Perkenalkan namaku Anggara Adi Pratama, Aku seorang Siswa SMA yang sering berkelahi hanya untuk Bersenang Senang, Aku mempunyai Wajah yang lumayan tampan menurutku,tubuhku lumayan berisi, Dan tentu saja aku memiliki kekuatan yang sangat hebat.
Aku adalah anak dari pasangan suami istri yang bernama Jaka Yudha Kusuma dan Bunga Lestari.
Ayahku bekerja di sebuah perusahaan yang lumayan terkenal di kotaku, Oh ya aku tinggal di Kota bernama Kota Damai yang terletak di Jakarta Timur.
Ibuku bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga, ibuku memiliki Hobi Memasak dan masakan ibuku sangatlah enak.
Hari ini adalah Hari pertamaku Sekolah di SMA, aku bersekolah di SMA yang terkenal berisi dengan banyak Berandalan yang membuat reputasi sekolah menjadi buruk.
Seperti biasanya aku bangun, Mandi, Makan dan berangkat ke sekolah, karena ini hari pertamaku aku SMA aku tidak mau terlambat, jadi aku berangkat lebih pagi dari biasanya.
Sesampainya di sekolah aku melihat banyak orang yang berkelahi, jadi aku menanyakan ada apa ini kepada orang di sebelahku.
"Hei, Kenapa mereka berkelahi?" Tanyaku pada orang di sebelahku
"Ohh, mereka sedang memperebutkan Peringkat terkuat di sekolah, Kalau kau mau kau bisa ikut" Jawab orang itu
"Sepertinya menarik, baiklah aku ikut" Jawabku sambil berlari ke arah orang yang berkelahi tersebut.
Setelah aku berada di depan mereka, aku langsung memukul mereka semua menggunakan tanganku, kemudian aku menendang salah satu dari mereka yang membuatnya terbang dan menabrak orang lainnya.
"Apakah hanya segini kekuatan kalian??" Ucapku dengan sombong kepada mereka
Setelah mengucapkan itu mereka langsung menyerangku dengan bersamaan.
Beberapa menit kemudian aku mengalahkan mereka semua dan kini aku dinobatkan sebagai penguasa angkatan pertama.
Beberapa hari kemudian di adakan perebutan peringkat antar angkatan, dan yah aku mengikutinya dan menang lagi, Dan Kini aku di nobatkan sebagai penguasa sekolah.
Setelah sekitar sebulan aku sekolah, aku mendapatkan kabar buruk, dimana Orang Tuaku di bunuh oleh seseorang tanpa alasan yang jelas, dan mulai hari itu aku mulai bertekad mencari siapa pembunuh orang tuaku dan berniat membalas dendam padanya.
Keesokan harinya setelah mendapatkan kabar tersebut, aku mulai mencari info di berbagai tempat, dan akhirnya aku menemukan siapa pembunuh orang tuaku, ya dia adalah Bos di perusahaan tempat ayah ku bekerja.
Setelah mengetahui info tersebut aku mulai mencari beberapa informasi tentang kekuatan Bos ayahku itu dan siapa sangka ternyata Bos ayahku itu adalah seorang yang sangat terkenal di dunia bawah yang berada di kotaku.
Mengetahui informasi tersebut aku mulai merencanakan dengan matang, rencanaku akan di mulai dengan berlatih semua seni bela diri dan mengikuti turnamen yang diadakan di Dunia Bawah dan kemudian memenangkannya untuk bisa memasuki organisasi terkuat di Seluruh Indonesia.
Dengan tekad tersebut aku mulai berlatih seni bela diri.
Seni bela diri yang pertama kali ku latih adalah Tinju, Aku memulainya dengan membentuk otot otot yang berada di tubuhku, kemudian mempelajari cara meninju dan kemudian berlatih selama beberapa bulan hingga aku menguasai Tinju dengan sempurna.
Setelah sekitar 6 bulan aku berhasil menguasai Tinju, kemudian aku melanjutkan pelatihanku dengan mempelajari seni bela diri Taekwondo, Taekwondo sendiri berasal dari korea, seni bela diri ini mengajarkan cara menendang dan memukul dengan tingkat penghancur yang tinggi, aku menguasai taekwondo dengan waktu sekitar 5 Bulan.
