hai,namaku ghina ini kisah ku saat aku masih berada di dalam penjara suci(pesantren)yang dimana penjara suci ini membuat ku enggan untuk melupakan masa-masa indah kala itu
2014,bulan 8 tanggal 25.
aku sampai di penjara suci itu,letaknya di bogor,namanya ibnu mas'ud
kala itu usiaku sepuluh tahun asalku dari kalimantan barat,ibu ku asli kalimantan dan ayah ku jawa tengah,demak.
aku pesntren di sana luamayna lama sekitar tiga tahun lebih,wajar jika banyak sekali hal yang membuatku jatuh cinta pada pesantren,banyak orang yang berkata"cinta itu tak bisa di paksakan."tapi aku cinta pesantren dari yang awalnya terpaksa,jadi terbiasa
seperti yang kalian tau,pasti banyak orang yang belum pernah pesantren membayangkan,bahwa pesantren adalah tempat di mana kalian seharian hanya belajar dan itu yg membuat kalian tak mau masuk pesantren,tapi sayang..anda salah.
di pesantren bagiku adalah tempat dimana kita akan lebih tau berbagai jenis manusia dan cara mengahadapinya di dunia ini,di mana kalian belajar menjadi pemimpin dan kalian belajar cara menghargai waktu dan kalian belajar apa itu cinta yang sengguhnya.
tapi uniknya aku selama tiga tahun di pesantren,aku tak pernah atau mungkin belum jatuh cinta pada lawan jenis,aku lebih memilih untuk mencari ilmu-ilmu yang ingin aku ketahui dan belum di pelajari.
ya,aku jatuh cinta pada ilmu saat itu,sekalipun aku termasuk anak bandel ketika di pondok,tapi bukan berarti aku kehilangan minat untuk belajar...
dan di pondok jugalah aku belajar tentang ukhuwah islamiyyah...
ya walaupun kami berbeda bahasa,berbeda ayah dan ibu,berbeda tempat tinggal...
tapi kami di ikatkan dengan agama dan ilmu...
masih adakah cinta yang lebih murni dan suci dari selain ini?
bersama kami di ajarkan untuk saling memahami satu sama lain,menyayangi satu sama lain,walaupun kami tak memiliki ikatan darah...
indah sekali cinta di pondok pesantren...
bahkan ketika mengagumi seorang lelakipun...
kami di ajarkan,agar allah yang langsung mendengarkan curhatan kami tentang beratnya melawan rindu dan nafsu...
guru kami berpesan"jika kalian menuliskan di atas kertas,apa yang kalian harapkan".lalu kami menjawab,sekedar untuk melepas gundah gelisah di hati,lalu guru kami melanjutkan"kenapa tidak kalian mecurahkan kepada allah?kalian berdoa kepada-NYA insyaallah allah kabulkan jika dia memang yang terbaik untukmu".
sangat indah bukan?