" Maaf Bila Aku Dingin, Karena Aku Tidak Ingin Bagian Hati ku Yang Terakhir Hancur "
" Maaf Bila Aku Mengusir Mu , Aku Hanya Takut Semua Ini Palsu "
Hari-hari Dania berjalan seperti biasa sampai dia mengenal seorang lelaki ceria dan mudah bergaul . Lelaki itu jatuh cinta pada Dania pada pandangan pertama nya. Dia mulai mengejar-ngejar Dania .
"Hai , salam kenal aku Raka " senyum ramah terpapar di wajah Raka yang mengulurkan tangannya .
" Hai juga , aku Dania " balas Dania
"Boleh aku duduk disebelah mu ? " tanya Raka
"Ah maaf , aku sudah berjanji pada temanku untuk duduk bersama " Dania menolak permintaan dari Raka
"Oh , baiklah "
Pelajaran dimulai , dan tampaknya baru hari pertama Raka datang ia sudah memiliki banyak teman . Namun Raka sendiri lebih tertarik pada Dania .
"Dania , kekantin bareng Yuk " ajak Raka
"Kamu mau bareng kita ? Yakin Nih ? " tanya Fani teman dekat Dania
" Ya , aku ingin mengenal Dania lebih dalam "
" Gak . Raka maaf , tapi aku tidak suka dekat dengan orang yang baru kukenal " Dania berjalan pergi .
" Dia memang dingin " sindir Fani dan dibalas oleh Raka yang hanya tersenyum.
" Dania , aku pasti akan mendapat mu " batin Raka yakin akan dirinya sendiri
Keesokan Harinya ...
" Dania , ini coklat untukmu . Coklat ini adalah bukti bahwa aku akan mengejar mu mulai hari ini ! "
Raka memberikan beberapa jenis coklat dengan merk yang beragam .
"Terserah " Dania memberikan semua coklat nya kepada Fani
" Nia , kayak nya dia beneran deh suka sama kamu " bisik Fani sembari menggeser coklatnya kembali ke Dania
" Dania , please terimalah coklat itu " Raka menggenggam tangan kanan Dania . Tapi langsung ditepis oleh Dania
"Jangan Sentuh Aku ! " Bentak Dania yang sontak membuat seisi kelas memandanginya dan Raka .
" Dania kamu kok gitu sih . Raka baik baik begini tapi kamu malah mempermalukan nya " Gilang , salah satu orang dikelas yang mendukung Raka menegur Dania .
Dania hanya terdiam , "Maaf , tapi aku punya alasan tersendiri "
"Sudahlah Gilang , aku yang menyentuhnya sehingga dia marah "
Dania tidak ingin berada disana lagi , dia berlari ke toilet dan segera disusul Fani .
"Nia , Lo gak papa kan ? "
"Ya , gue baik baik saja " Dania membasuh wajahnya dengan air dan menatap dirinya yang berada didepan cermin.
"Fani , gue takut "
"Tenanglah , gue yakin Lo pasti kuat " pelukan yang diberikan Fani menenangkan Dania
" Makasih Fani " Dania membalas pelukannya .
Sudah seminggu berlalu , seminggu ini Raka mengikuti Dania kemanapun . Dia tidak pernah menyerah mengejar Dania meskipun Dania selalu cuek , marah bahkan membentaknya .
Sorak-sorai keributan sudah terdengar di sekolah pagi ini. Entah siapa dalang dibalik keributan ini. Namun tidak lama kemudian terdengarlah teriakan ..
"DANIA JADILAH PACARKU ! " diikuti dengan sorakan "TERIMA ! TERIMA ! "
Ternyata semua ini adalah ulah Raka dan teman-temannya dalam acara membuat Dania tidak bisa menolak lagi .
"Raka ! Bisa kita bicara berdua saja ? "
" Bicarakan saja disini ,biar semua orang mendengar dan menjadi saksi atas mulainya hubungan kita "
Dania terdiam , semua orang menunggu jawaban dengan harapan kalau Dania akan menjawab iya
"Raka , maaf tapi aku tidak bisa menerima mu "
Deg...Deg...Deg...
