Suatu hari Azlen dan kakaknya Bermain di sebuah rumah merah di dekat rumahnya.
Kakaknya meminta Azlen untuk tinggal di luar dan dia masuk ke rumah merah sendirian .
Tiba tiba kakaknya berteriak"Ah"dan kemudian tidak ada suara lagi.Azlen berteriak:
"Kakak !Kakak!".
more
Dengan panik Azelen berlari ke pintu tua tersebut tapi dengan keras pintu tersebut langsung tertutup rapat .Cuaca yang semulanya cerah berubah mendung ,angin kencang seolah menandakan hal buruk , pohon tua yang menujulang tinggi di sekeliling rumah bergoyang tertepa angin.
"Kakak hiks!Kakak kau masih di sana!!jawab."pekikan putus asa Azlen menggema tapi hanya suara jangkrik yang terdengar di keheningan .
Dor dor dor...
Beberapa kali ia menggedor nggedor pintu tua tersebut tapi tidak juga mendapatkan jawaban dari suara Kakaknya ,seeolah olah kakaknya hilang begitu saja di telan rumah merah itu.
Dengan tergesa-gesa Azlen mengelilingi rumah merah tersebut, dia berusaha mencari pintu masuk yang tersembunyi .Ahh dan akhirnya ia menemukan sebuah pintu tua yang sudah hampir dimakan rayap tapi ia tidak peduli ,tapi sialnya pintu sulit di buka mungkin karena sudah lama tidak di buka.
"Akh siall!" . Dengan sekali tendangan pintu itu langsung terbuka ,hal yang pertama kali ia lihat adalah sebuah ruangan gelap yang dingin tanpa ada setitik cahaya pun yang masuk .Hawa dingin yang Anzlen rasakan membuat bulu kuduknya merinding .
Berjalan menuju lebih dalam lagi ruangan gelap itu,Anzlen mempertahankan setiap sudut ruangan dengan teliti walau dia kesusahan untuk melihat karena minimnya cahaya tapi ia tak putus asa sampai ia melihat sebuah tangga menuju ruangan bawah tanah.
"sepertinya di bawah akan semakin gelap tapi sudahlah demi kakak ,aku akan melawan ketakutan ku."Dengan tekad besar untuk menemukan kakak nya kembali ,Anzlen berjalan menggunakan tangga dingin yang sedikit licin tersebut menuju lebih dalam ke bawah .
Semakin ke dalam hawa semakin dingin ,dia juga kesusahan untuk bernafas karena ruangan pengab juga gelap tersebut . Tangannya merogoh kantong celana mencari benda satu satunya yang bisa membantunya dalam kegelapan saat ini.
Tik
Cahaya dari korek api miliknya berhasil membantunya kali ini ,ia dengan lebih mudah melihat ruangan gelap penuh aura mencekam ini.Dia sedikit bersyukur ketika ia tidak sengaja membawa korek api milik kakeknya , yang ia pinjam untuk menyalakan rokoknya.
"sttt ruangan macam apa ini , kosong gelap juga dingin auranya begitu mencengkam seolah telah terjadi suatu indsiden menyeramkan di sini .Kakak sekarang di mana kamu...."
Anzlen bisa merasakan jarinya yang terbakar panas karena beberapa kali tidak sengaja api korek itu mengenai kulit jarinya.
wushh
Tik
Hembusan semilir angin yang datang tiba-tiba berhasil memadamkan korek api miki Anzle.Menyadari cahaya satu satunya telah padam Anzle berusaha keras untuk menyalakan kembali tapi tidak kunjung menyala . Jantung nya berdegup kencang ketika suhu di ruangan gelap ini semakin dingin membuat bulu kuduknya merinding.Tapi tak lama tercium aroma busuk seperti bangkai entah darimana asalnya hal itu cukup membuat perasaan nya semakin tidak karuan .
"uhuk em huek gila bau banget ,huek mirip bau bangkai sttt perasaan gwe makin nggak enak aja"Ucap Anzle sambil memegangi perutnya , rasanya yang di dalam seperti di aduk aduk dan ingin keluar semua .Anzle semakin kesusahan untuk bernafas ,bau busuknya sangat menyengat di hidungnya.
Tes tes tes....
Merasakan sesuatu yang dingin menimpa kulit wajah nya , tangan Anzle mencoba menyentuh nya dengan ragu ragu ia mencium bau cairan kental tersebut.
Deg deg deg...
Jantungnya berdetak kencang menyadari cairan kental yang menimpa wajahnya adalah sebuah darah , baunya amis dan menyengat membuat perasaan takut Anzle semakin besar .
Dia merasa aneh ketika ada darah di ruangan gelap juga dingin ini , sedangkan ia tau hanya ada dirinyalah yang berada di ruangan bawah tanah ini.Dengan tangan bergetar Anzle tidak putus asa untuk menyalakan cahaya api dari koreknya .
Tik..
