*Cirp cirp cirp
*Wush~
Di pagi yang cerah ada seorang siswa laki-laki dan siswi perempuan yang berdiri berteduh di bawah pohon besar di sekolah.
Siswa laki-laki itu membawa sebungkus coklat besar dan sebuah boneka kucing kecil di belakangnya. siswa laki-laki itu ingin menyatakan perasaannya pada siswi perempuan dihadapannya itu. Akan tetapi, jawaban yang diberikan oleh siswi perempuan itu, justru tidak sesuai yang ia harapkan.
"Mau gak kamu jadi pacarku?" Ucap seorang siswa laki-laki yang berdiri tepat di hadapan siswi perempuan itu.
"Mmm... Maaf. Aku gak bisa." Ucap siswi perempuan itu sambil menunduk.
"(Lagi-lagi begini. Padahal ini masih pagi loh! Baru aja aku masuk ke gerbang sekolah, udah ada lagi yang nembak aku. Ngomong-ngomong perasaan tertekan apa ini?)" Ucap siswi itu dalam hati.
Siswi perempuan itu bernama Ana Mutia. Ana merasa ada banyak mata memandang yang mengawasi mereka berdua dari jauh. Yah. Tidak lain dan tidak bukan. Mereka adalah siswi-siswi yang menyukai siswa laki-laki yang menyatakan perasaannya pada Ana.
Siswa laki-laki itu bernama Juno. Ia adalah siswa populer di SMA tempat Ana bersekolah. Juno adalah anggota ekskul basket yang sangat populer di kalangan anak-anak perempuan di sekolah Ana.
"A... Apa? Ta... tapi kenapa? Apa coklat yang aku bawa kurang besar? Atau kamu pengen boneka beruang yang besar? Aku bakal kasih kamu apa aja yang kamu pengen!" Ucap Juno yang tidak percaya.
"Bu... bukan begitu Juno. Ki... kita kan belum terlalu lama kenal, ja... jadi a... aku..." Ucap Ana dengan terbata-bata.
"Ok. kalo gitu. Aku bakal terus main ke kelas kamu setiap istirahat. Supaya kita bisa saling kenal." Ucap Juno memotong kata-kata Ana.
"HAH? Eh jangan! Kamu kan tiap hari sibuk, setiap istirahat kan kamu mau kumpul ekskul iya kan?" Ucap Ana yang mencari-cari alasan.
"Enggak kok. Kan sekarang jadwal kumpul ekskul basketnya, udah diganti jadi Hari Senin sama Kamis tiap pulang sekolah." Ucap Juno santai.
"(Haduh Juno! Kamu maksa banget! Bisa-bisa aku jadi target cewek-cewek yang suka sama kamu lagi!!! TIDAAAK!!!)" Keluh Ana dalam hati.
"Yaudah yah, aku mau ke kantin dulu mau sarapan. Kamu mau ikut gak Na?" Tanya Juno.
"Eng... Enggak makasih aku udah sarapan tadi. Hehehe." Ucap Ana malu-malu.
"Oke deh. Sampai ketemu nanti istirahat ya~ Daah~" Ucap Juno sambil berjalan pergi.
"I... iya Daah." Ucap Ana yang berkeringat.
Saat Juno sudah pergi ke kantin meninggalkan Ana yang masih berdiri di depan pohon, siswi-siswi perempuan yang mengawasi ia dan Juno, akhirnya keluar dari tempat persembunyian mereka.
Ada lebih dari sepuluh siswi perempuan yang bersembunyi mengawasi Ana dan Juno.
Rupanya mereka bersembunyi dari balik pohon pucuk merah kecil yang letaknya tidak jauh dari Ana dan Juno.
Sontak saja hal itu membuat Ana terkejut, ditambah siswi-siswi yang menyukai Juno menatap tajam ke arahnya.
Siswi-siswi itu pun pergi setelah Juno pergi. Tak berapa lama teman Ana yang dari tadi bersembunyi di belakang pohon besar pun muncul sambil meledeknya.
"Dor! Cieee... cieee... yang ditembak cowok lagi. Kamu dari kemarin menang banyak terus. Pffft..." Ucap Ayu teman Ana sambil menahan untuk tertawa.
"Ah Ayu! Kamu mah bukannya ngehibur aku, kamu malah ngeledek aku terus!" Ucap Ana kesal.
