"gua suka sama bang Nathan" ucap Asha selagi membuka kotak bekalnya, "hah apa apa, Lo suka sama bang Nathan yang sepupu Lo itu?" jawab Shiren teman yang duduk di sebelahnya, "iya emang kenapa?" jawabnya, "ya itu kan Abang sepupu Lo gimana si Shaaa!", "emm ya gua juga ngga tau si sebenarnya, tapi lama-lama gua sadar kalo gua suka sama bang Nathan", "gimana gimana?" tanya Thalia yang baru saja datang menghampiri mereka. Setelah berbincang-bincang mengenai kisah cinta Asha mereka kemudian memasuki ruang kelas mereka. "eh Ren nanti pulang bareng ya, mau ngga?" ajak Asha kepada Shiren, "Lo kan hari ini piket Sha, jadi Lo harus pulang belakangan" jawab Shiren mengingatkan, "emang ini hari apa si?" tanya nya, "hari Sabtu bodoh, pelupa banget si Lo" ejek Shiren, "yang hari ini piket bareng gua siapa ya ?", "setau gua si kalo ngga salah Rio,Febri,Gadis sama Lo", "Rio sapa?", "Rio ketua kelas Ashaaa gimana siii!" ucap Shiren kesal. Setelah mereka selesai belajar, mereka menunggu jemputan masing-masing di parkiran sekolah. "Eh feb Lo yang beresin kursi sama meja ya ntar Gadis yang nyapu trus gua sama Asha yang buang sampah" perintah Rio ketua kelas, "iye" jawab Febri singkat. "eh Sha ayo buang sampah gimana si lo" tegur Rio kepada Asha yang lagi ngelamun, setelah mereka buang sampah, mereka menuju ke parkir sekolah. "Lo belum di jemput Sha?" tanya Febri, "iya nih feb, tadi sebenarnya mau bareng sama Shiren tapi dia duluan tadi" jawabnya, "ya udah bareng gua aja Sha" tawarnya, "eh feb Lo mendingan duluan aja deh, biar Asha sama gua" sela Rio yang baru saja datang. Akhirnya Asha pulang bersama Rio dengan mengendarai motor ninja berwarna hitam. Sesampainya di depan gerbang rumah Asha, Asha langsung berterimakasih kepada Rio. "makasi ya Ri" ucap Asha kepada Rio, Rio yang bersikap dingin itu langsung tidak menjawab ucapan Asha, ia lalu memutar motornya dan pulang begitu saja. Baru saja Asha ingin memasuki rumah nya, tiba-tiba bang Nathan berdiri di depan pintu, " bareng sama siapa pulang nya?" tanya bang Nathan, " sama Rio bang, dia ketua kelas Asha" jawab Asha," oh iya bang kenapa tadi Abang ngga jemput Asha?", "Abang tadi lagi ada urusan OSIS" jawab bang Nathan selagi meninggalkan Asha yang sedang berdiri di depan pintu. Asha tinggal bersama keluarga bang Nathan, dikarenakan orang tua Asha yang sedang bekerja di luar kota. "eh udah pulang Sha? sini makan dulu, pasti laper kan?" suara yang sudah tak asing bagi Asha, ya itu adalah Tante Vana, ia adalah mama bang Nathan," oh iya te Asha ganti baju dulu", " kok pulang nya sore amat Sha tumben" sahut om Anshel papa Rio," iya om tadi Asha lagi piket kelas jadi pulang akhiran".
KEESOKAN HARINYA...
"Sha ayo buruan Abang telat nih" teriak bang Nathan yang sudah duduk di atas motor nya," eh iya bang sebentar Asha lagi ambil sepatu" jawab Asha dengan kaki nya yang sedang berlari menuruni anak tangga. Setelah mereka sampai di sekolah mereka langsung pergi ke kelas mereka, ruang kelas bang Nathan terletak di sebelah ruang kelas Asha.
KRINGGG...
Bel sekolah yang menunjukkan waktu istirahat pun berbunyi, Asha, Shiren dan Thalia pun pergi ke kantin. "eh gimana kalo kita main game pertanyaan mau ngga?" ucap Asha membuka perbincangannya, "emm caranya?" tanya Thalia, "ya nanti per orang kasi 2 pertanyaan ke target itu,maksud ngga?" jelasnya, "oh ya ya maksud maksud" kata mereka serempak. Setelah mereka memainkan game tersebut mereka tau bahwa lelaki pujaan Shiren adalah Rio si ketua kelas, dan lelaki yang disukai Thalia adalah Alvin si bendahara kelas, seperti yang kita tau bahwa Asha menyukai bang Nathan. "eh jadi kita mau kerja kelompok dimana nih?" tanya Gadis kepada kelompoknya yaitu Rio, Shiren,Asha, dan Shara. "ke rumah Asha aja gimana?" usul Shara, "oh iya ngga papa nanti ketemu jam 7 malem ya" jawabnya.
"jadi ini kan udah kumpul semua kan ya, nanti kita bagi tugas ya , jadi si gadis sama Shiren ngumpulin materi nya nanti si Shara yang presentasi di depan kelas ntar gua sama Asha yang ngerangkum buat dikumpulin ke guru, oke?" usul Rio kepada teman-teman nya.
