"Dasar cewek jelek !"
" Kampungan banget sih !"
" Itu bajunya plis deh,norak banget !"
"Kok bisa masuk sini sih !"
"Dasar dekil ! "
begitu kiranya suara - suara yang didengar oleh Nata ketika ia melintas di sepanjang koridor kampus menuju kelasnya .Hinaan yang ia dapat Hanya ia dengar tanpa memberikan respon pada mereka .Ia cukup tau diri jika dia tidak punya teman satupun yang akan membelanya disini atau bisa dikatakan dia seorang introvert garis keras .
Irit ngomong tapi cerdas dan jenius ,jangan lupakan wajahnya yang memang selalu tanpa riasan dan bertabur jerawat .
Nata terdiam di depan pintu kelasnya ,Ia tau jika ada sebuah ember biru besar di atas pintu yang disiapkan khusus untuknya .Nata menepi dan duduk di bangku yang ada di samping pintu ,menunggu dosennya datang .
A few minute later .......
"Nata,kenapa gak masuk kelas ?" Arsen,dosennya Nata ,sedikit heran saat menemukan Nata yang malah duduk - duduk santai di depan kelas .
" Nata lagi nungguin Bapak,sini Pak,bukunya Nata bawakan " Nata dengan sigap meraih setumpuk buku dan tas jinjing milik Arsen .Arsen tersenyum melihatnya dan mengajak Nata melangkah menuju kelas.
Byurr
"ASTAGA !" Arsen berteriak kaget karena dirinya jadi basah kuyup sekarang . Ia menatap semua penghuni kelas yang melongo menyaksikan dosen mereka ketiban air plus embernya sekalian .
Hahahaha....
Seluruh kelas tertawa melihat penampilan dosen mereka yang biasanya necis kini menjadi seperti ....emmm ......gatau deh ,hehehe
"DIAM !"
******
Semua murid sekelas kecuali Nata sedang mencabuti rumput di taman Fakultas setelah kejadian salah sasaran yang menimpa Arsen tadi sedangkan Nata saat ini sedang bersantai menikmati secangkir teh hangat dan sepiring nasi goreng sea food di kantin bersama dosennya .
" Kamu kenapa senyum - senyum sendiri Ta ?" Arsen heran ,dari tadi Nata terus saja tersenyum - senyum tanpa sebab yang jelas ,padahal temannya sedang dihukum semuanya .
" Nata senang saja Pak,dapat traktiran nasi goreng dari Bapak Dosen " Ujar Nata penuh semangat sambil terus memasukkan makanan ke dalam mulutnya .
" Kamu seneng karena saya kesiram tadi ?" Tanya Arsen
" Nggak dong Pak,mana mungkin saya bahagia di atas penderitaan orang lain " Nata berujar ,kali ini nadanya sedikit lembut.
'Makanya ,jadi orang jangan suka bully ,nanti malah jadi senjata makan tuan ' batin Nata girang mengingat aksinya tadi .