"HIHIHI"sebuah wajah mengerikan tiba tiba saja muncul di hadapan Anzle setelah koreknya kembali menyala .Anzle langsung terjungkal ke belakang ia berusaha untuk menjauhi mahluk menyeramkan itu ,tapi mahluk menyeramkan itu seolah tidak peduli dengan manusia yang ketakutan di depan nya .
Dengan senyum lebar menyeramkan Mahluk itu menunjukkan gigi nya yang begitu tajam juga panjang seperti mesin gergaji.Dia mendekati Anzle dengan cepat seperti seseorang pemburu yang tidak ingin melepaskan burunan nya.Anzle berusaha lari dari kejaran makhluk menyeramkan tersebut ,tapi kecepatan hantu itu seperti seekor citha dia berlari cepat dengan merangkak seperti seekor laba-laba .Suara tepakan kakinya menggema di seluruh ruangan seiring ia mengejar Anzle.
Tapch..Tapchh..Tapchhh suara tepakan kaki Mahluk yang merangkak cepat bak seekor laba-laba itu ,menggema dengan mengerikan.
"Tidakkkkkk Akkkkhhh Pergiii tidakkkk jangannnn kejar akuuuu Akhhhhh"Teriakan keras Anzle seolah tidak berguna mahluk yang penuh darah juga sayatan itu tetap mengejarnya dengan bringas . Kakinya begitu lemas tapi otaknya menyuruhnya untuk terus berlari.
"KEMARIII KEMRIII, HAHAHA LIHATLAH .AKU MENGEJAR MU DENGAN CEPAT ,HIK HIK HIK BERBALIK LAH HIHIHI !!!!!"Suara menyeramkan Mahluk itu membuat Anzle ketakutan ,ia seperti di kejar oleh psikopat juga hantu begitu mengerikan .
"Hah.. hah..aku harus bersembunyi yah ,aku harus bersembunyi dari mahluk itu"guam Anzle kelelahan ia mencoba melirik kanan kiri sambil terus berlari mencari sebuah tempat untuk bersembunyi.Dengan ragu ia memutar lehernya ke belakang mencoba melihat rupa mahluk itu dengan jelas .Tapi pemandangan mengerikan yang harus ia lihat di mana satu persatu Anggota tubuh makhluk itu copot dari tempatnya dan berceceran sepanjang lantai . Layaknya mahluk gila ia terus mengejarnya dirinya bringas dengan anggota tubuh yang tak utuh.
"HIK HIK HIK KAU MELIHATKU? HIHIHI LIHAT LIHAT ,AKU BERIKAN BOLA MATAKU YANG INDAH INI UNTUK MU . TUNGGU AKU DI SANA MEMBERIKAN MATAKU.HAHAHA LIHAT KE BELAKANG LAGI ,AKU SANGAT CEPAT MENGEJAR MU !!!!!"Makhluk menyeramkan itu berlari dengan beringas sambil mencongkel kedua bola matanya itu lalu meremasnya dengan mengeringkan .Tapi lama kelamaan dia mulai melambat ketika kakinya yang satu copot , dan kemudian copot kembali . Sekarang ia mengejar Anzle dengan menyeret tubuhnya menggunakan kedua tangannya ,dia tersenyum mengeringkan seperti iblis . Mulutnya terbuka lebar kemudian tertutup kembali membuat gigi tajam itu berbenturan dan melukai mulutnya sendiri .
Tak tak tak... suara gigi tajam itu yang saling beradu, membuat kengerian tersendiri bila mendengar nya.
"Berhenti mengejar ku!!!"teriak Anzle dengan nada bergetar dia terus berlari tanpa ujung , ruangan bawah ini terasa begitu luas juga panjang sejak tadi ia berlari tapi tidak ada jalan keluar ataupun setitik cahaya.Dia seperti sedang berlari tanpa ujung.
"TIDAK TIDAK , AKU TIDAK BERHENTI MENGEJAR MU ,HIK HIK HIK DIAM DI SANA AKU
AKAN MEMBERIKAN MATAKU HAHAHA ."Satu lagi tangan mahluk itu copot dia semakin melambat mengejar Anzle ,tapi dengan satu tangan ia terus mengejar mangsanya seperti anjing gila . Senyum mengerikan itu semakin mengembang hingga menyentuh ujung daun telinganya . Senyumnya bak psikopat gila yang haus akan mangsa.
Anzle terus berlari hingga keajaiban tiba ,ia bisa melihat sebuah pintu dengan cahaya begitu terang dari dalam nya dengan semangat ia terus berlari menuju pintu itu . Tapi siallnya tangan satu satunya mahluk itu berhasil menggapai kakinya .
"Akghrrr lepasss!!!"
Mahluk itu tersenyum lebar dengan darah yang keluar dari tubuhnya kian merembes deras.
