Aku tidak menyangka hidupku yang kere berubah jadi bagus hanya karena sebuah kejadian ini.
***
Hari ini aku sedang berada disebuah taman, bersantai dipinggir trotoar pinggir jalan mataku tidak sengaja menatap sebuah buntalan bulu yang berada di tengah jalan.
Aku menatap kanan dan kiri jalanan yang cukup lengang itu, awalnya aku agak ketakutan akhirnya aku memberanikan diri untuk menyelamatnya.
Belum sempat aku menangkapnya ia malah lari lebih tengah jalan lagi.
"Astaga... Lo mati cing?" ujarku memandang kucing yang juga sedang menatapku itu.
Aku menghampirinya. menangkapnya dengan cepat.
Hap!!
"Akhirnya ketangkap juga lu cing" ujarku sambil memandangnya mengelusnya.
Dekkk.
Kakkk
Mbakk
Dekkk Awasss!?
teriakan itu saling bersautan dari orang disana. ia mencoba menengok apa yang dimaksud orang terakhir itu. orang itu menunjuk arah belakangnya
Alysha masih diam ditempatnya, seakan membatu di tempat itu. sebuah truk muatan itu semakin mendekat kearahnya. saat ingin pergi,.semuanya Terlambat.
Brakkk
Terdengar bunyi orang berteriak karena tubrukan itu, gadis itu terpental ke jalan disana. Darah bercucuran dimana-mana, semua menghampirinya tapi sayangnya pandangannya mengabur dan gelap..
***
Eughhh...
Sebuah lenguhan terdengar, mata yang semula terpejam itu terbangun, ia menatap sekitarnya, ia terlihat bingung, bukankah aku tertabrak truk tadi. bahkan hanya karna sebuah kucing yang tidak tau dimana sekarang.
Dia berada disebuah kamar, Kamar ini terlihat mewah dan sangat berkelas, dengan warna putih berpadu dengan gold. Terlihat klasik sekali.
Ia mencoba mendudukan tubuhnya, namun yang ia dapat justru malah pening. Ia memegangi pelipisnya yang pusing. Ia melihat kearah tangan yang satunya, Terlihat sebuah infus yang terpasang.
Tidak lama terdengar seseorang membuka kamarnya. Lalisa memandang orang itu. Seseorang itu menghampirinya dengan cepat kemudian memeluknya.
"Kamu udah bangun, kenapa nggak pencet bel di samping kamu" ujar orang itu.
Lalisa yang masih pusing belum bisa menjawabnya. Ia hanya bisa memandangnya menoleh kearah yang di tunjuk orang itu.
Disitu ada sebuah bel. Seorang itu membantunya duduk, menyandarkannya pada sandaran ranjang. Memberikan Lalisa sebuah Air.
Lalisa menerimanya lalu meminumnya dengan cepat
Uhukk Uhukk
Batuknya. seseorang itu mengelus lehernya. "Hati-Hati Lis.. Nggak akan ada yang minta kok" Ujatnya
"Kamu siapa?" tanya Lisa dengan terbata.
Seseorang pria remaja itu membulatkan matanya, " Lo nggak ingat gue Lis? ini Gue Zachy, kakak lo" jelasnya.
Sekarang Lisa malah semakin bingung, bagimana cowok itu kakaknya, Dia cuma sendirian. Secara tampilan beda banget. Dia berada di tingkat atas, sedangkan ia hanyalah seorang anak panti yang kabur.
Bagaimana bisa dia bisa disebut kakaknya, alias abangnya?
" Lis..." Panggil Pria itu, melambaikan tangannya didepan wajahnya. Lalisa yang gelagapan menatap Pria itu.
"Eh iya, apa?" tanya Lisa.
" Lo kenapa sih Lis, Lo nggak ingat gue?" ujarnya.
Lalisa mengelengkan kepalanya. Pria itu segera memecet bel di sampingnya, seseoramg dokter datang ke dalam.
"Dok adek saya kenapa nggak ingat saya ya?" tanyanya.
"Maaf tuan muda, benturan yang nona Lalisa alami membuat ingatannya memudar alias Anmesia. hal itu hanya sementara. anda bisa membantu nona muda untuk mengingatnya, tapi jangan dipaksakan" jelas dokter itu setelah membaca hasil laporan yang dibawakan perawat tadi.
Pemuda itu mengangguk, memandang Lalisa dengan pandangan sendunya.
