Malam ini langit begitu cerah, bulan sabit menampakkan sinarnya yang begitu indah ditemani bintang-bintang yang berkelap-kelip menambah indah suasana di rumah sederhana keluarga Risa yang nampak berbagai kesibukan mempersiapkan tamu yang akan hadir sebentar lagi dan juga mempersiapkan acara esok hari yaitu acara akad nikah Risa dan Ali.
Malam ini para tamu dari keluarga Risa sudah banyak yang hadir untuk menyambut tamu dari keluarga calon besan. Tanpa Risa sadari diantara tamu yang hadir ternyata ada Riko dan teman-temannya. Risa kaget saat ada yang memberitahukan bahwa ada tamu, Risa pun tak menaruh curiga ketika menemui tamunya yang ternyata Riko. Memang Riko diundang di acara resepsi besok, tapi Risa tak menyangka ternyata dia datang lebih awal.
"Hai Ris, selamat ya atas pernikahannya besok. Kamu kok bisa secepat ini dapat penggantiku? Mengapa tidak dari awal bilang padaku kalau kamu sudah siap nikah dan mau nikah cepet? aku sedih loh denger kamu mau nikah sama orang lain". cerocos Riko. " itu sudah kehendak Allah". jawab Risa. " Oya, kapan rombongan pengantin pria datang?" tanya Riko lanjut. "Sebentar lagi, nanti aku kenalin ya". jawab Risa. "Wah, aku bisa pingsan nanti" jawab Riko. Merekapun tertawa bersama, dalam hati Risa telah memaafkan kesalahan Riko yang dulu dan menguburnya dalam-dalam.
Setelah rombongan keluarga calon mempelai pria datang, Riko pun berpamitan, dia beralasan tidak mau mengganggu acara keluarga.
"Terimakasih mas Riko sudah mau hadir dan memberi doa restu pada pernikahan kami" ucap Risa. "sama-sama Ris, semoga kamu berdua bahagia" jawab Riko. "Aamiin" balas Risa.
Rombongan calon mempelai pria memasuki halaman rumah yang telah didekorasi sedemikian indah hingga tampah keindahannya dari berbagai sudut. Ada rasa rindu yang membuncah di hati Risa ketika melihat Ali dari balik tirai kamarnya, betapa satu bulan ini sejak lamarannya ia tidak diijinkan bertemu oleh orang tua masing-masing, mereka hanya bertukar suara lewat telephon.
Acara demi acara seserahan pada malam inipun berjalan dengan lancar tanpa halangan suatu apa. Acara ramah tamah pun dimulai dan Risa pun keluar kamar dan menemui keluarga Ali satu persatu. Nampak anggun Risa malam ini yang dirias natural dalam balutan busana muslimah dan giliran terakhir Risa menemui Ali dengan duduk disebelahnya. Ada banyak perasaan yang tak dapat ia gambarkan saat mereka bersebelahan.
"Assalamu'alaikum calon istriku", sapa Ali pada Risa. "Wa'alaikumsalam mas", jawab Risa sambil tertunduk malu. " Sudah siap dengan acara besok?. Kita harus menyalami banyak tamu loh", tanya Ali. "Insha Allah siap mas", jawab Risa. "Alhamdulillah, aku juga sudah menghafal lafadz Ijab Qabul menggunakan bahasa Arab sesuai permintaanmu, semoga besok lancar". ucap Ali. "Aamiin". jawab Risa.
Acara ramah tamah pun berakhir, hingga keluarga besar Ali mohon undur diri untuk beristirahat di hotel yang tak jauh dari rumah Risa. Risa pun masuk ke dalam kamar dengan ditemani para saudara dan handai tolan yang menginap di rumahnya. Sebelum Risa beristirahat Risa terlebih dahulu melaksanakan sholat Isya dan dilanjut sholat Istikharah. Dalam doa Risa meminta agar dimantapkan hatinya pada laki-laki yang esok hari akan sah menjadi imamnya dan agar dilancarkan acara esok hari. Setelah selesai Risa merebahkan tubuhnya di kasur dengan segala ingatan tentang masa lalunya yang harus ia kubur dalam-dalam. Risa mengingat bagaimana dia dulu saat masih berhubungan dengan Riko dimana semua hal seakan mendukungnya dan semua jalan seakan tanpa hambatan. Banyak yang beranggapan bahwa mereka berjodoh karena dari segi paras muka mereka yang mirip satu sama lain bahkan dari nama pun mirip Risa dan Riko. Namun takdir berkata lain, Allah ternyata menjodohkan Risa dengan Ali yang hanya berjodoh dalam hitungan hari. Bahkan keluarga Ali tak pernah mempermasahkan latar belakang keluarganya sama sekali. " Jodoh memang penuh misteri dan semuanya adalah rahasia Allah", gumam Risa dalam hati. Risa memejamkan matanya dalam lantunan doa-doa yang ia ucapkan hingga terlelap.
Pagi pun tiba, kesibukan demi kesibukan telah dimulai di rumah Risa sebelum adzan shubuh berkumandang. Risa membuka matanya dan mengucap syukur kepada Allah karena telah dibangunkan pagi ini dalam keadaan sehat tak kurang suatu apa, walaupun ia hanya bisa tidur beberapa jam saja. Risa pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri kemudian melaksanakan sholat tahajud dan sholat shubuh di kamarnya, setelah itu Risa menyempatkan diri membaca Al-Qur'an sebelum disibukkan dengan mengatur persiapan acara pada siang nanti. Hari ini bertepatan dengan hari Jumat sehingga acara akad nikah Risa dan Ali dilaksanakan setelah sholat Jumat.
Siang pun tiba, Risa dirias oleh penata rias dengan menggunakan adat Jawa. Setelah sholat Jumat acara ijab qobul dimulai hingga terdengar kata sah dari para saksi.
Risa dipertemukan dengan laki-laki yang mulai sekarang menjadi imamnya. Risa meraih tangan suaminya dan diciumnya sebagai tanda baktinya kepada suaminya yang telah diserahkan bapaknya. Ada rasa haru, bahagia dihatinya yang semua bercampur aduk dan bergemuruh di dalam hatinya.
"Selamat datang hari baru, semoga kita dijodohkan bukan hanya di dunia saja, namun juga sampai di akherat kelak. Aamiin" sepenggal doa Risa dan Ali untuk memulai hidup baru yang akan mereka penuhi dengan kebahagiaan dan hanya kebahagiaan dalam ridlo Allah.