Suasana tegang dan canggung terasa didalam ruangan mereka berada . Sampai Raka kembali berbicara
" Kenapa ? Seharusnya kamu memiliki alasan ya kan ? " tanya Raka yang masih tidak percaya dengan jawaban Dania.
" Aku ... Aku tidak ingin pacaran sekarang "
"Tidak, aku tidak percaya jawaban itu ! " Dania hendak pergi namun Raka terus menahan Dania . Raka masih belum puas dengan alasan Dania .
"Lepaskan aku "
"Tidak akan ! "
"CUKUP! AKU TIDAK MENYUKAI MU , AKU TERGANGGU OLEH MU SETIAP HARI , AKU MEMBENCI MU . PUAS? "
Dania keluar dari disusul oleh Fani . Sedangkan Raka masih diam di kelas .
"ternyata kamu memang perempuan berhati batu " gumam Raka
" Memang cewek yang tak tau di untung " sindir Gilang
Beberapa hari kemudian ...
" Raka, siang ini kamu ingin makan apa ? tanya seorang siswi yang sudah bersama Raka sejak Dania menolak Raka .
" Mia , bagaimana kalau hari ini kita makan di cafe aja ? " Raka mengelus lembut kepala Mia .
•
•
•
" Kesel banget deh sama Raka , baru aja beberapa hari ditolak udah aja dapet cewek lain "
" Itu kehidupan dia Fanii... buat apa ngurusin "
" Tapi ... ih auh ah " Fani geram sendiri saat melihat Raka .
" Sudahlah ayo balik ke kelas nanti keburu bel lho "
Di dalam perjalanan balik ke kelas , Dania dan Raka tidak sengaja berhadapan .
" Awas Lo , dasar cowok playboy "
tanpa butuh banyak waktu, Fani langsung mengeluarkan kata-kata itu dari mulutnya.
" Playboy Lo bilang ? Eh Fani , sadar gk sih? Sahabat Lo ini udah nolak gue , udah nyuruh gue ngejauhin dia , terus sekarang gue jalan sama cewek lain apa hubungannya sama elo ? " jawab Raka sinis .
" Kau - ... sudahlah buang waktu aja bicara sama mu "
Dania hanya menunduk saja selama Fani dan Raka berdebat . Sedangkan Mia berlagak sombong karena telah mendapatkan Raka.
Pesta Camping yang adakan oleh sekolah sudah tiba . Semua siswa angkatan SMA Terakhir akan berangkat besok pagi . Raka tidak ingin pergi karena ia tidak ingin melihat Dania .
"Raka , ikut mama ke rumah Tante Diani yuk " ajak Mama Raka
" Tante Diani ? siapa mah ? "
" Sahabat mama sejak kecil , mama belum pernah bawa kamu ketemuan. Jadi sekarang ikut yuk "
"Baiklah ma "
Raka diajak oleh mama nya ke rumah Tante Diani yang melupakan sahabat lama mama Raka .
" Diani , Diani ! " panggil mama Raka
"Eh , Tina sudah sampai " Pintu terbuka dan keluarlah Tante Diani menyambut kedatangan Raka dan mamanya
" Apa kabar Tante ? " sapa Raka .
" Raka ya ? Wah tampannya .Eh sini sini ayo masuk "
Kini mereka sudah berada diruang tamu . Tante Diani pergi menyeduhkan minuman sebelum kembali mengobrol dengan Mama Raka .
Setelah beberapa waktu mengobrol . Tina dan Diani akhirnya bergosip sendiri dan Raka terabaikan .
" Raka kalau kamu bosan , boleh main ke kamar anak Tante . Kebetulan dia lagi gk dirumah "
" Oh , boleh Tante ? "
" Boleh dong " Tante Diani menunjukkan arah kamar anaknya berada .
Krieett.... suara decitan pintu
" Ternyata anak Tante Diani perempuan ya " Raka kagum melihat kamar berwarna pink yang rapi. Saat melihat salah satu dari sudut ruangan kamar itu Raka menemukan sesuatu yang membuatnya tercengang .
"INI !?..." , " Foto Dania? Jadi anak Tante Diani adalah Dania ? " Raka sedikit kesal melihat foto Dania tapi juga penasaran apa yang membuat Dania menjadi seorang wanita yang dingin.
