Siang itu aku sangat marah, siapa dia berani - berani nya mengatakan bahwa cewek ku itu sok suci. Dengan amarah yang berkobar aku melacak keberadaan orang itu. Saat tiba di rumah nya, aku menendang pintu dengan kasar. Bahkan aku menarik kuat leher baju nya dan mendorong nya keluar dari rumah.
"Lo siapa hah!!!" Bentak nya, bukan nya takut aku malah tersenyum miring menatap nya.
Aku begitu muak melihat nya, rasa nya ingin sekali ku habisi dia saat ini juga. Tapi aku tidak ingin gegabah dan mengambil keputusan yang salah.
"Gue adalah orang dari cewek yang lo hina!!! Cewek gue mungkin bisa diam dan sabar sama sikap lo, tapi gue nggak bisa!!! Berani lo hina cewek gue artinya lo cari masalah sama gue"
Yah orang itu adalah tidak lain mantan dari kekasih ku, dia memiliki dendam karna kekasih ku mengakhiri hubungan dengan nya. Dia tidak hanya menghina kekasih ku, tapi juga menghina diri ku. Ah sungguh ingin sekali aku merobek mulut nya itu. Hingga di siang itu tanpa sepengetahuan kekasih ku aku pergi menemui nya.
"Gue kasih tau sama lo, cewek lo itu emang nggak benar dan lo belain cewek munafik kayak gitu? Hahaha miris gue bro"
"Sekali lagi lo jelekin cewek gue, maka gue nggak segan-segan merobek mulut lo itu!!!" Bentak Nathan dengan emosi yang menggebu-gebu.
"Jangan-jangan lo di dukunin sama tuh cewek jadi bisa sebodoh ini" Nathan tidak menjawab apa-apa melainkan langsung melayang kan pukulan pada wajah Harris yang tak lain mantan dari kekasih nya.
"Gue udah bilang baik-baik sama lo, tapi lo malah cari masalah sama gue. Dan sekarang lihat apa yang terjadi sama lo??!! Cara lo banci men buat bales dendam, harus nya lo mikir dong kenapa cewek sebaik Audrey mutusin lo" Nathan terus memukuli Harris tanpa ampun, ia bahkan tidak memberi kan Harris kesempatan untuk melawan.
"Sekarang gue kasih lo pilihan, lo minta maaf sama Audrey atau lo mau gue laporin ke polisi atas tuduhan pencemaran nama baik? Pilih sekarang!!" Teriak Nathan yang berada di atas tubuh Harris.
"Sampai kapan pun gue nggak bakal sudi minta maaf sama dia, karna gue nggak salah!!!" Ucap Harris keukeh.
"Dasar cowok bajingan lo!!! Cara lo sampah!!" Nathan kembali memukul wajah Harris bertubi-tubi.
"Gue yakin suatu saat nanti lo pasti nyesel karna belain dia, dasar cewek sok suci!!!"
'Bugh'
'Bugh'
'Bugh'
Nathan kembali melayang kan pukulan nya tepat di perut Harris, cowok itu bahkan sudah mengeluarkan darah di sekitar pelipis dan bibir. Namun kini harus menerima sakit di perut nya akibat pukulan Nathan.
Dilain tempat...
"Nathan kemana sih? Di chat nggak di bales, di telpon nggak di angkat, bikin khawatir tau nggak sih?" Ucap Audrey pada Amanda sahabat nya.
"Lo positif dong, nggak boleh negatif gitu" Balas Amanda menenangkan.
"Gue nggak berpikir negatif, gue cuma khawatir karna nggak sebiasa nya dia nggak kasih kabar" Ucap Audrey.
"Sekarang gue tanya, nomor Nathan aktif?" Audrey mengangguk cepat.
"Yaudah sini ponsel lo biar kita lacak dia ada dimana sekarang " Audrey lagi-lagi hanya mengangguk dan menurut.
"Loh dia ada di kost'an Harris, ngapain?" Tanya Amanda heran.
Audrey langsung tersadar akan sesuatu, dengan secepat kilat ia meraih tas nya dan pergi meninggalkan Amanda yang tengah kebingungan.
"Pak tolong lebih cepat lagi yah?" Pinta Audrey.
