“Toloongggg...,jangan mendekat...!! ” ucap seseorang yg sedang terancam.
“Hahahahahahaaaaaa” tawanya yang sangat mengelegar tepat di hadapanku.
🍃🍂🥀💀
Gendhis Elena Angelica itu adalah nama ku dan Lena adalah nama panggilanku.
Mungkin ini adalah perjalananku yang amat tragis dalam hidupku. Dan ini adalah kisahku.
Flashback on...
“Bunda, Dedek jalan dulu ya. Udah di tungguin temen di caffe deket kampus ” pamit ku kepada sang ibunda tercinta.
“Pokonya bunda ingetin ya dek. Dedek nggak boleh pulang lewat dari jam 9 malam. Lewat dari jam itu pokonya bunda bakal kunciin kamu di luar ” ucap bundaku memperingatkan.
“Siap komandan. Laksanakan” ucapku sembari memberi hormat.
Ketika aku sudah berada di sebuah caffe ternyata temenku sudah menungguku. Aku pun langsung menyapanya dan berbicara soal perkara tugas kampus yang sangat sulit bagiku.
“Makasih ya ren, udah mau bantu gue ” ucapku berterimakasih.
“Sama- sama Lena ku sayanggg.” Ucap Karen dengan tersenyum manis kepadaku.
“Lo mau pesan apa nih? Biar gw aja yang bayar,” Ucapku menawarkan diri.
“Serius nih? Ya udah gue mau persen Drink cokelat aja lah.”
“Oky.”
“Permisi kak, saya mau pesan Drink coklatnya satu sama hot cokelatnya juga satu ya. Ohh iya, meja nomor 29 ya.” Ucapku kepada sang barista.
Beberapa menit kemudian pesanan kami pun datang....
“Terima kasih kak.”
“Gue mau ke toilet dulu ya ren sekalian bayar minuman ini ”
“Ohh, iya silahkan. Emm, Lena gue boleh nyicipin minuman lo gak? ”
“Boleh, tapi jangan di habisin loh ya ” ucapku terkekeh.
“Oky ”
🔥POV Karen...
Akupun melihat keadaan sekitar.
“Kayaknya aman nih”
Akupun memasukan racun sianida kedalam minuman Lena.
“ Hahahahaaa, biar m4mpus lu. Siapa suruh lu udah rebut cowok idaman gue ” ucapku dalam hati dan menyeringai.
💘POV Lena...
Setelah aku membayar minuman itu akupun langsung kembali ke meja ku.
“Lena kayaknya gue gak bisa lama lama deh. Soalnya udah di cariin nyokap gue di rumah” ucapnya beralasan dan langsung cabut dari caffe tersebut.
“Ohh oky. Ya udah gw masih mau di sini dulu deh ”
Ketika aku menenggak habis hot cokelat ku tiba-tiba kepalaku serasa sangat pusing berkunang kunang dan...
“Brukkkkk... ”
💀🧚
“Auuuu” ringisku memegang dahi di kening ku.
“Delisa, kamu sudah bangun nak? Ibunda sangat mengkhawatirkan keadaan mu. " Ucap wanita paruh baya tersebut dengan wajah yang nampak kemilau awet muda.
“Kamu siapa? Aku dimana? Mengapa kau memanggilku Delisa?? ” ucapku yang masih tampak kelimpungan.
“Sebelumhya begini ratu. Menurut perkiraan saya sepertinya tuan putri mengalami amnesia ringan,” ucap dokter istana tersebut.
“Kalapun ada kemungkinan beberapa hari atau bulan pasti ingatannya akan pulih perlahan.” Lanjutnya.
“Baiklah, aku ingin kau melakukan yang terbaik. Aku juga akan berusaha untuk memulihkan ingatannya.” Ucap sang ratu antusias.
🧚🧚🧚
Aku beristirahat di kamar, mencoba mencerna semua perkataan mereka semua.
“Sebenarnya apa yang terjadi? Bukannya aku sedang meminum coklat panas di caffe? Kenapa aku biasa berada di sini dan menjadi seorang bangsawan??" Gumamku.
“Ohh iya, di saat aku meminum coklat panas itu rasanya setelah itu kepalaku pusing sekali dan akupun lagsung tiba di kerajaan ini. Apa jangan jangan aku....”
