Katanya kita tidak boleh menahan air mata. Tetapi... aku sudah sering melakukan nya, apakah ini sehat untuk ku?
.
.
.
Suara keras terdengar di salah satu ruangan. Huft... mereka mulai lagi. Seluruh badan adik ku bergetar, tak sesekali ia memeluk ku dengan lugu. Aku memegang pundak nya, dengan senyuman aku menyuruh adik ku untuk memenjamkan mata dan menutup telinga nya.
Mengantarkan hero kecil ini di kamar, dan menina bobokan dia. Dengan helaan nafas aku menuju ruangan yang penuh teriakan itu. Jujur... seluruh badan ku bergetar.
Tok tok tok
" Bu, yah... kakak lapar "
Ucap ku sambil tersenyum kaku. Mereka menghentikan aktifitas mereka dan datang kepadaku. Dengan senyum hangat, ayah ku berkata.
" Akan ayah belikan di depan warung, kakak mau apa? "
Lagi- lagi... senyum palsu.
" Seperti biasa ayam goreng! Adek jangan lupa dibelikan ya "
Ucap ku sambil tertawa. Tentu saja... tawaan ini aku buat- buat. Ayah ku hanya tersenyum dan membelikan makanan untuk ku.
Ibu juga... dia hanya diam tetapi aku tau jika beliau sedang menahan air mata nya. Mereka tidak berbuat lebih kan? Ku harap teriakan kemarahan saja yang ada disini, kumohon jangan lebih dari itu.
Ia hanya mengusap- usap kepala ku dan berbicara melantur agar gadis kecil ini tersenyum. Dasar, hahaha... aku hanya tertawa dan tersenyum merespon ucapan ibu. Setelah nya aku pergi supaya beliau bisa beristirahat dan lebih tenang. Setidak nya, cara ini aku lakukan agar kemarahan kalian tidak terjadi berlama- lama.
Namun... setiap malam kalian selalu bertengkar. Kalian berpikir aku belum tidur, ku mohon berhentilah! Aku juga capek menahan air mata ku, bahkan aku harus memberikan senyuman palsu ke kalian, teman- teman ku, bahkan adik ku sendiri.
Aku tau kalian tidak berpisah agar hati kecil adik dan diriku tidak terluka, tetapi... bukan ini caranya. Kita bisa menghabiskan waktu bersama, tertawa bersama, dan lama kelamaan hal yang membuat kalian kesal bisa hilang seiring nya waktu. Apakah cukup sulit permintaan kecil ku? Kumohon tertawalah bersama kami... kumohon.
Yah kurasa... I guess I'm used to this pain:)
Aku bisa memberikan berbagai senyuman untuk kalian... senyum tulus, ceria, sedih, dan palsu... tenang saja aku punya banyak topeng untuk itu. Hahaha...
I don't care how my heart is anymore.
.
.
.
Sampai sini aja ceritanya, dan bye bye✋🏻