****
Alenna tengah berada di rumahnya. Hiduonya sangat sederhana. kedua orang tuanya bercerai ketika ia berusia 10 tahun, padahal diusia yang masih belia, Alenna masih membutuhkan sebuah kasih sayang.
Alenna tengah berjalan disebuah taman, kakinya menyandung sesuatu.
" Diary ? Punya siapa ya ?"
katanya sambil membolak balikan buku itu.
Ia memandang sekitarnya, tidak ada yang menyadarinya. akhirnya ia mengambil buku itu membawanya ke pos satpam.
" Maaf adek, ada yang bisa dibantu ?"
" Ini pak ada diary jatuh "
ujarnya sambil menyerahkannya.
Satpam itu mengambilnya. " Baiklah saya umumkan dulu "
Alenna mengangguk. Setelah itu pergi kerumahnya. namun ada seseorang yang menghadangnya.
" Pak satpam ? Ada apa ya pak ? "
" Ini kata pemiliknya buat adek aja "
" loh pak itukan bukan punya saya."
Satpam itu terlihat bingung. " katanya buat adek gitu tadi "
" Terima aja, rezeki nggak boleh ditolak loh. "
Dengan keberanian akhirnya, Alenna mengambilnya. " Makasih pak "
Satpam itu mengangguk.
Saat berada dirumah Alenna sangat senang dengan diary itu, akhirnya ia mencoba menulis salah satu harapannya disana.
Ia berharap kedua orang tuanya pulang dan berbaikan.
***
Keesokan harinya Alenna pergi kesekolah seperti biasanya.
Alenna berjalan di sekolahnya. memandang sekitarnya, disana banyak sekali anak-anak seusianya yang bermain sedangkan dia?
Alenna menunduk, berjalan kekelasnya.
Sesampainya dikelas Alenna duduk dibangkunya. mengambil diarynya.
Semoga aku mendapat sahabat yang baik kepadaku. tidak perlu banyak dua saja cukup.
Alenna menutup diary itu memasukannya ke ransel karena jam pelajaran akan dimulai.
" Selamat pagi "
" Selamat pagi Bu " balas mereka dengan kompak.
Alenna membuka buku pelajarannya. Ia mendengarkannya dengan baik. mencatatnya.
Setelah selesai gurunya, memintanya semua anggota kelas untuk mengerjakan tugas hal 10-15.
Alenna mengerjakannya dengan tenang, sedangkan yang lainnya sudah memprotes kepada guru itu.
Beberapa menit kemudian Alenna sudah selesai menulis semua jawabannya. lalu ia mengumpulkannya ke depan.
" Sudah selesai, Ale ?"
" Sudah bu " jawabnya.
Setelah itu Alenna berjalan menuju tempat duduknya.
***
Jam istirahat berbunyi. Alenna pergi menuju kantin membeli roti dan juga air mineral. setelah itu menuju kelasnya kembali, Alenna memakan makanan itu dengan hening. Ia begitu sangat menikmatinya.
Beberapa menit kemudian Alenna membuang bungkus roti itu ditempat sampah.
Alenna menatap sekitarnya yang begitu ramai, akan tetapi Alenna merasakan kesepian.
Ia duduk dikursi taman depan kelasnya. mengambil diarynya.
Aku pengen deh bermain dengan yang lain.
Sepulang sekolah Alenna, sekarang berada di kamarnya, menatap hamparan pepohonan hijau dibalik rumah tetangganya.
Ia duduk di meja belajarnya.
Andai sepi ini nggak terjadi disini, pasti akan timbul kebahagiaan disampingku.
Mom, Dad. Alenna mau kalian hidup bersamaku lagi. Membuat kenangan kita bersama tanpa adanya penganggu.
Tokk Tokk Tokkk
" Non Alenna, dibawah ada tamu. "
Alenna beranjak dari tempatnya, menuruni anak tangga..
" Momm "
" Dadd ?? Kalian disini" kagetnya menghentikan langkahnya diundakan terakhir.
Mommy dan daddy saling tatap, kemudian tersenyum. menghampiri Alenna.
Daddy mengengam tangan Alenna. " Kamu nggak suka dad dan mom di sini"
Alenna terkaget mendengar itu. " Ma-mana mungkin Alenna nggak suka, justru inilah yang Alenna mau "
" Kalau gitu peluk dong " pinta mommynya.
Dengan senang hati Alenna memeluk Mommy dan Daddynya.
" Daddy sama Mommy cuman mampir aja ?" tanya dengan hati-hati.
Kedua pasangan itu saling menoleh kemudian menatap anaknya dengan pandangan meneduhkan.
" Dad udah minta rujuk ke mommy... "
" Jadi..." Sela Alenna.
" Mom sama Dad akan menikah kembali dan kita bisa tinggal bersama lagi "
" Serius ? kalian nggak bercanda kan ? "
" Enggak sayang. Dad dan Mom serius "
Mata Alenna berkaca-kaca mendengar itu. Memeluk mommynya kembali.
" Jangan tinggalin Alenna lagi "
" Mom janji.. "
" Dad juga janji, nggak akan ninggalin kamu lagi, kecuali maut membuat kita berpisah" ujar daddynya mengusap kepala anaknya.
Setelah kejadian itu, mereka bercanda tawa bersama, menonton tv, memasak dan membersihkan rumah bersama.
****
Hari pernikahan kedua orang tuanya telah berlangsung dengan hikmat, sekarang tengah menjalankan resepsi pernikahan.
Alenna sangat cantik dengan balutan dress berwarna peach yang senada dengan sepatu dan juga ikat kepalanya.
Ia duduk dimeja bersama oma, opa, nenek dan kakeknya.
" Hey.. " Seru seseorang disampingnya.
Alenna menatap kedua pasang pria dan wanita itu. kemudian mereka mengangguk.
" Halo, " Balasnya..
" Namaku Stevani. Dia kakakku Stevana, Nama kamu siapa ?"
" Alenna"
" Wahh nama kamu bagus sekali."
" Terima kasih, nama kalian juga bagus."
" Mau main bareng ? "
" Tap... "
" Udah kamu main aja sama mereka, daripada kamu sendirian" ucap neneknya mengelus pucuk kepala Alenna.
Akhirnya Alenna mengangguk. Ketiga gadis itu bermain bersama dibalkon lantai dua yang digunakan untuk resepsi pernikahan orang tua Alenna.
Alenna duduk dikursi didekat sana menatap kedua sahabat barunya.
" Terima kasih, Tuhan. Karena engkau telah mengabulkan apa yang aku inginkan. " Tulisnya disana.
" Ale, Sini " Panggi Vani.
" Iya bentar " balasnya, menutup lembaran buku itu memasukannya dikantongnya.
***
•END•