Tepat pada bulan ini adalah bulan dimana berlangsungnya ulang tahun salah satu sahabat Rui yang akrab disapa Tyas. Sudah hampir genap satu semester mereka tidak saling berjumpa satu sama lain, karena banyaknya kebijakan pemerintah yang wajib dijalani selama pandemi ini berlangsung. Rui sangat merindukan teman – temannya saat ini, ulang tahun Tyas adalah ulang tahun yang sangat berbeda dibandingkan ulang tahun Rui dan teman – temannya yang sebelumnya masih dapat dirayakan bersama atau menjahili orang yang berulang tahun di hari H nya. Rui beserta teman- temannya tidak mungkin datang begitu saja kerumah Tyas untuk merayakan pesta, mereka juga tidak bisa begitu saja menjahili Tyas seperti yang sudah lampau terjadi.
Beberapa ide muncul begitu saja dikepala Rui, karena keadaan tidak memungkinkan mereka untuk kembali bertemu Rui memutuskan untuk memberi kejutan secara online kepada Tyas, semua sudah terfikirkan dengan matang dikepalanya. Membuat sesuatu yang sulit untuk dilupakan.Namun Rui tidak sendiri untuk menyelesaikan rencana tersebut, Rui merekrut salah satu temannya yang juga berteman dekat dengan Tyas, ia hangat dengan sapaannya, Egi. Egi menyetujui rencana Rui, mereka pun akhirnya berdiskusi.
Tepat pada hari selasa ini H-2 dari hari H dimana pada hari itu Tyas berulang tahun, awalnya semua rencana yang disiapkan dari hari –hari jauh sebelumnya terlaksana dengan sempurna, Rui dan Egi sangat bahagia pada siang itu, melihat reaksi Tyas yang kebinggungan saat mereka berdua tanpa sebab meminta maaf secara tiba –tiba. Selain meminta maaf dipribadi chat,Egi mengusulkan kepada Rui untuk meminta maaf juga di grup chat untuk menambah kelengkapan, meski sangat terasa aneh dan tidak jelas Egi dan Rui berhasil menjalani semua sandiwara itu.
Waktu sangat cepat berlalu, tak terasa matahari yang tadi bersinar terang dan panas yang cukup menyengat,kini sudah bergantian tugas dengan bulan, panas yang tadi sempat menyengat juga telah lenyap terganti dengan sejuknya angin malam yang berhembus. “Tuut...Tuuut” dering handphone Rui terdengar jelas dari dalam kamar. Seseorang menghubungi Rui pada malam itu, terlihat dengan jelas nama pemanggil tersebut adalah Egi, ia menggunakan panggilan grup bersama dua teman dekat mereka yang lain, kay dan Mia.
Egi membuka suara untuk memulai perbincangan mereka pada malam itu, memecahkan keheningan yang ada. Banyak sekali hal yang dibicarakan saat itu, mulai dari membahas perencanaan untuk ulang tahun Tyas yang tinggal dalam hitungan hari hingga membahas kembali hal-hal lucu yang pernah mereka lakukan bersama disekolah jauh sebelum adanya kehadiran virus corona.
Keheningan kembali melanda setelah puas mereka mengeluarkan tawa, ide usil Rui kembali muncul, ia berniat untuk mengundang salah satu temannya yang tidak dimiliki kontaknya oleh temannya yang lain. Rui meminta izin terlebih dulu kepada Egi, Kay dan juga Mia untuk melakukan hal tersebut, mereka mengiyakan kemauan Riu dan mendukungnya. Pada dasarnya mereka semua juga usil seperti Rui, Egi melakukan hal yang sama seperti yang Rui lakukan, mereka kembali puas dan mulai tenggelam dalam tawa kebahagiaan.
Salah satu sambungan dari mereka terputus, semuanya berhenti tertawa dan menayakan kenapa hal itu terjadi. Tak ada jawaban, tak lama satu persatu memutuskan untuk menyudahi panggilan tersebut. Rui masih asyik bermain dengan handphonenya, banyak orang yang tadi sengaja diundang olehnya kedalam panggilan itu bertanya – tanya, khawatir suatu pembicaraan yang penting akan disampaikan. Rui lagi –lagi hanya tertawa, ia puas berhasil menjahili teman temannya. Tak lama panggilan kembali masuk, ternyata itu adalah ulah dari salah satu korban keusilan Rui. Lili namanya.