"Ih Ana! Kamu tuh apa yang mau dihibur coba? Dari SMP, kamu udah sering ditembak cowok ganteng udah gitu populer lagi. Yang waktu itu ketua OSIS juga iya!" Ucap Ayu.
"Haduh Ayu! Kamu tuh gak tau ya? Ini tuh kayak uji nyali buat aku! Kamu udah lupa ya? Gara-gara ketua OSIS yang nembak aku waktu itu, cewek-cewek yang suka sama dia, jadi ngelabrak aku! Mereka bakal berhenti kalo kakak Ketua OSIS itu udah aku tolak!" Terang Ana
"Iya aku tau kok! Aku udah jadi kayak bodyguard buat kamu hehehehe. Udahlah Ana kamu terima aja. Mungkin, ini takdir?" Ucap Ayu sambil tersenyum.
"Takdir?"
"Iyalah. Mungkin aja, kamu ditakdirkan untuk disukain cowok-cowok populer di sekolah. Mulai dari kakak OSIS, sampai anak-anak ekskul yang keren!!!" Ucap Ayu sambil mengacungkan kedua jempolnya pada Ana.
"Ah Udah deh! Kamu tuh ngomong apa sih? Udah ah! Aku mau ke kelas! Kepalaku pusing!" Ucap Ana sambil berjalan dengan wajah cemberut.
"Aduh. Aduh! Jangan cemberut dong! Nanti cantiknya jadi ilang! Hehehe. Oh iya. Ana! Kamu tau gak bakal ada anak baru loh di kelas sekolah kita!
Dengar-denger sih, katanya anak barunya laki-laki sama perempuan. Terus, anak baru laki-laki itu, bakal masuk ke kelas kita loh!" Ucap Ayu dengan semangat.
"Anak barunya cowok?" Tanya Ana
"Iya! Waduh! Kayaknya kelas kita bakal jadi rame banget nih! Fufufu..." Ucap Ayu sambil tersenyum.
"Rame? Kenapa emangnya?" Tanya Ana heran.
"Iyalah. Pasti anak baru di kelas kita itu, bakal dikerubungin sama cewek-cewek di kelas kita. Belum lagi, nanti si Juno kan bakal dateng ke kelas pas jam istirahat, pasti nanti anak-anak perempuan yang suka sama dia, bakal ngikutin Juno kemana aja!" Jelas Ayu.
"Oh iya ya! Aduh. Gimana nih? Kayaknya hari ini terpaksa aku gak bakal istirahat! Aku harus sembunyi di kamar mandi!!!" Ucap Ana panik.
"Udah tenang aja. Kan ada aku. Ehehehe, tapi jangan lupa nanti traktir batagor ya!"
"Ih dasar! Iya bawel! Udah yuk cepetan ke kelas!" Ucap Ana kesal.
Ana dan Ayu pun pergi ke kelas mereka dengan berlari, mereka masuk tepat saat bunyi bel masuk kelas.
Kelas yang diharapkan Ana tenang, mendadak berisik karena kedatangan anak baru di kelasnya.
Akan tetapi, hal itu tidak cukup membuat Ana pusing. Ternyata anak baru itu adalah Daffa teman sekelasnya saat Ana kelas 9 SMP.
"Baiklah anak-anak, sebelum mulai pelajaran, ibu akan memperkenalkan murid baru di kelas kalian. Ayo nak, silahkan perkenalkan diri kamu." Ucap Bu Indah wali kelas Ana.
"Baik bu." Ucap Daffa.
Ayu yang duduk di sebelah Ana, langsung berbisik pada Ana soal kedatangan Daffa sebagai siswa baru di kelasnya.
"Psst... Ana. Itu Daffa kan?" Bisik Ayu.
"I... iya. Gak salah lagi itu Daffa." Bisik Ana.
"Waduh. Na. Hari ini masalah kamu berlipat-lipat!" Bisik Ayu lagi sambil menahan tawanya.
"Awas kamu nanti!" Bisik Ana sambil melotot ke arah Ayu.
Masalah Ana semakin banyak. Bagaimana tidak, Daffa yang dulu teman sekelasnya di SMP saat kelas 9 juga, menyatakan perasaan suka padanya.
Karena hal itu, Ana dan sahabatnya saat di SMP dulu, menjadi bermusuhan karena kesalahpahaman di antara mereka berdua.
*Bersambung.....