Halo, perkenalkan nama Liony Agustin. aku adalah seorang reporter. sekarang aku di tugaskan untuk melaporkan sebuah kejadian aneh yang terdapat di sebuah Desa terpencil. aneh banget desa ini. kata nya terpencil tapi tempat nya strategis, dapat dengan mudah di capai oleh kapal kapal kecil maupun besar tapi kenapa tidak ada yang mampir? aneh
aku datang bersama juru kamera yang bernama Brima dirgantara. dia juga penasaran akan desa yang di katakan oleh masyarakat sekitar aneh dan terkesan angker.
setelah lama nya perjalanan akhirnya kami sampai di desa tersebut menggunakan rakit yang kami sewa dari salah satu masyarakat sekitar pulau xxxx tersebut. aku dan Brima cukup kaget di buat dengan keadaan desa tersebut
desa tersebut di tutupi oleh kabut yang sangat tebal dan itu menghalangi pengelihatan ku dan Brima. tapi syukurlah Brima masih bisa melihat dermaga dengan begitu aku dan Brima bisa turun ke desa tersebut dengan selamat
dan keanehan pun muncul kembali, setelah kami turun dari rakit kami. kabut yang tadi menghalangi pengelihatan kami tiba-tiba menghilang seperti terbawa angin. tapi aku
sama sekali tidak merasakan angin tersebut datang
dan terlihat dengan jelas desa yang di maksud para masyarakat di pulau. tempat nya yang sangat luar biasa menakjubkan indah sekali. kami berdua hingga terpaku takjub melihat nya, masyarakat di desa tersebut sangat bahagia. dengan banyak anak kecil yang berlari lari ke sana dan kemari
" selamat datang di desa kami " ucap salah satu masyarakat di desa tersebut
sebagain masyarakat mendekati kami, lalu kami di berikan setangkai bunga dan bunga tersebut di kaitkan di leher kami. mereka semua tersenyum ramah seperti menerima kami di sini. kami berdua sangat takjub akan masyarakat di sini yang ramah tamah terhadap pengunjung
" Iyah, terima kasih " ucap ku sambil tersenyum
mereka pun membawa kami untuk berkeliling desa tersebut. desa yang kami lihat ini masih membuat kami takjud karena sangat luar biasa menakjubkan. di mana semua rumah nya tertata rapih dengan jalan yang di hiasi bunga yang sangat cantik
dan pohon pohon yang tumbuh subur di setiap sisi rumah masyarakat tersebut. kata nya ada seseorang yang membuatkan ini semua untuk mereka. dan buah-buahan di pohon tersebut boleh di petik oleh siapapun yang menginginkan nya. tidak ada larangan apapun di sini
kami di buat semakin takjub akan hal itu semua. semakin melihat desa ini masyarakat tersebut tersenyum kepada kami seperti menyapa kami dan menerima kami. kami jadi tidak khawatir. meskipun dari tadi mereka ramah tapi hati ku seperti tidak tenang tapi lama kelamaan hati ku menjadi tenang
ketika orang di depan ku menjelaskan, tidak sengaja aku melihat sebuah gerbang berwarna emas. gerbang tersebut sangat menyilaukan mata dan membuat ku takjub tapi aneh nya aku melihat seseorang di sana sambil menggunakan jubah berwarna hitam
" permisi, saya ingin bertanya " ucap ku
" silakan, mau bertanya apa? " tanya pria tersebut sambil tersenyum
aku pun menjelaskan tentang rasa ingin tau ku tentang gerbang berwarna emas, dan ternyata Brima juga melihat gerbang tersebut dan ingin mengetahui hal itu. pria tersebut hanya tersenyum saja tidak menjawab apapun
dia pun berjalan ke arah gerbang tersebut seperti memberitahu bahwa kami berdua harus mengikuti nya. kami pun mengikuti pria tersebut dan akhirnya kami pun sampai di depan gerbang yang seperti nya di jaga oleh seseorang yang berjubah hitam ini
