeluk Liana.
"Kau serius? 🥺" Kata Liana, berada di pelukan Aiden.
"Yah tentu saja" Kata Aiden, masih memeluk dan tersenyum hangat.
"B-baiklah kalau begitu 🤧" Kata Liana.
"Sekarang kau tidak boleh menangis lagi, aku akan sedih jika kau terus menangis" Kata Aiden, mengelap air mata Liana.
"Iya 🥺" Kata Liana.
"Baiklah Cantik Ku, aku akan pergi sekarang. Jaga dirimu baik-baik ya" Kata Aiden, memegang wajah Liana lalu mencium dahinya.
"😳😶" Kata Liana.
Setelah itu Liana membalas ciuman Aiden dengan cara mencium pipinya Aiden dan memeluknya untuk terakhir kalinya sebelum Aiden pergi.
"Terima kasih karena telah merawat dan menjaga ku selama ini, aku sangat berterima kasih dan bersyukur pada mu Liana" Kata Aiden.
"Aku juga berterima kasih karena kau telah menjadi teman ku dan mengisi hari-hari ku selama ini, Aiden" Kata Liana.
Aiden perlahan-lahan mulai menghilang seperti cahaya, sambil tersenyum kepada Liana.
~ Terima Kasih ~
Jangan lupa untuk berikan like untuk cerita ini. Agak sedih juga sama ceritanya uwuwuwu. Jadi terbayang-bayang andai punya kucing jantan bisa berubah jadi cowok hihihi ><
Follow Instagram :
love.ly302021 (Geulis Intan Permata Putri)
ai_rie.civofficial (Xi Ai Rie)
Sekian terima gaji, jangan lupa siapkan tisu dan cowok kalian sebelum membaca 🤓