Keyla danTami gadis cantik bersahabat sejak duduk di bangku SMP. Mereka selalu bersama-sama. Namun suatu ketika Tami pergi untuk selamanya. Mereka, mengikuti acara kampus. Mereka kemping Sabtu Minggu. Di tepi danau di desa Berkabut.
"Akhirnya sampai. " Ucap Tami.
"Yeaaaayyyyy... kita sampai!! " Teriak anak-anak lain.
Keyla merasakan hal tidak enak saat melihat bangunan rumah yang cukup tua berlantai dua ditepi danau itu.
Rumah itu agak jauh dari pemukiman Desa Berkabut.
keyla dan Tami dan teman-teman bergegas mendirikan tenda.
Sore harinya Keyla dan Tami mencari kayu bakar disekitar danau.
"Key... lihat itu banyak ranting yang sudah kering didekat rumah itu. " ucap Tami.
"Oh... iya... Ayo kita ambil Tam. ucap Keyla.
" Kok nyaman sekali ya key duduk di depan rumah ini. "Ucap Tami.
" Iya... adem adem gimana gitu Tam. "ucap Keyla.
Dan tiba-tiba pintu rumah itu terbuka. Krekkkkk tak tak tak.
" Cuu... kalian cari kayu bakar? "Tanya nenek tua.
" Iya a a... nek kita cari kayu bakar. "jawab Keyla dan Tami terbata-bata.
" Mari cuu... singgah dulu sebentar kedalam. "Pinta nenek tua.
" Tapi... nek kita terburu-buru, sudah mau masuk magrib nek. "Jawab Keyla.
Keyla dan Tami nampak ragu. Mereka saling pandang dan memberi kode.
" Iya nek kita singgah sebentar ya nek. "Kata Tami.
" Iya cuu... mari silahkan masuk."Ucap nenek tua.
Saat nenek tua masuk dan diikuti Keyla dan Tami. Tiba-tiba pintu tertutup dengan sendirinya.
Terkejut kaget sudah pasti dirasakan Keyla dan Tami. Mereka sepontan menoleh kearah pintu. Tami menoleh ke depan. Dan ternyata nenek tua itu sudah tidak ada. Keyla dan Tami mencari ke segala ruangan namun tidak ada nenek disana.
"Tam... jangan naik, bahaya. " Ucap Keyla.
"Udah key, santai tidak ada apa-apa. " Jawab Tami.
Dengan amat terpaksa Keyla mengikuti Tami naik keatas.
"Wah... kamar ini bagus sekali. 'Ucap Tami.
" Tam jangan sentuh apa pun. "Ucap Keyla.
" Wah... key ada boneka di dekat tangga, cantik banget key, bawa, pulang ahh. "Ucap Tami.
" Jangan tam, taruh lagi ditempat semula. Kita disini cari nenek itu. "Ucap Keyla.
" Ahhh... kau ini cerewet sekali key. "Ucap Tami.
Dan tiba-tiba Tami berteriak.
" Aaaaakkhhhhh!! "Teriak Tami.
" Ada apa Tam? " Tanya Key.
Ada yang narik tangan ku key."Ucap Tami.
Keyla pun memeriksa sekitar. Namun tak ditemukan siapa-siapa disitu.
"Gak ada apa-apa Tam. Udah yok balik aja ke tenda. " Ucap Key.
"Ya udah yok kita balik." Ucap Tami.
Sesampainya di tenda. Keyla dan Tami bersih-bersih. Dengan Tami membawa Boneka itu. Malam pun tiba, setelah selesai acara api unggun. Mereka masuk tenda masing-masing. Keyla dan Tami merasakan ada yang mengikuti. Key melihat sekelebat bayangan di luar tenda. Ketika dicek tidak ada siapa-siapa.
"Aaaaaaa... apa itu... " Ucap Keyla dan Tami bersamaan.
Dan tiba-tiba muncul anak kecil dengan muka seram.
"Hahahaha kau telah mengambil bonekaku. Sekarang kau harus membayarnya. " Ucap anak kecil itu.
Anak kecil itu sudah menarik kaki Tami. Keyla berteriak minta tolong. Anak kecil itu semakin jauh menarik Tami.
"To... longlah. Temanku hanya menemukan bonekamu didekat tangga. " Ucap Keyla sambil berlari mengejar Tami.
"Tidak!! Temanmu harus membayarnya dengan raganya. Ya aku akan mengambil dan minta raganya. " Ucap anak kecil itu.
"Tolong jangan... lepaskan temanku. " Pinta Keyla.
"Terlambat!! " Jawab anak kecil itu.
"Tolong key... tolong aku key. " Teriak Tami.
Namun anak kecil itu terlalu cepat menarik kaki Tami.
"Tami... jangan pergi tam. Hick hick hick Tolong siapapun tolong key. " Teriak dalam isakan tangis.
Teriakan Keyla membangunkan seisi tenda. Mereka berhambur menghampiri Keyla. Bertanya ada apa. Keyla dengan isak tangis menjelaskan kejadian itu. Dan teman-teman bergegas mencari Tami di rumah tua tepi danau itu. Mereka nekat masuk ramai-ramai. Mereka menaiki tangga. Alangkah terkejutnya mereka mendapatkan Tami tergketak tak bernyawa di dekat tangga sambil memeluk boneka itu.
"Tami... hick hick hick, bangun tam. " Teriak Keyla sambil memangku kepala Tami.
"Terlambat key, maafkan aku key, aku harus pergi menebus kesalahan ku, andai aku menuruti perkataanmu, kita akan terus bersama. Maaf kan aku Key. " Ucap Tami dalam wujud hantu.
"Tami.......!! " Teriak Keyla dan teman-teman.
"Selamat jalan Tami. kau akan selalu ada dalam hati kami. " Ucap Keyla dan Teman-teman.