Nama ku adalah Kannya Bintang Christi. Aku biasa di panggil Annya, tapi ada satu orang yang memanggil ku Bi. orang itu bernama Jonathan Samudra Kristiawan.
Aku memiliki 4 sahabat yang bernama Raina, Bara, Kenan, Danil. Umurku dengan mereka berbeda jauh tapi itu tidak menghalangi persahabatan kita. Orang tua kita memang sibuk dengan dunia bisnis tapi yang kurang beruntung hanya aku. Walau orang tua mereka sibuk tapi orang tua mereka selalu menanyakan kabar mereka. Terkadang aku iri kenapa orang tua ku tidak seperti orang tua mereka.
pagi ini di rumah ku ada suara ribut yang mengganggu tidur ku. Lalu aku turun ke lantai satu untuk mencari tau ada apa.
"mbok, ada apa kok ada suara ribut" tanya ku ke mbok Sri yang ada di dapur.
"a-anu dek" kata mbok yang gugup.
karena aku penasaran jadi aku menuju ke sumber suara ribut. Ternyata suara itu berasal dari kamar orang tua ku.
saat aku mendengarkan suara ribut itu ada kata - kata yang membuat ku marah.
"pa, ma Annya gak mau" ucap ku tak terima.
"Annya ini bukan urusan mu!! " bentak papa.
"pa, ma aku gak mau kalian pisah" ucap ku dengan menangis.
"Annya keluar!! " bentak papa.
"pa... " ucap ku dengan menangis.
"keluar!! " bentak papa lagi dan aku langsung pergi ke kamar ku.
Setibanya di kamar aku langsung menangis. Aku sangat sedih saat mama ingin pisah dan papa mengiyakan. Apa mereka tak memikirkan persaan ku?. Karena menangis terus aku malah ketiduran dan tidak berangkat sekolah.
Karena aku tidak sekolah, aku ingin ke tempat yang sering aku kunjungi. Saat perjalanan aku terkena musibah yaitu tertabrak mobil. Sebenarnya yang salah itu aku saat lampu merah aku tidak berhenti malah nambah kecepatan. Setelah kecelakaan itu aku tetap melanjutkan perjalanan ku.
Saat ini aku sudah sampai di tempat tujuan ku yaitu atap gedung, tempat favorit ku.
saat aku di atap gedung ada seseorang yang datang dan orang itu adalah orang yang tabrakan dengan aku tadi.
Karena tangan ku luka dia mengobati luka ku . Dan dari situlah aku kenal dengan Jonathan Samudra Kristiawan, yang biasanya aku panggil Sam.
Waktu terus berjalan dan hari berganti hari dan hubungan ku dengan Sam semakin dekat. Dan sahabat ku memutuskan kuliah di luar negeri dan tinggallah aku sendiri. Aku sekarang sudah SMA dan Sam kuliah.
Sam selalu mengatar dan menjemput ku sekolah walau kadang aku menolak tapi dia memaksa.
Suatu hari saat Sam mengantar ku sekolah, dia menyatakan perasaan nya dan aku menerima nya. Itu adalah hal yang membuat aku sedang. Kita menjalani hubungan dengan baik walau banyak masalah yang membuat kita bertengkar.
Ada satu kesalah pahaman yang membuat Sam pergi dan meninggalkan aku. Aku berusaha menjelaskan tapi Sam menolak dan memilih pergi.
Setelah tiga tahun aku dan Sam berpisah kita di pertemukan dengan perjodohan. Ternyata orang tua kita adalah sahabat. Awalnya Sam menolak perjodohan itu. Karena ancaman yang papa nya Sam berikan Sam mau di jodohkan dengan Annya tapi dengan syarat menikah secara sederhana dan tidak di publikkan. Aku setuju saja karena aku akan menikah dengan orang yang aku cintai tapi entah dengan Sam