Rui menjelaskan yang sebenarnya terjadi kepada Lili, Lili hanya tertawa tak menyangka Rui bisa seusil itu padanya. Mereka pun mulai hanyut dalam pembicaraan setelah Lili temannya yang lain,Dila dan Fifi. Waktu menujukkan pukul 22.30, panggilan kembali masuk. Kali ini Mia yang menghubungi, sama seperti tadi, memanggil lewat panggilan grup, hanya ada Rui, Kay,Egi dan Mia. Rui terkejut ada dua panggilan dalam waktu yang bersamaan dan keduanya sama-sama menggunakan panggilan grup.
Rui tidak ingin mematikan salah satu panggilan dari mereka, karena menurutnya dua pembahasan ini sama –sama seru untuk dibahas, tapi ia binggung ingin menanggapi cerita temannya yang mana terlebih dahulu, karena suara mereka saling bertabrakan satu sama lain. Rui akhirnya memutuskan untuk menggabungkan keduanya,ia mengundang Lili,Dila dan Fifi untuk masuk dipanggilannya bersama dengan Egi ,Kay dan Mia.
Harapan Rui saat itu adalah mereka dapat saling berkenalan satu sama lain, namun sepertinya Rui mengajak di waktu salah sebab ada hal penting yang akan Mia sampaikan.
Rui terlalu sibuk berbicara dengan Lili,Dila dan Fifi hingga ia lupa bahwa Egi, Kay dan Mia tidak mengenal mereka. Satu persatu dari mereka mulai menutup panggilannya, mulai dari Egi, lalu Kay dan terakhir Mia. Rui tersadar bahwa ia berbuat salah malam itu, tak seharusnya ia mengabaikan pembicaraan dengan mengundang teman yang tidak saling mengenal.
Rui ikut memutuskan panggilan, perasaan bahagianya sekarang terganti dengan penyesalan, persaannya buruk dan sangat bercampur aduk saat itu. Sejenak ia memutar lagu favoritnya berupaya menenangkan pikiran dan perasaannya yang terlanjut buruk. Tak ada yang berubah,perasaan bersalahnya masih ada. Rui pun menchat Egi, bertanya mengapa ia memutuskan panggilan tadi, jawaban Egi adalah hal yang sedari tadi difikirkan oleh Rui. “Kan Rui nya lagi telponan sama yang lain” jawab Egi singkat.
Rui meminta maaf kepada Egi yang hanya tertawa menganggap semuanya biasa saja seolah tak terjadi apa –apa. Egi memanggil kembali Rui dalam panggilan grup yang hanya berisi Kay,Mia dan mereka berdua. Rui masih sangat merasa bersalah dan berulang meminta maaf kepada teman- temannya. Kay dan Mia hanya tertawa, tak menyangka bahwa Rui akan semerasa bersalah itu pada mereka.
Kay mulai menghibur Rui yang masih meminta maaf, Mia juga melakukan hal yang sama,Egi hanya tertawa mendengar semua kelakuan mereka. Dan akhirnya rasa bersalah itu hilang sedikit demi sedikit, mereka kembali tertawa bersama dan mulai membicarakan kembali rencana untuk Tyas. Tanpa panggilan – panggilan usil tadi. Rui mendapat pelajaran berharga dari semua itu dan ia berjanji mulai saat itu untuk tidak melakukan hal aneh itu lagi.
Hari yang ditunggu –tunggu telah tiba, Tyas berulang tahun hari ini.semua rencana yang telah mereka susun bersama sukses terlaksana. Tyas sangat senang sekali, wajahnya tidak dapat menyembunyikan kebahagiannya saat kay melakukan panggilan video pada hari itu. “ Ini adalah kenangan yang tidak akan mungkin terlupakan” Ujar Tyas yang masih tersenyum bahagia. “Ide kalian sungguh luar biasa” tambahnya.
Tak terasa 60 menit terasa begitu cepat, mereka saling berpamitan untuk mematikan panggilan videonya. Mia adalah orang yang pertama kali menyudahi panggilan video tersebut. Setelah Mia keluar, Tyas dengan terburu –buru menyuruh teman yang lain untuk tidak mematikan panggilan itu. “ada apa lagi?” tanya kay, “Miaa..bulan depan” bisik Tyas, Rui dan Egi langsung mengerti maksud perkataan Tyas sambil sedikit tertawa.
“ jadi, apa yang bakal kita lakuin buat kasih suprise ke Mia?” tanya Egi.Semua orang mulai berdiskusi kembali.