Nama ku Lidya. Pagi hari aku bersiap siap pergi ke taman kanak kanak untuk mengajar. Aku mengajar di bidang kesenian. Terutama pada menggambar. Aku masih berusia 18 tahun. Dan aku barusaja masuk kuliah. Aku kuliah dari jam 13.00 sampai jam 19.30
"hari ini kita akan menggambar tentang sesuatu yang berbeda dari kemarin" ucap ku kepada semua anak anak yang ada di kelas. "ibu guru, bagaimana kalo menggambar tentang sesuatu yang lebih besar...seperti...eh...seperti...ahk...seperti impian" usul salah satu murid ku yang paling ceria, Rian. "mimpi besar ku adalah keliling dunia" ucap murid ku yang lainnya.
"kalau begitu kalian semua menggambar lah sesuka kalian yang mengenai impian besar kalian" ucap ku kepada anak anak yang ada di kelas.
Beberapa jam kemudian semua anak anak pun telah selesai menggambar dan mengumpulkan nya di meja ku. Semua impian dari murid murid ku adalah impian yang sangat menakjubkan, kecuali...ini.
Ada seorang anak yang menggambar singgasana raja. Aku heran kenapa dia menggambar singgasana raja. "siapa yang menggambar ini...??" tanya ku kepada semua murid yang ada di kelas. "aku" jawab salah satu murid sambil mengacungkan tangan nya keatas.
"ivan yang menggambar ini...??" tanya ku kepada Ivan. Ivan adalah anak yang telah menggambar singgasana raja, Ivan adalah salah satu murid ku yang sangat di siplin, Ivan anak yang sangat pendiam dan dingin. sikap Ivan seperti orang dewasa dan tidak seperti anak lain yang seumuran dengan nya. "iya" jawaban yang singkat dari Ivan kepada ku.
"kenapa ivan menggambar singgasana...??" tanya ku lagi kepada Ivan "bukankah ibu bilang menggambar apa impian kita, aku pun menggambar impian ku. Impian ku adalah menjadi seorang raja" jawab Ivan kepada ku.
"anak ini benar benar aneh dan mengada ngada" kata ku di dalam batin. 12.30 adalah saat nya kelas bubar. semua anak anak sudah pulang kecuali Ivan masih ada di dalam kelas dengan ku. aku masih berada di kelas sedang membereskan buku buku pembelajaran, begitu juga Ivan yang sedang membereskan buku buku nya kedalam tas.
Di saat Ivan selesai membereskan buku nya, dia datang menghampiri meja ku "ibu guru" ucap Ivan kepada ku. "ada apa ivan sayang...??" jawab ku sambil mengelus kepala nya yang mungil.
"Ibu guru, aku sudah lama mengagumi mu, aku sangat menyukai ibu, aku mencintai ibu, apa ibu mau menikah dengan ku...??" tanya Ivan kepada ku sambil tersenyum manis. Aku benar benar sangat terkejut karna murid kecil ku mengajak ku untuk menikah dengan nya.
Tidak lama kemudian Ivan pun menarik tangan ku dan menggigit leher ku. sakit, gigitan nya sangat sakit, seperti dua taring yang menusuk. Saat Ivan menggigit ku aku mulai merasa lemas dan tidak sadarkan diri.
"Darah ibu guru sangat manis" ucap Ivan kepada ku sambil menjilat leher ku. Aku tidak begitu mendengarnya karna aku mulai tidak sadarkan diri.
Tidak lama kemudian aku tiba tiba terbangun dari tempat tidur ku yang sangat gelap. "ini sudah malam...??" aku benar benar merasa sangat aneh. "bukankah aku sedang berada di sekolah dengan ivan...?? kenapa ini sudah malam...??" ucap ku di dalam batin sambil terheran heran.
Tidak lama setelah aku mengatakan itu dalam batin ku, tiba tiba ada sebuah angin besar yang membuat jendela kamar ku terbuka. Aku pun turun dari kasur ku untuk menutup jendela nya dan kembali tidur.
Di saat aku ingin menyentuh jendela nya, tiba tiba ada seorang pria masuk kamar ku. Aku tidak tahu dia datang dari mana dan tiba tiba saja masuk kamar ku melewati jendela.
"Selamat malam ibu guru, angin nya benar benar kencang ya" ucap pria tersebut pada ku "siapa kau..?? aku tidak mengenal mu, kau juga bukan murid ku" tanya ku kepada pria tersebut.
