Aku terbangun karena mendengar suara benda jatuh dan suara ribut, Aku bisa menebak apa yang sedang terjadi.
"Hah....." Aku membuang napas kasar setelah melihat kondisi ruang tamu yang berantakan, pemandangan ini sudah tidak asing bagiku.
"Bibi, tolong bereskan ruang tamu!" Pintaku kepada seorang art yang bekerja dirumahku.
Aku kembali ke kamar lalu masuk ke kamar mandi.
"Hiks... kenapa kenapa selalu seperti ini ? aku lelah kenapa mereka selalu bertangkar hiks... , ini sebabnya aku benci mereka jika pulang bersama kenapa ?" Gumamku sambil menangis dibawah shower yang menyala.
Setelah aku puas menangis aku pun mandi lalu bersiap untuk ke sekolah lalu turun.
"Non El mau makan dulu ?, saya sudah membuat makanan dan ruang tamunya sudah saya bersihkan." Ucap art rumahku.
"Tidak usah Bi Sumi Elle sarapan disekolah" Jawabku.
"Baik Non."
Lalu aku menuju sekolah dengan menggunakan mobilku.
-
-
-
Ellena Aprillia atau lebih dikenal dengan nama Elle atau El. Ayahnya seorang pengusaha sukses dan Ibunya adalah seorang model.
Jika kalian menganggap dia bahagia karena mempunyai Orang tua seperti mereka, hidup tidak kekurangan. Kalian salah kehidupannya tidak sebahagia yang orang lain lihat. Hidup dengan barang barang mewah tidak selalu menjadikan hidup itu bahagia bukan?.
Elle adalah anak semata wayang, Dia dituntut untuk menjadi yang Orang tuanya inginkan. Namun sebenarnya bukan itu masalahnya tapi keluarganya bukanlah keluarga yang harmonis yang seperti orang orang pikirkan. Dia sering merasa tertekan karena orang tuanya sering bertengkar.
Kini Elle sudah sampai di parkiran sekolah lalu dia menuju kelas. Elle adalah anak yang tidak mudah bergaul dia anak yang introvert, bel berbunyi lalu guru masuk dan mengajar.
Saat bel istirahat berbunyi Elle merasakan sakit di kepala.
"Uh... kepala ku pusing." Gumam Elle.
'Kenapa akhir akhir ini kepalaku sering pusing' Batin Elle.
Lalu darah mengalir dari hidungnya lalu Elle cepat cepat ke kamar mandi untuk membersihkannya.
Setelah dari kamar mandi Elle langsung ke kelas dia tidak ke kantin karena pusing.
-
-
-
Hari ini entah ada apa Mama Elle menelepon.
"Halo Ma ada apa?" Tanya Elle.
"El nanti pulang dari sekolah langsung ke rumah, ada yang ingin Mama dan Papa bicarakan!" Ucap Mama Elle dari seberang telepon.
"Ya....." Jawab Elle, lalu sambungan terputus.
Pulang sekolah Elle langsung pulang ke rumah. Saat masuk diruang tamu sudah ada Mama dan Papa Elle.
"Ganti dulu bajumu El! setelah itu kita bicara." Ucap Papa Elle.
Setelah berganti pakaian Elle turun ke ruang tamu.
" Jadi apa yang ingin kalian bicarakan?" Tanya Elle.
"Papa dan Mama akan bercerai, jadi El kamu harus memilih untuk tinggal bersama siapa Papa atau Mama?" Ucap Papa Elle.
Hening
"Kenapa?" Tanya Elle.
Diam, Orang tua Elle hanya diam.
"Kenapa?" Tanya Elle sekali lagi dengan suara serak dan lirih.
"Apa kalian tidak pernah memikirkan perasaan El? kalian hanya mementingkan pekerjaan kalian, Kenapa?" Kini sudah ada tetesan bening yang jatuh di pipi Elle.
"El lelah melihat kalian bertengkar setiap kali pulang, hiks... El hanya ingin mempunyai keluarga yang harmonis, El tidak butuh uang, El hanya butuh waktu dan kasih sayang kalian hiks....." Ucap Elle dengan suara lirih.
"Maaf....." Hanya itu yang Orang tua Elle katakan.
Baru kali ini Elle mengatakan Perasaannya kepada Orang tuanya, lalu Elle berlari pergi ke kamarnya.
"Hiks kenapa?, kenapa kalian selalu seperti itu?" Keluh Elle dengan air mata yang mengalir.
"Aku benci... Aku hanya ingin kasih sayang hiks... Aku tidak ingin uang atau barang barang mewah hiks..."
Setelah cukup lama Elle menangis dia merasakan pusing dikepalanya, lalu darah keluar dari hidungnya. Dia cepat cepat pergi ke kamar mandi. Saat ingin keluar kamar mandi rasa sakit di kepalanya semakin sakit, lalu Elle pingsan.
-
-
-
Elle terbangun pertama kali yang dia lihat adalah ruangan putih dan beberapa alat yang melekat ditubuhnya, dia bisa menebak tempat apa ini. Di sampingnya Mamanya tidur dengan posisi duduk, lalu Mamanya bangun.
"Elle kamu sudah bangun Nak?" Tanya Mamanya.
Elle hanya mengangguk, lalu Mamanya memanggil dokter dan dokter datang memeriksa kondisi Elle.
"Syukurlah kondisinya sudah membaik." Ucap dokter.
Lalu Papanya datang untuk melihatnya.
"El..... apa ada yang sakit?" Tanya Papanya.
"Tidak ada." Jawab Elle
"El sakit apa?" Tanya Elle.
Hening
"Tumor" Jawab Papa Elle lirih.
"Jangan sedih tidak usah dipikirkan kita akan berobat, El pasti sembuh." Ucap Mama Elle.
Elle hanya diam. Lalu suster datang memanggil Orang tua Elle untuk menemui dokter.
Setelah beberapa lama Papa dan Mama Elle kembali ke ruang rawat Elle.
"Kenapa?" Tanya Elle.
"Beberapa hari lagi kamu harus di operasi." Jawab Mama Elle dengan suara bergetar.
Deg
" Jangan takut Papa dan Mama akan menemani El kita akan cari dokter terbaik." Ucap Papa Elle.
" Maafkan Mama dan Papa El, kita akan luangkan waktu untuk El kita akan menemani El, El harus sembuh demi Mama dan Papa" Ucap Mama Elle sambil memeluk Elle.
"Janji?" Tanya Elle dengan air mata yang sudah jatuh.
"Iya Papa sama Mama janji tapi Elle harus sembuh." Ucap Papa Elle sambil memeluk Elle.
"Elle sayang kalian hiks....."
"Kita juga sayang Elle" Ucap Orang tua Elle.
-
-
-
Hari ini adalah jadwal Elle untuk operasi. Selama dirawat Orang tua Elle selalu menemani Elle di rumah sakit. Elle bahagia dia bisa merasakan kasih sayang Orang tua yang selama ini dia inginkan.
" Nanti Elle jangan takut Mama sama Papa ada buat El, kamu harus sembuh." Ucap Mama Elle
"Kamu anak yang kuat El, kamu pasti sembuh" Ucap Papa Elle.
Elle tersenyum dan mengangguk.
'Jika El nanti pergi, Elle tidak akan menyesal karena sebelum El pergi El bisa merasakan kasih sayang dari kalian Mama dan Papa, jika Elle benar benar pergi El harap kalian bahagia, El sayang kalian' Batin Elle.
Tamat.