KEESOKAN HARINYA
Hasil kerja kelompok dari kelompok Asha bernilai memuaskan. Seperti hari-hari biasa mereka menjalani kehidupan di sekolah nya. " nanti bareng ya Ren pulang nya" tawar Asha, " Yoi bro" jawabnya.
"tin,,tin,,bareng gua aja yok Sha" suara motor ninja berwarna hitam kepunyaan Rio berhenti di hadapan Asha dan Shiren dan menawarkan tumpangan kepada Asha, Asha yang tak enak hati kepada sahabatnya itu langsung menolak ajakan Rio, akan tetapi tangan Asha ditarik oleh Rio untuk menaiki motor nya." eh,,eh kenapa si Ri" ketusnya, "udah ayok", "maaf Ren, gua duluan ya" pamit Asha teriak karena sudah menaiki motor Rio. "tin,,tin" suara bel motor milik bang Nathan tiba di parkiran, "Lo temennya Asha kan? Asha mana?" tanya nya," udah di anter sama Rio ka" jawab Shiren, " Lo belum dijemput? rumah Lo dimana?, " di jalan gang nangka no 23 ka" , " ya udah bareng gua aja, cepet buruan naik" kata bang Nathan mengajak Shiren pulang.
SESAMPAINYA DI RUMAH...
" bareng siapa tadi Sha?" tanya bang Nathan, " bareng Rio bang" jawabnya, " tadi Abang udah nunggu di parkiran tapi tinggal temen Asha yang pake tas putih sendirian jadi Abang anterin sekalian pulang, ngomong-ngomong nama nya siapa si Sha?" Tanya bang Nathan " namanya Shiren bang yang kemarin kerja kelompok di sini ituu" jawabnya. "emm kira-kira dia udah ada yang punya belom Sha?" tanya bang Nathan yang makin penasaran, "belum bang, cuman dia suka sama Rio yang ketua kelas itu, emang kenapa bang?", " Abang kek nya suka deh sama dia" jawab bang Nathan dengan santai nya. Setelah perkataan bang Nathan tersebut Asha langsung pergi meninggalkan bang Nathan dan langsung menaiki anak tangga untuk menuju ruang kamar nya. Air mata Asha berkucur deras di pipi Asha, Asha tidak tahu bahwa sahabatnya sendiri yang disukai oleh bang Nathan. Bang Nathan yang tidak tau kenapa tiba-tiba Asha begitu, langsung menuju ke ruang kamar nya juga.
PAGI...
"Sha cepettt" teriak bang Nathan, " maaf bang, Asha mau naik angkot aja" kata Asha menolak, " lah kenapa?" , "emm ngga papa bang, aaada urusan mendadak" jawab Asha gugup. Setelah sampai di sekolah Asha langsung pergi ke ruang ganti untuk mengganti baju olahraga dikarenakan pelajaran pertama adalah PJOK. " baik anak-anak kali ini kita akan mempelajari ilmu basket" ujar pak Budi guru PJOK Asha. "silahkan kalian pilih kelompok masing-masing yang terdiri dari 5 orang" , " Sha sama gua ya" tawar Rio, " emm iiya Ri" jawabnya. Shiren yang melihat kejadian tersebut langsung menjauhi Asha. Saat Asha tiba di kantin bersama Thalia, Asha langsung di ajak Shiren untuk berbicara di taman. "kenapa si Lo Sha? selalu aja sama Rio, Lo tau kan kalo gua suka sama dia?" tegur Shiren berkata tegas, "iiya gua tau Ren, tapi gua dipaksa sama Rio", " tapi kan Lo juga bisa nolak Sha" sahut nya, " maaf Ren tapi Lo sebenarnya juga disukain sama bang Nathan" ucap Asha menunduk, "hah aapa gimana" tanya nya gugup, " iya Lo disukain sama dia", setelah mendengar perkataan tersebut Shiren langsung pergi ke kelas nya. Entah apa yang telah dibicarakannya tadi, namun Shiren juga terkejut mendengar perkataan Asha.
Asha akhirnya pulang dengan berjalan kaki dikarenakan, bang Nathan yang sedang ada urusan di sekolahnya. Sedangkan Rio yang biasanya menawarkan tumpangan kepada Asha pun sedang ada urusan OSIS di sekolahnya. Di pertengahan jalan, Shiren datang dan menawarkan tumpangan untuknya, namun sikap Asha yang langsung meninggalkan mobil Shiren, segera di maklumi oleh Shiren. Shiren pun juga merasa bersalah atas kejadian tadi pagi.
Hentakan kaki Asha sudah mulai melemah, ia tahu bahwa dirinya belum sarapan sejak tadi pagi. Ia juga telah melewatkan makan siang. Saat ingin melanjutkan langkah kaki nya menuju pintu rumahnya, ia sudah langsung menjatuhkan tubuhnya yang terkulai lemas sejak tadi. Bang Nathan yang baru saja memasuki pintu gerbangnya pun, langsung membawanya ke kamar.