#menikah_untuk_pacaran
"Cepetan dong Vin?" Saudara kembarku itu selalu tidak sabaran.
"Iya Ven sabar dong."
Aku yang sedang berlama-lama di kamar mandi karena malas keluar untuk menemui lelaki yang akan dijodohkan denganku pagi ini.
"Ih kamu ngapain aja sih di dalam? cepetan gih bersiap! calon suamimu sudah di ruang tamu tuh nungguin."
"Kenapa bukan kamu aja sih Ven yang di jodohin." Kesalku memanyunkan bibir.
"Enak aja pacarku mau di kemanain?"
"Pacaran tuh dosa Ven, putusin gak!" Tatapanku mencoba untuk mengintimidasi saudara kembarku namun tak pernah berhasil.
"Enak aja, kamu aja cepet turun ke bawah nikah sana! Salah sendiri gak punya pacar weeekkk."
Vena menjulurkan lidahnya ke arahku dan berlari namun aku tak bisa mengejarnya karena saat ini aku masih mengenakan handuk saja.
Aku dan Vena memang saudara kembar, tapi prinsip kami sangat berbeda dalam hal menjalin hubungan dengan lawan jenis. Aku yang tidak mau pacaran sama sekali sedang Vena suka sekali gonta ganti pacar dengan alasan ingin cari yang pas. Inilah alasan kenapa kedua orang tuaku memilih untuk menjodohkan aku dengan lelaki yang belum pernah sama sekali aku temui.
_._._
"Vena sini sayang!" Panggil bundaku yang tengah melihatku menuruni anak tangga dengan memandangi lantai karena enggan menatap sekitarku.
"Iya bun." Jawabku tetap berjalan menunduk.
"Sini sayang duduk di samping bunda." Akupun langsung duduk di samping bunda.
"Sayang kenalkan ini Revan calon suamimu, kok nunduk terus gitu, sepertinya putri ayah malu-malu nih ketemu sama calon suami."
"Malu la yah, kan bukan suami masih calon." Jawabku sekenanya karena sedikit kesal.
Aku memang tidak mau pacaran tapi bukan berarti suka di jodohkan seperti Siti Nurbaya, minimal kenal lah sama orang yang aku nikahi pikirku.
"Hai Vin kenalin aku Revan."
Karena merasa tidak enak kutataplah dia sang calon suami yang sudah menyapaku, seketika itu juga aku reflek melipat tangan di dada karena tidak suka bersalaman dengan lawan jenis. Akan tetapi tiba-tiba saja hatiku berdegub dengan kencang setelah melihat sosok lelaki yang ada depanku ini. Sumpah demi apa coba lelaki di hadapanku ini benar-benar punya ketampanan yang paripurna, singkat kata singkat cerita aku jatuh cinta pada pandangan pertama.
"Iya kak Revan aku Vina." Blush pipiku memerah tanpa di komando.
"Begini om tante, saya ingin berpacaran dulu sebelum menikah... ."
"Maaf kak aku gak mau." Potongku mendengar kata pacaran keluar dari mulutnya, seketika kekagumanku akan ketampanannya sedikit memudar.
"Dengerin dulu sayang, jangan langsung di potong." Kata ayah aku langsung kembali tertunduk.
"Iya yah maaf."
"Begini Vin jangan salah paham dulu, aku ingin kita nikah secara hukum agama dulu sebelum kita mengadakan pernikahan resmi dan acara resepsinya."
Sebenarnya ayah dan bundaku telah mengetahui lebih dulu tentang hal ini, karena ayahku tidak akan sembarangan menjodohkan putrinya sebelum mengorek informasi lebih dalam tentang calon menantunya.
"Gimana om tante? dan gimana menurut kamu Vin?" Tanya Revan lagi karena belum ku respon.
"Kalo ayah ama bunda sih setuju aja, kan emang Vina gak mau pacaran tapi pacaran setelah menikah pasti mau, iya gak bun?"
"Iya yah pasti Vina mau, iya kan sayang." Tanya bunda padaku.
"Bukan ide yang buruk sih yah bun kak Rev, tapi... ." Jawabku menggatung.
"Gini loh Vin rencanaku itu besok kita adakan acara pertunangan sekaligus akad nikah yang cukup di hadiri keluarga terdekat kita, dan setelah itu kita kembali ke rumah masing-masing seperti biasa sambil menyiapkan pesta pernikahan kita bisa saling mengenal satu sama lain, itu yang aku maksud dengan pacaran tadi." Jelas Revan membuatku paham dan makin kagum pada lelaki cinta pandangan pertama ku ini.
"Ok setuju." Jawabku singkat membuat ayah dan bundaku kaget dengan keputusan singkatku yang membuat mereka bahagia sepertinya, karena tampak dari ekspresinya yang sumringah dan berseri-seri.
"Alhamdulillah." Jawab mereka serempak
_._._
Keesokan harinya aku benar-benar mengadakan pesta pertunangan sekaligus prosesi akad nikah.Dari acara pemasangan cincin di jari manis sebelah kiriku oleh calon ibu mertuaku dan beberapa waktu kemudian berganti di lepaskannya cincin dari jari manis kiriku yang di pindahkan ke jari manis kananku oleh cinta pandangan pertamaku yang kini jadi suami sekaligus pacarku.
SAH
#PACARAN_SETELAH_MENIKAH
#CERPEN_CINTA
#BAPER_ISLAMI
#TULISANKU
#IMAJINASI_MOTIVASI_CERMINDIRI