Zella, itu namaku. Entah itu siapa yang menamaiku, orang tuaku meninggal sejak aku umur 5 tahun karna kecelakaan tragis. Mobil terbakar dan suara rintihan orang tuaku meminta tolong kepada sosok orang berjas hitam yang didekat kejadian itu membuatku trauma dengan kejadian itu, aku mengurung diriku sendiri di ruang pengap ini. aku hampir tidak keluar dari kamar pengap ini, aku tidak pernah merasakan teriknya matahari, aku tidak pernah merasakan hembusan angin di luar, dan aku tidak pernah merasakan suasana musim gugur.
Aku terlalu takut untuk melangkah keluar. Aku hidup di rumah besar dan mewah sendiri, sebenarnya bukan sendiri, ada penjaga dan pembantu dirumahku, sekarang aku hanya bisa mengandalkan pamanku untuk mengurus perusahaan ayahku, aku berhutang banyak dengannya, berkat dia, perusahaan ayahku yang diberikan kepadaku itu jadi terkendali lagi, sebenarnya aku ingin menyelidiki kasus orang tuaku, dendam dan marah selalu menyelimutiku, tapi aku tidak bisa melangkah keluar, pagi ini paman mengunjungi ku dan memberikan sarapanku, dan aku berpikir untuk meminta bantuan pamanku untuk menyelidiki kasus orang tuaku.Tapi pamanku menolak nya dan katanya itu masalalu dan tidak perlu diungkit kembali.
Aku terkejut kenapa dia bicara seperti itu dan marah kepadaku, aku hanya meminta tolong untuk orang tuaku, aku merasa sedikit curiga dengannya, pamanku keluar kamarku dengan terburu buru dan menutup pintu kamarku, aku mendengar pamanku bicara dengan pengawal diluar, aku mendengar pamanku meminta pengawal agar aku tidak keluar dari kamarku, dan mengacam pengawal untuk membunuhnya kalau saja aku keluar kamar.
Dan ternyata aku tidak bisa mempercayai seorangpun disini, aku semakin curiga, ada apa di luar sana. Apa aku harus melangkah keluar pintu ini?. Aku benar-benar bingung. Keesokannya aku memakai baju rapi untuk kekantor, aku harus melawan traumaku, aku akan membunuh orang-orang yang membunuh orangtuaku. aku membuka pintu dan pengawal mencegahku, aku tidak boleh keluar tanpa seijin pamanku, lalu pamanku datang menanyakan apa yang terjadi, aku mengatakan bahwa aku akan mengurus dan mengambil alih perusahaan ku.
Pamanku mensetujuinya tapi aku harus melakukan masa uji coba bekerja di perusahaanku. Kalo tidak memenuhi syarat aku akan benar - benar dikurung di kamar pengap itu, aku berangkat ke perusahaan ku dan banyak sekali mobil dan orang berjas hitam, aku mengeluarkan banyak keringat, aku menggigil dan detak jantung ku terasa sangat cepat, aku segera mengambil pil dari tasku dan meminum sebanyak banyaknya agar aku tenang kembali. aku menyelesaikan uji cobaku bekerja di perusahaan ini selama dua hari dan hasilnya berantakan, seperti disengaja oleh karyawan disini, seperti aku dibuat kesusahan.
Aku menyadarinya dan aku punya ide, aku lumayan pintar aku ber IQ tinggi, jadi aku pasti bisa menyelesaikan masalah ini, 5 hari berlalu dan aku menyelesaikan uji coba pekerjaan ini, pamanku malah berkata katanya dia mengkhawatirkan aku dengan traumaku ini, aku nyangkalnya dan aku berbohong bahwa aku sudah sembuh dengan traumaku ini, pamanku mensetujui aku mengambil alih perusahaan ini dengan wajah resah, aku penasaran, apa yang dia resahkan, apa yang dia pikirkan?.
Hari pertama aku menuju perusahaan untuk peresmian pengelola perusahaan, tiba tiba rem mobil yang ku kendarai tidak berfungsi dan ban belakang meledak,aku menabrak pohon besar, aku terluka parah tapi aku masih sadar, aku bertiak meminta tolong. Ada laki laki yang menyeretku keluar dari mobil dan menjauh mobil. tidak lama kemudian mobil itu meledak dan aku terkejut tidak sadarkan diri.Aku membuka mataku dan aku terbaring dirumah sakit, aku baru teringat hari ini peresmianku, aku harus pergi tapi aku tidak berdaya, tubuhku tidak bisa Bergerak, ada seseorang di depan jendela itu, ternyata dia laki -laki yang menyelamatkanku, aku disuruh berbaring dan mengatakan bahwa kecelakanku ini di sengaja, dia menemukan bukti bahwa rem sengaja di putuskan dan ban sengaja diganti agar mudah meletus. Aku terkejut tapi aku tidak mengenal pria itu, aku tidak percaya siapapun, aku menyuruh pergi pria itu, dan dia tidak pergi, aku mulai akrab dengan pria itu, aku menanyakan namanya.
Namanya Abian dia seorang pemilik cafe di dekat rumahku, dia sudah lama memperhatikan rumahku, katanya ada yang aneh dengan sikap pamanku, aku mensetujui perkataannya.
