𝘑𝘢𝘮 𝘪𝘴𝘵𝘪𝘳𝘢𝘩𝘢𝘵...
"Heh, kenapa kamu lama sekali?! Apakah jarak dari kelas ke kantin sejauh itu?!"
"Ah, maafkan aku tapi tadi kantin ramai sekali" Jelas Rin lirih.
Shiki menumpahkan minuman yang dibeli Rin dengan sengaja dan mengenai tubuh Rin.
"Wahh, maaf yaa. Aku tidak sengaja menumpahkan minuman kepada mu..." Ucap Shiki sambil tertawa kecil begitupun teman yang menyaksikan hal tersebut.
Rin hanya diam tidak berani untuk berbicara atau melawan. Dia bergegas pergi ke toilet. Di sepanjang koridor ia menahan tangisannya.
Gedebukkk...
"Maa.. Maafkan aku. Aku tidak sengaja" Ucap Rin parau dan bergegas pergi.
Pemuda itu hanya terdiam dan berusaha berdiri sambil memperhatikan langkah Rin.
𝘚𝘦𝘱𝘶𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘬𝘰𝘭𝘢𝘩....
"Heh, kamu jangan lupa buat bersihin seluruh kelas ini! Jangan sampai masih ada debu yang nempel!!"
Selalu seperti ini. Setiap hari seperti ini. Bahkan satu guru pun tak ada yang mau membela Rin. Entah apa kesalahan Rin, apa hanya karena dia tak secantik yang lain? Atau kenapa?. Pertanyaan itu selalu berputar di kepala Rin.
Sekolah mulai sepi, Rin membersihkan setiap sudut ruang kelas mereka.
Dari arah luar pintu kelas Rin.
"Ah, gadis itu..." Ucap seorang pemuda dalam hati yang tak sengaja melewati kelas Rin.
𝘋𝘪𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘱𝘶𝘭𝘢𝘯𝘨....
Langkah Rin gontai. Ia berhenti di sebuah warnet. Ia mengambil salah satu tempat dan meluncurkan jari-jarinya pada keyboard. Ia mencoba beberapa kode baru yang dia pikirkan. Ia menciptakan dunianya sendiri dalam sistem yang dia buat.
Tiba-tiba lampu padam, namun tak berselang lama lampu kembali menyala. Rin memutuskan untuk segera pulang.
𝘒𝘦𝘦𝘴𝘰𝘬𝘢𝘯 𝘩𝘢𝘳𝘪𝘯𝘺𝘢....
Rin terbangun dari tidurnya. Ia perlahan membuka kedua kelopak matanya. Alangkah terkejutnya ia, bahwa ia tidak sedang berada di kamarnya melainkan entah dimana ia sendiripun tak tahu. Bahkan pakaian yang ia kenakan sangat aneh.
Rin memegang benda yang berada di pinggulnya. “Hah, apa ini? Pistol? Bagaimana bisa aku membawa sebuah pistol dan tempat apa sebenarnya ini”
“Hei gadis kecil! Kenapa kamu hanya berdiam diri saja disini? Ayo berdirilah” Ucap seorang pemuda sembari mengulurkan tangannya.
Rin meraih tangan pemuda tersebut yang menurutnya wajahnya tidak begitu asing baginya. “Terima kasih...” Ucapnya.
Pemuda itu hanya tersenyum kearah Rin.
Rin mengikuti langkah pemuda tersebut, dengan tidak pahamnya situasi yang sedang dia alami sekarang. Rin akhirnya memberanikan diri untuk bertanya pada pemuda tersebut.
“Anoo,..”
“Hemm?” pemuda itu membalikan badannya dan menatap wajah Rin.
“Se.. sebenarnya in.. ini dimanaa?” Tanya Rin dengan terbata.
“Kita sedang berada di dunia 𝘊𝘳𝘶𝘴𝘩, kita harus menyelesaikan misi yang kita dapat untuk keluar dari tempat ini. Apa misi yang kau dapat?” Ucap pemuda itu.
“Misi?!”
“Iyaa, itu yang ada di jam tangan mu. Lihatlah, karena hanya kamu yang bisa melihat misi mu” Jelas pemuda itu.