"Buku harian ? " tidak sengaja Raka menemukan buku harian Dania . Tanpa berfikir lagi dia langsung membukanya .
13 Maret 20
Tanpa ku sadari aku menyukai Jey . Mungkin karena terlalu lama dekat dengannya perasaan ku padanya timbul , dia adalah cinta pertama ku
8 Juni 20
Sebelum aku berhasil mengungkapkan perasaan ku Jey sudah menyukai orang lain, itu membuat hati sangat hancur. Aku bersedih selama tiga hari . Namun aku bertekad untuk bangkit dari kesedihan ini .
25 Januari 21
Di tahun ajaran baru , aku mengenal seseorang . Dia bernama Yohan , yah ... aku jatuh cinta padanya . Kali ini aku harus lebih cepat .
17 Februari 21
Yay! Aku jadian dengan Yohan , hari ini adalah hari ngedate pertama kita . Aku senang sekali karena aku hari memiliki seorang pacar
30 April 21
Aku merasa Yohan sudah berubah, dia tidak perhatian seperti dulu lagi . Apakah dia sudah bosan denganku
2 Juli
Kami Putus ! Ternyata cinta itu tidak akan selamanya bertahan . Yohan sudah bosan denganku , dia telah mendapatkan pacar baru .
4 Juli
Aku jatuh sakit sejak hari kami putus . Dan mulai hari ini aku tidak ingin jatuh cinta lagi , Aku tidak ingin hati hancur untuk yang ketiga kalinya
28 Agustus
Hari ini kelas kami kedatangan seorang murid baru . Murid baru lumayan tampan . Tapi aku tidak boleh jatuh hati padanya .
30 Agustus
Untuk pertama kalinya ada orang yg menyukai ku duluan . Sebelumnya selalu aku yg menyukai orang duluan . Dia adalah murid baru kemarin , namanya Raka . Dia bilang dia akan mengejar ku .
5 September
Ini sudah entah hari ke berapa sejak Raka mengejarku . Hari ini hatiku hampir rapuh saat dia memberiku coklat . Untuk menghindari itu aku terpaksa membentaknya .
17 November
Raka menyatakan perasaannya padaku hari ini. Aku merasa sudah jatuh cinta padanya namun aku masih merasa takut . Aku sangat takut akan tersakiti untuk ketiga kalinya . Jadi aku menolaknya . Menolaknya dengan kejam dihadapan semua orang .
19 November
Raka sudah jadian dengan Mia . Tapi mengapa hatiku merasa sakit ? Apakah aku sudah terlambat ? Apakah aku terlanjur menyukai nya ? Hati ku benar benar sangat sakit . Lebih sakit dari sebelumnya , rasanya seperti tertusuk benda yg tajam
"jadi? jadi Dania su..suka padaku ? " Raka terkejut sekaligus tersipu malu ketika dia tau cinta nya selama ini tidak bertepuk sebelah tangan .
"Aku ...aku telah menyakiti nya sama seperti orang sebelumnya . Dania tunggu aku , aku akan membuktikan kalau aku benar-benar mencintaimu "
••••••••••••••••••••••••♪♪♪••••••••••••••••••••••••
♪tring...tring....♪
"Bentar ya Tina , telfon dulu " izin Diani
" Iya , silahkan "
Dalam Telepon
"Halo?"
"Tan...Tante "
"Fani ? Ada apa , mengapa suaramu aneh ? "
Fani diam untuk beberapa saat kemudian dia kembali berbicara.
"Tante , Dania...Dania , di .. dia..."
"Ada apa dengan Dania ? Katakan Fani "
"DANIA KECELAKAAN "
"A..apa ? " Diani langsung terjatuh ke lantai saat mendengar kabar itu . Raka yg mendengar suara keributan langsung keluar .
"Ada apa ma , Tante ? " tanya Raka
"Raka , anak Tante Diani mengalami kecelakaan ."
"Dania ?! "
Di Rumah Sakit
"Ini semua gara - gara Lo ! Mia, pacar Lo yg telah ngedorong Dania hingga di jatuh ke jurang "
"Apa ... apa maksudmu ?! "
"Nih aku punya bukti , ada seseorang yang tidak sengaja merekam kejadian itu " Fani mengeluarkan hp yang berisi video bukti Mia mendorong Dania .