“Ohhh My God..., Jangan jangan aku mengalami perpindahan dimensi dan apakah aku di racuni?? Tapi siapa?? Hiksss... hiksss... hiksss...”
“Bunda maafin Lena bunda. Maafin Lena nggak bisa pulang tepat waktu. Hikss...hiksss...” tangisku semakin pecah.
“Sepeetinya aku sudah tidak bisa pulang dari tempat ini. Hikss..., Apakah ini juga seperti cerita di novel-novel yg ku baca? Sepertinya akan percuma jika aku hanya menagis saja disini. Pokonya aku harus kuat.” Ucapku mengyakinkan diriku.
1 Bulan telah berlalu...
Kini aku sudah mulai megingat beberapa memori yang ada di sini. Ternyata benar masih ada beberapa memori yg di miliki pemilik tubuh lama ini.
Hari ini adalah hari dimana di adakannya festival berburu tahunan dan seluruh anggota kerajaan wajib mengikutinya.
“Selamat pagi Bunda ratu ” ucapku memberi salam.
“ Pagi sayang. Kamu sudah siap untuk berangkat?” tanyannya dan langsung ku angguki.
Kami mendirikan sebuah perkemahan di pinggir hutan bersanding dengan sungai. Seperti biasa juga mendirikan tenda. 🏕️
“Bunda” pangilku. “Apakah Delisa boleh ikut berburu?? ” tanyaku kepada sang ibunda ratu.
“Apakah kau masih mengingat caranya?? Ibunda akan mengizinkanmu dengan syarat jika kau di jaga oleh seorang pengawal. Emm, bagaimana denga Justin? ”
“Baiklah, aku akan bersama dengan Justin. Terima kasih bunda ” ucapku dengan senyum hangat dan gembira.
Aku menghampiri Justin sang panglima perang. Walaupun dia jarang berkomunikasi dingin dan datar wajahnya namun ia sangat peduli dengan lingkungan sekitar.
“Hai Justin, apakah kau bisa mengawalku untuk ikut berburu? ” tanyaku kepadanya dan langsung di setujuinya.
Ketika kami sedang berburu mataku sangat tertarik dengan sebuah menara kastil tua di balik sebuah tebing yang amat menjulang. Aku mencoba menghampirinha, melihat situasi sekitar ternyata di sana sangatlah damai dan asri.
“Seprtinya aman. Justin ayo kita kedalam!! Aku sangat penasaran sekali dengan tempat ini ” Ajaku dengan penuh antusias.
“Apa sebaiknya kita tidak usah pergi kedalam tuan putri. Saya takut jika di dalam akan terjadi hal hal yg tidak di inginkan.” Ucapnya datar tanpa ekspresi.
“ Ayolah!! ”
“Jika kamu tidak ingin pergi biar aku saja sendirian yg pergi ke sana” lanjutku dan langsung berjalan ke arah kastil.
“Tunggu tuan putri," ucapnya tak kutanggapi.
“Aaaarrggghhh, sial.” umpatnya.
Justin pun mengikutiku hingga masuk kemenara.
Setibanya di menara menaiki anak tangga yang begitu sangat banyak sekali hingga aku berada di puncak menara tersebut dan tentunya Justin ketinggalan.
Tenyata di sana terdapat 2 kamar. Satu dapur dan satu lagi adalah ruangan yang entah apa itu isinya. Entah kenapa aku sangat tertarik sekali untuk memasuki bilik kamar itu, namun pintu itu di gembok rantai.
Aku mencoba membbuka dengan alat seadaanya yg berada di sekita. Alhasil aku menemukan sebuah kapak. Ku buka pintu itu dengan susah payahnya dan...
“Brakkk...”
“Tuan putri apa yang terjadi? ”
“Aku hanya mencoba untuk membuka pintu ini,”
“Ayo kita coba untuk masuk!! Siapa tau di dalam mungkin ada harta Karun.” Ajaku sambil terkekeh geli.
Saat aku mulai memasuki pintu itu tak di sangka aku sangat tertarik untuk membuka sebuah kotak peti harta Karun.
Saat aku mencoba membuka kotak peti itu tiba-tiba angin berhembus semilir begitu saja dan...
“Brakkk....”
Pintu itu terkunci dengan sendirinya. Entah kenapa ketika aku berteriak tak ada yang menjawab.