""HAHAHA KAU TERTANGKAP ,HIK HIK HIK AKU MENANGKAP MU DENGAN CEPAT!!!AKHHAHAHA AKAN AKU BERIKAN TUBUH KU . AMBIL APA YANG KAMU MAU DARI TUBUH KU HIK HIK HIK HIK"
Krakk
Bunyi tulang lehernya ketika kepala mahluk itu mendongak menatap Kenzo dengan congkak matanya yang tampak kosong tanpa ada bola mata yang mengisinya ,Anzle begitu ketakutan melihat mahluk menyeramkan ini begitu dekat dengan nya.Dia berusaha melepaskan tangannya tapi pelukan nya begitu erat.
"Lepasss!!!"
Dengan sekali tendangan tangan mahluk itu terpental Kedinding copot dari tubuh hantu tersebut .
"JANGAN PERGI AKU AKAN BERIKAN JANTUNG MIlIKU.HIK HIK HIK AKU LUPA JANTUNGKU SUDAH DI CURI.AKH HA HA HA JANGAN! ,JANGAN AMBIL JANTUNG MILIK KU!!! TIDAK ITU MILIK KU .JAANGAANNNNN!!!! Teriakan menggila mahluk itu semakin membuatku takut ,aku dapat melihat kondisinya yang semakin mengerikan seiring pintu itu tertutup dan aku tidak bisa melihat lagi ruangan gelap dengan mahluk menyeramkan tersebut.
Semuanya terasa buram dan aku semakin mengantuk dan akhirnya tidak sadarkan diri .Hari ini sangat melelahkan yah^_^
Dukk
"Akh sakit"guam Anzle merasakan kesakitan di bagian kepalanya ,dia merasa kepalanya di tendang seseorang.
"Zel.. Zell!!"pekik seseorang dengan nada rendah .
"Emmh akh kakiku pegal"guam Anzle sambil mengerjapkan matanya pelan menyusuaikan pencahayaan yang ada .setelah kesadarannya pulih dia langsung teringat akan kakak nya dan kembali mengingat kejadian menyeramkan di ruang bawah tanah gelap yang berada di Rumah merah itu.
"ahh kakak!"
"Hustt diam"sahut seseorang dari atas.Anzle mendongakkan kepalanya dia begitu terkejut melihat kakaknya yang sudah tergantung salib di dinding . Dengan keadaan mengenaskan tanpa baju atasannya dan juga begitu banyak sayatan lebar di tubuh atletisnya itu.
"Kakak!kau kenapa bisa seperti ini!"
Anzle langsung menghampiri kakaknya dengan semangat ,dia begitu senang melihat kakaknya yang masih hidup walau dengan kondisi yang mengenaskan.
"diamlah jangan berisik kau bisa ketauan oleh mahluk psikopat itu nanti "ujar Keenan memperingati adik perempuannya ini.Ia begitu khawatir dengan kedatangan adiknya secara tiba-tiba dia takut mahluk psikopat yang menyiksanya akan menemukan adik kecil perempuan nya.
Anzle tertegun dengan peringatan dari kakaknya . Apakah yang dimaksud dengan makhluk psikopat itu adalah mahluk yang sama mengejarnya tadi?.
"Apa maksud mahluk psikopat yang kak keenan maksud adalah mahluk yang sama mengejarku tadi?"sahut Anzle dengan takut takut.Dia menatap Kakaknya dengan mata memerah ,ia sangat kasihan dengan keadaan kakaknya yang begitu menyedihkan.
"Apa kau sudah bertemu dengannya?"ucap keenan ragu ,ia berharap adiknya menjawab tidak.
"iyah ,saat aku berada di ruangan bawah tanah rumah merah ini ketika sedang mencari kakak"
Keenan menatap sedih adiknya yang sudah ingin menangis , pasti dia ketakutan ketika berhadapan dengan mahluk gila itu.
"jangan nangis, kakak ada disini"
"hiks aku akan melepaskan kakak' dari sini ,ayo kita kabur dari rumah neraka ini hiks.Aku takut..."
Ujar Anzle sembari menangis , semua perasaan yang ia pendam dari tadi ia tumpahkan . perasaan takut,sedih, tertekan juga lelah.Tangan nya berusaha melepaskan ikatan tali dari tubuh kakak' laki lakinya dengan sekuat tenaga,tapi tali itu sangat kencang ikatannya.
"tangan kecilmu tidak akan kuat untuk melepaskannya , ikatannya terlalu kuat kau akan sulit untuk membukanya"
"tidak!aku tidak akan menyerah...aku akan melepaskan mu dan pergi dari mahluk psikopat itu.."
tapch..tapchh..tapchh
perasaan Keenan semakin takut ketika mendengar langkah mahluk psikopat itu.Dia menatap takut adik perempuannya yang masih 14 tahun ia tak ingin membahayakan dia hanya kerena menyelamatkan dirinya .Ia tau bahwa dirinya hanyalah sebuah pancingan semata untuk target sebenarnya mahluk itu adalah mengincar adiknya.
"Berhenti... pergi! cepat lari dari sini!!dia sudah datang.."pekik Keenan gusar, dia manatap tajam adiknya dengan tatapan penuh khawatiran
"Tidak hiks ,aku tidak bisa meninggalkanmu sendirian hiks.... . Biarkan aku bersama mu.."
