Bagai manabisa Persahabatan akan berakhir?".
"Oyot berjanji akan selalu menjadi sahabat Sela untuk selamanya.
Kelingkin mungil lelaki idiot itu menunjuk kelangit, membuat janji kepada Sela, serta memberi sebuah senyuman dan gurauan konyol dan bertingkah bodo, mencoba untuk menghapus kesedihan diraut wajah imutnya Sela temannya itu.
Namu Sela terlihat begitu kesal kepada shabatnya itu dan mengabaikan jari kelingking pembuat janji Yoyot, silelaki idiot itu.
"Bagai mana mungkin kamu dapat menjadi sahabatku selamanya?, kamu barusaja membuat dia pergi, kamu mengacaukan hari yangku nanti-nantikan, sekarang kamupergi!!, pergi!!. Ucap selah kepada Oyot dengan sangat kecewanya.
Meskipun Selah telah mengusir Oyot, akantetapi Oyot enggan untuk meninggalkan sahabatnya itu, wajahnya tertunduk diam, entah apa yangterjadi kepada sahabat nyaitu.
Sebelumnya Oyot tak perna sama sekali mendapat perlakuan kasar dari Sela sahabatnya itu, untuk pertma kalinya sela belaku sekasar seperti itu kepada Oyot.
"Pergii!!!".
Teriak Sela lagi, Oyot tidak juga beranjak pergi dari tempatnya.
Kekesalan Sela semakin memuncak, lantas Sela langsung saja pergi meninggalkan lelaki idiot itu.
Masi lagi dengan wajah tertunduk nya, Oyot mengikuti Sela berjalan dari belakang, bertanya-tanya dari dalam hatinya akan apa kesalahan yang telah ia buat terhadap Sela.
"Jangan ikutin aku!, aku mau sendiri, pergi!! pergi kamu lelaki idiot!, aku sudah tidak sudih berteman dengan kamu lagi, pergii!!". Amuk selah kembali yang menyadari Oyot berjalan mengikutinya, serta berlari dengan cepat meninggal kan lelaki idiot itu.
Lantas, apa yangdapat Oyot lakukan?, tidak ada.
Ia masi berdiri diam memandangi sahabatnya itu, berlari menjauh darinya, serta bersedih atas perubahan sikap Sela.
Siang dan malam, hari berganti hari, kedua sahabat itu, sudah tidak lagi bersama seperti biasanya.
Bahkan mereka juga sering berpapasan saat diperjalanan, namun Sela enggan untuk memandang walau sedetikpun.
Selain Sela, Oyot tidak memiliki siapa-siapa lagi yangmau berteman dengannya, tidak ada satupun.
Oyot hanyalah menjadi olokan dan mainan orang-orang disekitarnya, layak nya orang idiot, ia hanya bisa menerima apapun yang dilontarkan kepadanya, jangan kan untuk melawan, untuk berkata saja Oyot tidaklah mampu, bahkan olokan tersebutpun seringkali disaksikan Sela di depan matanya.
Sebegitu marahnya Sela kepada Oyot, sehingga ia enggan untuk membela ataupun perduli seperti yang biasa ia lakukan dulu.
Tidak ada yangbisa Oyot lakukan lagi, ia hanya bisa menerima segala takdir yang dibrikan kepadanya.
Sudah empat pekan mereka tidak saling tergur, jangankan untuk menegur, untuk memandang Oyot sekejapun Selah sudah tidak maulagi.
Kini Oyot sangatlah merindukan sosok Sela sahabatnya itu, teringat akan canda tawanya Sela.
Namun apalah dayanya, keidiotan nya membuat Selah tidak mahulagi berteman dengan nya.
Rindu tetap lah rindu, tak ada apapun yang dapat dilakukan terkecuali bertatpan serta bertanya kabar walau hanya sekejappun.
Lantas Oyot mencoba memberanikan dirinya, untuk menghampiri Sela sahabatnya itu, mengenepikan sikap idiotnya serta berpenampilan layaknya orang-orang yang normal.
Dengan sangat tergagap-gagap".
"Sela!, lihatlah aku sekrang!, aku sudah tidak idiot lagi kan?.
Sela masilagi terdiam, masi lagi takmenatap Oyot.
"Selah!, ini Oyot , Oyot rindu sela, kenapa Sela tidak maulagi berteman dengan Oyot?, Oyot tau Oyot idiot, tidak seperti mereka yang sempurna, tidak seperti teman Sela yang lain.
"Tapi Oyot suka berteman dengan Sela, apa salah Oyot sampai Sela tidak maulagi menjadi sahabat Oyot?".
"Oyot!!' kamu bertanya kepadaku apa salahmu?".