"Kalau begitu saya permisi dulu tuan muda, nona.." pamit dokter itu.
Dan tinggallah kedua orang remaja itu. Seseorang itu duduk disampingnya, mengengam tangannya dan mulai menjelaskannya.
****
Namaku sekarang adalah Lalisa Kania Benta. bukan lagi Lalisa Karnia Kemal.. Seorang anak dari seorang Pengusaha batu bara dan seorang pebisnis di bidang kuliner, bernama. Arshaka Bumi Benta dan Atlana Bulan Samudra Benta. memiliki kakak bernama Zachy Lintang Benta.
Anak kedua dan tidak memiliki adik. kelas 11 di Benta Senior High School merupakan murid berprestasi.
Lalisa termasuk seorang selebgram di bidang dance and sing. banyak sekali video yang unggahnya di media sosial miliknya.
Itulah yang di jelaskan oleh Zach. sebelum akhirnya mengendongnya menuju kamar mandi tadi.
Sekarang Lalisa sedang berada di meja riasnya. ia menatap pantulan di depannya, gadis didepannya seperti gambaran yang ku gambar di sebuah game 'ArtLife'
Sekilas info semlaratnya kehidupan yang kujalani aku memiliki sebuah handphone untuk memainkan game itu.
Artlife sebuah gambaran kehidupan dimana kita membentuk sebuah karakter di sana mulai dari kecil hingga dia beranjak dewasa memiliki karir bahkan pasangan, disana kita juga memberikan sebuah judul untuk kehidupan itu, dan aku memberikan judul
"Love Scenario"
Sebuah kisah percintaan seseorang dengan teman masa kecilnya.
Dan wajah ini adalah wajah seorang antagonis dalam game kisah itu tersendiri.
Aku menepuk wajahku berharap kisah ini hanyalah fantasi, tapi yang ku dapat hanyalah panas di kedua pipiku.
Aku memandang pantulan di depanku, "Dan ini, Bukanlah Mimpi, Gue harus gimana anjirrr..." Teriakku Frustasi.
Seseorang mengetuk pintu kamarku.
" Nona, anda baik-baik saja" tanya bibi yang berada diluar. aku menoleh.
"Nggak papa bi" teriakku sebagai jawaban.
Semoga kedepannya tidak seburuk apa yang ku bayangkan.
***
Saat aku akan beranjak dari sana, sebuah tab keluaran terbaru muncul didepanku, aku shick melihatnya, ini pertama kalinya aku melihat secara langsung
layar itu menyala sendiri. aku memundurkan langkahku.
'anda terlalu lama, segeralah ambil' tulisan itu tercetak jelas di layar itu, dengan pelan akupun mengambilnya.
Waktu anda 1 bulan.
Mengubah kisah tragis.
"Kisah tragis, bukankah kisah itu berakhir happy ending" pikirku sambil mengaruk tekukku yang tidak gatal.
'Kisah tragis anda sendiri sebagai Antagonis, anda ingin merubahnya atau tidak?' suara hologram muncul dari ponsel itu.
'Jika anda ingin mengubahnya, lakukan beberapa misi di game tersebut, ubahlah sesuai keinginan anda' lanjut suara hologram itu.
Aku membuka fitur game di ponsel itu. saat aku membuka aku terkaget dengan fitur yang sudah lengkap itu. Tinggal satu misi.
"Pendekatan"
"Dating"
"Jadian"
"Ending"
Aku membuka lembaran yang berisi gambaran seseorang yang berpegangan tangan itu. sekarang aku berada di titik gambaran itu, didepan sana adalah latar tempat kejadian, tapi anehnya gadis didepan sana bukanlah ciri-ciri gadis di dalam gambar ini.
Tingggg...
Sebuah notif muncul di atas layar tab itu.
"Anda harus menyelesaikan misi sebelumnya" itulah tulisan disana.
"Kenapa harus menyelesaikan misi sebelumnya, bukankah lebih baik langsung ending aja?"
'Spoiler sedikit bahwa kisah ini tidak berakhir dengan kedua tokoh yang berada di Versi pertama"
itulah balasan di layar tab itu.
Aku menghembuskan nafasku. beralih ke misi sebelumnya
"Pendekatan"
Disini hanya ada layar kosong, akhirnya aku mencoba memberi nama latar kejadian 'School'
****
TBC