"cepat pergi bodoh!! dia datang cepat kabur lewat loteng yang ada di atas... cepat!!!"bentak Kenan dengan nada rendah dia takut suaranya akan membuat mahluk itu curiga.
Tubuh Anzle bergetar mendengar bentakan dari kakaknya untuk pertama kali ,tapi bukan waktunya untuk menangis dia dengan cepat menaiki kursi kayu itu untuk ke atas loteng dengan cara di tumpuk . Sebelum memasuki lobang loteng nya dia menatap wajah kakaknya dengan mata berkaca-kaca dia ingin menangis lagi.
"kakak..."
"cepat masuk bodoh!"sahut Kenan geram ,dis begitu gemas dengan tingkah lamban adik kecilnya.
Anzle memasuki loteng rumah tersebut dengan menangis air matanya mengalir deras dari tempatnya . Hatinya begitu sakit ketika tidak bisa menyelamatkan kakaknya kali ini.
Dia dan kakaknya begitu dekat ,semua yang kakaknya selalu ia tiru seperti menjadi gadis tomboy yang nakal, merokok dan bertingkah laku layaknya laki laki.
Tangannya mengepal kuat dengan terus berjalan merangkak di dalam loteng rumah , dia kecewa dengan dirinya sendiri karena selalu menjadi beban bagi kakaknya.
"HIK HIK HIK.... AKU MENEMUKAN MU LAGI PENCURI, JANGAN LARI DARIKU AKU AKAN MENGAMBIL MILIK KU HAHAHA"
Suara mengerikan itu kembali menghantui Anzle, makhluk itu sudah seperti boneka Annabelle selalu bisa menemukannya terys ,sangat menyeramkan.Dia merangkak cepat mengejarnya seperti seekor cicak, wajahnya begitu mengerikan ia tak kuasa melihatnya.
"Akh siall , dasar mahluk gila!!"
"AKU BUKAN PENCURI , AKU TIDAK PERNAH MENGAMBIL MILIKMU.LEPASKAN KAKAK KU , AKU TIDAK MENGENALMU"
Mahluk itu merangkak lebih cepat lidahnya menjulur kebawah dengan air liur yang menetes ke loteng . Matanya yang putih penuh melotot tajam mendengar teriakan keras Anzle . Matanya terus melotot hingga akhirnya bola mata itu keluar bebas dari tempatnya .
"Akhhhhhkkkkkk!!!"
Anzle sangat ketakutan dengan adegan horor dari mahluk psikopat itu , tubuh nya berpeluh keringat dingin karena katakutan dalam dirinya yang melewati batas di tambah pengabnya suhu loteng tersebut.
Mahluk psikopat itu tersenyum lebar dengan kedua mata hitam yang tidak berisi ,dia menyeringai senang mendengar suara ketakutan dari Anzle.
"ANZLE CEPAT PERGI!!!DIA MENGINCARMU!!!"Teriak Kenan dari belakang .
"KAKAK!!?"
Flashback!
"Cepat masuk bodoh!"
Setelah melihat adiknya masuk kedalam loteng dan tidak kelihatan ,Kenan berusaha bersikap tenang seperti biasa supaya makhluk pysco itu tidak menyadari keberadaan adiknya .
kreett
pintu tua itu berderit menandakan seseorang datang kedalam ruangan ini.
"hehehe,tikus besarku apakah kau nyaman dengan tempat tinggal barumu hik hik hik.biarkan aku mendengar detak jantung ku yang indah di dalam tubuh mu sebelum aku mengambil nya dari sana hahaha ,kau takut?"ucap mahluk psikopat itu dengan keji ,ia menempelkan kepalanya ke dada Kenan untuk mendengarkan suara detak jantung yang indah.
deg ,deg.. deg
suara jantung Kenan yang berdetak kencang.
"TIDAK! INI BUKAN JANTUNG KU, DIMANA KAU MENYEMBUNYIKAN NYA HAH!!!"teriak Makhluk itu marah' dengan lengkingan keras miliknya.
pyarrr
lampu kuning yang sudah redup itu pecah begitu saja akibat lengkingan mengeringkan dari mahluk tersebut . Suasana menjadi sangat mencengkam akibat kamarahan nya ,aura hitam mengelilingi tubuh mahluk psikopat itu.
"uhuk uhuk,a-aku tidak tau dimana jantung milikmu akh lepaskan!"
Akibat cekikan kuat dari mahluk tersebut , Kenan hampir saja kehilangan nyawanya akibat kesulitan bernafas .
"DIAM!!"
"argh lepaskan aku tidak tau dimana itu akh!"