"Apa kamu sunggu ingin tau?".
Oyot menganggukan kepala, seolah tidak sabar mengetahui akan apa kesalahannya.
"Kamu membuat ia pergi, membuat lelaki yang aku Cintai menjauh dariku, kamu mengacaukan hari bahgiaku dengan semua tingkah bodohmu saat aku bersamanya. Dan sekarang aku harap, mulai detik ini aku takingin bertemu kamu lagi, sunggu aku sudah tidak sudi berteman dengan kamu lagi".
Lantas sela pun pergi setelah menjelaskan semua kesalahan Oyot sahabatnya itu kepadanya.
Lagi-lagi Oyot diam dan tertunduk, namun kini matanya berkaca-kaca menahan tangis atas ucapan yang sudah lama menjadi sahabatnya itu.
Apa kah hanya karna seorang pacar, seorang sahabat beruba sedemikian rupa?, membenci, serta tidak sudih lagi untuk memandang walau sedikit pun?.
Hari berganti hari, kini sudah dua pekan Selah tidak melihat Oyot lagi, tidak mendengar kabar dari Oyot lagi, Semenjak hari itu, Oyot sudah tidak terlihat lagi didepan matanya.
Apa yangtelah terjadi kepada Oyot?, kemana lelaki idiot itu pergi?, mungkinkah ia telah mendapatkan teman baru?, sehingga kini ia sudah tidak terlihat lagi.
Tampak raut kecemasan diwajah Sela, serta bertanya-tanya dari dalam hati akan kemana perginya Oyot.
Detik demi detik, waktu berganti waktu, hati Sela semakin penasaran akan kemana lelaki idiot itu.
Apakah perlakuan selah kepadanya membuat Oyot tidak maulagi bersekolah?.
Tidak ingin berpenasaran lebih lama lagi.
Sela langsung saja pergi mendatangi kediaman Oyot.
Namun sangatlah disayangkan, tetangga Oyot memberitahu Selah, bahwah sudah dua pekan Oyot berada dirumah sakit.
Begitu tampak diraut kecemasan yang sangat mendalam diwajah Sela, tidak mau menunggu lama lagi.
Selapun langsung saja mendatangin Oyot tidempat ia dirawat.
"Selamat siang!"
ujar Sela yangmemasuki ruang perawatan Oyot.
Takada satupun yangmenjawap salamnya, Namun alangkah terkejutnya Sela, ketika melihat Oyot terbaring dengan kepalanya yangsuda tidak ada rambut sehelaipun, terlebih lagi Selah mendengarkan tangisan orangtuanya Oyot yang memecah.
diselah-selah tangisan itu, Sela mendengar suara yang tidak asing memangil nama nya dengan sangat serak dan lemah.
"Sela sahabatku!.
Sela kemudian mendekat, dengan langkah yang amat lamban, tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Oyot!.
Pangil Sela serta berlutut menggenggam tangan sahabatnya itu.
"Apa maksud dari semua ini?, kenpa dengan diri mu?, beritahu aku!. ujar Sela dengan suara yangbergetar.
"Mulai hari ini, Oyot tidak akanlagi hadir dalam hidup Sela, Oyot janji!.
"Sela Maaf kanlah Oyot, karna sudah gagal menjadi sahabatmu, maafkan Oyot, karna sudah membuatnya pergi darimu, maafkan Oyot karna sudah mengacaukan hari-hari Sela.
Tangisan Sela kian memecah.
"Tidak!!, tidak!, Oyot kamu tidak bersalah kepadaku, akulah yangmeminta maaf kepadamu, Maafkan aku!!. sekarang kamu sehat!!, ayo cepat bangun!!, kita bermain dan bershab seperti dulu lagi, aku rindu kamu Oyot.
Oyot lagi-lagi terdiam, namun ia melemparkan senyuman indahnya kepada Sela.
Senyuman itu adalah senyuman terakhirnya untuk sela sahabatnya itu.
Perlahan Oyot menutup matanya, perlahan senyumannya pun menghilang.
Kini tangan Selah merasakan Dinginnya tangan sahabatnya itu.
"Oyot!!, Oyot!!!, bangunnnnn!!, buka matakamu buka!!, aku masilagi ingin bergurau denganmu, Oyooottttttttt!!!!, bangunnnnnnn!, Oyotttt.
*****
Wahai kawanku, Hargailah seorng temanmu, andai kalain berada didalam masalah, tetap lah berteman!, janganlah hanya karena sesuatu lantas kalian enggan untuk memberbaiki nya, selagi masi ia bersamamu, baik dikala susah maupun senang nya, tetap lah menjadi sahabat yang baik dengannya!!
the end.