Trikotilomania adalah kondisi kelainan yang dimana penderitanya memiliki dorongan yang tidak tertahankan untuk mencabuti rambut sendiri. Entah itu rambut kepala, alis, bulu mata, atau rambut diarea tubuh lainnya.
Walaupun terdengar sepele, tapi gangguan mental ini bisa menyebabkan kematian. Setelah lama bertahun-tahun dilakukan, tumpukkan rambut tersebut akan menyebabkan penurunan berat badan, muntah, obstruksi usus, hingga kematian.
Banyak kasus di dunia yang mempunyai penyakit ini. Sama dengan cerita seorang gadis berusia 15 tahun dan sudah mengidap penyakit ini selama kurang lebih 5 tahun. Gadis itu bernama Aeera Calandra, gadis kurus dengan kulit putih dan imut. Gadis yang ceria dan baik hati.
Sejak kecil, Aeera memang orang yang cerewet dan selalu ceria. Dia mempunyai bakat sejak kecil, yaitu menggambar dan melukis. Orangtuanya sangat bangga karena Aeera selalu memenangkan banyak perlombaan. Selain menggambar dan melukis, Aeera juga bakat menari, tubuh mungilnya sangat lentur dan dengan mudah dapat memahami sebuah tarian dalam waktu singkat.
Lanjut menginjak Sekolah Dasar, Aeera sangatlah ceria dan menjadi gadis tercantik di sekolahnya. Tapi... disaat dia menduduki bangku kelas 3 SD, dia mulai merasa aneh terhadap dirinya dan dari sini, dia tidak menyadari bahwa setiap hari, dia selalu mencabuti rambutnya sendiri hingga botak dan membuat orangtuanya memarahinya.
Sudah 3 tahun semenjak itu, kini dia sudah diakhir bangku SD. Selama itu, Aeera berubah menjadi pribadi yang pendiam dan penyendiri. Di sekolah dia belajar dengan terpaksa, dirumah dia dimarahi habis-habisan. Aeera tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, setiap harinya dia selalu mengurung di kamar yang sangat berantakan tak terurus. Entahlah, dia sudah malas dengan kebersihan yang nantinya akan menjadi kotor juga.
Pukul 04.30 WIB.
Brakk!
Seorang pria yang sedang menendang-nendang barang-barang milik anaknya dan membuat itu berhamburan tidak jelas.
"Beresin semua! Kalau enggak, papah usir kamu dari rumah!!!" Bentak ayahnya dan membuat Aeera, mau tidak mau harus membereskan kamarnya yang seperti kapal pecah.
"KAMU TUH UDAH GILA YA?! KEPALA BOTAK DI TENGAH KAYAK GITU!, BADAN KURUS!, KAMAR KAYAK TEMPAT PEMBUANGAN SAMPAH! KAYAK ANAK GAK DI URUSIN!!! MAKANAN BANYAK TINGGAL MAKAN! HARUSNYA KAMU TUH BERSYUKUR DONG! PUNYA RUMAH, PUNYA UANG, MASIH PUNYA ORANGTUA!! COBA LIAT ANAK-ANAK DILUAR SANA, TIDUR DI JALANAN, GAK BISA MAKAN, KURUS JADI GAK JADI MASALAH!! MULAI SEKARANG, PAPAH GAK MAU LIAT KAMAR BERANTAKAN LAGI, ATAU GAK PAPAH USIR KAMU DARI RUMAH! BIARIN AJA JADI GELANDANG!!!" Bentaknya tepat ditelinga Aeera sambil menendang-nendang semua barang yang berserakan dibawah.
"BERESIN!!!" Bentaknya lagi.
Bruk!!
Suara pintu yang tertutup keras. Nyali Aeera menciut, dia sudah benar-benar jatuh dan tidak tahu apa-apa lagi. Dia tahu, dia mengerti apa maksud semua perkataan ayahnya itu, dia sadar, dia faham, tapi... dia berbeda.
Selama 2 jam Aeera membereskan kamarnya hingga bersih dan rapih total. Kini dia tengah terduduk di kursi dan menaruh kepalanya di atas meja belajar. Dia mencoba menenangkan dirinya, mencoba untuk tidak menangis, dia mengeluarkan beberapa butiran air mata, karena siapa perempuan kecil yang bisa menerima bentakan seorang ayah? Tidak ada, semua pasti akan terjatuh sedalam-dalamnya.
Mata Aeera terbuka, dikala dia merasakan sesuatu yang terjatuh ke tangannya. Tetesan merah yang mengalir dari hidungnya, dan semakin lama, darah itu mengalir deras. Aeera masih di tempatnya, dia hanya merasa benar-benar lelah dan sudah tidak bisa menggerakkan tubuhnya.
