Assalamualaikum semua.
Pengalamanku diteror oleh mbak kuntilanak, penghuni sumur. Nasib baik, aku tidak sampai menjatuhkan ember dan ikut tercebur kedalamnya. Apes-apes. Mbak kun.... ni sungguh keterlaluan, mau kenalan kok maksa-maksa(gumanku).
Dalam perjalanan pulang, aku menyusun rencana.... ntar sampai rumah harus ini, harus itu.... biar besok tidak kerepotan. Soalnya ibu sedang sakit dan otomatis semua kerjaan rumah, aku yang handle. alamak..... dah kayak orang kantoran saja... gayaku(nyengir sendirilah).
Hari itu memang terasa sangat lelah, tapi dirumah pekerjaan banyak, namun dengan semngat tetap kulakukan. Agak monyong dikit nih mulut, karena tadi aku lupa.... kalau mesin air ternyata rosak, alhasil mau tidak mau aku harus menimba di sumur samping rumahku. huuuufffttt
Setiba dirumah ,aku langsung ngacir keluar dan pergi ke sumur.
"waduhhhh aku harus ngisi air lebih banyak ni(gumanku).
Tak terasa setelah bolak-balik ,dari sumur ke kamar mandi dalam..... air dah pun hampir penuh.
"Dikit lagi,..... 2 ember lagi(lanjutku).
Ini adalah ember terakhir, tanganku dah terasa pegal dan nyeri....., tak menyangka dah hampir jam 9 malam. Saat itu aku merasa suasana berubah jadi sunyi, dan hanya terdengar binatang malam dan hembusan angin malam.Tidak seperti beberapa menit sebelumnya, yang mungkin aku terlalu fokus dengan mengisi air.
Disaat air dah mencapai tengah-tengah sumur, tiba-tiba bulu kudukku berdiri dan suasana kian mencekam.Karena saat itu, ayah dan ibu juga dah tidur awal, tv pun dah dimatikan. Jadi hanya aku sendiri..... saja.
Aku tahu akan ada sesuatu yang muncul dan mencoba menampakkan dirinya. Jujur aku agak takut dan tak terasa tanganku hampir melepas tali ember.... yang saat itu kupegang erat. Sambil terus menimba kupandangi arah depan sumur, yang terdapat pohon mangga dan pohon rambutan. Tiga pohon berjejer membentuk segitiga. Pelan-pelan muncullah cahaya seperti warna api dari dalam tanah, berkobar menjadi sesosok mahluk yang menyeramkan. Perlahan dia maju dan melangkah sampai tepian sumur. Tepat berhadapan denganku. Sesosok wanita berbaju putih, lusuh, panjang sampai ke tanah, rambut acak-acakan, seperti gak disisir selama bertahun -tahun. Oh jangan dilupakan mukanya yang ancur berantakan, yang kuprediksi..... gak da dokter kecantikan, yang mau meng-oplas dia. Bau anyir mendekat ke bau bangkai. Uuuuhhhhhh aku paling benci, bau seperti ini. Its so disgusting......
Siapa yang gak kaget, kan?????? tiba-tiba dihadapanmu muncul seperti itu. Kalau yang muncul cogan.... mah masih ok tuh, ini malah...... hadehhhhh, bikin hati jadi ambur adul.
Aku berusaha tenang, dan pelan-pelan menimba sampai selesai...mengisi ember yang terakhir. Dia dengan santainya melihatku dan aku pura-pura saja gak mau menatapnya. Tidak mau berinteraksi tepatnya, biarlah dia....... berdiri, bengong di pinggir sumur sampai pegel tu kaki(gerutuku).
Ku bawa 2 ember terakhir tadi ke dalam, pelan-pelan berjalan, takut airnya tumpah-tumpah.... kan sayang, ya kan??????. gak mau juga, gara-gara tu mbk kun, kerjaanku jadi error.
Eeehhhhh disaat ku mulai berjalan, diapun bergerak dan menatapku dalam diamnya. Disitupun ku berharap jangan sampai dia tu buka mulut dan ketawa cekikikan, kan buyar ntar..... (masih juga ku berguman dalam hati). Alamat fokusku terbagi nih......... dia dan pekerjaan rumahku. Huhhhhh kampret.....