Seni Bela diri ketiga adalah Karate, karate sendiri adalah bela diri yang berasal dari Jepang, aku menguasai seni bela diri ini selama 6 Bulan.
Seni bela diri selanjutnya adalah Kungfu, Kungfu adalah seni bela diri yang berasal dari Tiongkok Kuno, Aku menguasai Kungfu selama kurang lebih membutuhkan waktu 8 Bulan.
Dan kemudian aku melanjutkan belajar seni beladiri lain seperti, WingChun, Wushu, Pencak Silat, Rhee TaekWondo, Gulat, Dan banyak lagi lainnya, aku mempelajari semuanya kira kira selama 10 tahun lebih, dan itu membuatku semakin kuat.
Setelah mempelajari puluhan teknik bela diri aku kemudian menuju dunia bawah untuk mengikuti pertarungan antar Orang yang di gunakan untuk menentukan orang terkuat di dunia bawah.
Sesaat setelah sampai di dunia bawah aku di ganggu oleh beberapa orang yang mengaku berasal dari organisasi 'Black Dragon'.
"Hei, apakah kau orang baru di sini, kalau iya cepat serahkan semua uangmu dan aku akan mengampunimu" Ucap orang itu
"Menyerahkan uangku, buat apa, silahkan ambil sendiri itupun kalau kalian bisa" Ucapku kepada mereka
"Asal kau tahu , kami dari organisasi Black Dragon ,kalau kau mengetahuinya cepat serahkan uangmu dan pergi dari sini" Ucapnya dengan nada mengancam
Setelah mengatakan itu mereka langsung menyerangku, aku kemudian memukul mereka satu persatu dan kemudian menendangnya setelah itu mereka semua terkapar tak berdaya, dan aku langsung pergi menuju tempat turnamen di selenggarakan.
Sesampainya di tempat turnamen berada aku langsung menuju ke tempat pendaftaran.
"Hei, aku mau mendaftar" Ucapku kepada Panitia turnamen
"Baiklah, sebutkan namamu" Jawab panitia itu
"Kau bisa memanggilku Sang Penghancur" Ucapku dengan nada tegas dan seakan akan memberi ancaman kepada peserta lain
"Baiklah, ini nomor mu dan masuklah saat dipanggil" Ucap panitia tersebut dengan menyerahkan Pin bertuliskan nomor 34.
Setelah pendaftaran itu aku menunggu nomorku untuk dipanggil, sambil menunggu aku berkeliling ke sekitar sebentar.
Ketika berkeliling aku tidak sengaja melihat temanku sewaktu SMP dipukuli beberapa orang, karena kasihan aku menolongnya.
Saat menolongnya aku sempat melihat tanda organisasi yang telah membunuh orang tuaku, karena melihat tanda itu aku emosiku langsung tak terkendali dan aku hampir membunuh mereka, untungnya temanku menghentikannya.
"Berhentilah, apa kau mau membunuh mereka" Ucap temanku sambil memegang tangan ku
"Cih, baiklah aku tidak akan membunuhnya sekarang"
"Apakah kau tidak apa apa" Jawabku padanya
"Tidak apa apa, terima kasih, dan apa yang kau lakukan di sini?" Tanyanya padaku
"Aku akan mengikuti Turnamen peringkat" Jawabku padanya
"APAA!, kenapa kamu mengikuti turnamen itu, apakah kamu sudah gila" Jawabnya sambil berteriak
"Berhentilah berteriak, Aku mengikutinya karena kau tahu kan kejadian 10 Tahun lalu" Jawabku
FlashBack
Sepuluh tahun yang lalu setelah aku mendapat kabar bahwa orang tuaku meninggal karena di bunuh.
Keesokan harinya aku mengamuk dan mulai memukuli setiap anak berandalan di sekolahku, tidak berhenti di situ aku bahkan sampai menyerang sekolah lain dan daerah sekitar, sampai pada akhirnya aku menguasai semua sekolah dan daerah itu, dan kemudian menghilang untuk melakukan balas dendam
FlashBack End
"Sejak kejadian itu aku berusaha sekeras mungkin untuk membalaskan dendamku, bahkan aku sampai mempelajari berbagai macam ilmu bela diri" Ucapku kepada temanku
"Baiklah kalau itu maumu aku tidak akan menghentikanmu untuk balas dendam, dan terima kasih" Jawab temanku dengan perlahan pergi dari tempat kita berbicara tadi
"Baiklah dan hati hati" Ucapku sambil melambaikan tangan dan dia juga membalas lambaian ku, kemudian aku pergi dari tempat itu kembali ke tempat Turnamen.