"heeh...apa ibu benar benar sudah melupakan aku...?? kejam sekali" tanya pria itu pada ku. "aku...adalah murid mu...ivan" ucap nya pada ku. Aku benar benar sangat terkejut, bagaimana Ivan bisa tumbuh sangat besar dan terlihat seperti orang dewasa.
"tidak mungkin, kau bukan ivan. ivan itu masih kecil dan mungil, sedangkan kau sudah dewasa, jadi kau tidak mungkin ivan" ucap ku kepada pria tersebut. Aku tidak terlalu memperhatikan wajahnya karna di kamar ku sangat gelap.
Tidak lama kemudian ada kilat menyambar yang menerangi wajah pria tersebut. Pria itu memang sangat mirip seperti Ivan, tapi dia terlihat seperti orang dewasa dan tidak seperti anak kecil. Dia mempunyai telinga yang sangat panjang dan gigi bertaring panjang. Seperti vampir yang pernah ku dengar dari cerita cerita.
"ibu guru, aku mencintai mu, aku akan menjadikan mu sebagai satu satunya ratu ku di kerajaan Eien no" ucap nya pada ku dengan nada yang manis.
Setelah dia mengucapkan itu, dia pun mengulurkan tangan nya pada ku dan mengatakan sebuah janji "aku berjanji akan selalu membuat mu bahagia di kerajaan nanti. aku juga akan membuat mu terbiasa hidup di sana" ucap nya pada ku.
Tidak lama setelah ia mengucapkan itu, dia mulai mengayunkan tangan nya seperti sedang mengaduk secangkir kopi. Setelah itu, aku mulai mendangar sesuatu di telinga ku. Seperti suara elang yang sedang menjerit. Sakit, telingaku sakit sekali karna mendengar suaranya yang begitu nyaring.
Tidak lama kemudian kedua telingaku mengeluarkan banyak darah. Aku pun menangis kesakitan. Di tengah aku sedang menangis, pria itu menghampiri ku dan memeluk ku. Dia mengatakan maaf pada ku. Setelah ia mengatakan maaf dia pun menjilat darah yang ada di telinga ku dan melanjutkan nya dengan menghisap darah ku di leher.
Hati ku mulai tenang, suara jeritan elang itu pun perlahan lahan menghilang. Tetapi aku merasa sidikit kesakita karna leher ku yang digigit oleh kedua giginya yang panjang seperti taring. Aku pun pingsan beberapa saat setelah suara itu menghilang. Saat aku sadar tiba tiba aku berada di sebuah ranjang yang besar dan empuk.
"aku rasa ini sebuah kamar" ucap ku dalam batin. Aku terheran kenapa aku bisa ada di kamar yang tidak aku kenal. Kamar nya sangat besar dan indah. Aku menyukai kamar nya. Aku pun tersenyum dan menghayati sejenak pemandangan kamar itu. Tidak lama setelah itu tiba tiba ada dua orang wanita yang masuk kedalam ruangan itu.
Kedua wanita itu terlihat seperti pelayan, tetapi mereka berdua memiliki telinga yang sangat panjang seperti Ivan dewasa yang aku temui sebelum nya.
"putri lidya, pangeran ivan meminta kami berdua untuk melayani mu dan membawa mu keruangan kerja nya" ucap salah satu pelayan yang ada di depan ku.
"siapa kalian...?? dari mana kalian mengenal ku...??" ucap ku dengan nada yang panik. "tuan putri, kami hanya menjalan kan perintah saja, maaf jika kami telah melukai mu nanti" ucap pelayan yang satunya pada ku.
Setelah ia mengucapkan kata itu, tiba tiba aku di bawa ke kamar mandi dan di mandikan oleh mereka berdua. Merrka memandikan ku dan mendandaniku seperti seorang putri. Aku mengagumi wajah ku di depan kaca sejenak, sampai kedua pelayan itu meminta ku untuk mengikuti mereka.
"tuan putri, silahkan ikuti saya, saya akan menunjukan jalan nya" ucap pelayan itu pada ku. Aku pun pergi mengikuti nya sampai tiba di sebuah ruangan. "pangeran ivan, putri lidya sudah datang" ucap salah satu pelayan itu sambil mengetuk pintu.
"masuk lah" jawab Ivan yang ada di dalam ruanggan. Aku pun pergi masuk kedalam dengan kedua pelayan tersebut. Setelah kami masuk kedua pelayan itu langsung meninggalkan ku di dalam bersama Ivan. "rasanya canggung sekali" ucap ku di dalam batin.
