Nama ku Kiara, panggil saja Ara atau Kira. Kedua orang tua ku selalu sibuk setiap hari. Dan lagi aku anak tunggal, jadi kalian tahulah seberapa kesepian nya aku. Tapi sekarang aku sudah tidak peduli lagi... karena aku mendapatkan pelajaran bagus dalam kehidupan ku. Inilah ceritaku...
......
" Ayah ayah, coba lihat ini "
Ucap ku sambil memberikan buku gambar dengan gambaran ayah, ibu, dan aku sedang bergandengan. Agak kekanak- kanakan sih, yah mau bagaimana lagi///.
" Ya, bagus kok "
Kata ayah sambil mengusap kepalaku, dia langsung pergi meninggalkan aku sendiri setelah menerima panggilan telefon, huft pasti karena pekerjaan terdesak lagi ya.
Ibu bahkan sudah berangkat dari jam 7.00 pagi, membosankan.
*mengambil laptop
Cih, bahkan di sini tidak ada video yang menghibur. Tak lama, ada iklan muncul di video.
" Hai apakah kalian bosan? Tidak ada yang menemani? Temuilah teman kalian di game *** "
Hah? Apaan si, dia mengejek ku ya💢
Siapa juga yang mau mendownload game tidak jelas ini. Yah dan akhirnya aku tertarik dan mencoba game ngak jelas.
Kita bisa memilih dan membuat avatar sendiri, cukup menarik.
*menekan tombol next
He..hebat!! Banyak pemain disini, aku beneran bisa mendapatkan teman!?
Tapi jika di perhatikan dengan baik, level mereka tinggi- tinggi, aku jadi tidak percaya diri💧
" Baiklah, aku akan meninggikan level ku dulu! Hanya perlu bertarung kan? "
" Tidak semudah itu "
Tiba- tiba muncul suara anak laki- laki dari belakang ku. Pantas saja, aku tidak sengaja menekan tombol untuk bicara. Saat melihat level yang tepat di atas kepala pemain. Dia hanya level 5, agak meragukan
" Harus bagaimana? " ~Kira
" Ikuti aku "
Hah apa? Aku ngak bakal di apa- apain kan? Tapi pada akhirnya aku mengikuti pemain misterius itu dari belakang.
" Nah bukan hanya bertarung saja, kita juga harus berjualan dan aktifitas lain nya "
Merepotkan-_-
" Oh ya namaku Reo "
" Nama samaran? " ~Kira
" Bukan, itu nama asli ku " ~Reo
" Oh... Kira, nama asli "
Itulah awal pertemuan ku dengan pemain bernama Reo. Kami menjadi dekat seiring dengan waktu. Kita berdua bersama menaikan level kami dan lama- kelamaan saling bertukar nomer hp. Aku sudah tidak peduli lagi dengan dunia luar bahkan kesibukan ayah dan ibuku. Reo lah yang setiap sedia selalu menemani ku tanpa mengeluh. Hahaha, agak lucu juga sih... tapi ini seru.
Kami berdua saling bertukar pesan di hp.
" Hei Kira, gimana hero mu? " ~Reo
" Lumayan, aku dapat pedang baru " ~Kira
" Hahaha, bukan nya hero mu menggunakan senjata panah ya? "
" Yah kalo ada gratisan, kenapa ngak?😂 " ~Kira
" Wkwkwk. Oh iya, kayak nya kamu jarang online ya? Ada apa? " ~Reo
Ah itu ya, aku ada sedikit masalah sih sama ibu dan ayah ku. Mereka ingin bekerja di luar kota dan aku dititipkan di rumah nenek. Cih saat itu aku ngak mod online karena selalu di telefon ibu atau ayah ku.
Aku menceritakan ke Reo...
" Maaf, aku malah menyuruhmu menceritakan ini " ~Reo
" Ngak papa, santai aja " ~Kira
" Tapi kau tidak membenci orang tua mu kan? " ~Reo
Benci? Aku... tidak tau apakah ini kebencian atau tidak.
" Hei jika aku membenci orang tua ku, itu agak keterlaluan. Mereka selalu memberikan ku uang dan kebutuhan ku, aku tidak punya alasan membenci mereka. Dan lagi, aku juga tidak ingin egois, yah begitulah " ~Kira
" Syukurlah, jangan seperti aku... hehehe " ~Reo
Apa maksud nya?