Aku mulai membaik dan aku diperbolehkan untuk meninggalkan rumah sakit, abian mengantarkanku ke perusahaan dan menemui pamanku, pamanku sedikit terkejut melihatku, aku penyapanya dan dia masih diam terpaku mungkin dia sedang bingung, kenapa aku masih hidup. aku segera menuju ruang rapat dan mengumpulkan pegawai disini, aku segera membuat peresmian ku sendiri dan pamanku berlari menghampiriku, dia sedikit menyangkal hal ini dan berusaha mencegahku, tapi aku tetap meresmikan ini, akhirnya aku resmi di perusahaanku sendiri.
semenjak aku di perusahaanku ada banyak sekali musuh, hampir setiap malah ada yang berusaha membunuhku, setiap keluar rumah ada yang mengintaiku, aku bicara dengan abian tentang hal ini, katanya abian akan menemui pamanku dan membunuh pamanku segera, aku mencegahnya, kalau abian berurusan dengan pamanku, dia akan membahayakan nyawanya.
Tiga hari berlalu aku tidak nampak abian, lalu aku lihat abian di cafe nya, abian sedikit tidak suka dengan kehadiranku dan memintanya untuk tidak menemuinya, dia juga mengatakan, abian lah yang berusaha membunuhnya, dia adalah pesuruh pamanku, aku sangat kecewa dengannya, aku menampar abian dan tidak akan pernah mempercayai siapapun.
Malam ini aku merasa curiga ada seseorang di bawah ranjangku, aku berpura - pura tidur dan benar sekali, ada seorang dengan pisau tajamnya untuk menusuk dadaku, aku segera melawan nya dan membuka topeng pria itu, tapii ini bukan abian, dia bilang dia yang berusaha membunuhku tapi kenapa ini bukan dia, aku segera mengambil tongkat dan memukul pria itu, lalu abian berlari kearahku dan menyelamatkanku dari pria itu, aneh sekali kenapa dia menyelamatkanku, abian langsung lari dan membawa pria itu keluar lewat jendela tanpa sepatah katapun. Aneh sekali apa yang terjadi disini, aku yakin pamanku lah dalang dibalik semua ini, aku menuju kerumah pamanku dan tidak ada seorang pun disini, pintunya terbuka dan aku masuk menuju kamarnya siapa tau dia disana, aku menemukan berkas di mejanya kupikir berkas itu akan diberikan kepadaku nanti di perusahaan, aku membukanya dan ternyata itu dokumen bukti orang tuaku mati secara tragis, aku terkejut, kenapa pamanku mempunyai berkas ini, ada sesuatu di balik tirai kamar pamanku, aku membukanya dan itu adalah rencana pamanku untuk membunuh keluargaku dan aku, ternyata pamanku lah yang membunuh orang tuaku, kupikir dia hanya menginginkanku mati, tapi ternyata dia sudah membunuh orangtuaku dan akulah target selanjutnya, aku segera menutup tirainya dan keluar rumah itu, di depan aku bertemu pamanku, dan pamanku mencurigaiku, aku segera mengatakan bahwa aku mencarinya untuk belajar bisnis dengannya.
3 bulan berlalu aku mengembangkan bisnisku dan berjuang untuk hidup karna entah mengapa, ini semakin berontak sekali denganku, semakin kuat musuhku ingin membunuhku, aku segera memecahkan masalah ini dengan bantuan detektif, dia mulai menemukan akar-akar dari masalah ini, benar saja musuh-musuhku itu adalah tangan dari paman ku, aku mulai marah dan ingin membunuh pamanku dengan tanganku sendiri, malam - malam sekali aku menuju rumahnya dan perlahan masuk kamarnya, aku dan pisauku yang tajam siap menusuknya, tapi pamanku menangkis tanganku dan mengambil pisau ku, dia berkata bahwa tidak semudah itu membunuh dia, dia menusuk perutku dan memukulku, tiba tiba aku tidak bisa menghindari pamanku, dan tiba -tiba traumaku kambuh, aku tidak tau apa yang harus aku lakukan, apa ini akhir ceritanya?, pikirku, tapi aku tidak bisa membiarkan ceritaku berakhir dengan tragis ditangan pamanku, aku menelpon abian dan belum sempat menyambyng dengan telfon abian, pamanku membuang ponselku dan menginjak tanganku.
Aku kesakitan sekali, aku hampir mati sekarang, tiba-tiba abian muncul dengan polisi dan segera menyelamatkanku, aku tidak sadarkan diri, tiba -tiba aku terbangun, dan abian didekatku sambil memegang tanganku, dia terkejut ketika aku sadar. Abian terlihat sangat khawatir, aku bertanya sudah berapa jam aku disini, dan abian menjawab 2 bulan aku dirumah sakit, aku terkejut dan khawatir.aku menanyakan bagaimana pamanku dan perusahaanku, abian menjawab bahwa pamanku dipenjara karna kasus pembunuhan ataupun percobaan pembunuhan dan detektif yang kamu suruh menemukan bukti bahwa pamanmu juga akan mengambil alih gedung perusahaan darimu, jadi mungkin dia akan dihukum dipenjara, dan perusahaan sedang dijalankan oleh para karyawan perusahaanmu. Aku lega mendegarnya, tapi ngomong-ngomong kenapa abian dulu mengatakan bahwa dia yang mencoba membunuhku?, aku menanyakan itu ke abian dan abian mengaku bahwa dulu dia diancam akan mencelakaiku kalau aku tidak menjauh darinya, dan abian pun menghalal kan segala cara supaya aku tidak apa-apa. Aku terkejut kenapa abian begitu peduli denganku, dan abian memegang tanganku dan berkata maukah kamu mempercayaiku lagi?, aku setuju dengan perkataanya dan beberapa bulan kemudian kami menjalin hubungan dan menjalankan perusahaan bersama.
Ternyata ketika aku putus asa, semesta bekerja keras untuk menulis narasi indah untukku, ketika dunia tidak adil, ada seseorang yang memegang tanganku dan menenangkanku. Ketika aku berlari kupikir tidak ada tempat untuk berhenti, tapi semenjak Abian datang, abian menjadi rumah tempatku pulang.