"bagaimana keadaan mu...??" tanya Ivan kepada ku. Aku hanya terdiam saja dan tidak menjawab apapun. "kenapa tidak menjawab ku...?? apa kau takut dengan ku...??" tanya Ivan pada ku lagi.
"ibu guru, aku adalah ivan murid mu. aku adalah seorang bangsawan vampir dari kerajaan Eien no. aku ini benar benar murid mu" ucap Ivan kepada ku. "lalu, kenapa kau tiba tiba menjadi dewasa...??" tanya ku kepada Ivan.
"di dunia manusia kami semua terlihat berbeda dari kami yang ada di sini sekarang. biasanya kami berubah menjadi manusia normal atau hewan" ucap Ivan kepada ku. "Lalu berapa usiamu di sini sekarang...??" tanya ku kepada Ivan.
"umur ku 20 thn, di dunia manusia aku memang terlihat seperti anak kecil yang berusia 4 tahun, tapi sebenar nya aku ini berusia 20 thn. bahkan aku lebih tua dari mu" jawab Ivan pada ku sambil tersenyum senyum.
"ibu guru, dengarkan aku baik baik. ini adalah hal yang menyangkut keselamatan hidup mu. kau tidak boleh berkeliaran sendirian di istana ini kecuali dengan ku. di sini manusia di anggap sebagai sarapan yang memuaskan oleh para bangsawan. jadi kau harus berhati hati dan tetap lah berada di samping ku" ucap Ivan dengan nada yang serius.
Perkataan ivan membuat ku sangat takut sampai rambut ku yang tadinya terikat terlepas karna aku ketakutan. Ivan yang melihat rambut ku terurai terlihat seperti seseorang yang mesum. " ibu guru sangat cantik " ucap Ivan pada ku sambil tersenyum manis. Aku benar benar membencinya saat dia memasang wajah seperti itu.
"aku ingin pulang" ucap ku dengan nada tegas setengah malu kepada Ivan. "tidak bisa" jawab Ivan kepada ku dengan nada yang dingin. "mari buat perjanjian, jika kau ingin pulang, maka kau harus tinggal di sini selama tiga bulan penuh tanpa jatuh cinta pada ku. Tetapi, jika dalam tiga bulan penuh itu kau jatuh cinta pada ku, maka kau akan tinggal di kerajaan ini dengan ku" ucap Ivan kepada ku.
"aku setuju, tapi kau tidak boleh mengingkari kesepakatan yang kau buat itu" ucap ku dengan nada tegas. "kalau begitu sepakat" ucap nya sambil tersenyum senyum.
"ayo...aku akan mengajak mu berkeliling istana agar kau tidak bosan" ucap Ivan pada ku. Aku pun pergi berkeliling kerajaan dengan Ivan. pertama tama kami mendatangi sebuah perpustakaan. perpustakaan itu sangat besar, aku benar benar menyukai perpustakaan itu.
Setelah kami mendatangi perpustakaan, kami pun pergi kesebuah taman yang sangat indah. disana banyak sekali burung burung yang cantik dengan sayap dan ekor mereka yang sangat panjang. Aku benar benar sangat senang dan bahagia karena telah mendatangi tempat tempat yang indah.
Hari pun sudah mulai gelap dan kami pun pergi masuk kembali kedalam istana. Di tengah perjalanan tiba tiba ada seseorang yang berlari sangat cepat dari arah depan dan mencekik leher ku. "manusia...ada manusia di sini" ucap orang itu dengan mata yang kelaparan. aku benar benar sangat sesak dan tidak bisa bernafas. Aku sangat takut sehingga aku menangis. Tetapi tidak kunjung lama Ivan langsung menendang orang itu sampai terlempar jauh, dan aku pun terjatuh.
Setelah itu Ivan pun langsung memeluk ku dan menggendong ku. Tidak lama kemudian orang yang barusaja mencekik ku tiba tiba ada di depan kami berdua. "kau...!! berani berani nya kau menyentuh sesuatu yang berharga bagi ku, kau tidak boleh menyentuh nya, ingat itu baik baik radit, jika kau menyentuh nya lagi aku tidak akan segan segan untuk membunuh mu" ucap Ivan pada orang itu dengan nada yang sangat marah.
Radit, Radit adalah satu satunya anak dari raja Alex dan ratu Vina. Radit adalah kakak angkat nya Ivan.