▪︎ ♡ ▪︎
Semua berjalan mulus hingga Aeera menduduki bangku kelas 8. Setiap harinya dia harus melewati rintangan yang berat. Di sekolahnya, dia harus disakiti oleh pertemanan, karena dia baru menyadari, perteman dimasa SMPnya ini sangat sulit, dan membuat dirinya merasa tidak ada teman satu pun yang cocok akan dirinya. Selama itu pula, dia selalu dibully. Sedangkan di rumahnya, dia selalu mendapat ceramahan dari orangtuanya, karena nilai Aeera yang anjlok, dan membuat mereka malu.
Di tengah malam yang gelap, Aeera menangis secara diam-diam di kamarnya. Dia sudah lelah dengan semuanya, dia sudah tidak bisa menjalani hari-harinya. Tubuh yang mempunyai beberapa lebam akibat bullyin di sekolah, dan rambut yang semakin parah kebotakannya.
"Hiks... hik... hiks... arrghh..." Tangisnya menjambak mencengkram tangannya kuat dan membuat bekas luka yang mengeluarkan cairan merah disana.
'Aku capek. Aku nyerah. Aku gak bisa lagi. Aku udahan aja. Aku udah cukup. Aku takut... takut sama semua manusia dimuka bumi ini! Aku benci semuanya! Aku gak percaya siapa-siapa lagi! Aku mau MATI!!! Aku udah gak kuat... hiks... aku mau mati... mati." Batinnya menjerit.
Setiap harinya, Aeera di selimuti rasa cemas yang mendalam, rasa tertekan, stres parah, mungkin bukan stres lagi, tapi depresi. Tidak ada yang tahu soal ini, hanya Aeera dan tuhan yang tahu.
2 minggu penuh ini, Aeera sudah depresi berturut-turut, di tambah lagi, ujian sekolah yang semakin dekat dan membuat dirinya semakin tertekan. Sudah banyak percobaan bunuh diri yang Aeera lakukan, tapi dia ragu untuk melakukannya. Namun, pada malam ini, tepat pada tanggal 31 agustus, dia merencanakan sesuatu yang istimewa.
'Mungkin ini akhirnya, aku sudah pasrah, aku memilih ini karena mungkin ini yang terbaik. Walaupun aku tau ini dosa, tapi aku memang sudah berusaha yang terbaik. Selamat tinggal. Dunia yang kejam.' Batinnya dan perlahan kesadarannya menghilang.
▪︎ ♡ ▪︎
Untuk kamu, siapa pun yang baca surat ini.
Aku udah berusaha yang terbaik, dan mungkin ini adalah akhir dari jalan ceritaku. Kalau kamu bilang aku lebay atau alay, itu terserah kamu. Karena kamu gak akan ngerti aku, karena kamu gak ngerasain jadi aku, jangan, jangan sampai kamu jadi aku, aku takut kamu juga memilih jalan ini.
Makasih untuk semuanya, untuk mamah, papah, kakak, adik-adik ku. Makasih atas perhatian kalian, aku gak akan bisa tumbuh jadi wanita kuat kalau kalian gak ada. Jadi sekali lagi terimakasih banyak untuk semuanya. Dan maaf, maaf, maafin aku yang lebay ini, maafin aku yang lemah ini, aku gak bisa kayak kalian, maaf karena aku memilih jalan sesat ini, maaf karena aku meninggalkan kalian, maaf, aku bener- bener minta maaf.
Selama ini aku pengen kasih tahu kalian. Kalau sebenernya aku ini punya penyakit, nama penyakitnya Trikotilomania. kalian bisa cari tau sendiri di internet. Mungkin juga, bukan hanya penyakit itu yang ada di jiwa aku.
Aku mau kasih tau aja, kalau sebenernya, aku ini sakit, aku ini lelah buat ngejalanin hari-hari yang berat. Aku juga tau disana ada yang lebih dari aku, tapi jangan pernah samain aku sama yang lain, karena aku gak suka.
Makasih udah jadi keluarga, sahabat, teman aku. Aku banyak berterimakasih pada kalian. Maafin kesalahan aku ya, tenang kok, aku juga udah maafin kalian yang baca ini;D
Waktu aku udah habis. kalau gitu, aku pamit ya. Bye-bye:).
By: Aeera Calandra.
▪︎ END ▪︎
Maaf kalau ceritanya gak nyentuh ginjal kalian:v
Aku mau minta, siapa pun yang baca ini. Tolong, kasih pendapat kalian tentang penyakit trikotilomania ini yaa...
Thanks uuu ♡.