Sesampainya di tempat turnamen, dan pas sekali nomorku di panggil, aku pun menuju ke dalam arena, oh ya kalau kalian belum tau Turnamen ini dilaksanakan di dalam sebuah tempat mirip Colosseum dan pertarungannya di adakan satu lawan satu, turnamen ini akan berlangsung sekitar seminggu.
Di hari pertama dan kedua akan di pilih 1.000 orang teratas dan hari ketiga 500 orang dan hari keempat 250 orang hari kelima 100 orang hari keenam 50 orang hari ketujuh 10 orang dan 3 orang teratas.
Di hari pertama ini aku melawan beberapa orang, di antara mereka ada pengguna Kungfu, Karate, Taekwondo, Rhee Taekwondo dan sisanya hanya preman kelas teri.
Di hari kedua aku melawan beberapa petinju kelas berat, beberapa diantaranya bahkan ada yang sampai mendapatkan gelar juara.
Di hari ketiga aku mulai melawan beberapa master bela diri, tapi aku yang sekarang dapat mengalahkan mereka semua dengan sangat mudah, karena aku sudah menjadi GrandMaster bela diri.
Di hari keempat beberapa GrandMaster juga datang untuk melawanku, tapi tetap saja mereka bukan tandinganku.
Di hari kelima Aku melawan lawan yang cukup kuat, dia bahkan bisa mengalahkan beberapa GrandMaster, dia dikenal Sebagai 'Alex Sang Pemburu' dia sendiri adalah pembunuh bayaran yang ada di daftar peringkat 50 pemburu Terkuat yang ada di dunia Bawah, Dia bahkan bisa melukaiku dengan sangat parah, hampir saja aku kalah, tapi untungnya aku menang.
Di hari keenam musuhku juga lumayan berat namun aku masih bisa mengatasinya sampai aku bertemu orang yang memanggil dirinya 'The Number One' ya dia mengaku dirinya nomor satu, meskipun begitu dia lumayan kuat menurutku dan layak mendapatkan mode semi serius aku dan dia langsung kalah setelah aku menggunakan mode ini.
Dan di hari ketujuh aku bertarung untuk memperebutkan juara 10 keatas dan aku akan menjadi nomor 1 dan akan melakukan balas dendam.
Di hari ketujuh saat aku memperebutkan gelar juara, aku mendapatkan beberapa musuh yang lumayan kuat, dia dijuluki 'Demon King Satan' dan dia memiliki kekuatan yang sangat sangat hebat, bahkan katanya dia dapat menghancurkan beton dengan sekali pukulan.
Aku melawannya dengan sekuat tenaga dan bahkan mengeluarkan mode serius milikku hanya untuk mengalahkannya.
"Peserta nomor 34 dan peserta nomor 2100 dipersilahkan maju" Ucap panitia memanggil nomor kami berdua.
Aku langsung maju menuju ke atas ring untuk bertarung melawan 'Demon King Satan', setelah berada di atas ring dan wasit sudah memulai pertandingannya aku langsung menyerang dia dengan menggunakan tendangan dari seni bela diri TaekWondo tetapi hal itu sia sia, dia dapat menangkis serangan dengan mudah menggunakan tanganya.
Serangan kedua ku arahkan menuju kepalanya menggunakan One-Two dari bela diri Tinju, dan hal itu tetap sia sia, aku melihatnya dengan sangat teliti dan akhirnya aku menemukan kelemahannya dan kelemahan dia terletak di bagian pinggang, aku kemudian berusaha sekeras mungkin untuk bisa memukul pinggangnya karena setelah ku lihat dengan teliti di pinggan nya terdapat sebuah goresan luka benda tajam yang lumayan dalam dan sepertinya baru saja dia dapatkan dan dia tengah dalam masa pemulihan.
