Rose berbaring malas diatas kasurnya.
Disampingnya ada sahabatnya, Lusia yang sedang mengerjakan tugas kelompok.
"Bantuin dong Rosee"
"Kaga ah, males"
"Yaelah, ini kan tugas kelompok Roross"
"Yang bilang ini tugas pribadi sapa emang?"
"Bukan gitu prinsipnya astaga"
Beberapa menit kemudian..
"Lusii~"
"Hmm"
"Tolong ambilkan minum dong.. gw haus.."
"Ambil sendiri, gw lagi sibuk"
"Sini deh tugasnya gw kerjakan dulu, kamu ambilkan aku minum aja, mager banget sumpah"
Dalem hati Lusia: Sabar Lus.. sabar.. orang sabar jidatnya lebar..
**
*
"Nih minumnya"
"Thanks ya"
"Hmm"
"Ikhlas nggak Nih?"
"Iyaaa putri Rosee"
"Bukan apa-apa, takutnya kamu kasih sesuatu ke minumnya"
"..."
***
Rose tampak sibuk dengan laptopnya. Jari-jarinya bergerak lincah di keyboard laptop itu.
Dia sepertinya sangat sibuk sampai-sampai tidak mendengar suara ibunya yang memanggil untuk makan malam.
"Rosee, makan dulu sayang, nanti maag nya kambuh loh"
"Iya buu, duluan aja makannya, nanti aku makan sendiri aja, nanggung nih buat novelnya"
"huft.. ya udah ibu makan duluan, nanti jangan lupa makan ya"
"Iya, bu"
Ibu Rose menghela nafas panjang. Rose selalu saja seperti itu. Tak jarang dia sering sakit-sakitan.
Ibu Rose berhenti melangkah. Sepertinya ada sesuatu yang dia lupakan. Ia kembali ke kamar Rose,
"Ya ampun Rosee, kamar kamu ini kenapa bisa kayak abis kejatuhan kapal beginii"
"Mager bu, nanti aja kalo Rose nggak mager baru Rose rapiin"
"Kalau nunggu kamu nggak mager, ibu bakal sampai bau tanah pun gak rapi nih kamarr"
***
Halo, perkenalkan nama aku Rose, primadona kampus yang paling mageran.
Yah gak ada yang istimewa sih dari aku, cuma wajah cantikku aja yang bikin aku terkenal. Pintar nggak, rajin nggak, berbakat juga nggak.
Aku punya satu sahabat yang sifatnya sangat berbalik denganku. Namanya Lusia. Dia termasuk primadona kampus juga, dan dikejar banyak cowok-cowok di kampus tapi dia tolak mentah-mentah.
Dia pintar, Rajin, dan hampir berbakat di semua bidang. Dan aku juga nggak tau dia punya dosa apa sampai bisa sahabatan sama gw yang bener-bener bobrok ini.
***
Gw gk suka banyak omong, selain sama sahabat dan keluarga gw. kalau keluarga jauh juga gk terlalu banyak omong sih.
Pokoknya gw gk tau tingkat kemageran gw sudah berapa, intinya sudah tingkat akut deh.
••••