Saat seseorang jatuh maka ia akan berhati hati melangkah selanjutnya tapi tidak untukku.
Namaku Lisui Lily dipanggil Lily umurku 18'th.Aku baru pindah ke cina dan iya aku sudah memiliki kekasih namanya Rafa.kami bekerja ditempat yang sama dicina.
ini musim semi pertamaku.sepulang bekerja aku sudah berjanji akan pergi kencan pertama kali nya dengan Rafa dicina.
***
Saat itu angin sangat kencang dan iya aku seperti biasa selalu lupa membawa jaket.rasanya kakiku mati rasa karna kedinginan menunggu di halte.
Tak lama ada sebuah mobil berhenti tepat didepanku dan mengklakson dengan kuatnya membuatku sampai terkejut.Dan seketika kaca mobilnya turun perlahan.
"Masuklah diluar dingin" kata seorang dari dalam mobil dan iya itu suara yang sangat aku kenali.suara Rafa
"Apa engga bisa mengklakson pelan sedikit?rasanya jantungku berhenti. tau.kataku sembari masuk kedalam mobil.
"Maaf,aku terlalu bersemangat haha" katanya sambil tertawa meledek.
"kemana kita pergi? tanyaku dengan ketus.
"ketempat yang para wanita suka"
kemana?
"Mall,aku akan membawamu berkeliling mall" katanya dengan semangat dan menambah kecepatan mobilnya.
sesampainya di mall aku merasa agak risih karna terlalu ramai.kuraih jaketnya dan bertanya.
"kemana kita?
"Bioskop,disana engga terlalu ramai jam segini" katanya sambil tersenyum.
"ohh ok".
"Mau nonton film apa" tanyanya lembut.
"Terserah".jawabku dengan ragu.
"Jawaban yang jelas! katanya kesal.
Setelah membeli tiket kami pun masuk dan benar saja didalam cuma ada 8 pengunjung.itu membuatku lebih nyaman berada disana.
Selesai kami menonton film jam sudah menunjuk jam 11 malam,aku tidak takut pulang terlalu larut karna aku tinggal sendiri dicina.
"Sudah sangat malam,ayo pulang" kataku
"Aku lapar.makan dulu ya" jawabnya membujuk
"boleh" kataku semangat karna memang aku sudah sangat lapar didalam bioskop cuma makan popcron.
Saat sampai di salah satu resto seafood aku merasa lebih risih karna hampir semua meja penuh dan terlalu banyak orang.
"Tenang..didalam aku sudah memesan meja sebelumnya" bisiknya tiba-tiba sambil mencium pipiku.
"Haaa...yang bener? jawabku kaget
"iya sayang,ayok" katanya sambil menarik tanganku masuk.
Selesai makan dan kami keluar dari restoran itu menuju parkiran mobil dibawah mall.setelah masuk mobil Rafa aku mulai tenang karna aroma mint dan lavender yang ada didalam mobilnya membuat tenang.
"Mau pulang? tanya Rafa dengan mendekatkan wajahnya padaku.
"Eeehh.. iya" jawabku kaget
"Tapi aku belum mau pulang" jawabnya sambil duduk diposisi yang benar.
"Kenapa?mau kemana lagi? tanyaku
"Diapartemenku cuma aku,Abangku masih dinas keluar kota" jawabnya sambil mengemudikan mobil pelan
"Lalu?mau kemana kita,ini sudah sangat malam. jawabku
"aku ingin lebih lama lagi bersamamu" jawabnya
"Bukankah besok kerja?
"Enggak..aku cuti 3 hari karna ingin Liburan bersamamu,Sudah lama kita tidak ketemu semenjak aku kerja dicina dan saat aku tau kau juga dapat kerja dicina dan ditempat yang sama denganku aku sangat senang dan minta cuti untuk dihabiskan bersamamu lagipula 3 hari lagi baru kau akan mulai kerja kan".jawabnya menjelaskan
"Kau ingin pergi kemana bersamaku? Tanyaku memegang tangan rafa.
"aku mau selama 3 hari ini selalu bersamamu" jawab rafa dengan tegas
" iya..iya baiklah" ucapku dengan menyenderkan kepalaku di bahunya.
