Brakk!!
Brughh!!
Cringgggg!
Cringgggg!
Tong! Tong!
Suara-suara riuh yang berasal dari sekolah tua,tepat disamping rumahku,aku takut! Aku sendirian! Ayah ibu kalian dimana?
Ctarrrr!
Kuterus berdoa kepada Tuhan,suara petir itu membuatku semakin takut,kulirik jendela kamarku sedikit terbuka,angin lalu lalang masuk melalui lobang jendela,Dingin? Itu yang kurasakan.
Kututup kedua telingaku,matakupun ikut terpejam,aku ingin menangis saat ini,aku sangat takut,takut sekali.
Crekkk!
"Ibu! Aku takut ...."lirihku saat mendengar suara pintu kamarku terbuka lebar.
Takk!
Takk!
Takk!
Suara hentakan kaki itu terdengar melewati gendang telingaku,dengan sedikit keberanian,aku beranjak berdiri,disana,aku melihat pria manis sedang berjalan mendekatiku,wajahnya tampan,namun? itu terlihat sangat pucat.
"Tol-tolong ak-aku!"pria itu berucap,aku semakin takut,kumundurkan langkahku selangkah,seluruh badanku gemetar dibuatnya,"Ja-jangan de-dekati aku!"
Degg!
Saat tangan pucat itu menyentuhku,rasanya sangat dingin,sebenarnya dia siapa? Dia manusia ataukah dia makhluk halus yang berasa disekolah tua ini.
Kuhempaskan paksa tangannya,dia menatapku lesu,wajahnya menampilkan kekecewaan,aku bingung sebenarnya ada urusan apa ia menemuiku,pantas saja sejak tadi aku selalu merasa merinding.
"Apa urusanmu!"ujarku memberanikan diri,kulihat bibir pria itu terangkat,membentuk senyuman,"Kau pria yang baik,"balasnya.
"Aku tau itu!"kesalku,seketika aku tidak semerinding tadi.
Pria itu kemudian berjalan keluar,aku mengikutinya dari belakang,dapat kulihat,ada bekas luka diare lehernya sebenarnya ada apa?
Kakinya terhenti dibawah pohon dekat sekolah tua,mataku tak henti-henti menoleh kesana kemari,kusangat takut,takut ada seaeorang tiba-tiba saja menikramku.
Jari telunjuknya menunjuk pohon yang sudah cukup tua,aku mengikuti arah telunjuknya,sebenarnya apa yang ingin dia sampaikan kepadaku,aku semakin bingung.
Dia menghadapku,"aku dibunuh,lalu aku dikubur dibawah pohon ini,aku tersiska,"ujarnya lirih.
Perlahan kakiku melangkah mendekatinya,aku menjongkokan diriku,kugali-gali tanah itu dengan batu yang baru saja kutemukan,namun batu tidak cukup membantu,kemudian kuberanjak berdiri mengambil cangkul dirumahku,sekalian aku mengambil lampu untuk menerangiku,karna disini gelap sekali.
3 menit kemudian,aku kembali dengan membawa semua barang yang kubutuhkan,dia menatapku dengan tatapan dalam,mungkin dia bersyukur karna aku ingin membantunya.
Hanya kali ini saja,lain kali aku tidak akan membantu mahluk manapun,aku sejak kecil memiliki mata batin atau bisa dibilang—INDIGO.namun,walaupun aku INDIGO tetap saja aku masih tidak terbiasa dengan makhluk halus,mereka sangat mengerikan.
Menghiraukan fikiranku,dengan segera kucangkul tanah itu,dalam! Sangat dalam,niat sekali seseorang yang membunuh lelaki seinut dia,tunggu aku belum menanyakan namanya?
Kuhentikan sebentar aktifitasku,kumendokak keatas mentapnya,"siapa namamu?"tanyaku.
Dia terdiam sesaat sebelum menjawab,"Jeon Jungkook,"
"Kim Taehyung,hanya khusus untuk dirimu kau boleh bermain denganku karna wajahmu tidak semenyeramkan yang lain,"jelasku,dia mengangguk.
Siall!
Aku mengumpat kesal,badan Jungkook sudah tidak berdaging,atau bisa dibilang sudah menjadi tulang belulang.
Kumencoba naik dari tanah yang kugali,kutatap Jungkook penuh tanya,"sudah berapa lama?"tanyaku.
"7 Tahun yang lalu!"jelasnya
"Sialannn! Pantas saja!"umpatku kesal.
"Ahh kalau diingat-ingat,7 Tahun yang lalu,aku masih duduk dibangku SMA kelas 2,"jelasku antusias.
"Aku tau!"jawabnya.
Aku bingung,bagaimana dia bisa tau,memang dulu kita pernah saling bertemu,ahh aku lupa diakan sekarang hantu pasti sudah tau banyak tentangku.