"Jangan ribut Fani , kita sedang berada di rumah sakit " tegur Guru.
Beberapa saat kemudian dokter keluar dari ruangan IGD
"Dokter , dok bagaimana keadaan anak saya dok ? "
"Anak ibu sudah melewati masa kritis namun karena benturan keras di kepalanya menyebabkan dia masih koma "
"apa... jadi kapan dia akan sadar dok ? "
"Kami masih belum dapat menentukan waktu nya "
"Ba.. baik terima kasih dokter "
"Iya sama sama . Kalau begitu saya pergi dulu "
Mama Dania , Diani masuk dan melihat putrinya terbaring tidak berdaya dengan balutan perban di kepalanya , dan alat bantu pernapasan terpasang di hidungnya . Raka dan Mamanya juga masuk menjenguk Dania .
"Dania , apa yg terjadi padamu nak ? "
" Yang sabar ya Diani . Aku yakin Dania pasti akan bangun secepat mungkin . Ngomong ngomong Raka , apakah kamu mengenal Dania ? "
" Iya Ma . Sebenarnya aku menyukai Dania sejak pandangan pertama "
" Benarkah ? " Tante Diani tiba tiba menjadi ceria .
"I..iya Tante "
" Lihatlah Dania , sudah ada orang menyukai mu . Bukankah selama ini kamu saat memimpikan hal itu "
Tiga hari berlalu , Dania masih belum sadar dari komanya . Untung saja saat ini sedang libur jadi pelajaran nya tidak tertunda . Mia juga sudah dipenjarakan karena perbuatannya
"Dania , berapa lama kau akan tidur ? berapa lama aku harus menunggu mu ? Aku merindukan mu , bangunlah dan marahi aku lagi " Raka mencolek colek pipi Dania
" Kamu terlihat sangat cantik bahkan saat kamu sedang tidur . Aku sangat ingin memelukmu saat ini dan melihat mu tidur itu membuatku mengantuk juga "
~~~~~~~
" Dania ? kamu sudah bangun ? Kamu mau kemana ? " Raka melihat Dania didepan nya tapi semakin lama semakin menjauh. Tapi Dania berbalik
"Raka , bisakah aku memeluk mu ? "
"Tentu sini " Raka membuka lebar tangannya
" Ini adalah pelukan terakhir, setelah ini kembalilah pada Mia . Aku juga akan segera pergi "
"Tidak . Kemana kamu akan pergi , bukankah kamu ingin menjadi pacarku "
" Raka ... Lupakanlah aku ... " Dania berjalan mundur dan semakin menjauh .
"Tidaaak jangan pergi Dania . Ah sakit " Jalan berduri muncul diantara Dania dan Raka
"Jangan kesini Raka , kau akan terluka "
"Tidak aku hanya ingin bersamamu. Kumohon jangan pergi "
" Bahagia lah . Selamat tinggal ... "
"Jangan . Awh ! Tunggu aku , ah tu..t..tunggu "
"Jika Kamu Berbalik Kamu Akan Lenyap " ucap -Miracle-
" Berhenti Raka ... Kamu tidak akan bisa melewatinya . "
Dania kembali dan memeluk Raka diatas duri-duri tajam yg menusuk - menusuk .
"Nia....(menangis) Ja...jangan pergi ya ? "
"Ya , 'hiks' " Selama dua menit mereka berpelukan tanpa memperdulikan rasa sakit tertusuk .
"huhuhu , Dania "
"Raka , Raka ! Bangun "
"Err, ma ? "
"Kenapa kamu menangis apakah kamu mimpi buruk ? "
"Tadi ... tadi itu ternyata cuman mimpi . Syukurlah "
Belum sempat Mama Raka bertanya , Raka sudah keluar untuk mencuci muka nya yang sembab .
"uhh " salah satu jari Dania bergerak
"Dokter ! Dokter ! "
"Dania , kamu sudah sadar syukurlah " Raka segera kembali setelah mendengar mamanya berteriak dan melihat Dania sudah bangun.