Karena tadi sempat kaget, akupun tak lupa melafalkan doa-doa keselamatan, dan saat itu juga aku ingat.... kalau malam ini adalah malam jumat.
"Oalahhhhhh pantesan nongol tiba-tiba, mau ikut ronda juga kali ya... (lanjutku).
Aku tahu dia juga mengikuti sampai pintu dapur, tapi pura-pura gak tahu, lagipun dia juga dah berhenti diluar dan hanya menatapku. Saat kulihat lagi, dia dah tak ada.
"Alhamdulilah dah pergi.(gumanku).
Aku bersiap-siap untuk mencuci piring dan gelas, tapi sebelumnya, aku menutup dan mengunci pintu tadi.
Sesaat berbalik badan.........
"Ya Allah......, la kok dia dah ada di pinggiran basuhan piring. (gerutuku).
Oalah,......... pingin bantu aku cuci piring toh. (selorohku).
Sambil cuci piring, sambil berdoa ya sambil ngelirik dia yang masih setia menemaniku. Tapi ya masa bodoh lah......, lagipun aku juga gak takut kok. Hehehe
Setelah beberapa saat, mungkin dia capek ya.... niatnya mau menakuti aku.... tapi gak mempan. Alhasil dia pun pergi, entah kemana.
"Huuuuuuft leganya, dah ngacir dia.....
Setelah itu, kulanjut cuci baju dan istirahat.
Paginya, aku bercerita tentang kejadian tadi malam kepada ayah. Tapi ayah, tidak percaya. Meski ayah juga tahu tentang hal-hal ghoib, tapi malah bilang aku berhalusinasi. Woaaaaaa..... teranglah aku sedikit mengerucutkan ni bibir, sambil berkata....
"Pokoknya, kalau ntar ayah berjumpa dengannya, janganlah cerita-cerita ke aku. okkkkkk!!!!
Ayah diam dan berlalu, karena tak mau ibuku tahu tentang hal-hal seperti tadi. Beliau orang yang penakut.
Sebenarnya aku juga tidak tahu, tetapi memang dah dari kecil, aku bisa merasakan, kadang melihat tentang hal-hal ghoib. Tapi aku juga tidak mau, dibilang jika aku ini adalah indigo..... jauh dari kata itu. Yang jelas ini adalah suatu anugrah yang aku punya, dan kedepannya aku berkeinginan memperdalamnya. Meski aku tahu akan banyak berpengaruh ke dalam hidupku.
Setelah beberapa hari, sejak aku bercerita mengenai penampakan tersebut. Di suatu pagi saat kita duduk di depan tungku......, maklumlah orang kampung, kita memakai tungku perapian, selain untuk memasak tapi juga untuk menghangatkan badan juga.
Ayah" Dek, tahu nggak??? kalau tadi sebelum subuh.... ayah lihat tu kunti. (berbisik takut ibu dengar).
Aku"dimana memangnya, yah????? (sahutku).
Ayah"tuh depan pintu, tadi pas ayah mau buka pintu dapur...... tiba-tiba tuh kunti dah berdiri tegak depan pintu......... (lanjutnya).
Aku"nah kan, kemarin gk percaya........ 🤣🤣🤣🤣🤣kena dah jadinya.
Ayah"iya ya.....
Kita memang tahu kalau rumah yang kita tempati ini, memang berpenghuni. Bukan hanya satu tapi banyak. Bagiku selagi tidak mengganggu, ya tidak apa. Tapi kalau penghuni-penghuni itu mau menganggu dan menakuti, yah apa boleh buat. Kita usir dan hilangkan.Meski ada juga yang baik, tetap saja kita ini berbeda alam. Jadi jangan sampai merugikan diri kita sendiri.
Masih banyak pengalaman ganjil yang kualami, awal-awal takut, tapi sekarang dah biasa, meski kadang buat aku jengkel. Tapi ya gimana, yah........ ada yang ngerasa seperti aku... gak yah....???? 😁😁😁.
lanjut nanti, kucerita tentang penampakan yang lain......
Wassalamualaikum wr wb.