“Justine..., Kamu jangan bermain-main denganku ya!! Jika kamu tidak membuka pintu ini ku pastikan nyawamu tidak akan selamat esok hari.” Ucapku kalang kabut.
“Hai gadis cantik, sedang apa kamu berada di kamarku?” ucap seseorang di belakangku.
“Ka...ka...kamu si...siapa?? ”
Pria itu lama kelamaan semakin mendekatiku, dan seketika tubuhnya berubah secara drastis. Aku pun ketakutan dan tak di sangka aku sudah menatap dinding tembok.
Flashback off...
“Toloongggg...,jangan mendekat...!!” ucapku merasa terancam.
“Hahahahahahaaaaaa, ” tawanya dengan sangat mengelegar tepat di hadapanku.
“Hai kucing kecil, mengapa kau ketakutan? Ohh ya satu lagi, aku sangat berterima kasih karena kau telah membebaskan diri ku dari penjara terkutuk itu. Hahahahaaa. ” Ucapnya sambil membelai pipiku dan menjilati tengkuk dileherku.
“Ku mohon berhentilah, dasar iblis jahanam ” teriaku kepadanya.
“Hahahahaaa, sayangnya itu tidak semudah yang kau bayangkan,”
“Sepertinya jiwamu sangat lezat sayang, bagaimana jika aku mencoba mencicipimu? Dan Ragamu sepertinya akan ku buat hiasa dikamar istanaku. Hahahahaaa.”
“Tidak..., Aku tidak sudi. Dasar baji*gan laknat. ”
“Aku suka gayamu,”
“Ohh iya satu lagi,,, percuma kau meronta ronta dan memohon kepadaku. Toh aku juga tak akan melepaskanmu.” Ucap iblis Yang tak lain bernama Gaza.
“Oky, karena aku sudah tak bisa lari. Sebaiknya aku menyerahkan diriku Sekaran juga, tapi dengan dua syarat.”
“Sebutkanlah” ucap iblis Gaza.
“Aku tak Sudi mati dengan melihat wajahmu yg seperti itu dan yang terakhir Aku tau pasti kaulah yang menyembunyikan Justin bukan? Aku mohon lepaskan dia.” Ucapku dengan nada lirih.
“Baiklah sayangg, aku berjanji.”
Iblis itupun pun seketika berubah menjadi, pria yang sangatlah tampan dengan rahang yang sempurna serta tubuh yang gagah dan atletis. Bahkan tatapan matanya yang tajam seakan membuatku ketakutan.
“Aku ingin kau memohon kepadaku untuk mengambil jiwamu dengan kata ' cinta ' dan pangilah aku Gaza sambil menatap mataku.” Ucapnya dengan seringai di wajahnya sembari memegang pinggang rampingku.
“Cihhh..., dasar iblis laknat. Tinggal ambil aja apa susahnya sih?” umpatku
“Aku bisa mendengarnya kucing kecil” bisiknya di kupingku dan berhasil membuatku merinding ketakutan.
Akupun mendongakan kepalaku dan berucap...
“Ga...Gaza aku sangat me... mencintaimu. Kumohon ambilah nyawaku ini.”
“Dengam senang hati. Sekarang tataplah mataku!!”
Aku menatap matanya, entah kenapa aku sangat menikmati sensasi ini. Dan....
"Aaaarrrgggggghhh, saakittt....”
“Tahan sayangg, sebentar lagi ini akan selesai. Hahahahahahaaaaaa” tawanya mengelegar menigisi seluruh ruangan.
“Selamat tinggal duniaku” ucapku untuk yang terakhir kalinya sambil tersenyum.
“Cihhh..., Sudah ingin sekaratpun masih bisa tersenyum. Benar-benar gadis yang menarik, aku berjanji nyawamu hanya akan kupindahkan ke duniaku dan akan menjadi hiasan di kamarku.” ucapnya dengan penuh seringai.
Pada akhirnya akupun di bawa Gaza sang iblis ke dalam istananya dan tidak ada satupun orang yang bisa menemukanku.
The and ...
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Gimana nih ceritanya? Menurut kalian menarik enggak? Tolong ya sampaikan kritik dan sarannya 🤗
Di tunggu ya. 😋
Oh iya aku punya tebak tebakan nih 😂
1. Menurut kalian, dengan cara apa Lena/putri Delisa di rengut jiwanya?