Setelah berpuluh puluh pukulan dan tendangan aku akhirnya dapat menyentuh pinggangnya dan akhirnya pinggangnya pun berdarah dan dia kalah akibat kehabisan darah.
Kemudian aku menantang lawanku yang terakhir dia biasa dijuluki 'The God' dia sendiri memiliki pukulan dan tendangan yang sangat sangat hebat dan bahkan dia menguasai beberapa bela diri dengan sempurna, dan kekuatannya hampir menyamaiku namun masih kalah.
Tanpa pikir panjang setelah nomorku dan nomornya di panggil aku langsung naik ke atas ring dan langsung bertarung dengannya, kekuatan pukulannya tidak main main bahkan aku membutuhkan usaha lebih hanya untuk menahan satu pukulannya, di sini aku mulai menyadari kelemahannya, ya kelemahan 'The God' adalah lengan kanannya karena setelah ku amati dengan seksama aku melihat dia hanya memukul menggunakan tangan kiri dan ku pikir tangan kanannya juga sedang terluka sama seperti si 'Demon King Satan'.
Aku kemudian melakukan hal yang sama seperti saat melawan si Satan, dengan cara melakukan serangan yang terfokus kepada tangan kanannya, dan setelah ribuan pukulan aku akhirnya mengenai tangan kanannya dan dia pun sedikit terdorong mundur dan aku langsung mengambil kesempatan ini untuk mengalahkannya, saat dia mundur aku melihat beberapa celah dan kemudian aku menyerang celah tersebut dengan brutal dan pada akhirnya aku memenangkan pertandingan ini dan menjadi yang terkuat di Dunia Bawah di kotaku lebih tepatnya.
Beberapa hari setelah kejadian perebutan posisi terkuat di kota, aku langsung menghampiri markas Organisasi 'The Kings', Oh ya kalau kalian belum tau 'The Kings' sendiri adalah organisasi yang tidak mempunyai pemimpin, organisasi ini berisi kumpulan orang orang terkuat dari berbagai daerah di dunia ini. Aku sendiri bukan apa apa dibandingkan orang yang mempunyai posisi tinggi di dalam organisasi, karena mereka sangat kuat, bahkan bisa mengalahkan orang yang menggunakan senjata api, namun aku tidak akan masuk langsung ke pusat organisasi ini, karena aku tidak akan bisa memasukinya dengan keahlianku yang tidak seberapa ini, jadi aku hanya akan masuk ke cabang The Kings.
Setelah seminggu mempersiapkan mental dan fisik, akhirnya aku memutuskan untuk pergi menuju The King cabang Jawa untuk sekarang. Aku menuju ke tempat organisasi dengan menggunakan sepeda motor yang kubeli belum lama ini dengan uang hadiah turnamen kemarin.
Saat di perjalanan aku melihat beberapa preman yang sedang memalak orang orang yang lewat, karena tempat di mana preman itu memalak sudah ku anggap sebagai wilayahku aku pun geram dan mendatangi mereka, aku turun dari motor ku dan menghampiri mereka.
"Hei, apa yang kalian lakukan di sini, ini wilayahku, kenapa kalian memalak tanpa izin dariku" Ucapku dengan marah ke arah para preman itu
"Ha, apa maksudmu ini adalah wilayah kami, kalau kamu mau mengambil wilayah ini, kamu harus mengalahkan kami" Jawab preman itu dengan nada marah dan mengancam
"Baiklah, kalau itu mau kalian" Ucapku sambil memukul salah satu dari mereka.
Aku melanjutkan pukulan ku dengan memukul kepala orang yang di sebelah orang yang ku pukul tadi, kemudian aku menendang orang di belakangku, beberapa saat kemudian mereka semua jatuh tersungkur, Dan ketua dari preman yang ada di wilayah ini meminta ampun padaku.
"Tolong ampuni kami tuan, kami tidak akan pernah lagi muncul di hadapan tuan" Ucap ketua preman yang ku kalahkan tadi
"Baiklah untuk kali ini aku mengampuni kalian, dan jangan pernah lagi muncul di hadapanku, 'Adi Sang Penghancur'" Jawabku pada preman itu sambil berjalan kembali ke arah motorku.