Dengan mencengkeram kuat leher kenan dia dengan keras melempar tubuh kenan ke dinding .Ia menatap sinis tikus nya yang sudah tidak berguna lagi , karena yang ia cari sudah ada di dekatnya.
tapch..tapchh.tapchh
"KAU SUDAH TIDAK BERGUNA UNTUK KU ,KARNA DIA SUDAH DEKAT HAHAHA!!! DENGARKAN SUARA INDAH DARI JANTUNG MILIKU 'DIA'SUDAH ADA DI SEKITAR SINI HIHIHI.AKU AKAN MENGAMBIL NYA KEMBALI"
Jelb
Satu tusukan gunting besar itu berhasil menancab di bahu Kenan.Dengan seringai sadisnya mahluk itu tertawa senang melihat mangsanya kesakitan.
AKHHHHKGHHH!!!!!
teriakan kesakitan Kenan berhasil membuat seseorang di atas loteng tersebut terkejut .
"HAHAHA SUARAMU SANGAT INDAH HIK HIK HIK, TERUSLAH BERTERIAK SELAGI AKU MENGAMBIL MILIK KU"
Mahluk perempuan psikopat tersebut dengan cepat memanjat loteng di atasnya .Dia tersenyum lebar membayangkan jantung nya yang berdetak berada di tangannya .
Mata Kenan melebar menyadari mahluk itu sudah mengetahui keberadaan adiknya dan sekarang dia berusaha mengejarnya.
"Akhh!"
gunting yang menancap di bahunya berhasil ia lepaskan dari sana.Dengan darah yang merembes dari luka tusukan nya ,Kenan berusaha menyusul adiknya dan melindunginya dari makhluk gila tersebut.Dia tidak peduli rasa kesakitan di area bahunya yang ia tau adalah melindungi adik kesayangannya.
***************
"KAKAK!?"guam Anzle terkejut dengan kedatangan kakaknya .Anzle langsung tersadar ketika mahluk itu berhasil menangkap tubuhnya .
"Arggh lepas!!kakak tolong akuuu.. lepaskan tanganmu makhluk gila!!"
Anzle dengan sekuat tenaga berusaha merangkak naik tapi cengkraman kuat mahluk itu di kakinya membuat ia kesulitan untuk bergerak.
"HAHAHA KAU TIDAK BISA LARI DARIKU,HIK HIK HIk AKU AKAN MENGAMBIL NYA SEKARANG!!"
Makhluk itu menindihi tubuh Anzele di tangannya terdapat sebuah pisau tajam yang siap merobek kulit Anzle .
"Tidakkk.. hentikan! kumohon lepaskan aku hiks"
srakkk
baju anzle robek menampakkan bra hitam miliknya , ujung pisau itu menyentuh kulit putihnya dengan pelan tapi kemudian dengan tanpa berperasaan pisau itu langsung menyayat kulitnya.
"Akhhh sttttthh sakittt hiks"
"Setelah aku mengambil jantung mu kau tidak akan merasakan sakit lagi saudara ku hik hik hik"
"saudara?"guam Anzle kebingungan dengan ucapan ambigu dan senyuman misterius dari mahluk kejam yang berada di atas tubuhnya.
Tapi sebelum bertindak lebih jauh lagi makhluk itu sudah lebih dulu tumbang akibat tusukan kuat di kepalanya.
"Cepat kabur!!"
"kakak!"
"kau teruslah merangkak mengikuti loteng ini setelah keluar cepat cari bantuan ,biar aku yang mengurus mahluk ini"
"tapi kak..."
"cepat bodoh sebelum dia sadar!!"
"baik"
Anzle langsung merangkak dengan cepat tanpa mempedulikan bajunya yang sudah tak utuh .
"Sialann kau menyakiti adikku"Kenan langsung menyerang mahluk itu dengan tusukan bertubi-tubi menggunakan gunting yang ia bawa.Tapi Kenan langsung mengehentikan aksi brutalnya menyadari tatapan sayu dari mahluk bengis yang berada di cengkraman nya . Dia tertegun melihat tatapan sedih mahluk itu dia menyadari ada sesuatu yang tidak beres dengan mahluk ini.
"Kau memang kakak yang sangat baik Ken... semua orang menyayangi Anzle layaknya seorang putri... aku hanya ingin mengambil milikku apakah aku salah? kalian memperlakukan ku layaknya anjing aku hanya ingin mendapatkan keadilan....aku benci dia .Dia adalah orang yang selalu merebut milikku . AKU MEMBENCIMU ANZLE!!! AKU AKAN MEMBUNUHMU HARI INI HAHAHA!!"ujarnya dengan nada sandu dengan di akhiri lengkingan marah ,benci,juga iri.
Mata Kenan memerah melihat makhluk psikopat itu berniat membunuh adiknya . Dengan cengkraman kuat Kenan menatap mahluk itu dengan penuh permusuhan , dia tidak akan membiarkannya membunuh adiknya begitu saja.
"Diamm!!kau tidak bisa membunuhnya karena aku masih hidup .Enyahlah makhluk menjijikkan!"
Kenan melempar tubuh mahluk itu dengan keras sambil menatap nya dengan bengis.Dia kembali merangkak di loteng untuk menyusul Anzle.
