Burung berkicauan menyambut datangnya siang hari yang sangat panas, musim panas telah tiba. Seluruh siswa dan siswi di negara Jepang tengah menunggu datangnya liburan musim panas.
Ah. Arthur melihat gadis itu lagi, gadis yang setiap hari selalu memperhatikan temannya yang asik bermain sepak bola bersama dirinya. Gadis yang berstatus kekasih temannya dan gadis yang juga ia sukai. Ella nama gadis itu.
Walau Arthur menyukai Ella sejak pertama kali memasuki SMA, tetapi tetap saja. Temannya lebih dulu mendapatkan hati Ella. Arthur hanya bisa mengalah.
Ia tak ingin persahabatan yang terjalin selama tiga tahun itu hancur hanya karena wanita.
"kau tau gadis ini ar? Katanya murid baru kelas sebelah loh. Badannya cakep kayaknya, sasaran baru ar." Ucap teman Arthur dengan mimik wajah yang tidak bisa diartikan.
"Khai, kau sudah mempunyai Ella. Kenapa kau berpaling pada gadis lain? Kau akan mendapat karma jika terus seperti itu." Khai, itu nama teman Arthur.
"Ck. Kau selalu seperti itu ar, pantas saja kau tidak mempunyai pasangan dari dulu. Selalu berada di titik yang sama dan bermalas-malasan." Ucap Khai.
"Pacaran itu membuang waktumu Khai. Aku tidak ingin membuang masa mudaku untuk hal yang tidak penting seperti itu." Walau dalam hatinya sedikit terbesit keraguan, ia tetap mengatakan hal itu.
Bohong jika ia berkata bahwa ia tak pernah merasakan cinta, ia merasakan cinta sudah dari dulu waktu masa SD, tetapi dia memilih untuk diam saja.
Ia tak pernah berjuang, ia tak pernah melakukan sesuatu untuk dirinya sendiri apalagi untuk orang lain. Itu yang membuat kehidupan Arthur terlihat membosankan.Katakanlah ia egois karena itu memang faktanya.
"Tidak ada yang seru dalam hidupmu ar, cobalah untuk melakukan perubahan pada hidupmu. Kau terlihat tampan tapi sifatmu sangat membosankan." Arthur yang meminum minumannya sedikit tersedak mendengar perkataan Khai.
"Hih. Apa kau perlu periksa ke dokter? Kau berkata bahwa aku tampan? Menjijikan!" Ucap Arthur bergidik ngeri.
"Enak saja! Aku masih normal! Aku bahkan masih menyukai lubang dari pada sosis!" Ucap Khai blak-blakan.
'Kringg'
Bel berbunyi membuat warga sekolah berhamburan dengan cepat menuju kelasnya, istirahat telah usai.
Kelas Khai dan Arthur berbeda. Mereka berpisah di tengah koridor sekolah.
ー
Hari berikutnya tidak ada yang berbeda. Semua siswa dan siswi membicarakan rencana liburan musim panas mereka nanti. Ada yang bersantai di pantai bersama circle nya, ada yang mengunjungi rumah neneknya, ada yang memilih untuk bersantai di rumah, ada yang memilih untuk mengunjungi makam buyutnya dan lainnya.
Ella, gadis itu memperhatikan Khai lagi. Setiap hari Mereka berdua seperti selalu diawasi Ella saat ingin melakukan sesuatu di lapangan yang tepat pada samping kelas yang sialnya juga kelas Arthur.
Biar ku jelaskan. Arthur dan Ella sekelas, sedangkan Khai berada di kelas yang berbeda dengan Ella.
"Kak Khai..... Aku membawakan dirimu minuman, maaf untuk kak Arthur, aku hanya membawa dua dan yang satunya untukku." Ucap salah satu siswi yang notabennya adik kelas mereka.
"Terima kasih Na-chan~" Balas Khai sembari menerima air tersebut dan memberi ciuman angin untuk adik kelasnya itu. Pipi nya memerah dan dengan segera ia berlari menjauhi Khai dan Arthur.