Beberapa saat kemudian aku sampai di gedung tempat para anggota 'The Kings' cabang Jawa berkumpul, Aku mulai memasuki gedung The King untuk mendaftarkan diri sebagai anggotanya.
Saat berjalan memasuki gedung aku melihat beberapa lawan yang pernah ku lawan di turnamen beberapa waktu yang lalu, aku pun menyapa mereka.
"Hai, apa kabar kalian" Ucapku sambil tersenyum
"Oh adii, kami baik baik saja bagaimana denganmu?" Tanya si 'Demon King Satan'
"Aku baik baik saja, Hahaha apakah kalian akan mendaftar menjadi anggota The Kings?" Tanyaku pada mereka
"Iya kami akan mendaftar sebagai anggota The Kings" Jawab Demon King Satan
"Baiklah, aku masuk duluan ya" Ucapku sambil berjalan menuju ke dalam gedung The Kings.
Gedung The Kings sendiri memiliki puluhan lantai, dan gedungnya sangat besar, Selain besar gedung The Kings juga sangat dihindari oleh banyak orang di karenakan gedung ini memiliki reputasi buruk, dimana sang pemilik gedung adalah para Penguasa The Kings, penguasa The Kings sendiri di beri julukan 'The Crown Holder' atau 'Sang Pemegang Mahkota' di mana hanya ada 10 pemegang gelar atau julukan tersebut di seluruh dunia, dan pemilik gedung ini adalah salah satunya.
Saat berada di dalam gedung itu, aku di suguhi beberapa pemandangan mewah yang sangat memanjakan mata, di mulai dari lukisan yang sepertinya bernilai milyaran dan beberapa patung yang terbuat dari emas, namun ada satu patung yang terbuat dari berlian, patung itu nampak sangat sangat kuat dan kokoh, patung itu adalah perwujudan dari pemimpin The Kings cabang jawa atau lebih dikenal sebagai 'Revi The Crown Holder' beliau sendiri adalah yang terkuat di asia tenggara, beliau sendiri memiliki ribuan bahkan jutaan pasukan yang sangat sangat kuat, di antaranya adalah pembunuh bayaran, pasukan khusus, dan pahlawan perang.
Beberapa langkah lagi ke dalam aku menemui seorang resepsionis yang sepertinya bertanggung jawab sebagai penerima anggota The Kings yang baru, akupun menghampirinya dan menanyakan beberapa pertanyaan.
"Permisi, apakah syarat untuk mendaftar sebagai anggota The Kings?" Tanyaku kepada Resepsionis itu
"Untuk memasuki The Kings kau hanya butuh mengalahkan beberapa orang, dan tentu saja beberapa orang ini sangat kuat" Jawab Resepsionis itu.
Setelah menanyakan itu aku berterima kasih dan mulai meminta tes untuk menjadi anggota The Kings, Resepsionis itu pun menuruti permintaanku.
Beberapa menit kemudian setelah resepsionis menelepon seseorang dan datanglah beberapa orang yang mungkin dikenal sebagai yang terkuat di pulau jawa, dan aku di suruh untuk mengalahkan mereka semua, aku pun menerima tes itu dan mulai menyerang mereka.
Singkat cerita aku mengalahkan mereka semua dengan sangat sangat mudah, dikarenakan mereka mungkin hanya mengeluarkan sedikit dari seluruh kekuatan mereka, dan akhirnya aku diterima memasuki organisasi The Kings, dan akhirnya balas dendam ku dapat ku mulai, namun sebelum memulai balas dendam aku harus mencari beberapa anak buah dan pasukan untuk melawan pasukan Bos ayahku yang dulu.
Di hari pertama setelah menjadi anggota The Kings aku menemui Resepsionis yang tadi untuk menanyakan aturan aturan yang ada di The Kings.