"apa kau tinggal diapartemen Ly? tanya Rafa.
"Iya,ada apa? jawabku
"bisakah aku tinggal bersamamu disana? tanyanya serius
"Hmm..bisa saja" ucapku ragu.
"Terimakasih sayang" jawabnya sembari mencium tanganku.
Aku tidak tau bahwa keputusanku tinggal diapartemen bersamanya adalah hal yang akan membuat banyak sekali perubahan dihubungan kami.
Hal itu akan menjadi awal mula Hubungan yang kuat karna janji akan menjadi rapuh bagaikan sebuah lidi yang tipis.
***
Saat sedang jatuh hati itu akan membuat logika tak lagi berfungsi tapi saat patah hati maka logikanya akan menyalahkan dia yang menyakiti.
"apakah ini apartemenku?tanya saat sampai didalam apartemenku
"iya,tidak terlalu mewah dan rapi karna aku belum sempat membersihkannya".ucapku
"kalau gitu aku mandi dulu,aku rasa badanku sudah sangat lengket karna bekerja" katanya sambil mengambil handukku tanpa ragu.
Sambil menunggu Rafa selesai mandi aku merapikan semua pakaianku kelemari.setelah 20 menit Rafa keluar dari kamar mandi dengan mengenakan handuk di pinggangnya,aku tak merasa itu memalukan karna kami sudah sering menemaninya berenang dulu sewaktu sekolah.
"Astaga iya..apa yang aku pakai ? ucapnya mengagetkanku.
"Duhh bikin kaget aja..pakai pyamaku saja yang biru dongker didalam lemari" kataku
" apa ini cocok untukku? ucapnya pelan
" pakai saja dulu,Siapa suruh datang engga bawa baju masih untung engga aku suruh telanjang hehehe... " jawabku meledek sambil membawa handuk dan baju.
" aku mandi dulu ,kalau lapar dikulkas ada mie instan buat sendiri bisa kan?" kataku sambil masuk kamar mandi.
"Lahh..dasar kamu" jawabnya sambil mengomel sendiri.
Selesai mandi saat aku keluar dari kamar mandi kulihat Rafa berbaring ditempat tidur dengan selimut dan semangkuk mie instan diatas meja sebelah kasur.
Langsung terlintas di pikiranku dimana aku akan tidur?apakah harus seranjang dengan Rafa,walau aku tau Rafa bukan lelaki yang akan melakukan sesuatu padaku saat tidur tapi tetap saja dia seorang lelaki.apakah pantas seranjang dengan Rafa.
"Apa kau tidak tidur? kata Rafa sembari membuka matanya
"Ehh bukannya tidur? jawabku kaget
"Tadi tidur tapi Lily begitu wangi sehabis mandi bikin terbangun haha.. "ucapnya meledek
"Dasar..Oh iya dimana aku akan tidur? kataku
"Kau kan pemilik apartemen ini,kau bebas tidur dimana saja... " jawabnya dengan sambil memejam kan mata.
"kalau kau mau kita bisa sekasur,tenang saja aku gak akan melakukan apapun kecuali tidur" katanya mencoba meyakinkanku.
"Hmm..Tapi kan "
"kalau kau tidak mau,kau bisa tidur dikamar mandi sayang haha... " ucapnya sambil tertawa.
" ehh Rafaaaaa" kataku sambil mengambil guling dan memukul-mukul badannya.
"Hahaha iya..iya..maaf sayang " ucapnya sambil menghalau pukul guling.
Kami semakin bersemangat memukul dengan bantal satu sama lain.dan lupa kalau ini sudah sangat larut dan kami belum tidur juga.
Tenagaku mulai abis dan aku pun berbaring dikasur begitu juga dengan Rafa,tapi tiba-tiba Rafa memelukku dan mencium rambutku.
"Aku capek sayang,mari tidur" katanya dengan nafas terengah-engah.
"Sebentar lagi sayang,masih capek" jawabku sambil mendekatkan kepalaku ke dadanya.
"Aku senang bisa bersamamu sekarang Ly,Mmm..tapi jika sesuatu berubah dariku apa kamu tetap menerimaku?" katanya sambil menutup mata.
"Apa itu....