Sela beberapa menit.
"Ini tidak adil." Ucap Khai sembari meminum minumannya.
"Seharusnya aku yang berkata demikian, kenapa malah dirimu yang mengatakannya?" Balas Arthur sedikit kesal.
"Pffttt.... Kau tau saja jika tadi aku menyindir mu! Pasti di dalam hatimu kau berkata seperti itu kan?! Ngaku!!!" Kekeh Khai.
"Omong kosong. Aku takkan menghabiskan waktuku hanya untuk memikirkan hal yang tidak penting seperti itu." Ucap Arthur tetap tenang.
"Haha-"
Disisi lain. Ella melihat drama yang sedang terjadi antara Khai dan Arthur setiap harinya.
Sebenarnya ia tak ingin menjadi kekasih seorang Khai yang populer itu, ia menjadi kekasih Khai hanya karena orang tua mereka berdua yang memaksa. Hanya mereka berdua yang tau rahasia ini.
Ella juga mempunyai perasaan pada seseorang, perasaan itu muncul ketika upacara penerimaan siswa baru hingga sekarang saat ia akan lulus sekolah.
Arthur. Ella menyukai Arthur, tapi dia bisa apa? Bahkan ia tak pernah mengobrol satu kata pun dengan Arthur. Ia menyukai Arthur karena Arthur adalah teman masa kecilnya.
Mereka berpisah karena orang tua Ella yang tidak suka dengan keluarga Arthur. Ella hanya bisa diam saat ini hingga lulus nanti. Apakah Arthur mengingat dirinya? Tentu saja tidak.
Lagipula, perasaan ini juga perlahan akan hilang mengingat saat ia lulus dan menikah nanti pasti pekerjaan rumah tangga membutuhkan perhatian lebih.
Khai tak pernah serius, Ella paham akan hal itu. Ia juga takkan menganggap perjodohan ini serius.
Detik berganti menit, menit berganti jam, jam berganti hari, hari berganti bulan dan kini musim gugur telah tiba.
Semua sisa kenangan musim panas dan dingin telah dilahap habis oleh musim semi. Konflik baru perlahan akan terjadi tetapi jangan lupa bahwa Tuhan memberi semua cobaan itu karena dirimu mampu.
Hari kelulusan telah tiba. Berpisah dengan teman-teman dan menempuh masa depan yang cerah.
Tangisan para siswi membuat suasana itu terlihat khas, disisi lain mereka bahagia karena lulus dengan nilai yang menurut mereka terbaik dan di satu sisi mereka sedih karena harus berpisah dengan teman-teman nya.
Kini mereka tak perlu bangun pagi, kini mereka hanya bisa bertemu saat ada waktu luang saja.
Pernak-pernik bunga merah yang menempel pada dada siswa dan siswi yang menjadi sebuah ciri khas pada hari kelulusan SMA di Jepang menjadi saksi bisu saat melihat seorang remaja berparas cantik dan tampan menyanyikan lagu perpisahan.
Setelah upacara kelulusan, kini saatnya saling berpelukan dan mengucapkan selamat tinggal untuk masa SMA mereka.
Kini, Arthur telah mendapatkan seorang kekasih. Tidak ada yang menduga bahwa adik kelasnya yang waktu itu memberi Khai minuman akan menjadi kekasih seorang Arthur yang membosankan. Nara, nama gadis itu Nara.
Walau mereka akan berbeda tempat nantinya, tetapi saat di pelaminan nanti tentu tempat yang sama akan mereka tempati.
Khai sudah mulai serius dengan hubungannya dengan Ella. Semua itu karena kejadian waktu musim panas lalu.
Khai memilih untuk langsung bekerja melanjutkan perusahaan ayahnya dan Arthur memilih untuk lanjut berkuliah jurusan hukum.
Kau ingin tau apa yang terjadi pada musim panas lalu? Maaf, aku tak akan memberitahu kalian. Kalian bisa membayangkan sendiri apa yang terjadi.
Ini hanya cerpen.