"Bisakah aku menanyakan aturan yang ada di The Kings?" Tanyaku pada Resepsionis
"Baiklah aku akan menjelaskannya
Jangan pernah menyerang anggota The Kings yang lain
Jangan pernah membantah perintah atasan
Jangan pernah berpikiran untuk berkhianat
Dan yang terakhir, JADILAH YANG TERKUAT
Itu saja aturan yang ada di The Kings, Dan di dalam The Kings terdapat peringkat, Dimulai dari peringkat terlemah adalah F, E, D, C, B, A, A+, S, SS, Dan peringkat tertinggi adalah SSS, dan peringkat mu di mulai dari C karena kamu sudah dapat mengalahkan orang terkuat di jawa." Jelas Resepsionis itu padaku
"Bagaimana caraku untuk naik ke peringkat yang lebih tinggi?" Tanyaku pada Resepsionis itu
"Kamu dapat meningkatkan peringkat mu dengan menyelesaikan beberapa misi yang ada di daftar misi, semakin tinggi misi yang diselesaikan semakin cepat peringkatmu naik." Jelas Resepsionis itu padaku
Setelah mendengar penjelasan itu aku pun mengucapkan terima kasih dan berniat mengumpulkan beberapa pasukan untuk menyerang kediaman Bos ayahku yang dulu.
Setelah pergi dari gedung The Kings aku tidak sengaja melihat seorang pria yang sedang di keroyok oleh beberapa orang bersenjata, aku pun melihat perkelahian orang itu dan mulai menilainya, siapa tahu dia dapat ku masukan ke dalam daftar pasukanku.
Seorang pria itu memulai perkelahian dengan menendang musuh yang ada di depannya dan dengan cepat mengambil senjata yang dimiliki musuhnya untuk memukul musuh yang ada di sampingnya, perkelahian itu terus berlanjut sampai kurang lebih satu setengah jam, dan pertarungan itu dimenangkan oleh Seseorang itu.
Setelah pertarungan itu selesai aku mendatanginya dan menawarinya kontrak untuk menjadi bawahanku.
"Hei, apakah kau tertarik menjadi bawahanku?" Tanyaku pada seorang pria itu sambil berjalan menuju ke arahnya
"Siapa kau!!" Jawab Pria itu sambil waspada kepadaku dan dia juga menyiapkan kuda kudanya
"Aku adalah 'Adi Sang Penghancur' dan sekarang aku anggota The Kings tingkat C, apakah kau tertarik menjadi pasukanku?" Tanyaku kepada pria itu
"Maaf, tapi aku hanya tunduk kepada orang yang lebih kuat dariku." Jawab Pria itu sambil berjalan pergi
"Bagaimana kalau kita bertarung, dan tentu saja akan ku beri kemudahan karena kau terluka, kau diperbolehkan untuk memakai senjata." Ucapku pada Pria itu
"Baiklah, dan jangan pernah ingkari kata katamu." Jawab Pria itu sambil mengambil pisau yang tadi dia gunakan untuk mengalahkan orang yang mengeroyoknya.
Pertarungan kami pun di mulai, Pria itu mulai menyerang dengan menebas ke arah dadaku, aku pun dapat menghindarinya dengan mudah, pertarungan itu terus berlanjut dan singkat cerita aku memenangkannya dan sekarang dia resmi menjadi anggota pasukanku pertama.
Setelah mengalahkan Pria itu aku pun pulang ke kediamanku, pada saat di perjalanan aku melihat sekelompok orang yang sedang berkumpul, dan sepertinya sekelompok orang itu adalah organisasi yang sedang bertarung memperebutkan wilayah.
Aku pun turun dari motorku dan pergi berjalan menuju ke arah sekelompok orang itu, aku berjalan kesana sambil memukuli kelompok organisasi itu dan terus berlanjut selama beberapa jam dan kurang lebih sekitar 4 jam aku bertarung melawan sekelompok orang yang berjumlah kira kira 200 orang termasuk kedua pemimpin organisasi itu.
Setelah mengalahkan mereka aku mulai mendatangi ketua dari masing masing organisasi dan menawarkan mereka untuk menjadi pasukanku demi melawan musuh di masa yang akan datang, dan dengan mudah mereka menerima tawaran itu dikarenakan mereka tahu siapa aku dan telah melihat kekuatanku saat pertarungan tadi.
Aku pun melanjutkan perjalananku menuju ke rumah tercintaku, sesampainya di rumah aku mandi, makan, dan menonton televisi untuk menghilangkan kebosanan sambil menyusun rencana untuk menyerang kediaman Bos ayahku yang dulu.