pria yang tadi menunjukkan desa nya pun pergi meninggalkan kami berdua bersama seorang pria berjubah ini. karena penasaran sangat tinggi, aku ingin bertanya soal gerbang ini
" per.. permisi " ucap ku sambil bergetar, aneh ini pertama kali nya bagi ku gugup seperti ini. biasa nya aku adalah anak yang cukup percaya diri. tapi kok di depan orang ini. aku gugup sekali
" apakah kalian mau masuk? " ucap orang tersebut
aku yang mendengar hal itu terkejut begitu pun dengan Brima karena apakah kita berdua boleh masuk ke tempat yang berada di belakang gerbang ini? tapi tetap saja aku kaget dan bingung juga
" apakah kalian mau masuk sekarang? " ucap orang itu menanyakan sekali lagi apakah kita berdua mau masuk atau tidak
spontan aku menjawab " Iyah " karena penasaran apa yang ada di belakang gerbang ini. apakah sebuah desa? atau apa? atau sebuah taman Kramat yang di sembunyikan oleh desa ini
akhirnya orang tersebut membuka gerbang itu, dan betapa takjub nya aku dan Brima karena tempat tersebut sangat lah luas di hiasi dengan bunga bunga yang sangat cantik dan sangat wangi sekali di hidung kami berdua
banyak sekali juga orang-orang di dalam yang berpakaian serba putih dengan senyuman nya yang sangat menghangatkan. pohon pohon yang menjulang tinggi di hiasi bunga yang aroma nya begitu manis dan menggugah selera kami berdua
di dalam gerbang tersebut pun ada gunung yang tidak pernah aku lihat sebelumnya. air mata ku dan Brima pun jatuh saking menakjubkan nya tempat ini, tempat ini seperti keajaiban yang tidak pernah di temukan
perlahan demi perlahan aku pun masuk bersama Brima untuk bertemu dengan orang orang yang berpakaian serba putih dengan senyuman nya yang menghangatkan hati. tapi sebelum masuk. aku di tahan oleh orang berjubah tadi
" apakah kamu yakin mau masuk? " tanya nya
" aku yakin sekali, tidak ada keraguan di hati ku. aku masuk ke sana "
" Iyah aku juga " ucap Brima
" tapi tidak di perbolehkan membawa apapun termasuk kamera, dan kalian harus mengganti pakaian kalian dengan kain ini " orang berjubah tersebut memberikan kain kepada kami
tiba-tiba cahaya yang menyilaukan muncul. dan benar saja, baju kami berubah. kami sekarang mengenakan kain yang di berikan oleh orang tersebut. kain ini begitu nyaman dan sangat lembut. mungkin ini adalah pakaian paling lembut di dunia
kami pun akhirnya masuk ke dalam gerbang tersebut, orang orang yang berada di dalam menyambut kami dengan sangat ramah dengan senyuman di setiap wajah mereka semua.
gerbang pun di tutup kembali dengan perlahan, mungkin takut ada seseorang yang se'enak nya masuk ke dalam sini. yah mungkin saja karena tempat ini sangat menakjubkan, siapa coba yang tega merusak tempat seindah ini. mungkin aku tidak mau pulang lebih awal untuk ini.
DAN AKHIRNYA GERBANG TERSEBUT TERTUTUP SEPERTI SEMULA
Berita terkini, telah di temukan mayat seorang wanita di dalam kamar tidur dan di telah di temukan juga mayat seorang pria di dalam kamar mandi, mereka berdua di duga di bunuh oleh seseorang yang membuntuti mereka sejak mereka datang ke pulau tersebut.
mereka berdua adalah seorang reporter dan juru kamera dari sumber yang beredar mereka berdua akan melakukan wawancara di pulau tersebut tapi tidak jadi karena kejadian ini. pelaku yang membunuh mereka berdua telah di temukan dan sudah di masukkan ke dalam penjara untuk waktu yang cukup lama
dan identitas mereka adalah Reporter bernama Liony Agustin dan juru kamera mereka yaitu Brima dirgantara