"Ka..kamu siapa "
"?!?! "
----------------------------
"Pasien mengalami amnesia . " Dokter mendiagnosa Dania mengalami amnesia ringan .
" Tidak apa apa Dania , kita bisa memulainya dari awal . "
Selama Dania menjalani masa pemulihan nya , dia dan Raka pun perlahan menjadi dekat . Tak terasa Sekarang Dania dan Raka sudah berpacaran . Semuanya berjalan lancar sampai...
"Sayang , aku kedinginan " Dania bermanja-manjaan pada Raka
"ih , jijik gue " Fani menoleh arah lain.
"pacarku imut sekali . Dania ternyata sifat aslimu begini ya ... tapi aku tetap suka kok " batin Raka berkata .
"Bentar ya nia , aku pergi beli minuman dulu untuk mu "
"Cepat kembali ya ... hehe " Dania memasang senyum termanisnya .
"Dasar , cewek si4lan , setelah membuat anakku dipenjara . Lo malah menikmati hidup begini "
Tiba tiba seorang perempuan paruh baya menyerang Dania
"Anda Siapa ?! "
"Lepaskan Dania ! Dasar ibu ibu gila ! " Fani berusaha melerai
"Kapan sih Raka balik " gumam Fani .
"Kamu Dania kan ! Kamu yang telah membuat anakku Mia dipenjara . Mati saja sana "
"AAHHH " , Brukk ! Kepala Dania membentur batu di pinggir taman
"Daniaaaa ! "
"Heh jangan kabur ! " teriak Fani yang hendak mengejar namun tidak jadi karena harus menolong sahabatnya terlebih dahulu .
" Dania , Dania Lo gak papa kan ? Darah , kepala Lo berdarah "
"Fa..fa..fani sakit . Sakit banget , huhuhu . AWH , KE... KEPALA KU SAKIT BANGET "
"Bertahan lah Dania , Tolong ! Tolong! Raka ! "
"Apa teriak teriak ? Nia , kenapa dengan Dania. " Menggendong Dania .
"Panjang ceritanya, cepat ! "
"Rak...Raka sakit banget huhuhu . Aku sangat kesakitan "
"Dania , tenanglah . Kita akan segera sampai "
" Kenapa ?! Kepalaku seakan pecah berkeping-keping . Semua ingatan ini , tiba tiba muncul dan hancur . Sakit sekali rasanya ." gumam Dania .
RUMAH SAKIT
"Hanya luka ringan tidak usah khawatir "
"Baik terimakasih, suster "
Syukurlah tidak terjadi apa apa. Sembari menunggu Dania sadar , Fani menceritakan semuanya .
"Ah , kepalaku "
UMM!
"Untung tidak terjadi apa apa , membuat ku takut saja " tutur Raka yang memeluk dan mengelus lembut rambut Dania.
"Raka ... "
"Kenapa , apakah kamu kehilangan ingatan mu lagi . Haruskah aku memulai dari awal lagi ? " jawab Raka yang masih memeluk
"Mengapa , bukankah aku sudah menolak mu . Kenapa kamu masih mau bersama ku . Bahkan sekarang kita sudah pacaran "
" Kamu., kamu sudah ingat? " raka melepaskan pelukannya karena takut Dania akan marah .
Dania hanya terdiam menatap Raka
" Apakah kita putus ? Kalau itu keinginan mu ayo "
"Tidak ! Aku tidak mau putus " Dania menggenggam tangan Raka .
"Benarkah ? So you want to be my girlfriend right ? "
"Yeah ! I Like You " Setelah mengucapkan itu Dania langsung memeluk Raka , dan pelukannya dibalas oleh Raka .
×~××~×~××~×
"Jadilah hangat , karena aku tidak akan menghancurkan hatimu , melainkan aku akan memasang kembali hatimu '
" Tetaplah bersamaku , sebab semua ini asli . Aku Adalah Milik Mu ! "
Makasih buat pembaca cerpen saya
Maaf bilang ada kesamaan maupun kesalahan kata kata.
Eileennss juga telah menerbitkan cerpen lain , jadi silahkan berkunjung .
Silahkan tinggalkan saran dan kritik :) .
Sekian dan terima kasih (。♡‿♡。)