"Hah..hah..hah aku kesulitan bernafas di atas loteng untunglah sekarang aku sudah keluar ,aku harap kakak baik baik saja di atas sana"kata Anzle dengan nafas tersengal senggal,dia menatap lubang yang ia buat di loteng untuk keluar, lubang yang lumayan cukup besar.
"Akhh bok*ng ku sakit "keluh Anzle sambil mengusap bok*ng nya pegal karena jatuh dari loteng begitu saja tanpa adanya alas dibawah nya.
Bulu kuduk Anzle meremang ketika melihat keadaan rumah merah tersebut yang dalam keadaan tak terurus , dipenuhi debu dan sarang laba-laba hanya ada sedikit cahaya yang masuk dari lubang fentilasi kedalam ruangan.
Dengan segera ia berlari ke arah pintu yang terbuka lebar dengan senyum kelegaan ia berlari ke arah pintu tersebut.dia merasa ada harapan untuk nya dan kakaknya dengan meminta bantuan ,tapi ....
Brakkk!!
Pintu itu langsung tertutup rapat , jendela kayu yang juga terbuka ikut tertutup dengan keras.Aura mencengkam menyelimuti ruangan tersebut.
"argkh kenapa pintunya tertutup ,buka..!! tolong bukakan pintunya tolong...!aku ada di dalam sini!Ayah..!ibu..!"teriak Anzle kencang dia berusaha membuka pintu tersebut tapi usahanya sia sia yang dia dapatkan hanya tangannya yang terluka berdarah akibat memaksa kan pintu itu terbuka .
Tubuhnya merosot lemas , hilang sudah harapan satu satunya yang ia miliki. dia berharap ia bisa keluar dari rumah merah ini dan memanggil bantuan tapi sangat sulit untuk bisa keluar dari sini.Dengan menjambak rambutnya frustasi Anzle berteriak histeris merasa putus asa dengan apa yang telah menimpanya .
"AAARGGHHH! SIAALL!hiks hiks AKU MENYERAH, AKU INGIN MENGAKHIRI SEMUA INI .hiks AKU TIDAK TAU APA YANG KAMU INGINKAN DARI SAYA, BIARKAN KAKAK KU PERGI ,KAU BISA AMBIL APA YANG KAMU MAU DARIKU Hiks.."pekikan karas Anzle menggema di seluruh rumah ,susana semakin mencengkam ketika semilir angin yang berhembus pelan menerpa wajah Anzle.
Anzle mengepalkan tangannya kuat dia tau bahwa sebentar lagi dia akan datang .Ia sudah bertekad untuk menyerahkan dirinya ke mahluk tersebut dan membiarkan kakaknya selamat.
"heh aku tau kau sudah datang "ujar Anzle dengan sinis dia menatap muak mahluk mengerikan di depannya . Dia merasa sia sia berusaha kabur dari mahluk itu yang pada akhirnya ia juga akan tertangkap.
"Hahaha...!Kau memang harus menyerah! karena kau akan terus berada di cengkraman ku sebelum aku mengambil apa yang menjadi milikku!"
"Apa yang kau inginkan sebenarnya dari ku ,aku tidak mengenal mu dalam hidupku"
"Akrhhk...s-sakit arghh"guam Anzle kesakitan ketika lehernya di cengkram kuat oleh mahluk tersebut.
"Kau memang tidak mengenal ku tapi orang tua mu pasti mengenal ku"sahut mahluk tersebut dengan sinis , tatapan matanya penuh dengan dendam.
"Apa maksud mu"
"Aku akan memberikanmu sebuah memori yang akan membuat mu merasa bersalah seumur hidup"ucapnya dengan senyuman misterius.
Tubuh Anzle tumbang ketika ia perlan kehilangan kesadarannya .
*Di dalam mimpi*
plakk...!
Telinga Anzle berdengung mendengar suara tamparan dari sebuah ruangan ,ia mengerjapkan matanya berusaha mengembalikan kesadarannya .
Dia merasa dirinya menjadi seperti transparan ,ia tau ia kembali masuk kedalam masa lalunya . Dengan mengintip dari balik pintu Anzle melihat kedua orang tuanya yang sedang bertengkar dan melihat ibunya menampar ayahnya dengan keras.
"Aku tidak mau tau ,aku ingin jantung anak sialan itu di donorkan untuk Anzle!! keadaan anzle semakin lemah bila tidak bisa mendapatkan donor jantung yang cocok ,kau harus melakukannya untuk Anzle..."
"Apa maksudmu kau tega membunuh anakmu sendiri hah!!"bentak Ayah Anzle keras menentang keras ide gila dari istrinya.
