Di sebuah kamar dengan desain interior minimalis duduk wanita berparas cantik yang menulis sebuah surat. Kalian mungkin bertanya surat apa yang di tulis Diana, ya nama wanita cantik itu Diana dia menulis surat cinta untuk seorang pria tambatan hatinya namanya Gilang.
Setelah selesai menulis surat dia memasukan surat itu ke dalam Amplop, tidak lupa ia menulis waktu pembuatan suratnya. Tapi surat yang ia tulis tidak ia kirim ke kantor pos, melainkan di masukkan ke dalam kotak yang ternyata penuh surat cinta untuk Gilang.
Ternyata cinta Diana pada Gilang adalah cinta terpendam, bagaimana tidak terpendam Gilang sang pria tambatan hati adalah sahabat Diana sedari kecil.Diana tidak ingin persahabatan nya dengan Gilang hancur, hanya karena keegoisan nya.
Selain itu, dia pernah melihat Gilang berbicara dengan Aryo sahabat Gilang dan Diana sedari kecil. "Gue suka sama cewek yo,tapi gue gak bisa nembak dia anjir gue takut" Ucap Gilang yang sedikit gugup "Sans ae kali ada gue Aryo gue bakal bantu lu" ujar Aryo
Hati Diana hancur sehancur-hancurnya, mendengar pria yang ia cintai juga memiliki tambatan hati.Diana pergi meninggalkan Gilang dan Aryo yang masih berbincang, tanpa mencari tau siapa yang di cintai Gilang.
Seminggu berlalu,setelah kejadian itu Diana jarang bertemu Gilang dan juga Aryo kedua sahabatnya. Diana masih bertanya-tanya " kira-kira siapa wanita yang beruntung mendapatkan hati Gilang yah" Gumam Diana saat di lorong sekolah.
Dia merasa aneh, tidak biasanya lorong sekolahnya sepi seperti ini. "Tumben sepi pada kemana sih". Tanpa ragu Diana masuk ke kelasnya yang lumayan gelap, dia sebenarnya agak takut tapi ia memberanikan dirinya untuk masuk.
Ternyata di dalam kelas itu, ada seorang pria tampan sang tambatan hatinya. Yup,siapa lagi kalau bukan Gilang. Gilang membawa 1 buklet bunga mawar dan menyatakan cintanya. Saat Gilang menyatakan cinta lalu lampu menyala dan berkumpul para murid sambil mengatakan "TERIMA TERIMA TERIMA"
Diana senang bukan kepalang, ternyata cinta terpendam nya terbalaskan. Semua Siswa dan Siswi mengucap kan selamat, kepada mereka berdua.
TAMAT.
pelajaran nya:
jangan pernah menyerah sebelum mencoba