Keesokan harinya aku pergi keluar rumah untuk mencari makanan dan juga kalau beruntung bisa merekrut anggota pasukanku yang lainnya, saat ini aku hanya memiliki pasukan jarak dekat dan beberapa jarak menengah, dan aku pun berencana mencari anggota pasukanku yang dapat menggunakan sniper ataupun senjata api yang memiliki jarak tembak yang jauh.
Saat di perjalanan aku di tembak dengan menggunakan sniper dan untung saja aku dapat menghindarinya, kemudian aku berusaha melacak sang penembak menggunakan arah tembakan dan alhasil aku mendapatkan posisi penembak itu yang ternyata ada di sebuah gedung yang tepat sekali di mana aku akan pergi mencari makan.
Setelah itu aku langsung berlari ke arah gedung itu dengan sekuat tenaga dan secepat mungkin agar sang penembak tidak kabur, saat memasuki gedung itu aku langsung menuju ke arah tangga darurat karena feelingku mengatakan bahwa sang penembak akan melewati tangga ini, dan benar saja aku melihat seorang wanita yang menutupi mukanya dengan hoodie dan membawa Hardcase gitar yang aku mencurigai bahwa isi Hardcase itu adalah sniper, dengan cepat aku menarik tangan wanita itu dan sesegera mungkin membawanya ke tempat sepi.
Di tempat sepi itu aku mengintrogasinya dengan beberapa pertanyaan.
"Siapa yang mengirimmu?" Ucapku dengan nada mengancam sembari memegang kedua tangan dan memojokkannya di tembok agar dia tidak lari
"Apa maksudmu aku tidak mengerti, dan lepaskan tanganmu." Jawabnya dengan nada sedikit panik
"Kau pikir aku tidak tahu, isi Hardcase itu adalah sniper SPR-3 Kaliber 7,62 mm, kau pikir aku tidak bisa mengetahuinya, siapa yang menyuruhmu jawab!!" Ucapku dengan sedikit membentak
"Baiklah baiklah, aku tidak disuruh siapapun, aku hanya ingin mengetes seberapa cepatkah reflek petarung Terkuat di kota ini." Jawab wanita itu
"Hoo, begitukah, baiklah dan apakah kau mau menjadi penembak jarak jauh atau sering disebut Sniper yang ada di pasukanku?" Tanyaku sambil melepaskan tanganku yang mengekang tangganya
"Apa keuntungan aku mengikutimu?" Tanyanya dengan santai dan sedikit ramah
"Kau bisa mendapatkan sniper tipe Barret M82 buatan amerika, bagaimana apakah kau mau mengikutiku?" Tanyaku sekali lagi
"Baiklah aku akan mengikutimu dan siapkan beberapa sniper dan peluru yang ku mau, kalau tidak aku tidak akan mau mengikutimu." Ucapnya sambil berjalan menjauh dariku
"Baiklah, dan besok jangan lupa berkumpul di depan gedung ini aku akan menjelaskan pekerjaan kalian yang pertama." Ucapku sambil berteriak dan berjalan pergi.
Setelah dari gedung dan bertemu penembak jitu kemudian merekrutnya aku pun langsung pulang dan berniat mengabari para pasukanku untuk besok berkumpul di depan gedung yang tadi aku dan penembak jitu itu bertemu.
Keesokan harinya aku bangun dan bersiap siap pergi ke depan gedung tempat di mana aku dan pasukanku akan berkumpul dan mengurus rencana penyerangan Bos ayahku yang dulu.
Seperti biasanya aku menaiki motor untuk pergi, tidak seperti kemarin aku berjalan karena motorku sedang ku servis untuk mengupgradenya agar kecepatannya bertambah, setelah menaiki motor aku langsung bergegas menuju ke gedung tempat aku dan pasukanku berkumpul.
Sesampainya disana aku tidak menyangka bahwa dua organisasi yang ku kalahkan waktu itu membawa lebih banyak orang dan di depan gedung tempat kami berkumpul sudah seperti acara festival saking ramainya, tanpa pikir panjang aku langsung menuju tempat di mana mereka kuperintahkan untuk berkumpul.