"Dia hanya anak pembawa siall , karena dirinya lah aku harus kehilangan ayahku karena dia berusaha membantuku untuk persalinan.Malam itu harusnya aku biarkan diriku mati dengan keadaan melahirkan daripada aku harus kehilangan orang yang sangat berjasa dan aku cintai hiks.Malam itu badai besar hujan turun dengan lebat ,aku tidak tahu dia akan lahir sebelum waktunya .Aku berteriak kesakitan akibat kontraksi di perutku karena akan segera melahirkan,aku ingin menelfon mu tapi sinyal nya hilang membuatku tidak bisa menelfon mu.Ayah membawa ku ke klinik menggunakan sepeda tuanya ,dia membawa ku dengan gigih padahal saat itu keadaan ku sudah sangat lemas .Tapi ayah berusaha menyadarkan kesadaran ku aku masih ingat bagaimana dia meneriaki ku dengan keras di bawah guyuran hujan dan kilatan petir yang mengerikan.
"Lastrii!!!kau harus tetap sadar...!!kau harus bisa melahirkan cicitku dengan selamat..!!haha ayah akan punya cicit lagi....ayah akan berusaha mengantarkan mu ke klinik..."
Ucap ayahku dengan semangat dia begitu senang ketika aku akan segera memberinya cucu lagi ,tapi naas di saat ayahku begitu gembira dengan cucunya yang akan bertambah di situ juga ayahku harus menghembuskan nafas yang terakhir hiks.
Tiba tiba sepeda ayah terpeleset akibat jalanan yang masih berupa tanah licin akibat hujan yang deras.Aku dan ayah terjatuh dari sepeda saat terjatuh ke tanah perutku hampir menabrak wadas. tapi ayah berusaha melindungi nya dengan tubuhnya .Dia tersenyum manis melihat aku yang baik baik saja tapi.... matanya terpejam dan tidak pernah terbuka lagi . Ternyata penyakit jantung ayahku kambuh lagi dan itu menyebabkan ayahku meninggal karena terjatuh dari sepeda dengan keras.kemudian warga membantu ku dan ayahku untuk ke klinik terdekat dan malam itu aku kehilangan ayahku."
"Tak bisakah kau mengabulkan permintaan ku aku ingin malaikat kecilku Anzle tetap hidup untuk penerang hidupku"
"Kamu sangat kejam Lastri aku membiarkan mu mengasingkan Anya di Rumah merah itu dan membiarkannya hidup tanpa kasih sayang darimu .Dan sekarang kamu meminta hidupnya? apakah kamu masih istri ku Lastri yang lemah lembut tapi kenapa sekarang kau menjadi wanita berdarah dingin"
"Baiklah Bram bila kamu tidak bisa melakukannya , maka biarkan aku pergi keluar negeri supaya Anzle mendapatkan pengobatan yang intensif dan lengkap."
"Tidak kau tidak boleh meninggalkan ku , baiklah aku akan melakukannya sekarang"sahut ayah Anzle pasrah.
"Anya? apa dia sudaraku ? apakah jantung yang berdetak ini miliknya ."guam Anzle dengan tatapan kosong dia memegang dadanya merasakan irama jantung nya yang menenangkan.
"Ayahh...! ibu?"teriak Anya keluar dari Rumah merah itu dia memakai gaun putih dia seperti seorang malaikat peri kecil yang lembut dan polos.
"Anya.. bagaimana kabarmu maaf ayah' jarang menjenguk mu akhir akhir ini."
"tidakpapa ayah yang penting ayah akan menemani ku malam ini"sahut Anya dengan riang ,dia memiringkan kepalanya menatap Lastri polos.
"Ayah dia ibu anya..?"
"ya dia adalah mama Anya"
"benarkah..!waah mamah sangat cantik ini untuk pertama kalinya mamah mau mengunjungi ku"sahut Anya dengan lugu.Bram tersenyum miris melihat bagaimana putrinya yang polos begitu mendambakan seorang ibu tangannya mengepal kuat mengingat niatnya untuk mengambil jantung Anya dia merasa sangat buruk sebagai orang tua
"yah apa Anya mencintai mamah?"tanya Lastri dengan senyum palsu nya tapi dimata Anya itu adalah senyuman paling indah dan senyum yang selalu ia nantikan , senyuman seorang ibu.
"Anya sangat menyayangi mamah , bolehkah malam ini mamah menemaniku tidur"ucap Anya dengan penuh harap sorot mata sayu nya membuat Lastri merasakan ngilu di dadanya tapi ia menggelengkan kepalanya cepat ketika mengingat Anzke yang lemah di kursi roda.
"Baiklah tiga hari ini mamah tidak bekerja jadi Anya mau ditemani mamah?"
"mau.. mau.. Anya sayang mama"sahut Anya dengan antusias dia memeluk erat tubuh Mama Lastri.usia Anya saat itu 12 thu,14Kenan thu dan Anzle 10 thu.
Di malam hari di ruang tengah Anya tengah bermanja-manja dengan Lastri.Lastri menatap Bram untuk memulai nya sekarang ,bram yang melihatnya hanya membalas nya dengan tatapan sandu.
"Anya besok malam kita akan pergi ke pasar malam okeh"Kata Lastri dengan senyum lebar.Anya membulat kan matanya sempurna ini pertama kalinya ia bisa keluar jauh dari Rumah mersh ini.