"Hoseokk!"
Apa yang dia katakan,kenapa dia mengenali Hoseok Hyung,setauku Hoseok Hyung pria yang baik dan sangat ramah.
Kukembali menatapnya,"Kenapa dengan Hoseok Hyung,kenapa kau mengenalinya?"tanyaku sekali lagi.
"Aku,Dia,Kamu!"
"Hah?!"
Aku semakin bingung.
"Hoseok membunuhku!"
Aku menggeleng cepat,"Hoseok Hyung sangat baik,diamerawatku dan menjagaku,dia kekasihku!"marahku padanya.
"Topeng!"jawabnya acuh.
"Bicaramu semakin aneh!"
"Ditaman,tahun 1997!"
Kumencoba mengingat,dan yah aku mengingatnya,seingatku tahun 1997,Hoseok datang menemuiku,dia membawakanku sebuket bunga besar,dia memintaku menjadi kekasihnya.
"Sebelum dia meminta kau jadi kekasihnya,dia sudah lebih dulu membunuhku!"
"Bagaimana bisa!"tanyaku.
Flashback
Taehyung sedang menunggu seseorang yang selalu mengirimkan surat kepadanya setiap pagi.
Seseorang tersebut mengatakan bahwa dia akan menembak Taehyung ditaman,hari ini detik ini.
Dia hanya mengiyakan saja,walaupun Taehyung tidak pernah melihat wajahnya,namun dari isi surat yang pria itu berikan sangat tulus,tulus sekali.
1 menit berlalu,akhirnya pria itu tiba dengan sebuket bunga besar ditangannya,setelah itu pria itu mulai menembak Taehyung dengan romantis,Taehyung hanya mengiyakan saja.
"Hoseok Hyung? Jadi kau selama ini yang mengirimkan surat-surat kepadaku!"tanya Taehyung tersenyum senang,Hoseok mengangguk,"Tentu saja,"dia tersenyum smrik.
Namun tanpa Taehyung ketahui,seorang pria sedang berjuang mati-matian untuk bertahan hidup,lehernya baru saja ditusuk oleh pisau,Siapa yang buat? Tentu saja pelakunya Jung Hoseok.
Jeon Jungkook namanya,dia termaksud kapten basket,dia menyukai Taehyung sejak pandangan pertama,namun dia sangat malu mengatakannya,hingga dia memutuskan untuk mengirimkan surat-surat romantis melalui loker milik Taehyung.
Namun dengan seenak jidatnya,Hoseok memberitahunya bahwa ia lebih dulu menyukai Taehyung,Jungkook tidak terima hingga pada akhirnya,Hoseok memutuskan membunuh Jungkook.
Setelah membunuh Jungkook Hoseok meninggalkannya digudang,ia tidak mengecek terlibih dahulu,Jungkook nasih hidup ataukah mati.
Selang beberapa jam,Hoseok tiba, pria itu kembali menendang wajah Jungkook,pria itu pingsan,Hoseok dengan hati-hati mengubur Jungkook dibawah pohon sekolah.
~FLASHBACK END POV~
Taehyung Pov
Aku yang mendengar cerita Jungkook hanya menatapnya tidak percaya,"kamu yakin?"tanyaku,dia mengangguk.
"Hoseok Hyung?!"
"Aaaaaaaaaaaa!"
Brakkk!
Badanku ambruk begitu saja,saat mataku kembali terbuka aku melihat sinar-sinar cahaya menembus mataku,kulihat?Jeon Jungkook sudah tidak ada,aku hanya melihat Ibuku menangis disamping tempat tidurku.
"Putuskan Hoseok!"pinta ibuku,aku mengangguk,"dimana dia? Dan dari mana saja ibu dan ayah!"marahku.
"Ibu dan ayah pergi kedaegu untuk membeli rumah baru,disini sangat seram ibu khawatir denganmu!"
"Dengan meninggalkanku sendirian!"kesalku,ibuku menggeleng,"Maafkan ibu,"lirihnya.
"Dimana hoseok?!"tanyaku.
"Dia sedang diurus polisi,dia terbukti sudah membunuh seseorang,dan mayatnya berada disekolah sebelah rumah,2 hari yang lalu ibu melihatmu tergeletak disana"
"2 hari? Dimana Jungkook?!"
Ibu berfikir sejenak,"Jungkook?!"
"Ya,Jungkook!"
"Sebaiknya kita pindah sekarang otakmu mulai halusinasi!"
"Tapi!?"
Ibu pergi begitu saja meninggalkanku,sejak kejadian ini Jungkook tidak pernah,lagi menampakan wujudnya dihadapanku,aku menyesal,aku merinduhkannya.