Sopir taksi itu hanya mengangguk sebagai jawaban, sementara Audrey hanya mengigit bibir bawah nya. Jujur saja ia sangat mencemas kan keadaan Nathan. Bagaimana pun juga ia sangat mengenal Nathan, lebih-lebih jika cowok itu tengah emosi dan marah.
"Neng udah sampai ini mah" Audrey memberikan uang dan segera turun.
Dengan terburu-buru Audrey berjalan menuju kost'an Harris. Sejujurnya ia sendiri sangat malas jika harus ke tempat itu lagi, tapi demi Nathan sang kekasih apapun akan ia lakukan.
Setiba nya di pekarangan kost'an, Audrey membulat kan mata nya ketika melihat Nathan menghajar habis tubuh Harris.
"Nathan!!!" Audrey menarik tangan Nathan, sontak Nathan menoleh dan Audrey langsung memeluk nya.
"Kita pulang yah? Udah aku gapapa kok, aku nggak masalah sama yang dia omongin" Audrey mengeratkan pelukannya pada Nathan.
"Aku bukan kamu, aku nggak bisa harga diri kamu di injak-injak" Nathan melepas pelukan mereka, ia berniat kembali memukuli Harris yang sudah tidak berdaya.
"Jangan Nathan aku mohon!! Sekarang kita pulang yah?"
"Iya kita pulang, tapi kamu jangan nangis lagi" Nathan menghapus air mata Audrey dan memeluknya hangat.
"Bersyukur lo!! Andai cewek gue nggak datang lo bakal habis di tangan gue" Audrey menatap Nathan, seolah mengisyaratkan sudah ayok pergi.
Setiba nya di apartemen Audrey...
"Plis jangan ulangin lagi, aku nggak mau kamu kenapa-kenapa" Audrey memegang erat tangan Nathan.
"Aku nggak bisa janji, tapi aku bakal berusaha demi kamu. Udah yah jangan khawatir lagi, aku gapapa" Ucap Nathan menenangkan.
"Aku sayang sama kamu itu aja, dan aku nggak mau kamu berurusan sama dia"
"Iya sayang iya" Nathan memeluk erat tubuh Audrey, sejujurnya ia belum puas memberikan pelajaran pada Harris, tapi demi Audrey ia pun menurut.
"Yaudah kamu pasti laper kan?" Nathan menggeleng cepat dan menarik tubuh Audrey, hingga kini Audrey berada di pangkuan nya.
"Nathan..." Tidak ingin mendengar protes dari Audrey, Nathan menutup mulut kekasih nya.
"Aku merindukan mu, biarkan seperti ini" Ucap Nathan dengan manja.
"Baiklah pangeran sesuai dengan permintaan mu" Nathan terkekeh geli mendengar Audrey menyebut nya sebagai pangeran.
"Iyah pangeran nya kamu" Nathan mencubit gemas pipi Audrey.
"Nathan..." Rengek Audrey layak nya anak kecil.
"Kenapa hmm?" Tanya Nathan heran saat Audrey bergelayut manja di lengan nya.
"Aku lapar" Ucap Audrey, karna dia memang belum makan dari siang.
"Yaudah kamu tunggu disini, biar aku yang masak buat kamu"
"Emang kamu bisa masak?" Tanya Audrey dengan tertawa kecil.
"Buat tuan putri, apapun aku bisa" Balas Nathan.
"Gombal kamu, yaudah sana masak yang enak!!" Nathan hanya mengangguk sebagai jawaban.
Sore itu adalah hari yang terindah bagi ku dan Audrey, tidak hanya makan bersama, tapi aku dan Audrey juga bermain game bersama. Memang banyak sekali yang iri dengan hubungan kami, tapi apa yang bisa mereka lakukan untuk memisahkan kami?
"Aku bersyukur karna di cintai oleh cowok sebaik kamu" Ucap Audrey.
"Aku jauh lebih bersyukur karna bisa memiliki kamu di hidup ku, untuk saat ini dan seribu tahun yang akan datang, atau mungkin selama nya" Nathan menarik tubuh Audrey ke pelukan nya.
❤️❤️❤️
Berikan like dan komentar kalian oghey?