"tentu Anya sangat menantikan nya"sahut Anya dengan menguap ia menatap sayang wajah ibunya itu.dengan mengelus rambut Anya Lastri menyuruhnya untuk tidur terlebih dahulu.
"tidurlah..."
"hoam iya mah.."
Malam hari berikutnya Lastri mengajak Anya pergi bersama bram .Anya begitu senang ketika dia mengira ibunya membawa nya menuju pasar malam.
"mah kenapa kita ke rumah sakit'"
"kita harus memeriksa tubuh mu dahulu sebelum bermain nanti"
"oh Mama sangat perhatian sama Anya"
"hem"
Bram sejak tadi hanya diam sekarang ia harus melepaskan buah hati nya untuk selama lamanya.
*Di ruang operasi*
"mah kenapa disini begitu banyak alat alat mengerikan"tanya anya dengan lugunya.
"Anya tenanglah setelah selesai mamah akan mengajakmu ke tempat bermain"sahut Lastri sambil menyuntikkan obat bius kepada Anya.Lastri juga bram merupakan seorang dokter Lastri sebagai dokter bedah dan bram sebagai dokter spesialis jantung.
Perlahan kelopak mata Anya meredup ia bisa melihat kedua orang tuanya memakai baju layaknya seorang dokter yang sedang melakukan operasi dan dia merasa dirinya merasa ringan dan tidak bisa membuka matanya kembali....
Selesai***
"Anya kamu adalah sodaraku?"tanya Anzle dengan mata berkaca-kaca sekarang ia tau kenapa Anya begitu dendam kepadanya.
"Yah, kamu menikmati filmnya?"tanya anya dengan sinis ia mengarahkan pisaunya kepada Anzle.
"Sebentar , bisakah kamu berhenti dahulu.Katakan dimana matamu di sembunyikan"
Mats Anya melebar , kemudian dengan marah' ia menggores pisaunya ke muka anzle.
"Lancang!!!!"
srettt
"akhh ,aku hanya ingin menebus kesalahanku"
"kau..."
"Anzle ,awass!!!dia berbahaya!"teriak Kenan dari jauh ia berlari mendekati Anzle dan menatap was wa Anya.
"Kakak...!Anzle memeluk tubuh Kenan dengan bergetar dia menumpahkan kesedihannya kepelukan kenan.Apakah keputusan yang ia buat sudah benar?
"zell, kita harus pergi!!"
"tidak..!!"tolak Anzle melepaskan pelukannya.
"kenapa?"
"aku akan menjelaskan nya nanti, bisakah kakak membantu ku mencari mayat Anya"
"Apa!"
"Kita harus cepat kak!!"Anzle berlari mencari tangga' yang menuju ruang bawah tanah ,ia yakin mayat Anya ada di sana karena dia merasa ada yang tidak beres di dalam sana.Kenan ikut berlari mengejar nya.
brakk
Anzle mendobrak lemari tua yang di kunci rapat ,dia yakin mayat Anya ada di dalamnya karena hanya ada lemari ini di dalam ruangan bawah tanah .
"Akkkhhh"jerit anya ketika melihat tulang belulang milik Anya di bungkus oleh plastik.Waktunya tidak banyak sebentar lagi akan fajar dan saat itu Anya akan membunuhnya .
"sstt"desis Anzle ketika ia memotong nadinya menggunakan pisau yang di serahkan dari Anya kepadanya.Darah terus merembes dari pergelangan tangannya
"Aku akan menebus semua dosa orang tuaku,aku harap setelah kematian ku Anya kau akan merasa tenang , dan untuk kakak aku tulis ini supaya kau mencari tau kenapa aku memilih untuk bunuh diri tanyakan kepada ayah juga ibu mereka punya rahasia yang harus kamu ungkap,aku menyayangimu dan orang tua kita. tolong ayah ibu pertanggungjawaban kan perbuatan kalian atas kasus Anya.Kakak kau pasti ingat tentang Anya teman masa kecil mu yang tinggal di rumah merah ini"tulis Anzle menggunakan darahnya ke kertas lusuh yang berada di saku celananya , dengan lemah anzle terus menulis rentetan peristiwa masa lalunya dengan Anya untuk menjadi barang bukti nantinya walaupun ia menyayangi orang tuanya tapi tetap saja perbuatan yang salah harus tetap di pertanggung jawabkan apalagi sudah menghilangkan nyawa seseorang.
Fajar pun tiba suara sirine mobil polisi dan ambulance memenuhi halaman rumah merah Tersebut , para petugas penyidik membawa kantong kuning berisi mayat Anzle dan sebuah kantong plastik hitam berisi tulang belulang Anya.
Kedua orang tua Kenan di bawa oleh polisi untuk proses penyelidikan dan membawa barang bukti yang ditinggalkan anzle.Kenan hanya menangis melihat keluarganya hancur dia merasa dirinya ikut hancur melihat adiknya pergi meninggalkan dirinya, sebuah rahasia yang menghancurkan seluruh hidupnya.
Tamat.