Rin membaca misi yang dia dapat.
“Kalahkan semua orang yang berbuat buruk padamu. Haa, ini maksudnya gimana?”
“Berarti kamu harus membunuh mereka yang pernah berbuat buruk padamu gadis kecil”
“Bagaimana aku bisa membunuh? Aku tidak bisa” Ucap Rin menundukkan kepalanya.
Pemuda itu melihat Rin gemas dan berusaha meyakinkannya. “Tenang saja, kamu pasti bisa membunuh mereka. Lihatlah pistol yang kamu punya, beranikan lah dirimu! Aku akan ada bersama mu. Karena misi ku adalah untuk membantu mu”
Keberanian dalam diri Rin mulai terbentuk dan terus meningkat setiap kali ia dan pemuda itu berhasil membunuh lawan mereka. Mereka selalu bersama, dan selalu melindungi satu sama lainnya. Hingga tersisa satu lawan mereka yaitu Shiki.
“Hee, kamu berani melawanku?! Kamu tidak akan bisa mengalahkan ku! Huahaha” Ucap Shiki sembari menyombongkan dirinya.
Mereka bertiga bertarung, serangan Shiki membuat Rin dan pemuda itu kewalahan. Mereka berusaha menyusun rencana.
“Hei, gadis kecil! Bagaimana kalau kita menyerangnya secara bersama-sama?” Kata pemuda itu.
“Em” Jawab Rin singkat sembari menganggukkan kepalanya.
Serangan mereka dapat di hindari oleh Shiki. Rin berusaha mencari celah untuk dapat menembak Shiki dengan tepat.
“Ha, terlihat!” Ucap Rin sembari melihat ke arah pemuda itu. Pemuda itu hanya mengangguk seperti mengetahui apa yang di maksud oleh Rin.
Doorrr.... Swoshh....
Secara bersamaan Rin menembakan pistolnya dan pemuda itu menghunuskan pedangnya. Dan tepat mengenai jantung Shiki. Darah Shiki mulai bercucuran, pandangannya mulai buram. Perlahan ia jatuh ke lantai.
Nafas Rin dan pemuda itu terengah-engah, mereka mencoba menarik nafas panjang. Mata meraka saling bertaut, senyum mulai mengembang pada wajah mereka. Mereka menyandarkan diri mereka pada dinding.
“Ohh, iyaa. Sejak bertemu dengan mu kita belum berkenalan. Aku Rin, nama kamu siapa?” Tanya Rin.
“Gadis kecil. Kamu bisa memanggilku Ryu. Apa kamu tidak mengingatku?” Tanya Ryu.
Rin hanya terdiam kebingungan dan memiringkan sedikit kepalanya.
“Haha, kamu ini kenapa manis sekali sihh! Aku satu sekolah dengan mu, kamu menabrak ku di koridor waktu itu”
“Ha, maafkan aku. Aku tak mengingat mu dan maaf sudah menabrak mu waktu itu” Ucap Rin.
Misi Rin telah berakhir, ia mengalahkan rasa takutnya terhadap orang-orang yang sudah berbuat buruk padanya. Beberapa hari kemudian hubungan Rin dan Ryu pun semakin dekat. Tibalah waktu terakhir mereka di tempat itu.
Ryu memeluk erat tubuh Rin. Rin pun berusaha membalas pelukan tersebut.
DOORRRR......
“Uhukk”
“Maafkan aku....”
“Ke.. Kenapa? Ka.. Kamuu...”
“Maafkan aku Rin,... Tapi sebenarnya aku memiliki 2 misi. Yang pertama memang misi ku untuk membantumu, tapi misi kedua ku adalah untuk membunuhmu saat misi mu telah usai. Sekali lagi maafkan aku Rin. Maaf, aku menyayangimu” Jelas Ryu sembari mencium kening Rin.
Pandangan Rin perlahan memudar, detak jantungnya mulai melemah. Ryu memeluk erat tubuh Rin.
_____________________________
𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓯𝓸𝓻 𝔂𝓸𝓾𝓻 𝓼𝓾𝓹𝓹𝓸𝓻𝓽 ❤
___________________