Setelah mengumpulkan mereka aku langsung membahas rencana penyerangan ke kediaman Bos ayahku yang dulu, aku menyuruh sniper untuk menembak para penjaga yang ada di depan gerbang dan posisi sniper itu akan ku tempatkan di gedung sebelah mansion Bos ayahku.
Kemudian aku menyuruh dua organisasi untuk menyerang dari pintu depan yang akan di pimpin oleh orang yang pernah ku kalahkan dan menjadi pasukan pertama dari pasukanku. Aku berencana untuk masuk dari pintu belakang dan mencari langsung Bos ayahku, dan membunuhnya dengan tanganku sendiri, rencanaku akan dimulai tepat pukul 10 malam dan akan selesai sebelum jam 4 pagi.
Keesokan harinya aku mulai bersiap siap sebelum jam 10 malam, aku menyiapkan beberapa senjata api dan pisau tangan yang mudah digunakan, serta beberapa bom asap supaya dapat kabur saat tertangkap oleh pasukan Bos ayahku.
Setelah selesai bersiap siap aku pergi menuju kediaman Bos ayahku yang lama, tepat pukul 10 malam aku mengabari para pasukan untuk memulai rencana yang selama 10 tahun ku rencanakan dengan sangat sangat detail dan matang hanya untuk hari ini.
Sesaat setelah akh mengabari pasukanku, si sniper langsung menembak jatuh beberapa penjaga yang ada di luar dan beberapa penjaga di dalam, di sisi lain kedua organisasi beserta anggota pertanaku mulai memasuki kediaman dari pintu depan dan dengan cepat dihadang oleh pasukan Bos ayahku, pertarungan pun tak terelakan, melihat kekacauan yang dibuat pasukanku aku bergegas memasuki kediaman dari arah berlawanan untuk menghindari konflik antar pasukan.
Setelah memasuki kediaman bos ayahku aku langsung meminta si Sniper untuk mencari lokasi bos ayahku berada, setelah mendapatkan lokasinya aku langsung bergegas menuju ke sana, di perjalanan kesana aku sempat dihadang oleh beberapa pasukan namun aku dapat mengalahkan mereka semua dengan mudah dan dengan cepat aku sampai di ruangan Bos ayahku yang tidak ku duga dia telah bersiap siap menembakku, dengan cepat aku langsung tiarap untuk menghindari tembakan dan sesegera mungkin bersembunyi di meja yang ada di dalam ruangan.
"Siapa kau?, Kenapa kau menyerang kediamanku?" Tanya Bos ayahku dengan sedikit ketakutan
"Mungkin kau sudah melupakannya, aku adalah anak dari orang yang kau bunuh 10 tahun lalu." Ucapku menjelaskan dengan tegas
"Oh, Jadi kau anak dari orang itu, kenapa kau menyerangku, apakah kau berniat balas dendam, kalau iya mari kita akhiri ini dan aku akan memberimu uang 10 Milyar dan segera lupakan dendam ini dan pergilah." Ucapnya dengan bangga seakan akan aku akan menerima tawarannya itu, namun
"Aku menolaknya, apakah uang bisa menghidupkan orang mati?, Dan juga aku sudah tidak butuh uang, aku hanya mau balas DENDAM!!" Ucapku dengan menekankan kata Dendam kepadanya sambil mengambil pistol yang ada di saku celanaku dan bersiap siap menembaknya.
Tanpa ancang ancang dan tanpa di duga Bos ayahku tiba tiba menembak kakiku yang membuatku terjatuh sejenak, dan dengan cepat aku menembak tangan Bos ayahku agar senjata yang dipegang olehnya terjatuh, setelah senjata Bos ayahku terjatuh dengan cepat aku berdiri kembali dan berlari ke arahnya sambil menodongkan pistol.
Kemudian aku mengucapkan selamat tinggal dan langsung menekan pelatuk pistol yang membuat peluru di dalam pistol keluar dan dengan cepat menembus tengkorak kepala Bos ayahku. Setelah membalaskan dendamku aku melihat jam yang menunjukan waktu pukul 03.45 dan segera mengabari pasukanku untuk mundur dan sedikit meninggalkan kode yang bertuliskan 'Sang Penghancur pernah di sini' dan kemudian pergi meninggalkan kediaman itu untuk kembali menaikan rankku di organisasi The Kings.
-TAMAT-