Namaku Lili, aku adalah mahasiswa di salah satu universitas di Indonesia, dan sekarang aku sudah memiliki pacar yang menurutku dia sangat mencintaiku, dan aku ingin dia selalu disampingku hingga akhir hayatku dan hidup bahagia bersama selamanya, hingga pada akhirnya kejadian itu bermula.
Saat itu, aku sedang bersiap-siap untuk pulang ke rumah, jadi aku menelpon pacarku yang bernama Randi untuk menjemputku dan menungguku di parkiran, saat diriku sedang asik berjalan di koridor kampus aku tidak sengaja mendengar percakapan salah satu pasangan yang berada di sekitar koridor juga, pasangan itu mengatakan "sayang, bisakah kau mengatakan I Love You kepadaku" ucap wanita yang sedang berhadapan dengan seorang pria.
Yah aku berfikir mereka mungkin sepasang kekasih, saat itu pria yang berada dihadapannya langsung tersenyum sambil mengucapkan "I Love You, sayang" mereka langsung tersenyum sambil tersipu malu.
Aku merasa hal itu wajar saja karena mereka adalah sepasang kekasih, tapi di saat aku ingin melanjutkan perjalananku menuju keparkiran, tidak ada angin tidak ada hujan, seketika di pikiranku muncul "apakah setiap pasangan pernah mengatakan i love you, perkataan i love you kan tanda cinta, tapi kenapa Randi tidak pernah mengucapkan perkataan itu kepadaku,apakah mungkin dia tidak men......"
saat itu aku langsung menggeleng gelengkan kepalaku dan berusaha untuk membuang jauh-jauh pikiran yang aneh ini tapi, saat aku berusaha untuk tidak memikirkannya lagi tiba-tiba hatiku merasa gelisah dan aku berfikir yang kedua kalinya "apakah Randi mencintaiku, apa dia benar benar mencintaiku"
aku sangat gelisah hingga akhirnya di pikiranku terlintas suatu ide "aku punya ide! sebentar, saat aku bertemu Randi aku ingin dia mengucapkan I Love You kepadaku" Ucap kalimatku dengan lantang
saking lantangnya sampai-sampai orang-orang yang berada di sekitarku kaget, melihat reaksi mereka yang seperti itu pipiku menjadi memerah dan aku langsung menutup wajahku dengan kedua telapak tanganku karena saking malunya.
Aku berjalan beberapa saat hingga akhirnya aku melihat Randi yang sedang berada di dekat motornya sambil menungguku dengan sabar "Sayang" ucapku karena kegirangan
karena mendengar suaraku Randi mencari cari dimana asal suara yang memanggilnya, hingga akhirnya dia menemukan diriku yang sedang berlari kearahnya dan langsung memeluknya "Sayang, apa kau tau?" Ucapku kepada dirinya
"Tidak" balas Randi dengan wajah tidak ingin tahu
mendengar jawaban pacarku ini aku sedikit kesal terhadapnya tapi aku sudah biasa dengan sikap cueknya itu.
"Sayang,tadi aku mendengar sepasang kekasih mengucapkan I Love You,jadi...aku juga ingin supaya kau mengucapkan perkataan itu kepadaku,karena kau tidak pernah mengatakan hal seperti itu kepadaku" ucapku sambil cemberut
tapi bukannya mengatakan pekataan hal yang kuinginkan dia malah hanya tersenyum sambil memberikan boneka beruang kepadaku,yah dia memang selalu memberikan boneka saat aku bertemu dengannya ,aku sudah tidak dapat menghitung ada berapa boneka yang dia berikan kepadaku karena seluruh kamarku dipenuhi dengan boneka yang dia berikan.
"Aku akan langsung mengantarmu pulang ke rumah" ucap Randi
jadi aku hanya ikut saja,saat di perjalanan tak ada sepatah katapun yang keluar,rasanya sangat canggung.
'apakah mungkin dia marah kepadaku,karena tidak mengucapkan perkataan yang dia inginkan,aku merasa suasana atmosfernya berubah dan terasa aneh' isi pikiran Randi yang dari tadi menghantuinya
'apakah mungkin Randi marah kepadaku karena aku menginginkan hal yang aneh,tapi hal seperti itu tidaklah aneh hal ini adalah hal yang wajar' aku berfikir demikian hingga tak terasa ternyata aku sudah sampai di depan pagar rumahku
aku segera langsung turun dari motor Randi dan tidak mengeluarkan sepatah katapun aku langsung masuk ke rumah dan menuju ke kamarku,aku melirik ke luar jendela untuk melihat apakah Randi masih ada atau dia sudah pergi dan ternyata Randi sudah pergi
"Aku sangat kesal,sangat kesal,mana mungkin bisa bisanya Randi langsung cabut begitu aja setelah melihat diriku yang bersikap tidak seperti biasanya,huft mungkin saja dia memang sudah tidak mencintaiku" ucap diriku sambil menggerutu
[Di sisi lain]
"Mba,boneka beruang yang ini harganya berapa yah,di bonekanya bisa mengeluarkan suara ucapan I Love You kan,harganya berapa Mba?" ucap salah satu pria di toko
"iya Mas,harganya hanya Rp.200.000-kok mas,hehehe mas ini mau kasi ke pacarnya yah" ucap penjual boneka sambil menggoda si pria
tapi pria itu sangatlah cuek jadi dia tidak peduli dengan ucapan yang baru saja dia dengar,pria itupun membayar boneka dan bergegas untuk pergi.