Reo bercerita kehidupan nya sama sepertiku, orang tua nya sangat gila kerja dan tidak peduli dengan nya. Reo hanya mengisi waktu dan hari- hari nya dengan kenakalan. Dari balap liar, selalu keluar malam, bahkan polisi kewalahan dengan Reo. Reo juga berpikir ide nya cukup gila, tapi mau gimana lagi? Dipikiran nya satu tujuan yang harus ia lakukan adalah
'Apa kalian melihat ini? Atau tidak peduli? '
Bahkan tidak sesekali Reo tertawa dengan sikap kekanakan nya hanya untuk dilihat orang tua Reo. Yah itu tidak bertahan lama sampai... orang tua Reo meninggal karena kecelakaan. Ia menjadi sangat syok. Selama beberapa hari bahkan ia tidak makan dan minum teratur. Bahkan mengunci diri di kamar.
' A..apa caraku salah? I..ini tidak ada gunanya!? Ini sia- sia! '
Reo hanya bergetar dan tubuh nya panas dingin. Jadi sekarang... apakah cara Reo salah? Atau orang tua nya juga salah?
Yah aku hanya bisa diam saat Reo bercerita.
" Hei Kira, aku mau memberi tahumu nih. Ngak apa menjadi egois, asalkan jangan berlebihan dan caranya ngak salah " ~Reo
" Tidak semudah itu ferguso -_- " ~Kira
" Wkwkwk, yah intinya kalian harus saling berkomunikasi saja " ~Reo
...
" Aku tidak menyangka malah mendapatkan ceramah seperti ini. Siap deh pak bos " ~Kira
Chat kami berakhir dengan helaan nafas perasaan lega. Lega karena bisa menceritakan isi hati kami. Dan bertukar pendapat, hahaha ditambah dengan sedikit ceramah. Egois ya...
Tak lama ada panggilan telefon dari ayah ku. Angkat ngak ya...
' Kalian harus saling berkomunikasi '
Itulah yang ada di pikiran ku. Yah dan akhirnya aku mengangkat panggilan yang masuk.
" KIRAAA, KENAPA NGAK ANGKAT TELEFON AYAHH DAN IBUU!? "
Rip gendang telinga x_x
" A..ah halo ayah, kalian juga keterlaluan sih masa Kira ditinggal sendiri " ~Kira
" Tapi kamu juga harus angkat telefon sayang, ayah khawatir kamu kenapa- kenapa "
K..khawatir?
Tak lama, ada suara seseorang yang berniat mengambil hp ayah.
" Kira, huhuhu ibu kangen "
Ibu? Hah dasar... sedikit egois ya
" Hmp, Kira marah sama kalian " ~Kira
Sumpah kekanakan banget///
" Aih kenapa Kira jadi manja? Hahaha " ~Ibu
Tak lama air mata ku menetes dengan sendirinya.
" Hiks, Kira ngak mau di tinggal sendiri. Kira mau pergi bareng kalian, mau jalan- jalan bersama dan lain- lain. Aku ngak mau uang atau benda yang kalian kasih, Kira ingin ayah dan ibu menghabiskan waktunya untuk ku. Itu saja, hiks "
Telefon yang awal nya ramai menjadi sepi, mereka berdua hanya diam saat mendengar keluhan ku. Tak lama...
" Baiklah nanti kita jalan- jalan bersama ya " ~Ibu
Aku seperti mendengar isakan tangis di ibu dan ayah.
" Huaa, maafkan ayahhh, ayah tidak memikirkan isi hati Kira. Ayah sangat bodoh..."
Eh?
Ini yang di maksud Reo ya, benar juga. Selama ini aku hanya diam dan hanya menunggu tidak mau bergerak duluan. Egois sedikit dan menyampaikan isi hati ku sendiri seperti kata Reo. Dasar Kira bodoh, dan makasih Reo.
" Ayah janji deh kita akan pulang 1 bulan lagi "
ITU SAMA AJA!! Tapi...
" Oke Kira tunggu " *senyum
.....
Di game
" Yo Reo, makasih atas pendapat mu kemarin " ~Kira
" Ngak masalah " *senyum
" Nah karena kamu sudah datang, mau berpetualang bersama? " ~Reo
Aku tersenyum
" Itulah alasan kenapa aku disini. Yang terakhir jadi telur busuk "
Ucap ku dan berlari duluan meninggalkan Reo.
" Kau curang! " ~Reo
Hahaha, siapa sangka awal pertemuan dengan teman baik ku berawal dari game ngak jelas. Intinya saat aku bertemu dengan Reo, aku mendapatkan teman baik dan kehidupan ku berubah. Yang awal nya hanya diam dan menunggu kini bisa terus terang mengungkapkan apa yang ingin ku ungkapkan.
TAMAT
( Sori kalo gaje, hehehe )