Sebuah rasa yang selalu hadir dalam dada. Sebuah rasa yang selalu menemani di kala sepi. Rindu. Rindu ini begitu menyiksa ku. Engkau yang pergi tanpa pesan. Engkau yang pergi meninggalkan diriku yang lara. Betapa besar rindu ini untukmu.
Tapi, apakah kau di sana sadar. Bahwa rindu yang kian membuncah ini hanya untukmu seorang. Apakah kau di sana merasakannya, rasa yang kian dalam hanyalah untuk mu.
Rindu, bibir ini kelu hanya untuk menyebut namamu. Nama yang dulu selalu menemani setiap hari ku. Nama yang dulu selalu memberi rasa hangat dalam jiwaku yang beku. Namun kini namamu telah sirna ditelan sang waktu. Karena engkau memilih pergi dari diriku.
"Rey kau tak apa?" Seseorang memanggil nama ku penuh kekhawatiran.
Aku Reyzhu. Seorang wanita yang sedang merindukan seseorang. Seseorang yang telah hadir dan memporak-porandakan seluruh hatiku. Aku tak mengerti dimana salah ku. Hingga dia memilih untuk pergi meninggalkan ku.
"Ya... Aku tak apa." Senyum ku paksakan agar Pelangi sahabat ku tak khawatir.
"Kau sudah seperti ini selama lebih dari tiga tahun Rey."
"Entah itu tiga tahun atau tiga puluh tahun, sepertinya hati ku tak dapat berpaling Pel." Senyum sedih tak mampu ku sembunyikan dari Pelangi. Dia yang tau semua seluruh perjalanan cinta ku.
Cinta yang harusnya tak ku berikan padanya. Cinta yang harusnya tak ku persembahkan untuknya.
Tidak.
Aku tak menyesali cinta ini ada. Aku tak menyesali rasa ini tumbuh di hati. Tak ada sedikitpun sesal ku karena aku mencintainya, mendambakannya, dan menginginkannya.
Tepat tiga tahun yang lalu, 7 September 20XX dia pergi meninggalkan sebuah janji. Janji yang akan selalu ku ingat hingga waktu menelanku.
Sesak sekali. Rasanya begitu sesak saat mengingat kepergiannya. Dia pergi di saat hati sedang dalam-dalamnya untuk menyayanginya. Dia pergi meninggalkan luka yang sulit untuk diobati. Namun mengapa? Mengapa rasa ini tetap ada? Mengapa rasa sayang ini tak pernah mau pergi meninggalkan hati ku. Mengapa rasa sayang ku untuknya begitu setia menemaniku.
Tuhan. Jika memang dia tak layak untukku, maka hapuskan lah rasaku untuknya. Namun jika dia memang ditakdirkan untukku, maka kembalikanlah dia untukku.
Tuhan...
Sungguh aku tak mampu menampung rasa rinduku. Sampaikanlah rasa rinduku untuknya Tuhan. Sampaikanlah bahwa ku sangat menyayanginya, dan berharap dia kembali ke sisi ku.
Tuhan...
Hanya lewat tangan Mu lah dia bisa kembali untukku. Hanya dengan kehendak Mu lah dia bisa berada di sisi ku.
Tuhan...
Aku sangat menyayanginya.
Sangat merindukannya.
Sangat mencintainya.
Sangat...
Sangat...
Jika memang boleh, maka kembalikanlah dia untukku Tuhan.
Namamu yang akan terus terukir dalam hatiku. R.A I love you.