[Di sisi lain]
"Randi mana sih,kok aku ngambek gini malah gak ada kabar,aku telpon kok gak aktif" ucapku dengan penuh emosi
tapi tiba tiba ponselku berbunyi dan benar saja itu adalah telpon dari Randi,aku tidak ingin mengangkat telponnya karena aku sangat marah kepada dirinya tapi aku juga tidak tega jadi aku mengangkat telponnya saja
"ada apa" ucapku langsung inti
dan pacar cuekku ini menjawab
"bisakah kau turun dulu,karena aku ada berada di halte bus dekat rumahmu"
mendengar perkataan Randi yang berada di halte bus aku langsung mengatakan kepada dirinya
"iya,aku akan bersiap siap,tunggu saja diriku"
telpon pun aku matikan dan aku bersiap siap untuk keluar rumah tapi di saat aku berada di depan pagar dan bersiap untuk menyebrang jalan aku tidak hati hati dan benar saja terdapat kendaraan roda empat yang sedang melaju kearahku aku berfikir
'apakah ini akhir hidupku'
tapi sebelum mobil itu menbarak diriku aku tidak mengetahui ternyata Randi lari dengan kencang dan menuju ke hadapanku dan benar saja dia telah menyelamatkan hidupku dan dia tertabrak mobil,aku tak tau mau mengatakan apa,aku terdiam dan tak percaya bahwa Randi,pria yang kusayangi kini telah bercucuran darah di hadapanku sendiri
Aku tak tau ingin marah kepada Randi karena dia telah menyelamatkanku atau ingin menangis melihat Randi yang terpapar di aspal jalan,semua tercampur aduk menjadi satu dalam pikiranku,semua orang berkumpul dan ambulance telah datang,dan yang tersisa di jalan saat itu hanya boneka beruang yang baru saja dibeli oleh Randi untuk diberikan kepadaku,baru saja aku ingin mengambil boneka itu tiba tiba ada anak kecil yang merebut boneka itu,aku ingin marah kepada anak kecil yang tak tau apa apa atau aku ingin bersedih karena boneka yang diberikan untukku direbut oleh anak kecil aku tak tau aku harus bagaimana,baru saja aku ingin berdiri tapi aku mendengar suara i love you yang berasal dari boneka beruang itu.
Sekarang aku baru sadar ternyata selama ini boneka yang diberikan Randi kepadaku adalah boneka yang jika aku memencet tanda love di dada boneka beruang itu akan muncul suara yang mengucapkan I Love You
Sekarang aku juga baru tersadar bahwa Randi sebenarnya selama ini telah mengucapkan I Love You kepadaku tapi aku tidak menyadarinya,aku serasa ingin berteriak karena penyesalanku.
[Beberapa hari kemudian]
Pemakaman Randi telah usai,aku tak pergi melayat karena aku tak bisa melihat wajah terakhir pria yang kucintai,aku selalu berdiam diri di kamar,tak ada hal yang ingin kulakukan,aku selalu merenung seperti manusia tanpa arah hingga malampun tiba dan di saat aku tertidur aku bermimpi kalau Randi datang menemuiku dan dia berkata
"Sayang,kau tau kan aku sangat mencintaimu jadi aku mohon kepadamu kau harus bangkit lagi,dan jangan menyerah yakinlah aku selalu berada di sisimu"
setelah Randi mengucapkan perkataan itu aku tiba tiba terbangun dari tidur dan mengucapkan
"Randi,Randi apa itu kau?,apa kau masih hidup"
tapi aku tersadar kalau itu hanya mimpi,malam itu aku tak bisa tidur aku menangis terus menerus karena memikirkan Randi
[Satu minggu kemudian]
Seminggu telah berlalu setelah pemakaman Randi,aku harus berangkat ke kampus dan harus bangkit lagi seperti yang diucapkan Randi dalam mimpiku,tiap hari aku selalu memikirkan Randi tapi aku tak boleh tenggelam dalam kesepian dan kesendirian,jadi saat ini hingga nanti aku akan selalu berusaha dan bertekad agar tidak mengecewakan Randi.
-Mengungkapkan rasa cinta itu banyak macamnya,ada yang merangkai kata kata dan ada yang melakukannya lewat tindakan,tapi terkadang seseorang tidak menyadari akan hal itu,hingga pada akhirnya yang tertinggal hanya sebuah penyesalan-