Setelah Ivan mengatakan itu kepada Radit, aku pun dibawa pergi oleh Ivan kembali ke kamar yang sebelum nya aku bangun. Di sana aku menangis di pangkuan Ivan. Ivan terus memeluk ku dan menenangkan ku sampai aku tertidur.
#Satu bulan kemudian# Waktu tidak terasa berjalan begitu cepat, dan siapa sangka aku mulai jatuh cinta kepada Ivan. Sore hari Ivan membawa ku jalan jalan keluar istana. Aku di bawa kesebuah lestoran makan. Di sana Ivan memilih meja khusus bagi orang yang sedang berkencan.
Aku benar benar sangat malu. Disana kami di hidangkan makana yang mewah. Sepotong daging sapi dengan bumbu yang terlihat sangat rumit.
Aku pun memakan hidangan tersebut dengan perlahan. Hidangan nya sangat sedikit, tapi sangat enak. Tanpa aku sadari aku makan dengan ceroboh sampai sisa makan ku tertinggal di pinggir bibir ku. Ivan yang melihat sisa makan itu langsung mengusap nya menggunakan tangan dan memakan sisa makanan yang ada di mulut ku.
"apa yang kau lakukan...!! itu kotor....!!" ucap ku dengan nada marah pada Ivan. "kau benar benar sangat menggemaskan" ucap Ivan pada ku. aku benar benar sangat malu sampai aku tidak berani memandang nya.
"bolehkah aku bertanya sesuatu...??" tanya Ivan kepada ku. "bertanya apa...??" jawab ku kepada Ivan. "apa kau benar benar ingin kembali pulang kedunia mu...??" tanya Ivan pada ku dengan ekspresi yang sangat sedih. Sejujurnya aku meamang tidak ingin kembali karna aku tida ingin meninggalkan Ivan.
"aku tidak tahu" ucap ku sambil termenung. Perlahan lahan Ivan mengelus pipi ku sambil tersenyum "aku akan selalu membuat mu bahagia" ucap Ivan pada ku.
Aku tidak bisa berbohong pada diri ku sendiri, aku benar benar tidak ingin kembali dan ingin terus berada di sisi Ivan.
#keesokan harinya# Ivan di nobatkan sebagai penerus kerajaan Eien no oleh Raja Alex Murdian. Aku sangat senang karna Ivan bisa meraih impian besar nya. Tidak lama setelah itu Ibunda ratu Vina Murdian memperkenalkan ku kepada semua masyarakat yang ada di istana bahwa aku adalah calon istri Ivan.
Rasanya aku sedikit kesal karna tidak mendiskusikan hal ini dengan ku. Setelah Ivan selesai di nobatkan sebagai raja, aku pun di bawa pergi ke singgasana ratu oleh Ivan" rasanya seperti akan menikah saja "ucap ku di dalam batin
#sore hari# aku pergi ketaman dengan Ivan, di sana kami berdua menikmati secangkir teh dan menghayati terbenam nya matahari. Indah, matahari nya sangat indah.
"ibu guru, aku sangat lapar" ucap nya pada ku dengan nada yang manja "kenapa enggak makan saja" jawab ku padanya. "aku ingin memakan mu, darah ibu guru sangat manis" ucap nya pada ku sambil menjilat bibir nya. "bagaimana bisa ivan yang kecil imut tumbuh menjadi laki laki yang sangat mesum" ucap ku dalam batin.
Tidak lama setelah itu Ivan menarik tangan ku dan menggigit leher ku. Rasanya sakit sekali, tubuhku sangat panas, benar benar panas sampai aku ingin membuka baju ku. Tidak lama Ivan langsung melepaskan ku dan tidak banyak menghisap darah ku.
"Kali ini aku mengambil nya tidak terlalu banyak, malam ini kita akan pergi keluar" ucap nya pada ku.
#Malam hari nya# kami pergi keluar istana dan pergi ke lestoran yang di dekat laut. Jarak nya dari istana tidak terlalu jauh, jadi kami pergi kesana. Pemandangan nya sangat indah, benar benar cantik, seperti lestoran bintang lima.
"apa kau tetap ingin kembali...??" tanya Ivan kepada ku. "tidak, aku tidak ingin kembali, aku ingin terus di sini bersama dengan Ivan" jawab ku sambil tersenyum. Ivan pun mulai membelai rambut ku dan perlaham mendekatkan wajah nya pada ku.
Sekilas Ivan pun mencium bibir ku di bawah sinar bulan yang indah. "terimakasih, sudah mau berada di sisi ku, ibu guru"
#TAMAT#